-
Memahami Takdir
19 CommentsAda banyak orang yang bertanya tentang masalah takdir. Masalah takdir dalam Islam memang lumayan pelik, ada konsep tentang bahwa takdir semua manusia telah ditetapkan, ada yang ditakdirkan berakhir baik (khusnul khatimah) dan ada pula yang ditakdirkan berakhir buruk (su’ul khatimah).
Problem berikutnya yang kemudian muncul adalah, kalau begitu, kenapa saya harus bersusah-susah kalau saya sudah ditakdirkan … entah itu baik .. entah itu buruk. Sia-sia sudah banyak beramal ternyata akhirnya cuma masuk neraka, atau sebaliknya cukup berleha-leha saja, banyak maksiat, dan kemudian masuk surga.
Sebenarnya cukup sederhana memahami konsep takdir dalam Islam, tidak rumit dan bertele-tele. Memang benar bahwa Allah SWT telah menetapkan segala sesuatu yang di atas muka bumi ini dalam takdirnya. Akan tetapi ada satu hal yang perlu kita ingat. Bahwa kita tidak pernah tahu isi takdir yang telah ditetapkan oleh Allah SWT kepada kita.
Di sini ekstrimitas pendapat mengenai takdir dengan mengatakan bahwa Manusia berkuasa atas semua tindak-tanduknya, atau ekstrimitas sebaliknya, bahwa manusia hanyalah wayang yang tinggal menjalankan saja, tanpa punya kekuasaan mengendalikan tindakannya sama sekali, menjadi invalid.
Ketidaktahuan kita akan isi takdir Allah SWT, bahkan hanya mengendusnya sekalipun, atau barangkali membayangkannya, merupakan hal yang pasti. Tidak ada satupun di antara kita mengetahui apa yang ditakdirkan oleh Allah kepada kita kecuali kita sudah melewatinya. Nah yang kemudian bisa kita lakukan adalah menjemput takdir. Allah SWT sendiri mentakdirkan segala sesuatu dengan sunatullahNya. Seorang anak tidak akan muncul kecuali atas pertemuan sperma dengan ovum yang menghasilkan zygot. Di sinilah kemudian peran yang kita lakukan.
Kita tidak pernah tahu apakah Allah SWT akan menempatkan kita di jannah atau di neraka. Satu hal yang pasti, kita mencoba menjemput takdir kita dengan memenuhi apa yang telah diberikan kepada kita pengetahuan tentangnya. Orang yang ditakdirkan ke dalam neraka, maka dia akan dimudahkan pula jalan-jalan menuju ke sana. Sehingga aktivitas dengan penuh kesadaran yang dia lakukan pun akan membawa ke sana. Begitu pula sebaliknya, kita coba jemput surga dengan aktivitas kebaikan yang kira-kira juga bisa membawa kita ke sana.
Semoga kita makin difahamkan dengan urusan takdir ini, dan tidak banyak berpolemik tentangnya.
Published on August 5, 2008 · Filed under: Islam;
19 Responses to “Memahami Takdir”
-
Barangkali lebih mudah kalau dengan cara pandang programmer
soalnya buat saya jadi lebih mudah memahami takdir. -
dimas said on August 7th, 2008 at 3:59 pm
berfikir ala programmer:
ada 2 pilihan dalam CASE OF atau IF,
jika syarat surga tidak di penuhi maka harus ke kondisi ELSE yaitu neraka.. hiii serem..kalau pemikiran saya, manusia itu hidupnya bercabang, semakin salah mengambil cabang semakin jauh dari cabang yang benar.. semakin sulit.. kalau mau menuju cabang yang benar harus tetap menjaga jangan sampai ke cabang yang salah
-
Ridho said on August 9th, 2008 at 6:31 am
“Orang yang ditakdirkan ke dalam neraka, maka dia akan dimudahkan pula jalan-jalan menuju ke sana”
Kalau begitu pak Andri, bagaimana dengan Allah yang Maha Adil. Saya setuju kalo sedikitpun kita tidak bisa melihat isi takdir kita. Tapi saya kurang setuju kalau dalam isi takdir kita masing-masing hanya ada satu pilihan–seperti yang secara tidak langsung pak Andri katakan ada yang ditakdirkan masuk surga saja atau neraka saja. Di dalam kehidupan ini kita selalu dihadapkan berbagai macam pilihan untuk sebuah hal yang kita hadapi. dalam Al Qur`an kalau mau masuk surga ya beramal baik sesuai nabi Muhammad Saw, kalau tidak beramal baik ya konkuensinya sebaliknya (neraka).
