Archive for November 2008

Blog tanpa Niche

Seringkali bagi para blogger pemula, untuk memperkaya wawasan, biasanya mereka bertanya ke “paman Google” tentang bagaimana ngeblog itu, tips dan trik agar blog ramai dikunjungi orang, bikin duit pake blog, dan seterusnya. Di antara sekian banyak tulisan yang bertebaran di Internet, biasanya mereka akan “terantuk” kepada satu nasehat, agar membuat blog dengan niche.

Blog dengan niche sendiri kurang lebih berarti menulis blog dengan tema atau topik khusus, sehingga membuat orang akan semakin betah berlama-lama dan berkungjung kembali ke blog kita. Blog dengan niche akan membawa orang-orang dengan interest yang sama, membicarakan hal yang sama, dan punya harapan yang sama terhadap niche yang mereka bangun. Blog dengan niche ini banyak yang kemudian dijadikan sebagai ladang jualan iklan bagi si empunya blog.

Meski bagus, bagi saya, terutama bagi para blogger pemula, menulis dengan niche merupakan siksaan tersendiri. Niat mulia ngeblog, menuliskan apa yang menjadi ide dan ceritanya, menuliskan pengalaman yang ditemuinya, menuliskan apa yang menjadi ganjalan hatinya, dan berbagai macam keinginan lain harus terpasung dengan menuliskan pada topik yang sama.

Susah sekali untuk menuliskan apa-apanya harus pada satu topik tertentu, yang boleh jadi justru akan mengerdilkan kreativitas blogger pemula. Keinginan mereka untuk mendapatkan pengunjung yang banyak “secara instan” justru akan memasung mereka kreativitas berfikir dan menulis dalam diri mereka. Hal ini juga salah satunya disebabkan keterburu-buruan blogger pemula untuk segera menjadi terkenal, syukur-syukur bisa jadi seleb blog. Dan kebetulan apa yang mereka cari di internet banyak menasehatkan untuk bikin blog dengan niche saja. Blog tanpa niche? Kelaut aja ..he..he..

Saya sendiri lebih memilih menuliskan blog ini tanpa niche. Saya lebih senang menjadikan blog ini sebagai payung, payung yang memuat semua niche yang saya bangun. Cukuplah kategori tulisan (category) yang menjadi niche di blog ini. Saya lebih nyaman banyak orang datang ke blog ini karena mencari informasi IT, mencari informasi agama, mencari informasi kesehatan, mencari informasi budaya, mencari informasi pendidikan, dan lain sebagainya. Jumlah visitor? Asal sabar dan tekun menulis dengan tulisan yang baik dan bermanfaat, insya Allah pengunjung akan datang dengan sendirinya.

Salam ngeblog! :mrgreen:

Komentar Banyak = Blog Gagal?

Eits, tunggu dulu, jangan kemudian berprasangka yang negatif dulu. Yang saya maksud adalah, suatu blog, yang komentatornya adalah orang-orang yang dia kenal (dalam satu niche, satu jaringan, sohib, dkk).

Walaupun saya ndak bisa datang ke acara pesta blogger 2008, meski dapat undangan datang ke sana (gratis, gak usah bayar), tapi saya mengikuti dari rumah via streaming acara tersebut. Ada satu sesi yang mas Nukman Luthfie (NL) sampaikan selaku pembicara di acara PB 2008. Yakni kesuksesan sebuah blog.

Jika blog kita, dikomentari oleh orang-orang yang kita kenal, maka marketing dari blog tersebut adalah gagal. Kenapa? Ya karena yang kenal dengan blog kita hanya kawan-kawan kita, orang-orang yang sudah kita kenal baik, alias niche-nya ya itu-itu saja, bahasa kerennya 4L, Loe Lagi Loe Lagi. Dan saya pun sepakat dengan pemahaman beliau ini (saya yakin banyak juga yang ndak sepakat). Karena kalau demikian yang terjadi, tidak ubahnya blog kita hanya sekedar tempat alternatif gantinya sms, chatting, forum, dan sejenisnya yang kemudian dimigrasikan ke yang namanya BLOG.

