Bikin NPWP kok mudah, Apa kata Dunia???
Satu, kampanye yang gencar dari pajak mengenai perlunya punya NPWP. Dua sudah ada sosialisasi di kantor, bahwa yang ndak punya NPWP akan kena kenaikan Pph sebesar 20% dari yang sekarang. Tiga, berhubung tidak lama lagi akan segera berangkat sekolah lagi. Jadi, mau tidak mau saya harus buat NPWP.
Nah, satu yang kemudian membuat sedikit sebel. Nampaknya pajak tidak cukup menyiapkan “keterkejutan” orang yang akan ngurus NPWP yang pasti melonjak, apalagi dibarengi “ancaman-ancaman” seperti kenaikan fiskal jadi 3 juta rupiah kemudian PPh dinaikkan 20%, maka berbondong-bondonglah orang pada bikin NPWP. Melonjaknya jumlah pembuat NPWP mengakibatkan pelayanannya jadi “AMBURADUL”, tidak seperti yang dijanji-janjikan oleh mereka.
Layanan yang 10 menit jadi, menjadi mundur lama. Katanya sehari langsung dapat kartu NPWP, eh disuruh datang balik besok-besoknya. Dan unfortunately saya yang kena masalah ini.
Pekan kemarin, saya dengan rekan kerja di kantor datang Kantor Pelayanan Pajak Pratama Maguwo, Sleman. Ketemu satu masalah, petugasnya bilang, berhubung sumatra sedang ada pembukaan kantor pelayanan pajak yang baru, sebagian besar bandwidth-nya dibawa lari ke sana, jadinya yang di Sleman/Jogja, jadi lelet sekali. Sehingga antri satu jam, cuma dua orang terlayani. Dijanjikan oleh petugasnya (mbak A kalau ndak salah namanya), “Pekan depan aja mas, kalau pekan depan pasti sudah cepet lagi …”
OK, saya nurut, pekan ini saya ke KPP Maguwo lagi. Kemarin Selasa saya datang ke sana lagi. Kali ini yang melayani namanya mas J. Waktu beliau ngentri data, saya tanya, loh mas kok nama saya harus ditulis lagi (kebetulan waktu itu spelling nama saya), kan sudah ada nomer pendaftaran saya di sana. Kebetulan saya sudah daftar online di http://ereg.pajak.go.id. Mas J-nya bilang, lha sistemnya gitu. Gubraks…. lah gunanya saya daftar di website untuk apa? Kan tinggal retrieve data sementara saya mustinya bisa, tapi sistemnya tidak mendukung. Setelah itu, muncul masalah lagi, “Pak, ini kartunya baru bisa diambil besok”. “Kenapa?” tanya saya, “Ya dari pusat .. gini..gini ..bla..bla..”, intinya jatah kartunya terbatas. Dan saya diminta datang keesokan harinya (hari Rabu) untuk ngambil. Padahal komitmen pajak adalah sehari jadi (bahkan sepuluh menit jadi). Saya tanya ke mas J “Besok jam berapa?”,”Jam 8 sampai jam 4 sore pak.” Saya bilang, “tinggal ambil kan?”, “iya, ndak perlu antri, temui saja mbak R.”
Pagi ini saya datang ke sana, mau ambil kartu NPWP. Sampai di KPP Maguwoharjo jam 8 lebih 4. Saya langsung masuk ruang yang melayani pengambilan kartu NPWP. Yang nemui ibu-ibu pake kerudung baju kuning, “Bu saya mau ambil kartu NPWP.” Oleh beliau saya disuruh nunggu, sambil duduk dulu. Akan diproses. Kebetulan saya duduknya di luar masih bisa melihat kondisi ruang proses di dalam. Setengah jam saya menunggu, dan what the heck is … slip ricit saya untuk pengambilan NPWP tidak diapa-apain. Cuma didiemin di meja, dan saya ndak tahu yang namanya mbak R yang mana, pikir saya ibu berbaju kuning yang nerima ricit saya. Setelah saya tanya, ternyata dia bukan mbak R. Dan payahnya dia tidak memberikan ricit saya ke yang namanya mbak R, cuma ditaruh di atas meja saja. Dan setelah saya ketemu dengan yang namanya mbak R ternyata mbak R lagi mroses ricit yang lain.
