-
Bikin NPWP kok mudah, Apa kata Dunia???
37 CommentsSatu, kampanye yang gencar dari pajak mengenai perlunya punya NPWP. Dua sudah ada sosialisasi di kantor, bahwa yang ndak punya NPWP akan kena kenaikan Pph sebesar 20% dari yang sekarang. Tiga, berhubung tidak lama lagi akan segera berangkat sekolah lagi. Jadi, mau tidak mau saya harus buat NPWP.
Nah, satu yang kemudian membuat sedikit sebel. Nampaknya pajak tidak cukup menyiapkan “keterkejutan” orang yang akan ngurus NPWP yang pasti melonjak, apalagi dibarengi “ancaman-ancaman” seperti kenaikan fiskal jadi 3 juta rupiah kemudian PPh dinaikkan 20%, maka berbondong-bondonglah orang pada bikin NPWP. Melonjaknya jumlah pembuat NPWP mengakibatkan pelayanannya jadi “AMBURADUL”, tidak seperti yang dijanji-janjikan oleh mereka.
Layanan yang 10 menit jadi, menjadi mundur lama. Katanya sehari langsung dapat kartu NPWP, eh disuruh datang balik besok-besoknya. Dan unfortunately saya yang kena masalah ini.
Pekan kemarin, saya dengan rekan kerja di kantor datang Kantor Pelayanan Pajak Pratama Maguwo, Sleman. Ketemu satu masalah, petugasnya bilang, berhubung sumatra sedang ada pembukaan kantor pelayanan pajak yang baru, sebagian besar bandwidth-nya dibawa lari ke sana, jadinya yang di Sleman/Jogja, jadi lelet sekali. Sehingga antri satu jam, cuma dua orang terlayani. Dijanjikan oleh petugasnya (mbak A kalau ndak salah namanya), “Pekan depan aja mas, kalau pekan depan pasti sudah cepet lagi …”
OK, saya nurut, pekan ini saya ke KPP Maguwo lagi. Kemarin Selasa saya datang ke sana lagi. Kali ini yang melayani namanya mas J. Waktu beliau ngentri data, saya tanya, loh mas kok nama saya harus ditulis lagi (kebetulan waktu itu spelling nama saya), kan sudah ada nomer pendaftaran saya di sana. Kebetulan saya sudah daftar online di http://ereg.pajak.go.id. Mas J-nya bilang, lha sistemnya gitu. Gubraks…. lah gunanya saya daftar di website untuk apa? Kan tinggal retrieve data sementara saya mustinya bisa, tapi sistemnya tidak mendukung. Setelah itu, muncul masalah lagi, “Pak, ini kartunya baru bisa diambil besok”. “Kenapa?” tanya saya, “Ya dari pusat .. gini..gini ..bla..bla..”, intinya jatah kartunya terbatas. Dan saya diminta datang keesokan harinya (hari Rabu) untuk ngambil. Padahal komitmen pajak adalah sehari jadi (bahkan sepuluh menit jadi). Saya tanya ke mas J “Besok jam berapa?”,”Jam 8 sampai jam 4 sore pak.” Saya bilang, “tinggal ambil kan?”, “iya, ndak perlu antri, temui saja mbak R.”
Pagi ini saya datang ke sana, mau ambil kartu NPWP. Sampai di KPP Maguwoharjo jam 8 lebih 4. Saya langsung masuk ruang yang melayani pengambilan kartu NPWP. Yang nemui ibu-ibu pake kerudung baju kuning, “Bu saya mau ambil kartu NPWP.” Oleh beliau saya disuruh nunggu, sambil duduk dulu. Akan diproses. Kebetulan saya duduknya di luar masih bisa melihat kondisi ruang proses di dalam. Setengah jam saya menunggu, dan what the heck is … slip ricit saya untuk pengambilan NPWP tidak diapa-apain. Cuma didiemin di meja, dan saya ndak tahu yang namanya mbak R yang mana, pikir saya ibu berbaju kuning yang nerima ricit saya. Setelah saya tanya, ternyata dia bukan mbak R. Dan payahnya dia tidak memberikan ricit saya ke yang namanya mbak R, cuma ditaruh di atas meja saja. Dan setelah saya ketemu dengan yang namanya mbak R ternyata mbak R lagi mroses ricit yang lain.
