Archive for Teknologi

Web App Al Mathurat for iPhone

Kalau kemarin saya sudah rilis Al Mathurat untuk Android, maka sekarang Al Mathurat ini bisa diakses dari browser (baik via HP/komputer – rekomendasi: safari/chrome), dengan catatan harus memiliki koneksi ke internet saat membuka Web App ini.
Bagi pengguna iPhone/iPod Touch, silakan ikuti step berikut (ada di gambar), untuk merasakan experience sebagaimana full apps yang ada di Android (https://market.android.com/details?id=com.andri.almathurat).
1. Buka dengan browser Safari, ketik URL: andrisetiawan.com/mathurat
2. Setelah website terbuka, tekan tombol untuk membuka menu bookmark, dll (tembol kotak dengan anak panah)
3. Pilih Add to Home Screen
4. Silakan di Add (title dapat diedit jika perlu)
5. Di homescreen akan ada icon baru (selayaknya Apps)
6. Tampilan apps akan seperti screenshot di bawah ini

Membuat iPod Touch menjadi iPhone

Status facebook saya hari ini cukup “heboh”

is converting his iPod Touch 3G into fully working iPhone minus its camera & compass … thanks to SpiritJB ^_^

Beberapa kawan kemudian meminta saya membuatkan tutorial, sebenarnya simple saja, terlebih setelah kehadiran Spirit JB, yang telah membantu saya membuat iPod Touch saya menjadi Jail Broken.

Awalnya boleh dibilang kurang beruntung, karena saya mendapatkan iPod Touch 3G 8GB (katanya sih hardwarenya masih iPod Touch 2G) 3.1.3 versi MC (alias versi baru keluar) yang membuat saya tidak bisa menjadikan iPod saya Untethered Jailbroken.

Tethered Jailbroken: sederhananya, iPod saya kalau mau direstart harus terkoneksi via USB ke komputer, dan kemudian harus menjalankan software untuk melakukan Jailbroken kembali. Untethered tentu saja tanpa harus terkoneksi ke PC, saya bisa merestart iPod Touch kapan pun dan di mana pun tidak tergantung laptop.

Kedatangan SpiritJB membuat segalanya lebih mudah, kini iPod Touch saya bisa direstart tanpa harus terkoneksi dengan laptop. Sejak awal beli, iPod Touch langsung saya Jailbreak. Gunanya untuk apa sih? Sederhana saja, Apple menjadikan banyak fungsionalitas hardware dari iPod/iPhone menjadi terbatas meski sebenarnya kemampuan hardware mendukung. Misal, bluetooth hanya bisa dipakai untuk headset sama pairing dengan sesama iPod/iPhone untuk main game. Tidak bisa untuk koneksi dengan GPS, Dial Up Networking, transfer file, dlsb. Dengan jailbroken (jangan khawatir, semua aplikasi masih bisa dibeli/download dari Apple Apps store) terbuka kesempatan lebar.

Nah, mengapa iPod? Soalnya saya sudah punya smartphone, investasi iPhone baru tentu akan bikin kantong bolong, apalagi harga iPod yang hanya berkisar 1/3 dari iPhone. iPod prinsipnya sama dengan iPhone, kecuali dia ndak punya kamera, GPS, 3G, dan yang paling penting, ndak bisa buat telepon :( Dengan jailbroken iPod, kini hampir semua fungsi itu bisa dilakukan.

Caranya? Sederhana saja, silakan buka website Spirit Jailbreak ikuti petunjuk di sana (sangat mudah sekali), download software (matikan dulu anti virus di WIndows, soalnya ada false alarm, tapi insya Allah saya jamin aman softwarenya kok) spiritJB. Pasang iPod dengan USB ke PC/laptop, jalanin software jailbreak dengan compatibility mode Windows 98 (silakan googling how to-nya), dan kurang dari 10 detik, iPod akan terjailbreak (jailbroken). Default jailbreak akan memuat Cydia untuk install aplikasi-aplikasi jailbreak, tapi saya pilih menggunakan Rock (bisa diinstall via Cydia). Tampilannya akan seperti ini

photo seperti terlihat di samping, paling tidak ini beberapa aplikasi yang saya pergunakan untuk memiliki fungsionalitas layaknya iPhone.
1. Rock: dipergunakan untuk install aplikasi-aplikasi jailbreak (ini pengganti dari Cydia)

2. roqyBT: dipergunakan untuk menghubungkan unit bluetooth GPS (biasa saya pake sebelumnya dengan Windows Mobile, sudah punya sejak dulu) dengan iPod

3. xGPS: dipergunakan untuk navigasi turn by turn, menggunakan basis Google Map. Peta didownload terlebih dahulu via laptop, kemudian ditransfer ke iPod.