Saya sudah kadung dongkol sama mereka, gimana tidak, ricit saya cuma ditaruh begitu saja di atas meja, tidak kemudian diproses untuk diantrikan. Dan yang lebih mengecewakan lagi, janji sehari sebelumnya bahwa saya datang tinggal ngambil kartu NPWP di keesokan harinya tinggal janji. Karena ternyata harus nunggu diproses dulu macem-macem, sementara waktu saya terbatas. Akhirnya saya ambil lagi ricitnya. Sudah jengkel, jawabannya juga pada nggak ngenakin. Benar-benar menyusahkan.
Bikin NPWP kok mudah? Apa kata dunia…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
arrrggghhh ….
Blog tanpa Niche
Seringkali bagi para blogger pemula, untuk memperkaya wawasan, biasanya mereka bertanya ke “paman Google” tentang bagaimana ngeblog itu, tips dan trik agar blog ramai dikunjungi orang, bikin duit pake blog, dan seterusnya. Di antara sekian banyak tulisan yang bertebaran di Internet, biasanya mereka akan “terantuk” kepada satu nasehat, agar membuat blog dengan niche.
Blog dengan niche sendiri kurang lebih berarti menulis blog dengan tema atau topik khusus, sehingga membuat orang akan semakin betah berlama-lama dan berkungjung kembali ke blog kita. Blog dengan niche akan membawa orang-orang dengan interest yang sama, membicarakan hal yang sama, dan punya harapan yang sama terhadap niche yang mereka bangun. Blog dengan niche ini banyak yang kemudian dijadikan sebagai ladang jualan iklan bagi si empunya blog.
Meski bagus, bagi saya, terutama bagi para blogger pemula, menulis dengan niche merupakan siksaan tersendiri. Niat mulia ngeblog, menuliskan apa yang menjadi ide dan ceritanya, menuliskan pengalaman yang ditemuinya, menuliskan apa yang menjadi ganjalan hatinya, dan berbagai macam keinginan lain harus terpasung dengan menuliskan pada topik yang sama.
Susah sekali untuk menuliskan apa-apanya harus pada satu topik tertentu, yang boleh jadi justru akan mengerdilkan kreativitas blogger pemula. Keinginan mereka untuk mendapatkan pengunjung yang banyak “secara instan” justru akan memasung mereka kreativitas berfikir dan menulis dalam diri mereka. Hal ini juga salah satunya disebabkan keterburu-buruan blogger pemula untuk segera menjadi terkenal, syukur-syukur bisa jadi seleb blog. Dan kebetulan apa yang mereka cari di internet banyak menasehatkan untuk bikin blog dengan niche saja. Blog tanpa niche? Kelaut aja ..he..he..
Saya sendiri lebih memilih menuliskan blog ini tanpa niche. Saya lebih senang menjadikan blog ini sebagai payung, payung yang memuat semua niche yang saya bangun. Cukuplah kategori tulisan (category) yang menjadi niche di blog ini. Saya lebih nyaman banyak orang datang ke blog ini karena mencari informasi IT, mencari informasi agama, mencari informasi kesehatan, mencari informasi budaya, mencari informasi pendidikan, dan lain sebagainya. Jumlah visitor? Asal sabar dan tekun menulis dengan tulisan yang baik dan bermanfaat, insya Allah pengunjung akan datang dengan sendirinya.
Salam ngeblog!
Komentar Banyak = Blog Gagal?
Eits, tunggu dulu, jangan kemudian berprasangka yang negatif dulu. Yang saya maksud adalah, suatu blog, yang komentatornya adalah orang-orang yang dia kenal (dalam satu niche, satu jaringan, sohib, dkk).
