Capres Muda vs Capres Tua

Yup, di televisi sedang ramai debat masalah capres muda vs capres tua. Pagi ini melihat acara debat di TV One, nampaknya menarik sekali. Saya terus terang bukan orang yang suka dengan pelajaran Sejarah, tapi saya sangat menyukai sejarah.

Kalau kemudian kita putar mundur sejarah bangsa ini, melihat kembali para founding fathers yang berjuang, ternyata banyak cerita yang menarik. Di tengah carut marutnya bangsa Indonesia yang berada di tengah-tengah himpitan penjajahan, tidak adanya pengakuan dari dunia, dan seterusnya, kita dapati orang-orang muda yang bersemangat membawa kepada perubahan bangsa Indonesia.

Sejak awal abad 20, era Kebangkitan Nasional, motor-motor penggeraknya adalah para pemuda. Tahun 1928, ada sumpah pemuda (bukan sumpah orang tua). Di setiap daerah, rame dengan yang namanya Jong, ada Jong Java, Jong Celebes, dan lain sebagainya. Para tokoh bangsa saat itu didominasi oleh orang muda.

Beranjak menjelang fase kemerdekaan, masih juga didapati para tokoh yang berperan penting dalam kemerdekaan bangsa ini juga merupakan orang muda. Bahkan Soekarno yang saat itu baru berusia 44 tahun pun “diculik” oleh orang yang lebih muda seperti Sukarni, dkk, yang kemudian naskah proklamasinya pun diketik oleh pemuda bernama Sayuti Melik. Soekarno menjadi presiden pertama Indonesia saat berusia 44 tahun, Soeharto pun saat maju jadi presiden masih berada di bawah 50.

Kalau membaca sejarah bangsa lain pun, ternyata didapati fakta-fakta sejenis, kamum yang progresif, revolusioner, dan cukup kuat membawa arus perubahan suatu bangsa ternyata didominasi oleh anak muda.

Nah, sekarang tinggal pilihan pada kita semua, apakah mau milih Capres yang tua, atau Capres yang muda? Tentu saja setiap alasan ada di pihak kita masing-masing. Termasuk bersepakat atau tidak bersepakat dengan sebuah pilihan. Boleh jadi para pemilih capres tua selalu beralasan dengan kata saktinya “Sudah Berpengalaman“. Kalau kata saya sih “Sudah berpengalaman …. GAGAL !” he .. he.. Tentu saja tidak asal capres muda, tapi juga capres muda dengan visi, dan support yang baik.

  1. Luthfi says:

    hehehhehe …. :)
    ini yg pak TS vs Bu MSP ya?

  2. wadiyo says:

    sing tuwa pinginne ning nduwur terus,
    padahal kondisinya tambah parah,
    infrastruktur pada rusak,
    pemadaman listrik oleh PLN
    semakin menjadi-jadi, harga kebutuhan tinggi,
    dllllll.

    sudah terbukti gagal, kok masih pingin tetap di
    atas,,, piye, piye?

  3. hanafi says:

    ehm, kayaknya yang sudah menjabat nggak ada benar2 berhasil. semoga ada yang baru dan punya visi dan dukungan yang kuat.. :)

  4. Harry says:

    tua atau muda sama saja yang penting bisa menyejahterakan rakyat indonesia

  5. basyr says:

    kalo menurut, mnjd pemimpin berat baik itu tanggung jawab di dunia berat palagi di akherat jadi baik ia muda to tua,siapkah ia bertanggungjawab tuk negara Indonesia ini, ada yang tertarik? kok bisa mbak mega, om sby, om gusdur,mas amien jgn coba lagi ganti yang lain dong?

  6. Alex says:

    Ass.

    yang muda tentunya ya mas Andri…….yang muda kenapa enggak ?

  7. rausan says:

    Kita lihat nanti di tanggal 1 November 2008, siapa yang lebih brilian..coba deh buka : http://www.republik-kita.com

  8. Fakhri says:

    Yang tua dah terbukti bnyk yg gagal. Yg muda blm pengalaman. Bingung euy…

  9. Titus says:

    kalo bingung, mari kita pindah ke pulau kosong…biar bebas dari negara konyol ini…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site