Upgrade Ubuntu 8.10

Hari jumat kemarin, laptop diupgrade dari Ubuntu 8.04 (Hardy Heron) ke Ubuntu 8.10 (Intrepid Ibex – susah juga ya namanya ..he..he.. 😀 ). Seharian dia minta upgradenya, maklum lah, koneksi yang dipergunakan tidak seberapa kenceng. By default sih, Ubuntu 8.04 tidak menyediakan upgrade karena sifatnya yang LTS (Long Term Support), sehingga di bagian administrasi untuk upgrade Ubuntu harus sedikit diubah. Silakan baca di sini mengenai cara-cara upgradenya.

Yang jelas, setelah upgrade selesai, ada satu hal yang cukup membuat surprise, yakni fitur 3G connection managernya. Saat laptop tercintah si hitam X61 direstart, dan kemudian dimasukkan card HSDPAku ke PCMCIA, eh tiba-tiba muncul sesuatu di desktop yang menunjukkan indikator siap terkoneksi dengan jaringan HSDPA (3.5G). Kemudian muncul wizard pilihan operator, cukup lengkap mulai dari AXIS, IM3, Indosat (mentari & matrix), Telkomsel, dan XL. Meski demikian, karena saya menggunakan IndosatM2 unlimited, profil Indosatnya jadi ndak match (APN, kemudian username dan password), jadi ya bikin profil sendiri.

Kemudian adanya tambahan fitur guest, yang memungkinkan kita meminjamkan laptop kita ke teman, misal dipakai buat ngecek email, atau aktifitas ringan lain, yang tentu saja tidak memungkinkan mereka mengakses folder-folder pribadi kita.

Fitur hibernate dan suspend cukup bagus, so far tidak ada problem. Karena sebelumnya di Ubuntu 8.04 Hardy Heron, kadang fitur ini masih suka memberikan trouble, meski sifatnya intermittent (kadang OK kadang ndak OK). Jadi sejauh ini, sangat satisfy dengan fiturnya. Apalagi problem sebelumnya di Lenovo X61 ketika diinstall Ubuntu adalah panasnya palmrest di sekitar fingerprint reader, setelah diupgrade, eh panasnya ilang, jadi makin sip deh!

Kemudian fitur power management yang ditambahkan dengan software powertop semakin menurunkan wattage yang dibutuhkan. Bahkan kadang lebih rendah dari Windows Vista yang memang secara default merupakan bawaan laptopku. Di Vista (yang diunggulkan karena fitur Power Management) biasanya jalan di rentang 13 – 15Watt, dan di Ubuntu 8.10 setelah dioptimalisasi dengan powertop, penggunaan dayanya juga pada kisaran 12 – 15 Watt, jadi cukup bersaing dengan Vista, yang artinya bisa menggunakan laptop untuk jangka waktu yang lebih lama. Kalau Vista biasanya sekitar 5 jam, Ubuntu pun sekarang dapat mencapai angka yang sama. Padahal kalau di Vista fitur Aeronya dimatikan, sementara di Ubuntu fitur Compiznya tetap nyala.

Tinggal nunggu ntar fitur wine dkk (yang nampaknya semakin maju aja), yang makin memungkinkan lebih banyak aplikasi di bawah Windows bisa jalan di Linux.

Anda masih belum menggunakan Linux? Coba saja Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex dan rasakan bedanya!

  1. moeda says:

    saya jg udah pindah ke 8.10 ternyata lebih bagus dari 8.04

  2. Saya juga baru mau upgrade nih, mudah mudah udah bisa detect Huawei E220 ku

  3. Mardiansyah says:

    Pak andri, Repositorynya disediain dong di server FTI-UII, saya mau upgrade hardy ke intrepid memakan waktu yang lama. Jadi mau tidak mau saya unduh fresh intrepid dari download internal UII.

  4. tya says:

    Aku lagi mikir-mikir mau make Linux nih, mau ubuntu juga. Masukkannya bagus, jadi makin yakin buat pake si ubuntu.

    -sesama pemakai lenovo-

  5. Linpras says:

    salam kenal.
    Saya Pras dan pemula.Saya juga baru terima CD Ubuntu8.10 dan memang cuma bayar Rp7.000,- saja.
    Baru diinstal dan berhasil baik(dual OS) sama sekali tidak ruwet cuma ikuti petunjuknya.
    Tapi yg tidak bisa hanya GSM modem Huawei E220(aku pakai telkomsel Flash). disitu cuma tertulis “Network disconnected”.
    Sudah aku coba:1. cabut dan colokkan lagi
    2. restart dgn modemnya tetap dicolokkan.
    3. bahkan instal ulang.
    semuanya tidak bisa, jadi terpaksa kalau internet ya balik ke XP lagi spt saat ini.
    Mohon bantuan anda utk mengatasi hal ini.

    Terimaksaih utk penjelasannya.(mohon diingat kalau aku benar2 pemula)

    salam,
    Pras.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site