Walaupun saya ndak bisa datang ke acara pesta blogger 2008, meski dapat undangan datang ke sana (gratis, gak usah bayar), tapi saya mengikuti dari rumah via streaming acara tersebut. Ada satu sesi yang mas Nukman Luthfie (NL) sampaikan selaku pembicara di acara PB 2008. Yakni kesuksesan sebuah blog.
Jika blog kita, dikomentari oleh orang-orang yang kita kenal, maka marketing dari blog tersebut adalah gagal. Kenapa? Ya karena yang kenal dengan blog kita hanya kawan-kawan kita, orang-orang yang sudah kita kenal baik, alias niche-nya ya itu-itu saja, bahasa kerennya 4L, Loe Lagi Loe Lagi. Dan saya pun sepakat dengan pemahaman beliau ini (saya yakin banyak juga yang ndak sepakat). Karena kalau demikian yang terjadi, tidak ubahnya blog kita hanya sekedar tempat alternatif gantinya sms, chatting, forum, dan sejenisnya yang kemudian dimigrasikan ke yang namanya BLOG.
Bagi saya menulis blog adalah berbagi banyak hal, apa yang menjadi pengalaman saya yang saya harapkan juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Orang datang ke blog kita karena tidak sengaja, mereka mencari ke Google, dan kemudian “tersesat” di tempat kita, karena mereka benar-benar mencari informasi akan sesuatu hal.
Hal ini juga yang saya sampaikan, ketika mengisi pelatihan blog untuk dosen-dosen arsitektur UII, Kamis pekan kemarin. Bahwa menulis blog itu memang akan punya banyak niat, tapi di sesi pekan kemarin saya sampaikan, pentingnya menulis untuk kemanfaatan yang lebih banyak. Dan indikatornya jelas, referer blog kita dari mana. Jika kebanyakan dari search engine, berarti tulisan kita memang benar-benar menarik, dan insya Allah bermanfaat bagi yang baca. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat sekitarnya.
Masuk 20 besar Pestablogger Photocontest euy!
Pagi ini melihat email masuk .. wah surprise, photo dengan judul Angkut Pakan Ternak (di photoblog saya, saya kasih nama I’m not a Wonder Woman) yang saya ikut sertakan dalam kontes Photo dalam rangka menyemarakkan Pesta Blogger 2008, ternyata masuk ke dalam nominasi 20 besar.
Selama ini foto-foto saya baru untuk sebatas hobi saja, bukan buat lomba apalagi buat dijual ..he..he..
, dan baru pertama kali ini ikutan kontes. Seneng juga rasanya. Terbayar sudah jauh-jauh pergi ke kaki gunung merapi untuk memfoto aktivitas para ibu yang “super sibuk” dengan memanggul pakan ternak segitu banyaknya untuk sapi perah tercinta.
Tapi meski demikian, bagi saya, fotografi memang dunia saya untuk hobi, menyalurkan hobi saya untuk merekam peristiwa sejarah di sekitar saya, apalagi buat saya yang sangat gemar dengan Sejarah kehidupan bangsa dan manusia.
Berikut daftar nominasi foto (foto dapat dilihat di websitenya Pesta Blogger Photo Contest):
Dear Peserta Pesta Blogger Photocontest 2008,
Berikut adalah daftar judul photo yang berhasil masuk nominasi sebagai 20 besar :
1. Ke Museum Wayang Yuk ( Raiyani Muharamah )
2. Berikan Sedekahmu ( Raiyani Muharamah )
3. Masih Utuh ( Angga Setyadi )
4. Pretty Lush ( Angga Setyadi )
5. Pulang dari Ladang ( I Gusti Ngurah Pradnyana )
6. Bertiga Satu Tujuan ( I Gusti Ngurah Pradnyana )
7. Bersih Bersih Kuta ( Muhammad Iqbal )
8. Menyekop Pasir ( Fitra Yogi )
9. Angkut Pakan Ternak ( Muhammad Andri Setiawan )
10. Minta Lagi dong ( Dicky Handrawan )
11. Kerja Bakti ( Subagja Budirahman )
12. Gotong Royong ( Budi Arianto )
13. Lomba Gerak Jalan ( Andi Sucirta )
14. Taman Bermainku ( Pulung Aidila )
15. Memohon Api padam ( Thomas Priandoko )
16. Rakit Penyebrangan ( Muklis Muhtar )
17. Sendiri menyusur sungai ( Tihai Witiang )
18. Pulang ( Budi Winarno )
Bunga Seroja ala Mahar (Laskar Pelangi)
Buat yang sedang dimabuk asmara “yang belum halal“ (makanya nikah dulu biar jadi halal) , nasihat Mahar – laskar Pelangi – patut didengarkan
Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah… ah…
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah… ah…Rupa yang elok
Dimanja jangan dimanja ah… ah…
Puja lah ia oh saja
Sekadar sajaReff
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati bingung
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati bingungJanganlah engkau percaya dengan asmara ..