Bagi saya menulis blog adalah berbagi banyak hal, apa yang menjadi pengalaman saya yang saya harapkan juga bisa bermanfaat bagi orang lain. Orang datang ke blog kita karena tidak sengaja, mereka mencari ke Google, dan kemudian “tersesat” di tempat kita, karena mereka benar-benar mencari informasi akan sesuatu hal.

Hal ini juga yang saya sampaikan, ketika mengisi pelatihan blog untuk dosen-dosen arsitektur UII, Kamis pekan kemarin. Bahwa menulis blog itu memang akan punya banyak niat, tapi di sesi pekan kemarin saya sampaikan, pentingnya menulis untuk kemanfaatan yang lebih banyak. Dan indikatornya jelas, referer blog kita dari mana. Jika kebanyakan dari search engine, berarti tulisan kita memang benar-benar menarik, dan insya Allah bermanfaat bagi yang baca. Dan sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat buat sekitarnya.

😀 :mrgreen:

Masuk 20 besar Pestablogger Photocontest euy!

Pagi ini melihat email masuk .. wah surprise, photo dengan judul Angkut Pakan Ternak (di photoblog saya, saya kasih nama I’m not a Wonder Woman) yang saya ikut sertakan dalam kontes Photo dalam rangka menyemarakkan Pesta Blogger 2008, ternyata masuk ke dalam nominasi 20 besar.

Selama ini foto-foto saya baru untuk sebatas hobi saja, bukan buat lomba apalagi buat dijual ..he..he.. :mrgreen: , dan baru pertama kali ini ikutan kontes. Seneng juga rasanya. Terbayar sudah jauh-jauh pergi ke kaki gunung merapi untuk memfoto  aktivitas para ibu yang “super sibuk” dengan memanggul pakan ternak segitu banyaknya untuk sapi perah tercinta.

Tapi meski demikian, bagi saya, fotografi memang dunia saya untuk hobi, menyalurkan hobi saya untuk merekam peristiwa sejarah di sekitar saya, apalagi buat saya yang sangat gemar dengan Sejarah kehidupan bangsa dan manusia.

Berikut daftar nominasi foto (foto dapat dilihat di websitenya Pesta Blogger Photo Contest):

Dear Peserta Pesta Blogger Photocontest 2008,
Berikut adalah daftar judul photo yang berhasil masuk nominasi sebagai 20 besar :
1. Ke Museum Wayang Yuk ( Raiyani Muharamah )
2. Berikan Sedekahmu ( Raiyani Muharamah )
3. Masih Utuh ( Angga Setyadi )
4. Pretty Lush ( Angga Setyadi )
5. Pulang dari Ladang ( I Gusti Ngurah Pradnyana )
6. Bertiga Satu Tujuan ( I Gusti Ngurah Pradnyana )
7. Bersih Bersih Kuta ( Muhammad Iqbal )
8. Menyekop Pasir ( Fitra Yogi )
9. Angkut Pakan Ternak  ( Muhammad Andri Setiawan )
10. Minta Lagi dong  ( Dicky Handrawan )
11. Kerja Bakti ( Subagja Budirahman )
12. Gotong Royong ( Budi Arianto )
13. Lomba Gerak Jalan ( Andi Sucirta )
14. Taman Bermainku  ( Pulung Aidila )
15. Memohon Api padam ( Thomas Priandoko )
16. Rakit Penyebrangan ( Muklis Muhtar )
17. Sendiri menyusur sungai ( Tihai Witiang )
18. Pulang ( Budi Winarno )

Bunga Seroja ala Mahar (Laskar Pelangi)

Buat yang sedang dimabuk asmara “yang belum halal (makanya nikah dulu biar jadi halal) , nasihat Mahar – laskar Pelangi – patut didengarkan

:mrgreen:

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah… ah…
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja ah… ah…

Rupa yang elok
Dimanja jangan dimanja ah… ah…
Puja lah ia oh saja
Sekadar saja

Reff
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati bingung
Mengapa kau bermenung
Oh adik berhati bingung

Janganlah engkau percaya dengan asmara ..
Janganlah engkau percaya dengan asmara ..

