Thoughts

Dalam sebuah perjalanan, selalu ada kisah, catatan, dan pikiran

Disclaimer Komentar

Segala komentar, pingback, dan trackback yang bukan dilakukan oleh saya (Andri Setiawan) adalah tanggung jawab masing-masing penulis aslinya.

Where Am I?

Berlangganan

Isikan email anda:

 Langganan di sini

Add to Google Reader or Homepage

Subscribe in Bloglines

Google Friend

Afiliasi








Tentang Saya

Mukhammad Andri Setiawan, just an ordinary man, trying to get better on everyday of his life

Disclaimer

Jika berminat KOPAS (copy paste) dari apa yang saya tulis di sini, dipersilakan. Yang penting sebutin sumbernya. Biar tidak disebut sebagai pembajak, at least hargai penulis awalnya.

Page Rank

Page Rank Tool

Pembaca



Arsip

My Tweet

    • seamless mode virtualbox

      Dulu sempat “ngiler” melihat kemampuan VMWare fusion, yang bisa menjalankan “seakan-akan” aplikasi di Virtual Machine terinstall OS lain (OS guest) bisa berjalan dalam jendela yang sama dengan OS host. Tapi berhubung, satu, VMWare fusion hanya jalan di Apple Mac, dua, dia software berbayar, jadinya cuma bisa berpuas diri dengan video yang banyak diupload di Internet.

      Tapi kini, setelah VirtualBox diakuisisi oleh SUN Microsystem, ada satu fitur yang sangat menyenangkan, yakni Seamless Mode (diaktifkan dengan Right-Ctrl + L), yang memungkinkan aplikasi yang dijalankan di guest OS bisa tertampil di host OS.

      Di tampilan atas, saya menjalankan Totem Movie Playernya Ubuntu Jaunty (yang diinstall di guest OS), di atas jendelanya Windows XP. Jadi dengan mode seamless, si Totem pun bisa dipindah-pindahkan layaknya aplikasi yang berjalan di atas Windows, padahal dia jalan di atas platform Ubuntu Jaunty.

      Dan yang jelas, sekarang VirtualBox menjadi semakin ringan (tidak seperti saat awal-awal dulu) untuk dijalankan di PC. Coba saja, dan rasakan bedanya.

      7 Comments
    • Setelah sukses mengupgrade Ubuntu saya dari 8.04 ke 8.10, ternyata ada sedikit masalah. VMware saya ternyata tidak mau jalan. Teringat kalau upgrade kernel berarti harus menjalankan kembali VMware configuration, maka saya pun menjalankan perintah

      andri@andri:~$ sudo /usr/bin/vmware-config.pl

      Setelah mengikuti semua prosedur yang ada (maksudnya tekan Enter terus menerus), ternyata konfigurasi yang dilakukan gagal. Gawat, padahal VMware selama ini cukup membantu saya untuk menjalankan aplikasi Windows yang tidak bisa berjalan (dengan sempurna) dengan menggunakan Wine (Wine is not Emulator).

      Googling sebentar, akhirnya menemukan cara untuk melakukan update VMware agar dapat berjalan di Ubuntu yang baru.

      Pertama: download dulu script untuk update di sini

      Kedua: ekstrak scriptnya dengan menggunakan perintah andri@andri:~$ tar xzvf vmware-update-2.6.27-5.5.7-2.tar.gz

      Ketiga: masuk ke folder ekstrak, kemudian jalankan perintah andri@andri:~$ sudo ./runme.pl

      Keempat: done! jalankan vmware kita yang bermasalah tadi andri@andri:~$ vmware

      VMware-ku kembali sehat wal afiat :mrgreen: he..he.. Semoga artikel ini bermanfaat, terutama yang menghadapi masalah yang sama ;-)

      Untuk referensi lengkap dapat diakses di http://www.insecure.ws/2008/10/20/vmware-specific-specific-55x-and-kernel-2627

      4 Comments