Janganlah engkau percaya dengan asmara ..
Sekarang bukan bermenung, zaman bermenung ..
Sekarang bukan bermenung, zaman bermenung ..
Mari bersama, oh adik memetik bunga ..
Mari bersama, oh adik memetik bunga ..Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah… ah…
Hiasan sanggul remaja
Puteri remajaRupa yang elok
Dimanja jangan dimanja ah… ah…
Puja lah ia oh saja
Sekadar saja
Break..break..break…
Berhaji dengan baik
Sebagai salah satu rukun Islam, ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim (yang mampu). Dalam konsep Islam, rukun Islam yang tidak ditunaikan (satu saja), mengakibatkan batalnya keIslaman seseorang, sehingga berhaji menjadi urusan yang sangat penting, terutama bagi yang mampu.
Di Indonesia sendiri, sangat banyak sekali yang ingin menunaikan rukun terakhir dari rukum Islam yang lima, Alhamdulillah. Kalau jaman dulu, baru bisa pergi haji kalau sudah punya uang, kalau jaman sekarang, punya uang saat ini, belum tentu bisa berhaji tahun ini pula. Ngantri gitu…he..he..
Berapa banyak yang sudah bayar sekarang, baru bisa berangkat tahun depan, atau tahun depannya lagi, atau bahkan tiga tahun lagi. Kondisi seperti ini, membuat sebagian orang yang tidak sabar ingin segera berhaji, kemudian melakukan cara-cara yang “ilegal” agar dapat diberangkatkan tahun ini juga.
Bagi yang hajinya menggunakan ONH plus biasanya memang dapat berangkat pada tahun yang sama dengan saat dia daftar. Problemnya adalah yang di haji reguler. Seringkali para calhaj ini menggunakan cara ilegal agar mereka dapat berhaji. Sebagai contoh misal “nembak KTP” kabupaten atau provinsi lain yang kuota masih tersedia. Kasus ini pula yang menyebabkan kacau balaunya haji di propinsi Jawa Barat di tahun ini. Orang Jakarta yang sudah kehabisan kuota, kemudian lari ke Bekasi, agar dapat berangkat dari Bekasi. Akibatna, orang-orang jawa barat sendiri pada akhirnya gagal kuota karena “jatah” mereka diambil oleh orang-orang Jakarta.
Berita yang lain, tentang kasus penipuan calhaj di Medan yang baru saja terjadi, sebenarnya juga kesalahan dari para calon haji sendiri. Seorang ibu kabag di bagian haji, mengaku bisa “menyisipkan” orang-orang agar mereka dapat berangkat haji tahun 2008 ini. Yang tertipu berapa banyak? 62 orang, dengan total penipuan lebih dari 1.5 Milyar. Para calhaj ini punya andil besar, mereka terburu-buru, tidak sabar, dan pada akhirnya “minta tolong (dengan kata lain, hampir mirip suap lah)” kepada orang dalam agar bisa diberangkatkan. Akhirnya justru mereka menjadi korban penipuan.
Berhaji adalah suatu ibadah yang niatnya harus ikhlas, lurus, bersih, begitu pula proses keberlangsungannya, baik pre departure, saat disana, dan ketika kembali pulang. Lha kalau awalnya saja sudah dicederai dengan cara-cara yang tidak benar, bagaimana mungkin bisa berharap kembali dengan status mabrur???
