Kegagalan di dalam kemenangan

Yup, ini barangkali yang sedang menimpa saya. Hiks, sedih, meski mendapatkan “kemenangan”, tapi seakan menjadi kemenangan yang tidak berarti “sama sekali”. Kebetulan untuk melanjutkan studi, saya membutuhkan IELTS certificate yang baru, karena yang lama sudah expired, dan universitas yang saya tuju minta yang baru. Dan mereka very strict, minimal IELTS band 6.5 dengan tidak ada nilai yang di bawah 6.

Pekan kemarin, ketika bertanya ke IDP yogyakarta tentang nilai saya, dijawab dengan mantap “7 pak nilainya!”, mendengar nilai ini, langsung saya berbunga-bunga, bagaimana tidak, nilai IELTS 6.5 adalah nilai setara 570 untuk TOEFL, dan Alhamdulillah bisa dapat nilai 7. Di antara komponen skor tersebut bahkan ada yang dapat nilai yang sangat “extra odinary” buat saya, yakni 8.5. Tapi ternyata kegembiraan tersebut hanya sesaat saja.

Ketika saya tanya satu per satu komponen nilainya, ternyata ada yang cuma dapat 5.5, lemas lah saya. Sungguh kaget luar biasa, seperti dijunjung tinggi ke langit karena dapat nilai 7 dan untuk kemudian dihempaskan ke bumi gara-gara nilai 5.5. Dughhh…. rasanya berat sekali. Seperti ndak percaya, ada yang dapat 5.5. Barangkali saya mungkin memang “ditegur” dan sedang tidak beruntung, terlalu over confidence dengan tes yang barusan saya ikuti. Saya merasa nilai yang diperoleh menjadi “eman-eman”, karena sudah dapat tinggi, tapi sama sekali ndak bisa dipakai.

Barangkali saya terlalu nggampangke, ya sudah, kesedihan belaka tidak akan mengubah nilai yang sudah keluar. Insya Allah bulan depan ikut lagi, karena dari sekolahnya sana sudah ngejar-ngejar buat heregistrasi. Semoga yang kali ini dapat lebih baik!

  1. Dhika says:

    selalu ada sesuatu di balik sesuatu yang sampeyan belum tahu :)

  2. wadiyo says:

    masih beruntung Om,
    daripada di bawa 7,
    saya sendiri sudah berusaha mati-matian,
    sampai saat ini untuk dapat 6,5 saja belum sampai,

  3. endra says:

    saya nilai ielts listening 9.0 reading 9.0 writing 8 speaking 8

    kuncinya: sering baca majalah/koran bahasa inggris seperti new scientist, national geographic, guardian weekly, jurnal2 ilmiah sesuai bidang studi kita; sering ngomong inggris ceplas ceplos, sering ndengerin radio inggris juga.. bbc london, abc asia pacific…tapi nih untuk yang mau ke inggris ato ke australia..

    Kalo mo ke amrik ya sering lihat cnn, ndengerin voice of america, baca times/newsweek, dan media2 dari amerika sana.

    Pokoknya kalau sering praktek lisan tulisan dan ndengerin, ntar grammar dan lain2 otomatis nggak usah mikir, karena bagaikan bahasa ibu.

  4. afit says:

    duh, turut sedih..

    gpp, msh bisa test lagi kan
    ada yg 8.5 itu mantep banget
    cuman perlu dpoles bagian 5.5
    semoga diberi kemudahan nanti nya

    aniwey, aku link ke blog ku y

  5. bank al says:

    Kamu masih lebih hebat kok Ndri. Aku aja nggak berani test karena takut dapat nilai jelek 😀

  6. thea says:

    terus semangat mas. sering-sering latihan. btw, yg dapet 8.5 apaan??

  7. alhakim says:

    jangankan IELTS … Toefl aja pas-pas an mas :)… ada tips biar lancar bahasa inggris nggak?

  8. nova says:

    T_T…saya lebih sedih om….
    saya dah lah ga’ bisa bule….
    bahasa al-qur’an pun ga’ ngerti…:((
    gimana nanti dikuburan klo saya ditanya???
    hwoooaaa…..T_T…..

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site