-
Jangan membiasakan "Membatalkan Puasa"
10 CommentsKebiasaan orang-orang (setidaknya di tempat saya), adalah ketika waktu maghrib tiba, mereka akan mengatakan ..”Ayo, puasanya dibatalkan dulu …”, atau ketika tengah-tengah berbincang, adzan maghrib berkumandang .. “Ndang, posone dibatalke dhisik …” (Segera batalin dulu puasanya).
Kalau mau ditelaah lebih dalam lagi, sebenarnya penggunaan kata membatalkan puasa tentulah tidak tepat. Batal secara harfiah sama dengan Cancel dalam bahasa inggris. Puasa dapat batal karena tiga perkara, satu makan, dua minum, tiga berhubungan seksual suami-istri/keluar mani dengan berbagai macam cara. Kapan puasa dikatakan batal? Ketika perkara yang membatalkan puasa tersebut dilakukan di siang hari.
Lalu bagaimana jika perkara-perkara tersebut dilakukan di malam hari? Ya tentu saja tidak akan membatalkan puasa, gimana mau batal, lha malam hari puasa aja nggak kok. Ya to? Sehingga ketika maghrib telah tiba, apakah dengan makan dan minum akan membatalkan puasa? Tentu saja tidak, karena saat itu adalah waktunya berbuka, dan makanan serta minuman telah dihalalkan kembali untuk kita nikmati.
Dari sini nampak jelas perbedaannya. Mengatakan “Mari membatalkan puasa dulu ..” di saat maghrib sama dengan Let’s CANCEL our fasting by eating food and drinking water, sementara mengatakan “Mari berbuka puasa lebih dulu ..” sama dengan Let’s FINISH/COMPLETE our fasting by eating food and drinking water. Jadi konteks kalimat membatalkan puasa ketika memang waktunya bukan untuk berpuasa tentu saja tidak tepat. Membatalkan puasa hanya dilakukan saat tengah hari bolong, ketika memang diharamkan perkara-perkara yang dapat membatalkannya.
Jadi? Mari biasakan untuk tidak mengatakan membatalkan puasa untuk mengganti kata-kata berbuka puasa.
Published on September 13, 2008 · Filed under: Islam;
10 Responses to “Jangan membiasakan "Membatalkan Puasa"”
-
pertamaxx.,
hehehehe.,iy juga pak ya.,kadang di kos2an saya, anak2 kos pada bilang gitu kl dah magrib., “hayoo mas puasa nya kita batalkan dulu” ternyata kl kita telaah lagi kata2 tersebut mengandung sedikit pengertian yang berbeda pak ya.,
Terima kasih
Katrok, ndeso, gak ngerti peradaban blog !
Sudah tahu dilarang nulis pertamax kok ya masih ngeyel !!!
-
aRuL said on September 14th, 2008 at 1:03 am
hehehe istilahnya orangorang begitu
tapi kalo kata batal itu sudah mendekati waktu berbuka puasa, pasti arahnya adalah menyegerakan berbuka -
awik said on September 15th, 2008 at 11:13 am
itu kan cuman lafalnya pak, niatnya juga engga batalin / cancelin puasa. kek orang bilang nggodok wedang aja kan??
-
chooey said on September 16th, 2008 at 2:50 pm
salah satu dari yang membatalkan puasa yang disebutkan kekna da yg salah, “keluar mani dengan berbagai macam cara”. Nah kalo pas mimpi basah gimana?pa batal juga tuh?
-
nurul said on September 20th, 2008 at 4:02 pm
Assalamualaikum wr wb
mo tanya kalo kita bermesraan di bulan puasa sampai (maaf) orgasme walaupun tidak berhubungan intim, apakah juga membatalkan puasa dan sanksinya sama dengan berhubungan intim juga atau hanya menghilangkan pahala puasa ? terima kasih -
Hmm iya juga yah? Untung gak pernah pakai kata2 itu…
-
Wah, iya juga ya pak, ternyata baru sadar saya…thanks bwt inponya pak…
oia, klo mau di telaah lebih dalam lagi, hal yang membatalkan puasa gak cuma sekedar makan, minum, dan berhubungan seksual suami-istri/keluar mani dengan berbagai macam cara aja lo pak.. -
Emang ada lagi ta’???

Dalilnya sekalian yah.. biar bisa dilihat kebenarannya.. -
Tirta said on November 8th, 2008 at 10:23 pm
waduh…klo dalilnya jujur saja saya sudah lupa…udah lama gak ikut kajian islami lagi jadi banyak yang lupa…contohnya muntah dengan sengaja, trus apa lagi ya..trus juga murtad…(hehehe..yang itu sih pasti).kebetulan lagi agak pusing jadi lupa semua..hehehe
-
wah, bersyukur juga saya, selama ini jarang banget pake kata2 membatalkan puasa, paling sering ayo buko atau ayo buka hehe..









Komentar Terbaru