Mulut “kotor” para komentator detik.com

Hanya satu kata: Benci aku!

Apapun topik yang ada dan muncul di berita, sepertinya tidak bisa tidak, yang muncul adalah sumpah serapah, kata-kata kotor, dan lain sebagainya. Benar kata salah seorang kawan yang bercerita bahwa ada seorang peneliti, melakukan penelitian tentang masyarakat Indonesia, dan kesimpulan dia, masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang sedang sakit. Sakit jiwa, tapi mereka tidak menyadarinya, sakit yang sedemikian parah, tapi herannya mereka begitu menikmati sakitnya mereka.

Betapa manusia Indonesia menjadi manusia yang tidak ingin diatur, menang sendiri semuanya, hidup dengan rasa curiga dan saling benci, terekspresikan dari mulut-mulut mereka yang tidak bisa berkata-kata dengan baik, ungkapan kotor, dan begitu banyak hal lain.

Dengarkanlah suara hati ini wahai pemilik dan pengelola detik.com, tutup saja halaman komentarmu itu, jijik rasanya membuka kolom komentar yang irasional, penuh kebencian, dan berbagai macam ungkapan kotor serta sumpah serapah itu!

Barang siapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tanganmu, jika tidak mampu, ubahlah dengan lisanmu, jika tidak mampu, maka ubahlah dengan hatimu (dengan mengingkarinya) …..

  1. Tidak saja di detik, tapi juga di kompas banyak sekali komentar2 yg ‘menyebalkan’. Orang Indonesia memang jago komentar, hehe…*getir*

  2. achmedz says:

    aku ikut maz, “benci aku!” hehe. barang siapa yang tidak membenci orang yang dibenci Allah, maka ia termasuk orang dibenci Allah.

  3. cicie says:

    Betul, setuju, sepakat, ditutup saja….
    Apa saja deh yg berbau mengomentari orang di depan kalayak kayak gitu…
    Setuju setuju setuju…. tutuuuppppp!!!!!

  4. KangBono™ says:

    Errr, ‘benci aku’ itu dua kata, bro…

    *ngumpet*

  5. Numpan komentar bro,

    Nek tetep mau buka kolom komentar mbok dikasih requirement untuk mencantumkan id yang valid. Bisanya cuma ngomong dari belakang. Berani nyumpahin orang tapi gak berani menampakkan batang hidungnya.

  6. mnkl121 says:

    Betul, setuju sifat egois, pengecut merajalela

  7. Endai says:

    Betul sekali, lihat saja waktu mereka chating, tidak ada mutunya, yang ada cuma berolok-olok dan sumpah serapah, bgm bangsa ini mau terlihat berwibawa didepan bangsa-bangsa lain, tidak ada artinya kebesaran suatu bangsa kalau moralnya jeblok, lihat saja Amerika Serikat, biar adi daya tapi banyak yang tidak menyukainya.
    Mulai sekarang mari kita perbaiki diri dan sadar akan harga diri kita dan harga diri bangsa kita

  8. muslim says:

    Sepakat tuh… Mungkin harus getting involve to that forum, sehingga kita bisa sedikit menetralisir komentar yang “tidak sopan” tersebut… Kadang jika dibutuhkan, kita bantu meluruskan informasi yang diberikan oleh “komentator miring” karena hal tersebut untuk membantu saudara kita yang akan terkena Fitnah…

  9. Investasi says:

    setujuuu
    paling jago komentar dan niru

  10. Gunawan says:

    That right brother :)
    Setuju ditutup atau paling tidak dimoderasi saja.

  11. Benkq says:

    ^^setuju juga, sepertinya yang namanya etika sudah hilang dimata para komentator tersebut… mungkin klo ditutup sih aga susah… jadi saya setuju seperti pendapat mas gunawan… Diberikan aturan dan sangsi yang jelas dan tegas, dan di awasi oleh moderator aktif…. sayang juga khan kapasitas database hanya dipake buat sumpah serapah ga jelas juntrungannya…

  12. maspem says:

    maka jangan suka misuhi orang yang suka misuh-misuh. ‘barang siapa yang tidak membenci orang yang dibenci Allah maka ia termasuk orang yang dibenci Alloh’. ungkapan darimana tuh?
    padahal yang misuh2 di detik juga dalam rangka membenci yang dibenci Allah -penguasa korup misalnya-
    piss!

  13. boneng says:

    kalo komentarnya tidak ada bernilai benar, kenapa mesti ambil pusing sih? tapi kalo ada nilai benarnya .. ya harus dijadikan bahan masukan..

  14. suthong says:

    lha ini kita juga pada komentar. lebih baik difilter, jadi komentar yang melenceng tidak ditampilkan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site