Berbagi kebaikan

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain”

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sebelum mencintai saudaranya, sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”

“Apakah kalian tidak memperhatikan, bagaimana Allah membuat perumpamaan, sebuah kalimat yang baik, sebagaimana pohon yang baik. Akarnya menghunjam ke dalam, dan batangnya menjulang tinggi ke langit. Dia memberikan buahnya pada setiap musimnya dengan izin Tuhannya. Dan Allah memberikan perumpamaan demikan agar manusia agar mereka mengingatnya.” (QS Ibrahim: 24-25)

Di salah satu milis yang saya ikuti, saya menulis di sana, bahwasanya seorang muslim bukanlah muslim yang benar, akan tetapi muslim yang mbelgedhes, ketika dia tidak mampu berempati, berperilaku yang baik kepada manusia yang lain, menolong saudaranya dan lain sebagainya.

Kadang saya juga heran, kenapa manusia-manusia (Indonesia) yang mayoritas muslim ini tidak pernah susah menunjukkan budaya tertib, budaya antri, budaya toleransi, budaya disiplin, budaya tepat waktu, dan lain sebagainya, yang sebenarnya dalam Islam sudah diajarkan itu semua. Mungkin karena para manusia (muslim) ini memang enggan dan tidak pernah mau belajar tentang agama mereka, meski di dalamnya kebaikan yang ditimbulkan sungguh luar biasa.

Merasa bahwa ubudiyah berdimensi vertikal sudah lah cukup, sibuk berdzikir, berdoa, berhaji, berumrah, berpuasa, tapi lupa dengan sekitarnya. Semoga surat Ibrahim ayat 24 dan 25 cukup bisa memberikan gambaran. Bahwa dimensi vertikal ternyata tidaklah cukup, menjadi manusia yang baik dengan manusia yang lain ternyata bagian penting dari beragama.

Mumpung ramadhan belum berakhir, tiada salahnya kok berbagi kebaikan dengan sesama. Berbagi cinta dan kasih, sehingga para malaikat pun akan bershalawat kepadanya.

medio I’tikaf, pulang bentar buat ngeblog 😉 –

  1. arinova says:

    ‘memberilah sebanyak-banyaknya, jangan mengambil sebanyak-banyaknya’ kata-kata ajaib dari pak Harfan kepada 10 Laskar Pelangi.

    Kalau sejak kecil didikan sudah benar, gedenya pun akan baik… udah terbukti toh paling tidak Laskar itu jadi contoh.

    tapi, didikan udah bener tapi pergaulan gak bener jadi salah juga.

    *salam mas…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site