Seperti cerita pembicaraan antara seorang ustadz dengan copet. Si Ustadz bertanya kepada si Pencopet mengapa menjadi copet. Si pencopet menjawab ini sudah takdir saya. Namun si Ustadz balik menjawab mengapa MEMILIH menjadi copet.
Jadi menurut saya, dari sifat Allah yang Maha Suci dan jauh dari sifat mendzalimi umatNya, dalam sebuah takdir manusia ada pilihan baik dan buruk tergantung usaha manusia itu sendiri ke arah mana. Dan dalam pilihan itu terkandung Qadar yang sesuai kemampuan kita–hanya Allah Swt yang Tahu. Jai Allah yang Maha Pemurah menyediakan pilihan bagi kita semua.
-
kamsidin said on August 12th, 2008 at 12:49 pm
Pemahaman takdir yang cukup simpel. Sederhana. Ketika hal yang sederhana diandai-andaikan pasti jadi ruwet. Takdir merupakan salah satu tanda betapa Maha Kuasanya Allah. Lemahnya manusia yang tidak mengetahui takdirnya (sebeleum terjadi) memberikan implikasi keharusan dirinya mengusahakan cita-cita dan harapannya.
Kalau mau pakai bahasa pemrograman :
IF (tidak tahu takdir dirinya) THEN (wajib berusaha mencapai keinginan/cita-citanya).Btw, masih seputaran takdir ada kyai yang bilang kalau takdir yang ditentukan Allah itu bisa berubah (entah karena doa kita atau kesungguhan usaha kita). Dalam premis ini ada kontradiksi. Bagaimana kita tahu takdir kita berubah, sementara kita tidak tahu takdir kita sebelum terjadi ?
-
navazo said on August 14th, 2008 at 8:43 pm
Kalau menurut saya, kalau boleh diumpamakan ada 2 orang disuruh membuat kopi dengan bahan yang sama (gula+kopi+air)akankah hasilnya sama enaknya ? Jawabanya adalah
a. bisa sama
b. Tidak samaJadi menurut saya Tuhan hanya menakdirkan sunatullahnya (dalam hal ini gula ya manis dan pasti memaniskan, begitu bjuga kopi ya pahit dan memahitkan). Jadi hasilnya kopi itu enak atau tidak ya tergantung kita yang membuatnya.
-
HUHU said on August 15th, 2008 at 4:14 pm
numpay tanya mas…
sering orang bilang “kalau sudah jodoh ya pasti jadi” pada saat terjadi pernikahan. Tapi ntar waktu si pasangan bercerai, orang bilang ” lah emang nggak jodoh ya akhirnya pisah juga”.
whadhuuuhhh….. bingun gwe.ada seorang ustadz pernah bicara ama gwe mengenai jodoh ini, bahwa manusia itu di takdirkan untuk berpasang-pasangan, tetapi mengenai si x atau si y yg akan menjadi pasangan kita, itu adalah ikhtiar kita. kayaknya masup akal……
-
phy said on August 17th, 2008 at 3:40 pm
@ridho: setahu saya takdir emang udah ditentukan. jadi bukan lagi pilihan, kasarnya begitu.
kalo saya sih melihatnya karena Allah emang dah tau masa depan nanti gimana. jadi Allah udah tau apa yang bakal kita lakuin sepanjang hidup kita. wajar dong kalo hasilnya juga udah ditentuin.
mungkin itu sulit dipikirkan buat kita yang emang gak tau apa yang bakal terjadi besok. jadi kita pikir, apapun yang kita lakukan, kalo takdirnya A ya pasti tetep bakal A. padahal kan Allah juga udah tahu siapa aja yang bakal mikir seperti itu (dan bakal leha-leha) dan siapa yang bakal menjemput takdirnya.
kalo boleh diibaratkan, ya seperti nonton siaran tunda pertandingan bola aja. kan hasilnya udah ada tuh, tapi bagi para pemainnya kan masih misteri. tapi tetep siapa aja yg bakal menang kan udah ketauan sama para penontonnya. *analogi ngawur :p*
-
alhakim said on August 20th, 2008 at 7:52 am
Berdoa saja agar kita diberikan takdir yang baik dan jangan lupa berusaha berbuat baik.