4. Siphon: aplikasi telephoni. Saya berlangganan SIP lewat pennytel.com.au, dan membayar kurang lebih 15 dolar Australia untuk mendapatkan nomer lokal Australia (saya pilih Brisbane, karena tinggal di Brisbane) untuk masa 3 tahun (alias 5 dolar atau sekitar 42 ribu rupiah per tahun). Dengan menggunakan ini, saya jadi bisa ditelpon via telpon biasa

5. Backgrounder: untuk menjadikan iPod bisa melakukan multitasking (seperti diketahui, hanya iPhone OS 4 – yang saat ini belum keluar, yang bisa melakukan multi tasking)

6. iBluever: untuk melakukan dial up networking via bluetooth ke HP. Yang berarti, di manapun saya bisa online tanpa tergantung keberadaan Wifi. Saat ini ada dua alternatif yang saya pakai, satu menggunakan HP Sony Ericsson G502 untuk konek 3G/HSDPA, dua menggunakan WMWifiRouter di HTC Touch Pro untuk membuat koneksi Wifi on the go. Sejauh ini sih, menggunakan WM Wifi Router lebih cepat aksesnya ketimbang dial up via bluetooth (lagi pula saya masih menggunakan versi Demo)

7. Kirikae: untuk menampilkan aplikasi-aplikasi yang sedang di multi tasking (termasuk mematikan, dlsb). Software ini pasangannya Backgrounder.

Paling tidak, beberapa software di atas telah menjadikan iPod saya tidak hanya menjadi pemutar musik, plus buat main game, tapi juga bisa menjalankan fungsi layaknya iPhone seperti layanan teleponi dan layanan GPS dan Navigasi.

Paling tidak sekarang, iPod bisa dibawa kemana-mana, dan tetap bisa terkoneksi, sehingga lebih berfungsi :)

Alias di GMAIL

Seperti yang saya tulis sebelumnya, tadinya berfikir cukup senang dengan alamat email di gmail yang ‘fancy‘, tapi seiring perkembangan, maka kita butuh yang lebih serius. Di GMAIL sebenarnya sudah ada cara yang terkenal (dan disebutkan dalam tutorial GMAIL) untuk membuat alias email di gmail. Dengan alias, kita menggunakan email gmail "yang lain" tapi akan terkirim ke inbox GMAIL yang kita pergunakan. Paling tidak ada dua cara:

    1. Dengan menambahkan "+", misal email gmail anda: iniemailku@gmail.com dengan menambahkan tanda "+" seperti iniemailku+yangbaru@gmail.com, maka semua email yang terkirim ke email alias yang diberi tanda "+" pun akan terdeliver ke inbox kita.
    2. Dengan memberikan tanda "." (dot), di bagian manapun dari email GMAIL kita. Misal email gmail kita iniemailku@gmail.com, maka mengirimkan email ke ini.emailku@gmail.com atau iniemail.ku@gmail.com atau ini.email.ku@gmail.com akan membuat email kita terkirim ke inbox yang asli (iniemailku@gmail.com)

Nah, problemnya adalah tidak ada setting di dalam GMAIL yang memungkinkan kita membuat alias email yang benar-benar berbeda dari email GMAIL kita yang asli. Misal superkiyut@gmail.com tadinya kita anggap keren, tapi karena "sadar" ini adalah email yang "wagu", kita pingin ganti menjadi setiawan.andri@gmail.com. Fasilitas ini tidak tersedia secara built in di GMAIL. Terus solusinya bagaimana?

Beruntung di GMAIL ada layanan yang memungkinkan kita mengirimkan "on behalf of", maksudnya email kita adalah superkiyut@gmail.com, tapi ketika mengirimkan email keluar bisa menjadi setiawan.andri@gmail.com. Untuk itu buat saja email baru di GMAIL (sign up) dengan alamat setiawan.andri@gmail.com (sebagai contoh). Kemudian lanjutkan prosesnya sebagai berikut:

  1. Login ke GMAIL yang asli, masuk ke halaman Settings – Accounts, pilih link "Add another email address you own"image
  2. Muncul popup baru, masukkan alamat email yang kita hendak kirim "on behalf of", pilih next stepimage
  3. GMAIL akan memverifikasi email kita, silakan lanjutkan pilihan Send Verification
  4. Buka browser lain (misal tadi pake firefox, sekarang pake IE) buka GMAIL kita, login dengan alamat email baru kita, kode verifikasi yang terkirim dimasukkan ke halaman verifikasi di email kita yang asli
    image
  5. Setelah kita masukkan kode verifikasi, voila, kita sudah dapat mengirimkan email "on behalf of" email kita yang baru. Sekarang saya sudah dapat mengirimkan email dengan alamat setiawan.andri@gmail.com .

    image
    (form saat kita Compose Mail)
    image

  6. Selesaikah? Belum, masih ada satu step lagi. Karena kita mengirimkan email atas nama email lain, kalau yang kita tuju melakukan reply, tentu akan dikirimkan ke email yang "on behalf of" tadi. Untuk itu, di email yang baru (ingat, email baru  tadi kita buka di browser yang lain), kita set Forwarding email, agar setiap email yang masuk, dilarikan ke alamat email kita yang lama
    image
  7. Selesai deh!

Sekarang kita bisa membuat alias email sebanyak-banyaknya di GMAIL, meski by default GMAIL tidak menyediakan layanan ini, tapi dengan sedikit mengakali, kita bisa kirim alamat email sesuka hati kita.

Say thanks jika posting ini bermanfaat [Halah, kaya forum aja ! 😉 ]

3G Indosat Unlimited, review sederhana

Beberapa hari lalu apply Internet 3G Indosat yang unlimited. Kebetulan di kantor baru ada promosi, daftar 3G Internet bisa dapat merchandise macem-macem. Ya udah sekalian daftar saja, meski rencana koneksi ini bukan buat saya, tapi buat adik saya. Soalnya di rumah ibu, belum ada koneksi broadband seperti di rumah.

Saya ambil paket yang paling kecil, paket Eco, yang bandiwdth maksimum 256 kbps dan dicap sampai 2GB, selebihnya bakalan diturunkan jadi 64kbps. Biaya paket ini insya Allah sih terjangkau, hanya Rp 100.000 per bulan. Kebetulan di rumah sudah ada jaringan HSDPA, jadi bisa dilakukan pengetesan yang lebih maksimal.

HSDPA-stateKoneksi saya pakai on terus, dan mencoba buka website yang rakus bandiwdth, seperti Youtube. Hasilnya, kalau siang hari, streamingnya sedikit putus-putus, tapi kalau pagi hari, jarang putus-putus. Ya maklum juga, saya kan cuma pake paket yang up to 256 kbps.

Kemudian karena kecepatan bersifat burstable, ya kadang beruntung juga bisa dapet 900an kbps, walaupun cuma beberapa detik. He..he… Kira-kira capturenya seperti di samping.

Kalaupun ndak dapet HSDPAnya, kadang masih nyaut di EDGE, ya lumayan lah, ndak lemot-lemot amat. Overall sampai dengan hari ini, saya cukup puas dengan Indosat. Moga-moga aja billingnya ndak ngaco seperti TelkomselFlash Unlimited, yang bikin komplen sekian banyak orang.

Google Chrome – browser baru dari Google

Setelah puas membaca komik yang disajikan di URL ini (http://www.google.com/googlebooks/chrome/index.html#), rasanya semakin terkagum-kagum dengan produk Google yang satu ini. Sebuah browser open source yang bernama Google Chrome.

Segera saja saya mendownload Google Chrome (yang pada saat tulisan ini ditulis, baru sekitar 4 jam yang lalu diunggah oleh Google) di alamat http://www.google.com/chrome

google Chrome 

Meski demikian, setidaknya hingga saat ini tidak ada modus offline untuk install Google chrome, karena begitu saya klik untuk download, dia langsung menginstall software kecil, dan kemudian mendownload Google Chrome dari sana (semoga kelak ada direct link download untuk browser ini).

google chrome

Wuz..wuz..wuz… Yang jelas itu yang saya rasakan, membuka browsernya pun cepat (tidak seperti Firefox yang agak lama, setidaknya ketika diinstal banyak plugin seperti di tempat saya). Sangat cepat sekali terbuka halaman demi halaman, terutama yang intensif menggunakan Java Script, yang biasanya saya rasakan sedikit lambat. Dengan Google Chrome, semuanya menjadi “relatif” lebih cepat.

Satu lagi, begitu saya ketik andri se, Google Suggestionnya langsung muncul, he..he.. Nama saya muncul di sana … 😉 (dasar narsis).

Jadi, tunggu apa lagi? Segera coba google chrome, dan rasakan bedanya.

Switch to our mobile site