Saya sudah kadung dongkol sama mereka, gimana tidak, ricit saya cuma ditaruh begitu saja di atas meja, tidak kemudian diproses untuk diantrikan. Dan yang lebih mengecewakan lagi, janji sehari sebelumnya bahwa saya datang tinggal ngambil kartu NPWP di keesokan harinya tinggal janji. Karena ternyata harus nunggu diproses dulu macem-macem, sementara waktu saya terbatas. Akhirnya saya ambil lagi ricitnya. Sudah jengkel, jawabannya juga pada nggak ngenakin. Benar-benar menyusahkan.
Bikin NPWP kok mudah? Apa kata dunia…….!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
arrrggghhh ….Published on December 3, 2008 · Filed under: Kontroversi;
37 Responses to “Bikin NPWP kok mudah, Apa kata Dunia???”
-
wadiyo said on December 3rd, 2008 at 5:15 pm
kurang satu syaratnya Mas,
kasih aja tuh amplop + segembol recehan.
pastinya cepet…biasalah orang pajak
‘kan sebagian besar seperti itu. -
yando said on December 3rd, 2008 at 9:13 pm
Tidak diurus secara kolektif dari pihak kantor, mas ? Kalo saya “katanya”diurus kantor, tetapi sampai saat ini belum ada kabar. Sepertinya saya juga harus balik ke jogja buat mengurusnya.. Terima kasih atas infonya mas
-
@yando: ada kolektif kok di kantor, tapi brhubung pekan depan insya Allah sudah berangkat buat sekolah lagi, khawatirnya nggak selesai kalau ikutan kolektif.
-
dimas said on December 6th, 2008 at 2:37 pm
yang semangat perubahan mgkn menteri pajaknya aja pak..
atasannya ajah yang niat, tapi bawahan yang udah kebiasaan kerjanya harus “pke pelicin” ya tetep ajah..
gosip2nya NPWP di pakai pas mau ngurus surat nikah juga yah? -
Agung said on December 7th, 2008 at 1:36 am
Kyknya mas Andri kebiasaan di singapura.. apa2 harus efektif dan efisien.
-
azmi said on December 8th, 2008 at 9:35 am
wahh…..
mas andri kena waktu peak nya tuh..aku buat NPWP cuma 10 menit aja mas..
mungkin bejo bejoan tuh mas..hehehehehehe
yang jelas kalau mau buat NPWP itu diatas tanggal 22 terus kalau mau jam 7.30 udah disana..pasti terlayani dengan baik…hehehehehe
Semoga kebutuhannya mas andri terakomodir…..
amieen…selamat jalan yo mas..jangan lupa ilmunya dibagikan kepada diriku…warm regards
azmiansyah
-
Bukannya kalo sudah lebih dari 180 hari berada di luar Indonesia… tidak perlu NPWP lagi karena pajak pendapatan pasti dipungut di sana…
salam apa kata dunia…
-
yang paling bikin resah adalah ketika kita udah lama mengurusnya, namun tetep aja masih dapet sms dari DITJENPAJAK yang bunyinya:
“Waktu hmpr habis! Batas 31 Des 08 Manfaatkan segera SUNSET POLICY, sanksi hapus dan tdk diperiksa. Sesal kmdn tdk berguna! Hubungi KPP terdekat/kring pajak 500200″WTF! Pas gua terima, gua sempet panik. gua pikir masalah pajak dah beres taun lalu.
kalo mo kirim sms kira-kira dong. yang udah mengurus masa dikirim juga.
bikin teror aja neh. -
komeng said on December 14th, 2008 at 3:49 pm
klu di jakarta, cukup cepat dan baik. dan di mall pun sdh ada pelayanan membuat NPWP.