-
ridho said on August 25th, 2008 at 12:17 pm
@phy
ya memang maksud saya, ada pilihan dalam takdir itupun sudah ditentukan pilihannya oleh Allah Swt tergantung qadar kita yang telah ditentukan.
contoh gampang, seorang mahasiswa bisa memilih bolos kuliah hari ini ataupun tidak. Dua2nya mungkin saya terjadi dan atas izin Allah.. -
rahma said on October 1st, 2008 at 8:59 pm
saya ga sependat dgn kalian semuanya…
takdir yg udah ditentukan oleh allah yg pasti, kapan lahir, dgn siapa menikah, dan kapan mati.
kalo allah menakdirkan seseorang masuk neraka. saya rasa allah lagi mabok. dan itu tidak akan pernah terjadi. allah maha baik. jgn suujon kepada allah. hal allah telah menakdirkan orang masuk neraka ini adalah hal yg tidak mungkin. -
ariansyah said on February 3rd, 2009 at 9:46 pm
buat sodara rahma, jika seandainya saya menusuk jantung anda dengan pisau kemus\dian anda meninggal, pertanyaannya, siapa yang telah membunuh anda?apakah saya?bukankah menurut anda “kapan lahir, dgn siapa menikah, dan kapan mati.” itu yang menentukan Allah?
“kalo allah menakdirkan seseorang masuk neraka. saya rasa allah lagi mabok. dan itu tidak akan pernah terjadi. allah maha baik. jgn suujon kepada allah. hal allah telah menakdirkan orang masuk neraka ini adalah hal yg tidak mungkin.”
bagaimana jika kita putar logika anda. contohnya Allah telah menakdirkan saya untuk masuk surga. karena Allah itu maha kuasa, jadi dia berhak memutuskan/melakukan apapun tanpa kehendak yan selainnya selain dia. sekali lagi dia menakdirkan saya untuk masuk surga, tapi di dunia saya tidak menjalankan sedikitpun perintahnya. saya berzina, saya korupsi, saya membunuh, bahkan saya adalah orang nomer satu yang memusuhi Islam. menurut anda apakah adil jika ALLAH memasukkan saya ke surga???
-
ohoi said on March 1st, 2009 at 8:58 am
Tuhan itu maha kuasa. Takdir diketahui manusia setelah terjadi. Tahunya sesorang ditakdirkan masuk neraka kapan ? Kalau ada yang bertanya apakah Tuhan bisa membuat takdir si A masuk neraka, ya bisa. La wong maha kuasa. Cuman siapa yang tahu takdirnya si A ?
Makanya Andri bilang, takdir itu jemput saja. Kalian mau ditakdirkan jadi apa ? USAHAKAN ! Capai takdir yang kalian tuju. Tawakalah dan berdoalah.Itulah kesederhanan pemahaman takdir yg diinginkan Andri.
Sekiranya apa yang kalian tuju, belum sesuai ya instrospeksi (bagian dari usaha : bahan pembelajaran pd usaha berikutnya – jg bagian dari sabar juga yi sabar mengusahakan). Jangan terlalu menyalahakan diri sendiri, karena Allah yang menentukan takdirmu.
Sekiranya apa yg kalian tuju berhasil, janganlah menepuk dada sebagai hasil usaha sendiri. Kita hidup tidak sendiri, dan Allah juga yang menentukan takdir kalian. Kalau kalian gagal menjadi bermuram durja, dan kalau berhasil merasa hasil sendiri, keduanya itu namanya SOMBONG (Al Hadid / 57:23).
-
zen said on April 18th, 2009 at 7:37 pm
takdir..hm m mm butuh perenungan yang dalam..
takdir = suatu ketetapan yang telah dibuat Allah sebelum diciptakannya makhluk…
tetapi … Allah itu Maha pemurah dan penyayang pada hamba
tidaklah mungkin Allah menakdirkan makhluk masuk neraka
tidaklah mungkin Allah menakdirkan makhluk masuk surga
semua itu adalah makhluk yang menentukannya
disitulah letak keadilan Tuhansebab siapapun dia dari makhluknya kalau dia paling bertakwa maka dialah yang mewarisi surga (tidak ada pilih kasih disini)
takdir Allah hanyalah : lahirnya, jodoh, rezeki dan matinya
salam..