Dikontrakkan rumah dekat UGM, murah! :)
Buat yang baru cari kontrakan, karena si owner Insya Allah kalau urusan lancar akan lanjut jalan-jalan sekolah lagi, maka rencana rumah si owner ini akan dikontrakin mulai Desember 2008 ini.
Spek rumah/kontrakan:
- Dekat dengan UGM, di kawasan Pogung Rejo, 2 menit pake motor, 15 menit jalan kaki ke Teknik UGM
- Dekat dengan masjid (Al Ashri), gak ada 1 menit jalan kaki
- Dekat dengan rumah makan dan sejenisnya (bagi yang males masak)
- Lingkungan insya Allah aman
- Yang dikontrakkan tiga kamar (2 besar, 1 sedang), ada kamar lain sih, tapi ntar dikunci (locked by owner gitu, buat simpen barang-barang)
- Ada 1 ruang tamu, 1 ruang keluarga (bisa buat nonton bareng TV ..he..he.), ada taman kecil di samping rumah, ada garasi (bisa nampung banyak motor
), ada tempat buat jemurannya juga - Ada dapurnya, ada Tempat Cuci piringnya, ada Kamar mandinya & WCnya juga
- Air pake Sumur
- Ada tower Internetnya
(yang selama ini buat koneksi Internet 24jam si owner)
Insya Allah dikontrakkan termasuk perabot (baik hati kan si owner ni), ada TV, ada lemari, ada tempat tidur (besar dan kecil), ada kursi tamu dari jati, ada tabung gas, ada mesin cuci (To Be Confirmed dengan istri), ada kulkas, ada meja makan, ada kipas angin, ada rak buku, ada meja belajar. Cocok buat keluarga, atau mahasiswa (Insya Allah bisa ngirit deh dibanding ngekos, soalnya yang kamar besar bisa buat berdua).
Rumah ini ditawarkan dengan harga 7 juta (kalau yang ngontrak buat rame-rame … kontrakan mahasiswa gitu), dan negotiable kalau buat keluarga (bisa cincay-cincay lah). FYI, dengan spek rumah ukuran jauh lebih kecil dari tempat saya (mungkin hanya separuhnya saja ukurannya) di tetangga saya sudah pada kisaran 5 juta. Jadi insya Allah terhitung murah.
Profil pengontrak yang lebih diinginkan (preferable):
- Keluarga muslim
- atau bisa buat kontrakan mahasiswa ikhwan / akhwat (mau yang salafi, HTI, tarbiyah, tabligh, HMI, KAMMI, PII, IMM, semua boleh-boleh saja)
- atau Professional worker muslim/muslimah
Tertarik? Hubungi saja ownernya – Andri di andri@cisco.or.id – atau – Army di army_widyastuti2000@yahoo.com -, ntar bisa kontak detail dari email. Atau kalau pas office hour, bisa telpon Andri di 0274-895007,895287 ext 122. Kenapa ndak saya taruh nomer HPnya? Biar ndak kena SPAM telpon/SMS iseng
SEGERA!!!
UPDATE: Rumahnya sudah laku, jangan ditanya-tanya lagi ya
VMware server di Ubuntu 8.10
Setelah sukses mengupgrade Ubuntu saya dari 8.04 ke 8.10, ternyata ada sedikit masalah. VMware saya ternyata tidak mau jalan. Teringat kalau upgrade kernel berarti harus menjalankan kembali VMware configuration, maka saya pun menjalankan perintah
andri@andri:~$ sudo /usr/bin/vmware-config.pl
Setelah mengikuti semua prosedur yang ada (maksudnya tekan Enter terus menerus), ternyata konfigurasi yang dilakukan gagal. Gawat, padahal VMware selama ini cukup membantu saya untuk menjalankan aplikasi Windows yang tidak bisa berjalan (dengan sempurna) dengan menggunakan Wine (Wine is not Emulator).
Googling sebentar, akhirnya menemukan cara untuk melakukan update VMware agar dapat berjalan di Ubuntu yang baru.