dan hati hati, bila ada petugas pajak yg datg ke rumah / kantor / tempar usaha anda, dengan cara mengancam, menakut nakuti. itu hanya taktik untuk mendapatkan job tambahan, supaya kita mengurus sama oknum petugas tersebut, dengan imbalan tertetntu agar kita tdk kena sanksi.Biasanya petugas pajak, suka mencari kesalahan WP,walaupun kita sdh mengisi denga jujur dan benar.
klu anda mendapatkan kasus tesebut, jgn mudah tergiur, catat nama petugas tsb, dari KPP mana. sekarang suda ada pengaduan ttg aparatur negara yg nakal.dilaporkan ke . klu bisa anda jebak dengan merekam pembicaraan petugas tesebut. agar lbh mudah penyelidikan thd oknum yg nakal tsb..he..he.., dulu saya pernah jebak oknum petugas tersebut,kebetulan kakak saya ada pangkat, saya laporin aja dng kasus pemerasan, akhirnya oknum tsb di mutasi atau dipecat entah kemana.Sekarang yg periksa petugas lain lagi, tapi dengan cara bersahabat.klu kita kurang bayar, ya bayar saja.klu salah isi, tanya aja, minta diajarin ngisi yg benar supaya tdk salah lagi. buat apa takut klu kita benar. -
wah, keknya bapak yang satu ini gak pernah/ jarang/ gak pernah update peraturan perpajakan ya…
sy kebetulan pernah ikut kursus brevet pajak, so dikit banyak tau soal pajak…
klo gak salah, aturan terbaru tentang NPWP itu Per Dirjen Pajak Nomer 44 taun 2008
disitu isinya, pendaftaran NPWP jangka waktunya 1 Hari kerja, jadi menurut saya petugas2 pajak yang Bapak sebutkan diatas tadi gak menyalahi aturan/ juklak/ juknis mengenai pembuatan NPWP.
Saya juga sering ngentry NPWP untuk teman2 melalui http://www.pajak.go.id, stlh kita daftar disitu akan muncul perintah untuk mencetak & mengirimkan formulir dan Surat Keterangan terdaftar ke Kantor Pajak untuk disetujui…
jangan salah, proses menyetujui kan ya bukan asal klik toolbar setuju… tapi pasti harus dicocokkan dengan berkas kelengkapan permohonan juga kan, jadi ya mana bisa semenit dua menit bung….kalau saya lihat bapak yang terhormat ini orangnya sangat EGOIS… bapak sudah punya penghasilan dari kapan taun…kenapa baru membuat NPWP sekarang? ITU KARENA ANDA AKAN BERTOLAK KE LUAR NEGERI DAN ANDA TAU TIDAK PERLU MEMBAYAR FISKAL LUAR NEGERI JIKA MEMPUNYAI NPWP
JANGAN MUNAFIK, RENUNGKAN SENDIRI, APA TUJUAN ANDA SEBENARNYA MEMBUAT NPWP..
sebelum membuat fitnah bagi orang lain, sebaiknya bapak instrospeksi diri dahulu, sudah berjasa apa Anda bagi negara. -
Tax payer said on December 19th, 2008 at 7:50 pm
“berhubung tdk lm lg akn brkt sekolah lg,MAU GAK MAU HRS BIKIN NPWP”
Bikin NPWP cm biar gak bayar fiskal y?
Gak malu ya om,ke luar negeri lwt bandara yg dibangun dg pajak yg PBB/PPN/PPh-nya dibayar mbok2 bakul jamu?Gak malu naek mobil mewah di jalan umum yg dibangun pke uang pajak?Percuma dong,slm ini sy byr pajak buat orng2 seperti kalian,yg cm mau fasilitasnya,tp gak mau byr pajak. -
@Wajib Pajak & Tax Payer:
Duh..duh pedas banget komentarnya
maaf-maaf saja, saya bikin NPWP bukan karena masalah fiskal. Jangan dikira yang ndak punya NPWP tidak berjasa kepada negara. Saya bayar pajak, semua penghasilan saya kena potong pajak, apa kalau ndak punya NPWP terus ndak bayar pajak? Lha PPn dari barang yang kita beli apa bukan pajak? STNK yang saya bayar? PBB yang saya bayar? Pajak penerangan jalan? mau pajak apa lagi …
he..he..maaf-maaf saja, bukan masalah fiskal, saya bikin NPWP karena saya memang hendak pergi ke luar negri, dan kalau saya sudah di luar negri, emang saya bisa bikin NPWP di KBRI/Konjen???? Makanya saya kemarin segera bikin, justru karena saya warga negara yang baik. Bukan semata-mata fiskal, kalau bicara bebas fiskal, maaf saja, otomatis saya sudah dapat bebas fiskal, karena saya tinggal di luar negri.