-
Kang Erry said on July 1st, 2009 at 11:44 pm
Memang Masalah Takdir Ini Pelik dan merupakan rahasia Allah, kita hanya diperintahkan Ikhtiar untuk merubah nasib, dan kerjakanlah dengan ikhlas, selebihnya masalah takdir dsb serahkan saja Sama Allah, walaupun segalanya telah Allah ketahui dan tentukan kita tidak bisa menuduh Allah maha kejam gara gara mentakdirkan seseorang masuk neraka. Toh … Baca SelengkapnyaMereka Masuk neraka tidak merasa dipaksa Allah semua selaras dan sejalan dengan hukum sebab akibat demikian juga dengan orang masuk surga semua berjalan seimbang dan adil
-
yosa said on August 26th, 2009 at 1:17 pm
Bila ada suatu musibah menimpa kadang kita suka mempertanyakan kenapa semua itu terjadi, namun bila kita mendapatkan kemudahan…jarang kita mempersoalkannya.
Dan takdir pun kerap menjadi jadi pembahasan bila mana kita ditimpa musibah.
Itu pula yang kadang terjadi pada diriku,…mudah mudahan aku bisa lebih bijaksana lagi minyikapi takdir dalam hidupku….. -
lez said on August 28th, 2009 at 4:22 pm
Ikutan komentar ah…
Takdir.
Saat Tuhan berkata bahwa DIA akan menciptakan manusia sebagai khalifah di bumi maka ia ciptakan adam dan hawa.
Tapi mengapa adam dan hawa malah disuruh tinggal di surga, dengan syarat jangan memakan buah khuldi.Tapi karena salah mengambil keputusan,
Akhirnya mereka diturunkan juga ke BUMIthink about that…!
Kalo Rizki, Jodoh, Mati adalah perkara GHOIB yang selalu ada dalam setiap takdir.
-
momentum said on September 12th, 2009 at 8:24 am
assalamu’alaikum…
saudara lez benar,
untuk memahami takdir, cukuplah merenungi ayat2 Allah di Al-baqarah yg awal2 itu, tentang penciptaan adam dan hawa.
bahwa APAPUN yang telah, sedang, dan akan terjadi, telah DIKEHENDAKI ALLAH yang maha SEMPURNA.
apakah hal itu baik ataupun buruk, semuanya sudah one package bagi kita. tidak ada yg salah, karena baik-buruk itu hanyalah menurut kita saja. ALLAH adalah pencipta yaumul hisab, adalah sifat yg tidak mungkin bagi ALLAH Azza wa Jalla untuk menunggu hasil rapor kehidupan kita di hari penimbangan amal itu.
ALLAH adalah pencipta jannah dan naar, tidak mungkin pula ALLAH menunggu untuk tahu siapa penghuni2nya. bisa kaget dong ALLAH dan penuh rasa berdebar dan penasaran. itu tdk mungkin.
INTINYA SIFAT MENUNGGU DALAM KETIDAKTAHUAN adalah TIDAK MUNGKIN bagi ALLAH yg maha perkasa, maha berkuasa, dan maha sempurna.
ikhlaskan pemahaman ini, gunakan iman dalam hal ini, jangan logika, krn logika gak nutut dan terbatas saja.
assalamu’alaikum…. -
faizal said on September 29th, 2009 at 3:48 pm
Allah sudah tau akan kita masuk surga atau kita akan masuk neraka,,,,,,
semuanya sudah ditakdirkan dalam kitab Lauhul Mahfuzh,,,,,
Islam mengajarkan tentang takdir masa lalu,,,,,,
dan Islam mengajarkan tentang takdir masa depan,,,,,1. Islam mengajarkan tentang takdir masa lalu
kisah umat Nabi Nuh, umat luth, dan Fir’aun ditakdirkan menjadi penghuni neraka, untuk dijadikan contoh buruk untuk umat yang akan datang,,dan harus ada kisah itu.
2. Islam mengajarkan tentang takdir masa depan
kisah tanda-tanda kiamat, hari bangkit, hisab, dan keadaan penghuni neraka dimasa yang akan datang dan kita pasti ada didalamnya entah menjadi penghuni surga entah penghuni neraka, dan harus ada kisah itu.
jadi semua sudah ditetapkan maka berserah dirilah kpd Tuhan Semesta Alam
-
djati said on August 14th, 2010 at 4:08 pm
Allah maha tahu, jadi Allah pun pasti tahun apa yg akan terjadi sekecil apapun. Namun tdk berati Allah yg menentukan semua hal yg akan terjadi pada manusia. Ini adalah hal yg logis, karena memang Allah tdk terikat oleh ruang dan waktu.
Meskipun terbatas, manusia tetap memiliki kebebasan utk memilih jalan hidupnya. Kalau tdk memiliki kebebasan sama sekali, bagaimana mungkin manusia harus mempertanggungjawabkan semua perbuatannya.









Komentar Terbaru