Idul Fitri = Kembali Suci?

Beberapa hari lagi, insya Allah bulan Ramadhan 1429 H akan segera berakhir, dan kita akan memasuki 1 syawwal yang merupakan satu dari dua hari raya yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kaum muslim.

Seringkali kita mendengarkan, baik itu berupa ceramah, iklan, ataupun perbincangan di antara kita, dengan mengatakan “mulai dari nol ya pak!” yang bermaksud manusia kembali ke dalam kesuciannya, karena fitrah manusia adalah suci dari segala macam jenis dosa.

Tapi benarkah Idul Fitri artinya merupakan kembali suci? Kita coba lihat. Fitri (arab فطر ) artinya adalah berbuka. Ingat do’a berbuka? … Wa ‘alaa rizqika afthartu .. dan dengan rizqiMu aku berbuka. Jadi Idul Fitri bermakna kembali berbuka. Yang berarti kita boleh kembali makan selepas bulan Ramadhan.

Entah siapa yang memulai, kemudian diartikan kembali suci. Sesungguhnya kesucian hanya bisa diperoleh dengan ketaqwaan. Kita sebenarnya bisa mengira-ira, apakah kita telah benar-benar menjadi manusia bertaqwa. Indikator sederhananya, kita merasa sedih ditinggalkan oleh Ramadhan, dan ibadah kita makin rajin di akhir Ramadhan, dan mempertahankannya pasca Ramadhan.

Jadi ada baiknya kita kembalikan istilah ini kembali pada istilah sebenarnya, yakni kembali makan. Masalah kesucian, sebaiknya kita lakukan muhasabah saja, evaluasi sejauh mana ibadah kita berjalan dengan sukses. Jangan mencampur kembali boleh makan dengan kembali suci … otre!

😉

  1. Alhamdulillah….akhirnya berhasil mem-pertama-i artikel di blog ini (hwehwehwe…ra disensor to iki mas?). Iyo-e…banyak yang menggunakan “kembali suci” instead of “kembali makan”. Padahal pas hari Idul Fitri itu banyak yang hiburannya goyang dangdut. Malah jadi kotor lagi deh, hehehe…..

  2. Hari says:

    Whehe, yang diatas kaya forum sebelah, pisss..

    Klo maknanya berbuka, hmm.. simple ajah,
    kan ada beberapa tipe orang berbuka (pure dari pengamatan saya lhoo..)
    a. ada yg ‘pura-pura’ berbuka padahal udah ‘berbuka’ dari siang hari
    b. ada yang berbuka dengan niat balas dendam karena laper n haus seharian (tarawih jd males tuh..)
    c. ada yang berbuka secukupnya kemudian menyiapkan diri untuk ibadah selanjutnya
    (Sejauh ini baru 3, tambahin donk klo da yg laen..)

    Menurut saya sih, bisa ditarik benang merah antara idul fitri dan berbuka, gitu..

    pisss..

  3. norjik says:

    Mampir Silaturahmi Pak, Sekalian mengucapkan Minal Aidzin Wal Faidzin…Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429H ….Mohon Maaf Lahir dan Batin.

  4. reza says:

    Bukankah bermaaf2an sesama manusia akan ‘mengurangi’ bahkan -mungkin- menghapuskan dosa2 kita kepada sesama manusia

    Bukankah puasa yang ikhlas juga merupakan bukti ibadah dan ‘pertaubatan’ kita terhadap Allah, dengan harapan dosa2 kita diampuni oleh-Nya

    Bukankah ketika kita berjalan ke arah masjid maka akan dihapuskan kejelekan dan ditambahkan pahala atas diri kita -shahih- ? Artinya, secara logika matematis pun tidak mustahil jika selama satu bulan penuh bolak-balik sholat ke masjid akan menghapuskan dosa2 kita

    Saya hanya merasa kalau pemaknaan ‘Fitr’ sebagai sekedar berbuka saja kok terlalu dangkal, sedangkan ‘sukses’ atau tidaknya seseorang mencapai ‘kesucian’ itu adalah pada sejauh mana usaha masing2 manusia itu sendiri selama bulan ramadhan

    Finally, Minal Aidzin Wal Faidzin
    Selamat Hari Raya Idul Fitri
    Mohon Maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan :)

  5. abi al fakir says:

    Se7 nih dengan makna berbuka, sebab kalau kita lihat hadits tentang dosa yang diampuni dalam kaitannya puasa ramadhan adalah dosa kecil. lihat aja mengapa Rasulullah menegakkan hukum Rajam bagi Mais dan wanita ghamidiyah, kalau Idul Fitri diartikan kembali suci maka seharusnya ga usah di Rajam aja itu Sahabat Mais karena tinggal nunggu Ramadhan end dah kembali suci lagi deeeeh

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site