Hadits-hadits terkait dengan puasa (1429 – 1)

Melanjutkan tradisi saya sebelumnya di Ramadhan yang lalu, untuk mengisi blog ini dengan kajian hadits yang saya ambil dari kitab Minhajul Muslim, Syaikh Abu Bakar Jabir Al Jazaairi.

من فطر صا ىٔما كان له مثل أجر الصا ىٔم من غير أن ينقص من أجر الصا ىٔم شئا

Barang siapa memberikan buka puasa kepada orang yang berpuasa, maka baginya adalah mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala (orang yang berpuasa) sedikitpun (HR. Imam Ahmad)

Bagi sebagian orang (terutama mahasiswa kali …. he..he…) mencari buka puasa yang gratisan tentu menjadi pilihan, terutama bagi yang tidak punya duit malas keluar mencari buka puasa sambil ngabuburit yang tidak jelas itu. Itulah mengapa, mahasiswa, setidaknya saya tinggal di lingkungan kos-kosan mahasiswa karena rumah saya dekat UGM, lebih suka untuk mencari buka puasa di masjid.

Alasannya simple, gratis, dan kadang makanannya lumayan lah. Jadi mind set nya adalah, dimana saya mencari buka yang seenak-enaknya, abis itu gratis lagi.

Padahal, Rasulullah SAW telah memberikan sebuah sabdanya, terkait dengan amalan sodaqoh yang baik yang dilakukan saat bulan puasa, yakni memberikan buka kepada orang yang berpuasa. Jika mu’min memahami perkara ini dengan baik, tentu mereka akan berlomba-lomba untuk memeberikan buka puasa kepada saudaranya seiman. Memberikan buka tidak harus dengan makanan yang lezat nan mewah, bahkan sebutir kurma dan segelas air pun kan sudah cukup untuk berbuka puasa. Jika mind set kita sudah berubah dari golongan penerima menjadi golongan pemberi, kita bayangkan saja berapa banyak pahala yang dapat kita tangguk.

Tentu saja, memberikan ifthar tidak akan pernah menggugurkan kewajiban kita sendiri dalam berpuasa (mentang-mentang dapat pahala orang lain, kita trus jadi males puasa). Namun yang pasti, semangat berbagi, merasakan kegembiraan saudaranya yang sedang berbuka, akan tumbuh seiring dengan semakin sadarnya  kita untuk memberikan ifthar. Saya masih ingat ketika kuliah S2, dimana saat ifthar adalah saat dimana saya masuih kuliah di kelas. Maklum, semua kuliah saya dilakukan malam hari. Saat itu, sesama kita yang muslim, saling berbagi, masing-masing membawa kurma, dan roti kecil seadanya, untuk kemudian saatwaktu berbuka tiba, kita saling memberikan makanan yang kita bawa. Tidak banyak, akan tetapi cukup untuk berbuka puasa.

jadi, masih mau cari ifthar gratisan? Kenapa tidak mulai dari sekarang, menggratiskan ifthar untuk kawan-kawan kita? pahalanya itu loh yang nggak kuku …

😉

  1. dimas says:

    mungkin karena belum berpenghasilan pak..hehe
    saya sih pinginnya gitu, saya pernah liat di jakarta, kumpulan anak muda naik mobil 2 biji yang isinya makanan semua.. ketika mau buka puasa mereka keliling kesetiap perempatan, pom bensin, lampu merah, mereka ketemu orang pasti mereka kasi nasi kotak..
    pingin banget seperti itu.. bisa membukakan orang lain..

  2. Ania says:

    like this, pak..
    izin share, yaa…^^

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site