Teladan98, Quo Vadis

Bukan apa-apa sih, hanya saja terhitung mulai hari ini (setelah perjuangan melelahkan selama dua hari .. padahal nggak ngapa-ngapain, kerjaan diserahkan secara otomatis) saya melepas status email teladan98 (sekarang kelihatan noraknya) yang di gmail ke email yang lebih “professional”.

Sebenarnya eman-eman dengan penggunaan email teladan98 yang dipake sudah sangat lama sekali, bahkan sebelum punya gmail, email yang lain pun brand-nya adalah teladan98, dan ketika saat awal-awal gmail muncul (invited only) dan saya dapat invitasinya tahun 2005 lalu, yang kepikiran pertama kali juga teladan98. Orang biasanya langsung bisa menebak, “alumni SMA 1 ya mas?”, yup, saya memang alumni SMA 1 Jogja.  Saking cintanya kali ya … he..he..

Nah, berhubung ada tuntutan kehidupan di Aussie sini, untuk cari sikutan sana-sini (yang pernah merasakan jadi mahasiswa di LN, tidak terkecuali Aussie sini pasti tahu lah), kalau ndak bisa-bisa beasiswa cuma buat bayarin kontrakan rumah doang, abis deh, makanya kemudian saya juga butuh untuk apply ke sana kemari biar bisa dapet tambahan “uang jajan”.

Meskipun secara umum banyak mahasiswa di sini yang jadi cleaner (termasuk saya tentunya), masih tetep ngimpi part timenya bukan cleaner, tapi ya di IT seperti pekerjaan sebelumnya yang ditekuni. Tapi masya Allah deh, susah sekali untuk cari kerjaan IT yang part time, semua mempersyaratkan full time yang jelas saya ndak bisa memenuhinya berhubung visanya visa student. Nah, untuk itu kan butuh rajin apply, dst. Biar keliatan lebih professional, dan saya sendiri juga sudah mulai bosan (initinya sih bosan kali), maka per hari ini, email teladan98 [at] gmail [dot] com, saya anggap dismiss, meski tidak 100%. Dan semua email keanggotaan milis (terutama dari Yahoogroups)  juga sudah berubah (thanks to Yahoo Profile) tanpa perlu unsubscribe untuk kemudian subscribe lagi.

Saya impor seluruh email saya di kotak pos yang lama dengan POP mail, ke inbox yang baru di gmail yang baru. Prosesnya tentu saja otomatis, cuma ya itu, dua hari lalu berharap proses otomatis ini akan selesai dalam satu dua jam, ternyata tidak ..he..he.. butuh dua hari untuk memindahkan email saya yang memiliki ukuran total 2.9 GB (horotoyoh, email kok sampe 2.9 GB itu isinya apa aja toh ya). But thanks to gmail, ndak perlu berpeluh seperti kalau pake Outlook saat ganti PC, harus download dulu semua emailnya, terus unggah lagi di komputer baru yang diinstall outlook yang fresh.

Yang jelas kenapa masih bertahan pake Gmail, karena semua email saya terkonsolidasikan ke gmail, cukup buka gmail, semua account email saya terbuka dengan sendirinya (via POP mail).

Jadi, goodbye teladan98, selamat datang m.andrisetiawan ;-D

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site