Baca lagi, yang saya kritik adalah pelayanan. Janji adalah janji, katanya 10-15 menit jadi, kalau saya harus datang berulang kali, apakah salah ketika saya menagih janji??? Saya komplain pelayanan yang nampaknya ndak siap ketika overwhelming permintaan.
(sebel mode ON)
CATAT SEKALI LAGI, SEBELUM PUNYA NPWP, SEMUA PENGHASILAN SAYA SUDAH KENA PAJAK!!!! Jangan dikira saya ndak pernah bayar pajak. Jadi mohon, kalau komentar, baca dulu baik-baik, mana yang saya kritik. Yang saya kritik adalah PELAYANAN bikin NPWP, bukan masalah punya NPWPnya. GITU ya mas-mas tukang protes yang gak ngerti persoalan!!!!
(sebel mode OFF)
-
dimas said on December 20th, 2008 at 1:40 am
paling itu orang pajak pak.. atau orang yang lagi tergila gila membayar “pajak yang masi sering di korupsi”..
-
alin said on December 20th, 2008 at 4:28 pm
sabar mas Andri…. orang kayak @wajib pajak & Tax payer kayak sperti yang @Dimas bilang, kagak perlu ditanggapi, ngapain capek nanggapi orang kayak gitu. kadang kita jg sebel ama pelayanan birokrasi di negara tercinta kita ini.
-
Katrok said on December 20th, 2008 at 5:12 pm
Eh,pak andri setiawan ini yang dosen UII itu kan?Slm kenal.Mari kita sm2 belajar pajak.Dan sm2 taat membayar pajak.Gak cm menuntut hak,tp jg melaksanakan kewajiban qt,baik membayar pajak maupun melaporkan pajak.0ke pak dosen.
-
@Katrok & Tax Payer: saya lebih seneng kalau email yang anda kasih adalah email yang asli. Jadi tidak lempar batu sembunyi tangan. Apa salahnya naruh email asli anda? Bukankah kita bisa silaturahim dengan lebih baik lagi?
apa takut sama saya? Saya nggak gigit kok ditakuti …
-
sarno said on December 20th, 2008 at 6:20 pm
Heboh bener..ngikut aah..
Masa sih plynn NPWP harus kasih amplopan segala?Laporin aja tuh.Kmrn saya hbs daftarin NPWP masal dr kantor gak dipungut biaya sm sekali.Ndaftarnya jg di sleman.Waktu itu,saya diminta atasan kami membawa oleh2,krn memang kami bergerak di bidang delivery makanan cepat saji.Tp mlh yg saya bw dikembalikan semua,pdhl sdh saya jelaskan bhw itu adalah tanda terima kasih dari atasan kami.Tp saya lp nama petugasnya..Masa ada pungutan sgala sih? -
lupi said on December 20th, 2008 at 8:48 pm
setuju gw ama azmi,om yg dimaksut bikin NPWP 10menit itu bwt 1permohonan kalee om.Lha kalo 1hr yg ndaftar banyak orng ya mana bs 10menit.
petugasnya kan jg cm brapa orng,klo volume kerjanya tinggi,ya qt2 jg maklum lah.Memangnya pas om lg ndaftar,disono lg rame pa gak.skrg kan orng rame2 pd ngurus pajak.smuanya br bikin NPWP pas butuh,bayar PPh coz terpaksa udah dipotong kantor,bayar Pajak Kendaraan coz takut ditilang,bayar PBB coz ditagih pak dukuh.Hmmm…, -
@lupi, sarno, katrok, tax payer: I’m wondering, are u all the same person?