Sekarang bukan bermenung, zaman bermenung ..
Sekarang bukan bermenung, zaman bermenung ..
Mari bersama, oh adik memetik bunga ..
Mari bersama, oh adik memetik bunga ..

Mari menyusun seroja
Bunga seroja ah… ah…
Hiasan sanggul remaja
Puteri remaja

Rupa yang elok
Dimanja jangan dimanja ah… ah…
Puja lah ia oh saja
Sekadar saja

Break..break..break…

我感,我很疲憊。我可以休息一段時間?
حصلت على الانفلونزا ، وحتى أنا متعب. هل من الممكن أن آخذ فترة انقطاع لفترة من الوقت؟
私はインフルエンザが、とても疲れました。私はしばらく休憩を取ることはできますか?
내가 인플루엔자가 있고, 너무 피곤 해요. 나는 잠시 동안 휴식을 취할 수 있을까?
मेरा इंफ्लुएंजा है, और मैं बहुत थक गया हूँ. मैं थोड़ी देर के लिए एक ब्रेक ले सकता हूँ?

Berhaji dengan baik

Sebagai salah satu rukun Islam, ibadah haji merupakan kewajiban bagi setiap muslim (yang mampu). Dalam konsep Islam, rukun Islam yang tidak ditunaikan (satu saja), mengakibatkan batalnya keIslaman seseorang, sehingga berhaji menjadi urusan yang sangat penting, terutama bagi yang mampu.

Di Indonesia sendiri, sangat banyak sekali yang ingin menunaikan rukun terakhir dari rukum Islam yang lima, Alhamdulillah. Kalau jaman dulu, baru bisa pergi haji kalau sudah punya uang, kalau jaman sekarang, punya uang saat ini, belum tentu bisa berhaji tahun ini pula. Ngantri gitu…he..he..

Berapa banyak yang sudah bayar sekarang, baru bisa berangkat tahun depan, atau tahun depannya lagi, atau bahkan tiga tahun lagi. Kondisi seperti ini, membuat sebagian orang yang tidak sabar ingin segera berhaji, kemudian melakukan cara-cara yang “ilegal” agar dapat diberangkatkan tahun ini juga.

Bagi yang hajinya menggunakan ONH plus biasanya memang dapat berangkat pada tahun yang sama dengan saat dia daftar. Problemnya adalah yang di haji reguler. Seringkali para calhaj ini menggunakan cara ilegal agar mereka dapat berhaji. Sebagai contoh misal “nembak KTP” kabupaten atau provinsi lain yang kuota masih tersedia. Kasus ini pula yang menyebabkan kacau balaunya haji di propinsi Jawa Barat di tahun ini. Orang Jakarta yang sudah kehabisan kuota, kemudian lari ke Bekasi, agar dapat berangkat dari Bekasi. Akibatna, orang-orang jawa barat sendiri pada akhirnya gagal kuota karena “jatah” mereka diambil oleh orang-orang Jakarta.

Berita yang lain, tentang kasus penipuan calhaj di Medan yang baru saja terjadi, sebenarnya juga kesalahan dari para calon haji sendiri. Seorang ibu kabag di bagian haji, mengaku bisa “menyisipkan” orang-orang agar mereka dapat berangkat haji tahun 2008 ini. Yang tertipu berapa banyak? 62 orang, dengan total penipuan lebih dari 1.5 Milyar. Para calhaj ini punya andil besar, mereka terburu-buru, tidak sabar, dan pada akhirnya “minta tolong (dengan kata lain, hampir mirip suap lah)” kepada orang dalam agar bisa diberangkatkan. Akhirnya justru mereka menjadi korban penipuan.

Berhaji adalah suatu ibadah yang niatnya harus ikhlas, lurus, bersih, begitu pula proses keberlangsungannya, baik pre departure, saat disana, dan ketika kembali pulang. Lha kalau awalnya saja sudah dicederai dengan cara-cara yang tidak benar, bagaimana mungkin bisa berharap kembali dengan status mabrur???

Switch to our mobile site