Syarat jadi Presiden: Baca Buku!

Ada satu cita-cita saya yang sampai dengan saat ini masih saya usahakan terus menerus. Yakni memiliki perpustakaan pribadi dengan jumlah koleksi nan banyak. Setidaknya ada dua orang yang cukup menjadi inspirasi saya kenapa saya menginginkan memiliki perpustakaan pribadi. Pertama adalah proklamator Indonesia, Bung Hatta, dan yang kedua sekjen PKS sekarang, Anis Matta. Dua-duanya memiliki kesamaan, memiliki koleksi perpustakaan pribadi yang jumlahnya sangat banyak. Tapi tidak sekedar punya banyak buku, semua buku yang menjadi koleksinya pernah dibaca semua.

Untuk memiliki buku memang bukan perkara susah, yang susah adalah membaca buku yang sudah kita beli. Apalagi kalau melihat jumlah halamannya yang begitu tebal, bagi sebagian orang rasanya sangat susah untuk menyelesaikannya, orang Jawa bilang awang-awangen.

Saya salut dengan dua orang yang menginspirasi saya tadi, koleksi yang begitu banyak, dan juga beragam, tidak sekedar fokus pada apa yang dia minati, tapi juga mengembangkan wawasan yang sedemikian luas. Tidak heran, walaupun bung Hatta merupakan politikus, pemahaman beliau di bidang lain pun tidak kalah. Begitu juga setahu saya, Anis Matta walaupun backgroundnya adalah ilmu syariah, tapi kalau diajak ngomong tentang kedokteran, engineering, sosiologi, dan lain sebagainya, dia bisa nyambung.

Yang cukup disayangkan, entah kenapa bangsa Indonesia susah sekali untuk membudayakan budaya membaca. Kalau suruh baca buku, baru sebentar saja rasanya mata sudah mengantuk. Berbeda dengan menonton sinetron atau realiti show, bisa betah mata melek dari jam 6 sore sampai jam 12 malam.

Saya sendiri, Alhamdulillah baru memiliki lebih dari seratus item koleksi buku, masih jauh ketimbang Bung Hatta yang perpustakaannya sendiri sangat besar dengan item yang sangat banyak sekali. Cuma memang bedanya, saya sukanya beli buku dulu, ntar bacanya entah kapan, he..he.. Yang penting punya dulu bukunya, biasanya kemudian baru saya baca di waktu yang longgar, seperti ketika travelling, naik pesawat, nunggu di bandara, dan sebagainya. Di saat itulah biasanya saya menghabiskan ratusan halaman buku. Alhamdulillah, banyak cakrawala baru dengan bacaan buku yang saya miliki.

Apalagi jika ingin jadi presiden Indonesia, dimana masalah yang harus dihadapi sangatlah beragam. Memang dia punya mentri, tapi bukan berarti presiden ndak tahu urusan-urusan yang spesifik keilmuan tertentu. Setidaknya jika dia tahu, dia bisa mengarahkan bangsa ini ke lebih baik.

Jadi apakah orang yang anda sukai untuk jadi presiden rajin membaca? Kalau tidak, ya jangan pilih lah!

  1. dimas says:

    buku banyak pak..
    tapi ya itu kalau dilihat dari tebalnya bikin males nyentuh, buku ASP aja baru saya baca dikit, kalau buku PHP bisa habis semua, terkadang membaca memerlukan minat dan waktu..
    apakah kandidat presiden kita punya minat dan waktu untuk membaca? kebanyakan mereka sudah sibuk kampanye.. :)

  2. Benar banget apa yang dibilang mas andri.
    Kita memang harus suka membaca agar bisa menjadi orang yang berhasil.
    Dulu waktu masih muda Presiden Soekarno itu suka baca buku-buku sejarah dunia.

    Btw ada blog bagus yang berisi hadist-hadist dzikir dan sufi.
    Alamatnya di http://hudaya-organization.blogspot.com

  3. imron says:

    “merdeka itu cerdas”
    muslim family life long learning program

  4. Donny Reza says:

    Kerjaan saya, berburu buku kalau lagi ada pameran … giliran baca, ntar2 aja, kalau sempet. Masalahnya, gk pernah disempetin :))

  5. bank_al says:

    lantas bagaimana caranya menanggulangi rasa kantuk ketika membaca buku Ndri?

    Terus terang buku itu adalah obat kantuk paling ampuh jhe. Kalau sulit tidur, bacalah buku…. pasti ketiduran….he he he

  6. @bank_al: gampang bank 😉 bacanya sambil duduk di kursi, trus kelopak mata diselotip ke atas :mrgreen:

  7. alhakim says:

    Saya lebih suka kalau presiden mamapu “membaca” kondisi rakyat. jangan hanya menaikkan harga terus-terusan. Kasihan rakyat kecil. Pejahat berkerah yang berulah, tapi rakyat kecil yang kena getahnya.
    Ora mangan nongko kena puluthe
    seperti : kasus lapindo contoh nyatanya.

  8. alhamdulillah masih punya presiden

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site