Saya sudah bilang, bukan masalah NPWP, tapi masalah pelayanan bikin NPWP. Waktu saya ke KPP pertama kali, mereka sendiri yang bilang, seharusnya normalnya, 15 menit juga jadi. Tapi karena mereka tidak siap orang berbondong2 bikin NPWP, nilai kinerja mereka jadi turun. Ya tentu saja saya tidak SEBODOH itu mengatakan 10 menit sejak saya datang ke KPP trus NPWP jadi, saya juga ngukur diri, lha kalau antri ya saya antri, hitungan 10 menit tentu saja sejak saya dilayani….
Sekali lagi bukan masalah pajak, tapi masalah bagaimana pelayanan terhadap kita para wajib pajak. Saya ndak ngomong masalah suap-menyuap, saya nggak ngomong pajaknya setelah masuk negara buat apa aja, dst.
Sudah lah, mbok ngaku saja, who are u guys? Kalian dari IP address yang sama, memangnya saya ndak bisa ngetrack? Kalau masih melakukan ini lagi, mohon maaf, saya terpaksa akan ngeBAN kalian, dan ini baru pertama kalinya saya lakukan kepada komentator blog ini …
-
Fajar said on December 21st, 2008 at 9:19 am
Terimakasih Pak Andri atas kritikan anda,sy dari unit pelaksana Fiskal Luar Negeri Bandara Adi Sumarmo mewakili teman2 dari ktr pajak sleman memohon maap atas ketidaknyamanan yg trjadi pada anda pd saat pngurusan NPWP. Kami senantiasa berkomitmen akan meningkatkan kualitas pelayanan kami.Tidak lupa terimakasih kami atas kesadaran anda dlm bidang perpajakan…Nhah setelah anda berNPWP jangan lupa besok plg lmbat 31 maret 2009 anda harus menyampaikan SPT Thnan PPh OP,spy tdk ngantri lama anda bs mnympekan awal januari atow dkirim melaui pos tercatat.Terimakasih. GBU
-
Hafid said on December 23rd, 2008 at 6:40 pm
NPWP mungkin lebih populer dari pada Inul sekarang ini. Tentu saja semakin banyak yang mengurus NPWP apalagi diakhir dateline akan semakin ruwet… smoga tidak tambah ruwet di tahun 2009 ketika mulai mengurus ini itu tentang pajak, apalagi tdk semua orang ber-NPWP paham aturan pajak…. buat laporan aja blom bisa. Keliatannya PR yang panjang bagi aparat pajak nih
-
Begituwlah Pak Hafid,
memang mereka(fiskus-red) dituntut bekerja lebih profesional baik dalam hal pengawasan maupun konsultasi/pelayanan… Walopun qta smua tau yg namanya pelayanan birokrasi di Republik Tercinta ini pasti bozok (baca:buruk) tapi fizkus sudah sepatutnya lebih baek dari yg laen krn mrka sudah dkasih remunerasi yg setimpal oleh Menkeu.Atow mnding institusi Pajak ituw di privatisasi biar pengelolaan manajemen SDMnya lebih baek,maksudnya biarpun mrka brusaha profesional tp klo sistem kariernya masih brdasar UU PNS ndak bakal maju mereka.Ktr sy di surabaya boleh dbilang setiap saat berurusan dg mereka dan mnurut saya petugas/AR-nya integritasnya sudah well & mnguasai materi,masih muda2 tp malah yg level pmpinan(kasi) kurang paham(sudah sepoh2..Hehe. piss!!) Nhah klo mrka instasi swasta pasti yg muda2 mmnuhi syarat djadikan pmpinan,trus pmpinan yg ndak mmnuhi syarat dsuruh brhnti saja.Mudah kan. Eh iya tambahan ada yg bikin sy ndak sreg yaitu undang2 mereka ituw lho kalimat2nya dibikin susah dicerna pake logika nalar orang biasa. Maap klo ada yg krg brkenan cuman urun ide saja kog.
Hehe
Eh, Pak Andri Salam Kenal Saja Dari Krezna Di Surabaya -
@Andri Setiawan..
Sing sabar mas, resiko dadi “seleb” blog ..sekali posting langsung terkenal karena postingannya di rojer di sosial network lainnya, hehe.
