Google Chrome – browser baru dari Google

Setelah puas membaca komik yang disajikan di URL ini (http://www.google.com/googlebooks/chrome/index.html#), rasanya semakin terkagum-kagum dengan produk Google yang satu ini. Sebuah browser open source yang bernama Google Chrome.

Segera saja saya mendownload Google Chrome (yang pada saat tulisan ini ditulis, baru sekitar 4 jam yang lalu diunggah oleh Google) di alamat http://www.google.com/chrome

google Chrome 

Meski demikian, setidaknya hingga saat ini tidak ada modus offline untuk install Google chrome, karena begitu saya klik untuk download, dia langsung menginstall software kecil, dan kemudian mendownload Google Chrome dari sana (semoga kelak ada direct link download untuk browser ini).

google chrome

Wuz..wuz..wuz… Yang jelas itu yang saya rasakan, membuka browsernya pun cepat (tidak seperti Firefox yang agak lama, setidaknya ketika diinstal banyak plugin seperti di tempat saya). Sangat cepat sekali terbuka halaman demi halaman, terutama yang intensif menggunakan Java Script, yang biasanya saya rasakan sedikit lambat. Dengan Google Chrome, semuanya menjadi “relatif” lebih cepat.

Satu lagi, begitu saya ketik andri se, Google Suggestionnya langsung muncul, he..he.. Nama saya muncul di sana … 😉 (dasar narsis).

Jadi, tunggu apa lagi? Segera coba google chrome, dan rasakan bedanya.

  1. eshape says:

    Sudah kena racun CHROME juga ya mas?

    Salam (keracunan juga)

    eshape

  2. Shugoshin says:

    Msh nunggu perkembangan, males mo pake beta ver, jd nunggu ampe full releasenya keluar.

  3. Phoenix says:

    Penasaran nih, jadi pengen coba:). Biasanya produk Google bagus2. Kira2 bisa bersaing ga ya sama firefox?

  4. wahyu says:

    setalah coba ketik andri se, ternyata ada juga andrisetiawan.net bukan punya sampeyan tho mas?

  5. Donny Reza says:

    hooo, Chrome itu ternyata browser? hihi, lagi nggak gaul atau emang kurang gaul :p

  6. dimas says:

    weks google crome menyeramkan!
    masa password yang saya simpan di mozila tercopy semua?!! mana dia masi beta lagi.. menakutkan kalau samapi tuh password bisa diambil orang lain..
    trus yang saya bingung kenapa di vista saya ini gak ada konfirmasi instal google crome? padahal vista cmn user account control yang cukup aman saya rasa..
    kog vista diem2 aja yah pas google instalasi?
    ada yang bisa menjelaskan?

  7. wahh.. sama.. wush wush… larinya cepet…
    ini baru beta nya.. gimana kalo yg selanjutnya yaa?
    hm… kalo fasilitas STOP nya gak ada yah?
    trus juga saya masi binun sama fitur2 yang bahasa indonesia heheh

  8. Saya agak telat satu hari memakai browser teranyar yang sedang menarik perhatian dunia ini. Dirilis tanggal 2 September kemarin, saya baru mengunduh dan meng-install-nya sehari setelah itu. Cukup menarik sekali untuk melihat software yang masih versi beta ini sudah mampu mendukung berbagai bahasa, termasuk bahasa Indonesia, walaupun masih terasa aneh dan konyol (bayangkan saja, ada sesuatu yang diberi nama ‘Di bawah terpal’ !!!).

    Sepintas pada visual, ini adalah browser dengan tampilan yang sangat minimalis dan menawan. Saya nyaris tidak bisa melihat tombol atau gambar apapun yang terserak di interface / antarmuka-nya yang berwarna biru langit tersebut. Sepertinya Google benar-benar serius dengan komitmen mereka untuk memberikan keunggulan dalam kecepatan dan ketepatgunaan. Saya sedikit perlu penyesuaian ketika melihat tampilan tab yang agak nyeleneh dibanding dengan browser lainnya, tapi dalam lima belas menit saya sudah jatuh cinta dengan tampilan Google Chrome.

    Sayangnya keunggulan penampilan tersebut masih belum dibarengi dengan kelengkapan fungsi yang memadai. Misalnya saja pada engine blog wordpress saya, http://hitmansystem.com/blog , tidak bisa menampilkan visual rich-text editor. Yang dimunculkan adalah box teks yang perlu di-edit secara html manual atau copy-paste dari dreamweaver atau software sejenisnya.

