Archive for April 2012

Review: Eye-Fi Connect X2

Eye-Fi Connect X2Sekarang jamannya facebook, jamannya twitter, jamannya Google+, dan tidak lupa, jamannya Instagram :) Sebagai seorang tukang foto keliling yang suka moto, kadang pingin begitu kita memfoto sesuatu, langsung ingin dibagi ke layanan jejaring sosial disebut di atas. Loh, bukannya selama ini sudah biasa begitu ambil foto, langsung aja diupload via gadget kita, entah itu Android, iPhone, atau BlackBerry, dan untuk kemudian (narsisme tadi) dapat dinikmati oleh kita, teman, kerabat, dan kolega. Masalahnya satu, kualitas kamera mobile phone kita tidak terlalu bisa mendukung. Setidaknya hingga saat tulisan ini dibuat, belum ada sensor kamera/lensa mobile phone yang sekualitas kamera SLR/Mirrorless atau Micro 4/3.

Buat yang biasa hobi foto, begitu ngliat hasil kamera mobile phone yang “kurang bagus”, kadang merasa kecewa terus kecewa. Dipost-processing bagaimanapun (via apps yang ada di mobile phone), tetap aja kadang merasa kurang. Meski sebenarnya kekuatan foto ada di komposisi, pencahayaan, dlsb, tetap saja kadang saya juga merasa sedikit “tidak puas” dengan hasil snapshot kamera handphone saya.

Nah, ternyata ada solusinya :) Kebetulan saya punya kamera mirror less Sony NEX-5. Kamera yang sangat compact, yang mudah ditenteng kemana-mana, tidak berat buat pundak saya, dan dengan sensor seukuran kamera DSLR. Kualitas foto, ya tentu saja jauh lebih baik daripada kamera mobile phone.

Problemnya, ketika pergi out and about, hasil foto kamera ini tidak bisa langsung dishare ke situs jejaring sosial. Browsing sana sini, ketemulah solusinya. Yakni dengan menggunakan SD-Card Eye-Fi Connect X2. Di dalam Eye-Fi card ini, terintegrasi chip radio yang mampu memancarkan sinyal WiFi yang memungkinkan kita untuk mengunduh semua foto tanpa kabel, baik untuk diunduh ke komputer ataupun diunduh ke gadget. Dengan menggunakan SD-Card ini, plus disandingkan dengan apps Eye-Fi yang tersedia baik di Android maupun iPhone/iPad, setiap kali kita mengambil foto dengan kamera ini, dapat langsung ditransfer ke Android/iPhone kita, tanpa harus tenteng-tenteng komputer/laptop untuk melakukan proses transfer. SD-Card ini memungkinkan modus langsung (Direct Mode – sepertinya modus Ad Hoc networking) yang menghubungkan gadget kita ke SD-Card secara wireless.  Dengan cara seperti ini, kalau pas lagi jalan-jalan dan bawa kamera compact saya, tidak perlu nunggu pulang sampai rumah terlebih dahulu untuk berbagi foto ke situs jejaring sosial. Kekurangannya satu dari produk ini, manual yang tidak terlalu jelas, terutama untuk mengaktivasi Direct Mode, kemudian modus Selective Transfer, jadi harus diexplore dulu (ala trial and error), sebelum kemudian sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pada saat awal menggunakan produk ini, semua foto yang diambil pake kamera, langsung dikirim semua ke handphone 😀 [mana kapasitas microSD juga tinggal sisa 3GB hehe]

Akhirnya setelah membandingkan harga ke sana ke mari, ketemu juga yang paling murah, dengan biaya kirim yang juga tidak terlalu mahal, jatuhlah pilihan untuk beli Eye-Fi via Amazon, dibandingkan dengan via Ebay, dan langsung beli di toko-toko yang ada di Brisbane sini, Amazon paling murah sendiri. Dengan waktu kirim sekitar 10hari, cukup puas lah dengan produk ini. Yang jelas, akan makin sering bawa NEX-5 nih :)

 

Statigram, Instagram browser

Statigram andrisetiawan

Instagram sebagai social network photography kalau boleh dibilang memang menjadi fenomena tersendiri. Sebuah startup dengan penghasilan 0 (nol) dolar, yang kemudian dibeli oleh facebook senilai 1 milyar dolar, orang jawa bilang, ediaaan !

Karakter instagram sendiri adalah karakter “eksklusif”, tidak heran, bagi sebagian pengguna instagram iPhone, ketika awal April kemarin instagram meluncurkan appsnya di Android Market Google Play,  mereka langsung meluncurkan serangan (inggrisnya: rant) di twitter, bahwa menjadikan instagram di Android bak membuka kran orang miskin ke klub eksklusif. Nevertheless, bukan ini inti tulisan saya 😉 Kesan eksklusif itu didapat karena instagram hanya bisa dibuka di Appsnya saja, yang kemudian paling banter dishare di facebook/twitter/dlsb. Tidak ada fasilitas built-in dari Instagram untuk melakukan browsing foto-foto yang termuat di sana, secara langsung dari tempat lain, seperti di picasa atau flickr atau layanan yang lain.

Beruntung ada statigram. Dengan memanfaatkan API yang diberikan instagram, mereka dapat membuat pengguna dan calon pengguna, atau yang tidak punya iPhone/Android sehingga tidak bisa menikmati karya foto kuno ala instagram, dapat menikmati pula. Untuk pengguna pun menjadikan experiencing terhadap Instagram lebih nyaman, berkomentar ke foto orang, ke follower kita, yang kita follow, like, dlsb jadi lebih nyaman, karena semua bisa dilakukan di depan PC kita.

So, tunggu apa lagi. Segera saja meluncur ke statigram, dan jika ingin lihat instagram saya (dengan statigram saya jadi tahu bahwa saya adalah pengguna Instgram ke 2,611,680), silakan akses di sini.

Switch to our mobile site