-
budi said on January 12th, 2009 at 12:06 am
apa para te-ka-i yang di Ln harus punya npwp juga? trus prosedurnya gmn? e-reg nya aja susah di akses…
-
Ta'to said on January 12th, 2009 at 4:11 pm
Salam kenal mas
Saya antek pemerintah alias PNS satu departemen dg Pajak
Terus terang saya nyampe kesini cause sang istri pengen diliatin…katanya kantor nya masuk berita..eh ketemu disini.Sedikit kritik boleh to mas.
langsung aja ya..
pertama : kalo baca dari awal sebenernya mas sudah menyimpulkan bahwasannya kesalahan terjadi karena ketidak siapan Direktorat Pajak dalam mengantisipasi lonjakan permintaan NPWP.
kedua : mas sadar bahwasanya mas unfortunately…kepasan hal pertama tadi. dan tau bahwasannya banyak juga (orang) yang mudah mendapatkannya
ketiga : lebih tegasnya mas sendiri menyimpulkan bahwa kesalahan bukan terjadi oleh karena front office.Yang saya sesalkan cuma satu kok, kok mas tega menuliskan nama mereka? lengkap lagi. Kecuali kejadiannya adalah mas kasi duit terus cepet, atau mereka terang2an minta imbalan.
Saya cuma kasian nama2 yang mas tulis tuh kerjanya sampe malem lho(ya ini juga sama, karena ketidaksiapan Dir. Pajak) ndak pake lembur, desemberan kemaren masuk sabtu minggu juga nggak pake lembur.
Jadi yang sebel sebenernya nggak cuma mas hehe…
Tambah sekarang lagi giat2nya Punish setelah rewardnya udah ditangan… wah kalo ketemu atasan yang ndak mau tau or yang kaya mas Krizna bilang …wah bisa tambah ruwet n tambah kasian pelaksananya yang nota bene memang cuma bisa/cuma boleh melaksanakan tugasnya (ingat mrk birokrat).Btw buat semua, kita tau negara kita masih banyak yang kurang, mari kita berpikir bahwa masih banyak wadah untuk kita berkreasi untuk memenuhi negara tercinta ini…..hehe merdeka!
NB:
1. nama2 di blog mas ndak ada nama istriku kok
2. walaupun namanya aneh, ini email asli kok n aktip..hehe -
@Ta’to:
Makasih buat kritiknya ya mas. Tapi IMHO, saya juga boleh kasih kritikan kan ke rekan2 di pajak? Lha tidak smeua orang beruntung selesai 10 menit
Yang jelas, nama-nama yang saya sebut kan tidak melakukan hal yang salah
yang salah kan orang lain (dan orang lain ini tidak saya sebut namanya) dan Institusi yang tidak siap dengan overwhelming-nya permintaan … kalau itu menjadikan mereka ditegur, saya siap dikonfirmasi.Silakan email ke saya, ntar saya siap dikonfirmasikan ke kepala KPP Sleman
-
Opung05 said on January 23rd, 2009 at 9:43 am
Santai Mas, mental pegawai pemerintah kebanyakan memang kayak gitu, kalau memang ada pelayanan yg baik paling 1 banding 1000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000000
-
saat ini udah berangkat kelaur negeri kah?…..
Mas-mas mau ngurus NPWP saat ini ya jelas…… antri… wong Indon Gitulo….
Suka mepet-mepet……………..
Beda Cerita kalo anda buat bulan januari 2008…. pasti cepat………..bos,,,,,,,,, -
jimi said on February 4th, 2009 at 11:06 pm
aku udah saking capeknya ngeliat dan mendengar kebiasaan harus “pake pelicin”nya pegawai negeri di indonesia, ampe ga bisa berkomentar.
thanks.
long live planet earth.