    Saya pikir, Chrome sangat memerlukan kekuatan komunitasnya untuk menciptakan plugins yang membuat para peselancar dunia maya menjadi kasmaran berat dengannya. Seharusnya tidak perlu waktu lama untuk mereka mulai mengembangkan plugins itu atau istilah mereka ‘gears’ tersebut, tapi saya juga tidak terlalu yakin Chrome akan mengantisipasi banyak gears karena tujuan utama mereka adalah keringanan dan kecepatan.

    Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi sangat memuaskan dari segi keringanan, kecepatan, dan keluasan fungsi. Bergantian dengannya, saya juga masih memakai Firefox untuk keperluan mengakses situs yang kaya akan AJAX dan fungsi-fungsi skrip dinamis lainnya (seperti Facebook, Google Reader, atau Meebo) karena di Maxthon hal tersebut masih kurang terakomodasi dengan baik selain perlu loading yang lama. Kehadiran Chrome sepertinya yang serba cekatan menangani skrip sepertinya merupakan penyatuan yang sempurna dari Maxthon dan Firefox. Terbukti saya yang sekarang sudah uninstall Firefox, tertinggal Chrome sebagai default browser yang disusul oleh Maxthon sebagai alternatif yang sampai sekarang masih sulit saya tinggalkan. Perlu waktu yang lama bagi saya dahulu untuk memutuskan pindah dari Firefox ke Maxthon. Ketika saya melihat Chrome, hanya perlu waktu beberapa jam saja.

    Sekalipun demikian, Chrome sepertinya tidak begitu dianjurkan untuk mereka yang menggunakan internet dengan bandwidth terbatas karena sampai saat ini tidak bisa memblok atau menonaktifkan gambar-gambar yang biasanya menyedot resource bandwidth. Akibatnya, berselancar dengan Chrome akan menghabiskan biasa yang cukup besar. Situs-situs populer di Indonesia seperti Detik.com, Kaskus.us, HitmanSystem.com, Okezone.com, ataupun manca negara seperti MSN.com dan BoingBoing.net memiliki begitu banyak materi gambar yang akan terasa merampok peselancar yang menggunakan dengan limited bandwidth.

    Bagi saya, ada dua fitur yang paling menarik dari Chrome. Yang pertama adalah Incognito Window. Ini adalah ide mungil yang cukup cerdas; saya sangat terkejut Google mengantisipasi kebutuhan ini dengan serius, sampai-sampai dimunculkan sebagai mekanik tersendiri dalam browser mereka. Fitur kedua adalah Omnibox yang membuat segala sesuatunya lebih singkat dan lancar. Jenius!

    Google telah menyewa seorang komikus untuk mengerjakan komik pendek yang bisa dibaca di sini. Saya adalah penggemar Scott McCloud lewat karyanya Understanding Comics, jadi saya memiliki harapan yang tinggi untuk hasil kerjasamanya dengan Google ini. Sayang sekali, komik Chrome tidak berhasil memuaskan harapan tersebut, karena penyampaiannya yang masih terasa kaku, prematur dan tidak serius. Anyways, pengguna Chrome, atau malah pencinta Chrome, rasanya akan tetap menikmati karya tersebut sebagai tutorial mekanik dari masa depan sebuah browser.

  9. […] Google Chrome – browser baru dari Google | Teknologi | Dalam … Selama ini saya adalah pengguna browser Maxthon yang menurut saya pribadi … andri.cisco.or.id/blogs/2008/09/03/ […]

  10. dhany says:

    selamat menjadi korban baru..

  11. dhany says:

    mudah-2an browser ini aman

  12. kenceng juga.. untuk situs yang berbau Javascript bagus..
    yang paling penting gak bikin css berantakan kaya di IE..

  13. rayyan says:

    kayaknya bagus tuh…
    tapi kok g ada linux version yah?

  14. arda86™ says:

    keren, kenceng, tapi masih bingung buat develop web.
    image yang diset bordernya 0 tetep aja ada border :(
    sama ama mas rayyan di atas, ko ngga ada versi linux ya ???

  15. Nitta says:

    aku juga dah pakai browser ini dan memang ngacirrr

  16. baju says:

    untuk saat ini, rasanya Firefox yang paling nyaman untuk browser ya…, gak tau nantinya…

  17. weye says:

    hahha…

    melihat dah banyak yang nyoba..

    kayaknya jadi pengen.

    akhirnya aku juga udah download n dah nyoba.

    abis download langsung deh firefoxnya aku tutup. lebih enteng google crome c…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site