Pertama: download dulu script untuk update di sini
Kedua: ekstrak scriptnya dengan menggunakan perintah andri@andri:~$ tar xzvf vmware-update-2.6.27-5.5.7-2.tar.gz
Ketiga: masuk ke folder ekstrak, kemudian jalankan perintah andri@andri:~$ sudo ./runme.pl
Keempat: done! jalankan vmware kita yang bermasalah tadi andri@andri:~$ vmware
VMware-ku kembali sehat wal afiat
he..he.. Semoga artikel ini bermanfaat, terutama yang menghadapi masalah yang sama
Untuk referensi lengkap dapat diakses di http://www.insecure.ws/2008/10/20/vmware-specific-specific-55x-and-kernel-2627
Upgrade Ubuntu 8.10
Hari jumat kemarin, laptop diupgrade dari Ubuntu 8.04 (Hardy Heron) ke Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex – susah juga ya namanya ..he..he..
). Seharian dia minta upgradenya, maklum lah, koneksi yang dipergunakan tidak seberapa kenceng. By default sih, Ubuntu 8.04 tidak menyediakan upgrade karena sifatnya yang LTS (Long Term Support), sehingga di bagian administrasi untuk upgrade Ubuntu harus sedikit diubah. Silakan baca di sini mengenai cara-cara upgradenya.
Yang jelas, setelah upgrade selesai, ada satu hal yang cukup membuat surprise, yakni fitur 3G connection managernya. Saat laptop tercintah si hitam X61 direstart, dan kemudian dimasukkan card HSDPAku ke PCMCIA, eh tiba-tiba muncul sesuatu di desktop yang menunjukkan indikator siap terkoneksi dengan jaringan HSDPA (3.5G). Kemudian muncul wizard pilihan operator, cukup lengkap mulai dari AXIS, IM3, Indosat (mentari & matrix), Telkomsel, dan XL. Meski demikian, karena saya menggunakan IndosatM2 unlimited, profil Indosatnya jadi ndak match (APN, kemudian username dan password), jadi ya bikin profil sendiri.
Kemudian adanya tambahan fitur guest, yang memungkinkan kita meminjamkan laptop kita ke teman, misal dipakai buat ngecek email, atau aktifitas ringan lain, yang tentu saja tidak memungkinkan mereka mengakses folder-folder pribadi kita.
Fitur hibernate dan suspend cukup bagus, so far tidak ada problem. Karena sebelumnya di Ubuntu 8.04 Hardy Heron, kadang fitur ini masih suka memberikan trouble, meski sifatnya intermittent (kadang OK kadang ndak OK). Jadi sejauh ini, sangat satisfy dengan fiturnya. Apalagi problem sebelumnya di Lenovo X61 ketika diinstall Ubuntu adalah panasnya palmrest di sekitar fingerprint reader, setelah diupgrade, eh panasnya ilang, jadi makin sip deh!
Kemudian fitur power management yang ditambahkan dengan software powertop semakin menurunkan wattage yang dibutuhkan. Bahkan kadang lebih rendah dari Windows Vista yang memang secara default merupakan bawaan laptopku. Di Vista (yang diunggulkan karena fitur Power Management) biasanya jalan di rentang 13 – 15Watt, dan di Ubuntu 8.10 setelah dioptimalisasi dengan powertop, penggunaan dayanya juga pada kisaran 12 – 15 Watt, jadi cukup bersaing dengan Vista, yang artinya bisa menggunakan laptop untuk jangka waktu yang lebih lama. Kalau Vista biasanya sekitar 5 jam, Ubuntu pun sekarang dapat mencapai angka yang sama. Padahal kalau di Vista fitur Aeronya dimatikan, sementara di Ubuntu fitur Compiznya tetap nyala.
Tinggal nunggu ntar fitur wine dkk (yang nampaknya semakin maju aja), yang makin memungkinkan lebih banyak aplikasi di bawah Windows bisa jalan di Linux.
Anda masih belum menggunakan Linux? Coba saja Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex dan rasakan bedanya!