-
iklan tinggallah iklan wekekee
-
DELA said on February 7th, 2009 at 10:29 am
mas…
bagus tu..comentnya..
tp klo aku seh…ngikut ajalah..
yang penting selamat…
hehehhehe -
nina said on February 9th, 2009 at 9:51 am
Tahun lalu aku ke kantor pajak tangerang (yang di BSD). Pelayanannya OK tuh. Ngantri ya ngantri. Tapi teratur. Dan karena liat aku menggendong bayi dan bawa balita, seorang bapak mengambil berkas-berkasku dan disuruh menunggu bersama keluarga dengan anak2 kecil dan elderly people. Ngga tau apa emang ada kebijakan mengutamakan manula dan orang dengan anak kecil (mengingatkanku waktu pemeriksaan imigrasi di Sidney). Yang jelas ngga ada sama sekali ‘pelicin’ atau amplop.
-
bos, saya mau nanya. klo full time blogger perlu bikin NPWP kaga yak.. xiixii…
thx. -
WongJOGJA said on March 28th, 2009 at 9:24 pm
Klo ak br mo urus NPWP Bsk senen 30 mrt 09, telat belom ya.. Syaratnya ap saja, saya blm tau.. Jd ga ya?
-
WongJOGJA said on March 28th, 2009 at 9:27 pm
Klo ak br mo urus NPWP Bsk senen 30 mrt 09, telat belom ya.. Syaratnya ap saja, saya blm tau.. Jd ga ya? Kira2 antri banyak ga ya? Mungkin sudah sepi, karna ud pd ngantri kmaren.. 10 menit atau 100 menit tetep ta tunggu.
-
Citra said on May 18th, 2009 at 9:20 pm
Halo!
Saya turut berempati dengan ketidaknyamanan yang anda rasakan. Kebetulan sekali saya bekerja di Direktorat Jenderal Pajak, jadi semoga saya bisa bantu.Standar waktu IDEAL pembuatan NPWP adalah 1 jam (peraturan resmi). Jadi pada dasarnya kami tidak pernah berjanji pada wajib pajak untuk memprosesnya lebih cepat dari standar waktu yang ditentukan. Di waktu-waktu padat, memang sulit untuk menyelesaikannya dalam waktu 1 jam (karena prosesnya berlapis, mulai dari kelengkapan berkas, entry data dsb), cukup memakan waktu, tetapi NPWP tersebut harus selesai dalam 1 hari kerja.
Bikin NPWP itu gratis, tis tis. Tapi harus antri. jadi kalau berkas Wajib Pajak mungkin agak lama diproses, itu bukan berarti kami minta amplop. Ini yang harus kami garis bawahi, karena kebanyakan Wajib Pajak, maunya cepat, nggak ngantri. Tapi kasihan donk wajib pajak yang lain yang udah datang terlebih dahulu.
Menurut saya nggak masalah lah kalo wajib pjk ngurus NPWP cuma buat bebas fiskal luar negeri. Itu kan fasilitas yang diberikan pemerintah (sama seperti berobat gratis, sekolah gratis,dll). Yang penting, ada hak, ada kewajiban. Haknya sudah didapat, kewajibannya lapor pajak dijalanin donk
Salam!
-
elkis said on February 2nd, 2010 at 8:24 am
assalamu’alaikum.
pengalaman di atas pastilah bikin kesal. bbrp komen di atas sy kira benar, spt: cz peak session. tp ada komen yg mesti dpt dipertanggungjwbkn misal mesti disodori amplop (jgn asal menuduh). kritikan mas andri smg bs mbr masukan utk peningkatn pelayanan, tp apa perlu disebutkan scr jelas nama di atas? sayang kalo sdh ditampilkn nm jelas, pdhl terkadang bkn slh mrk tp sis.aplikasi, sementr mrk sdh bkrj full (sy pernah sekantor jd tau pkrjn mrk bejibun). (melalui blog sy, sy jg pernah mengkritisi guru anak sy, tp gk sy sebutkn
namanya…slm dia bkn penjahat kasihan kan..manusia kan bs khilaf.)
Yg jls kpp pratama dimanapun di ind mmg sll meningktk pelayanan, tp msh tdk lepas dr kekurangan. kritikan bs disampaikan mll kotak surat di pelayanan atau kring pajak 500200.btw, mas andri satu jur dg suami sy ya? TE UGM 96.









Komentar Terbaru