Archive for September 2008

Eid Mubarak – عيد مبارك

We’ve been waiting all year for this night …
With the hope that on this day we all unite
All the Muslims, are standing side by side
Waiting for our Eid to arrive
and Allah will show
Coz everybody knows, its time for Eid
All the kids will see, the gifts from you and me
It’s the best time of the year, for the family

Saya, Andri Setiawan beserta keluarga, mengucapkan Eid Mubarak, Taqabalallahu Minna Wa Minkum. Selamat merayakan hari raya Idul Fitri 1429 H. Semoga Allah Subhanahu Wata’ala menerima semua amal ibadah kita semua di bulan Ramadhan, dan kita keluar dengan membawa ketaqwaan.

Idul Fitri = Kembali Suci?

Beberapa hari lagi, insya Allah bulan Ramadhan 1429 H akan segera berakhir, dan kita akan memasuki 1 syawwal yang merupakan satu dari dua hari raya yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada kaum muslim.

Seringkali kita mendengarkan, baik itu berupa ceramah, iklan, ataupun perbincangan di antara kita, dengan mengatakan “mulai dari nol ya pak!” yang bermaksud manusia kembali ke dalam kesuciannya, karena fitrah manusia adalah suci dari segala macam jenis dosa.

Tapi benarkah Idul Fitri artinya merupakan kembali suci? Kita coba lihat. Fitri (arab فطر ) artinya adalah berbuka. Ingat do’a berbuka? … Wa ‘alaa rizqika afthartu .. dan dengan rizqiMu aku berbuka. Jadi Idul Fitri bermakna kembali berbuka. Yang berarti kita boleh kembali makan selepas bulan Ramadhan.

Entah siapa yang memulai, kemudian diartikan kembali suci. Sesungguhnya kesucian hanya bisa diperoleh dengan ketaqwaan. Kita sebenarnya bisa mengira-ira, apakah kita telah benar-benar menjadi manusia bertaqwa. Indikator sederhananya, kita merasa sedih ditinggalkan oleh Ramadhan, dan ibadah kita makin rajin di akhir Ramadhan, dan mempertahankannya pasca Ramadhan.

Jadi ada baiknya kita kembalikan istilah ini kembali pada istilah sebenarnya, yakni kembali makan. Masalah kesucian, sebaiknya kita lakukan muhasabah saja, evaluasi sejauh mana ibadah kita berjalan dengan sukses. Jangan mencampur kembali boleh makan dengan kembali suci … otre!

😉

Berbagi kebaikan

“Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia yang lain”

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sebelum mencintai saudaranya, sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri”

“Apakah kalian tidak memperhatikan, bagaimana Allah membuat perumpamaan, sebuah kalimat yang baik, sebagaimana pohon yang baik. Akarnya menghunjam ke dalam, dan batangnya menjulang tinggi ke langit. Dia memberikan buahnya pada setiap musimnya dengan izin Tuhannya. Dan Allah memberikan perumpamaan demikan agar manusia agar mereka mengingatnya.” (QS Ibrahim: 24-25)

Di salah satu milis yang saya ikuti, saya menulis di sana, bahwasanya seorang muslim bukanlah muslim yang benar, akan tetapi muslim yang mbelgedhes, ketika dia tidak mampu berempati, berperilaku yang baik kepada manusia yang lain, menolong saudaranya dan lain sebagainya.

Kadang saya juga heran, kenapa manusia-manusia (Indonesia) yang mayoritas muslim ini tidak pernah susah menunjukkan budaya tertib, budaya antri, budaya toleransi, budaya disiplin, budaya tepat waktu, dan lain sebagainya, yang sebenarnya dalam Islam sudah diajarkan itu semua. Mungkin karena para manusia (muslim) ini memang enggan dan tidak pernah mau belajar tentang agama mereka, meski di dalamnya kebaikan yang ditimbulkan sungguh luar biasa.

Merasa bahwa ubudiyah berdimensi vertikal sudah lah cukup, sibuk berdzikir, berdoa, berhaji, berumrah, berpuasa, tapi lupa dengan sekitarnya. Semoga surat Ibrahim ayat 24 dan 25 cukup bisa memberikan gambaran. Bahwa dimensi vertikal ternyata tidaklah cukup, menjadi manusia yang baik dengan manusia yang lain ternyata bagian penting dari beragama.

Mumpung ramadhan belum berakhir, tiada salahnya kok berbagi kebaikan dengan sesama. Berbagi cinta dan kasih, sehingga para malaikat pun akan bershalawat kepadanya.

medio I’tikaf, pulang bentar buat ngeblog 😉 –

Pelajaran Kultum Shubuh Pagi Ini

Rehat sejenak 😉

Satu: Kenapa masjid-masjid jaman dahulu, biasanya ditanami pohon Sawo?

Karena, untuk mengingatkan para jama’ah masjid sekalian untuk senantiasa meluruskan shaf shalat mereka.

Ingat kan ungkapan ini: “Sawwu shuffufakum …”

Sejak itulah Sawo ditanam di depan masjid

Dua: Orang kaya biasanya memberikan sumbangan kepada pengemis. Mereka berbagi kekayaan yang dimiliki untuk orang lain, karena di harta mereka terdapat hak yang bukan milik mereka.

Karena itulah, orang yang punya kelebihan iman, jangan pernah merasa senang shalih sendirian. Dia harus ngajak teman-teman yang lain. Biar kapalnya nggak tenggelam (maksudnya?) Jadi iman yang berlebih harus dibagi-bagi kepada yang miskin iman. Biar mereka “sregep” juga ibadahnya.

3G Indosat Unlimited, review sederhana

Beberapa hari lalu apply Internet 3G Indosat yang unlimited. Kebetulan di kantor baru ada promosi, daftar 3G Internet bisa dapat merchandise macem-macem. Ya udah sekalian daftar saja, meski rencana koneksi ini bukan buat saya, tapi buat adik saya. Soalnya di rumah ibu, belum ada koneksi broadband seperti di rumah.

Saya ambil paket yang paling kecil, paket Eco, yang bandiwdth maksimum 256 kbps dan dicap sampai 2GB, selebihnya bakalan diturunkan jadi 64kbps. Biaya paket ini insya Allah sih terjangkau, hanya Rp 100.000 per bulan. Kebetulan di rumah sudah ada jaringan HSDPA, jadi bisa dilakukan pengetesan yang lebih maksimal.

HSDPA-stateKoneksi saya pakai on terus, dan mencoba buka website yang rakus bandiwdth, seperti Youtube. Hasilnya, kalau siang hari, streamingnya sedikit putus-putus, tapi kalau pagi hari, jarang putus-putus. Ya maklum juga, saya kan cuma pake paket yang up to 256 kbps.

Kemudian karena kecepatan bersifat burstable, ya kadang beruntung juga bisa dapet 900an kbps, walaupun cuma beberapa detik. He..he… Kira-kira capturenya seperti di samping.

Kalaupun ndak dapet HSDPAnya, kadang masih nyaut di EDGE, ya lumayan lah, ndak lemot-lemot amat. Overall sampai dengan hari ini, saya cukup puas dengan Indosat. Moga-moga aja billingnya ndak ngaco seperti TelkomselFlash Unlimited, yang bikin komplen sekian banyak orang.

Galat di Peladen

Apa sih bahasa Indonesianya server? Kata Google sih peladen.

😉

Galat di peladen

Switch to our mobile site