Paradoks Belaka

Mereka selalu berbicara tentang agama, tapi mereka sendiri tidak beragama

Mereka berbicara kesamaan ras suku bangsa, tapi mereka sendiri mencaci maki bangsa lain yang kebetulan “stereotip” suatu agama

Mereka berbicara tentang kebebasan berpendapat dan berorganisasi, tapi mereka sendiri tidak terima atas perbedaan pendapat di antara mereka dan lawan mereka

Mereka berbicara mengenai kehormatan, tapi mereka sendiri mendukung para penoda kesucian agama dengan atas nama kebebasan beragama

Mereka senantiasa berbicara jangan paksa orang lain dengan suatu pendapat, tapi mereka lupa, bahwa mereka pun telah memaksakan pendapat mereka kepada orang lain

Mereka berbicara tentang bagaimana berkeTuhanan, tapi mereka sendiri enggan menyapa Tuhan dengan cara yang telah dituntunkan bagi mereka

Ah, ternyata jualan mereka cuma paradoks belaka!

  1. wadiyo says:

    begitulah mereka,
    kate-nye sih SOK,
    sok…
    sok…
    sok dll-nya.

  2. Donny Reza says:

    Huahahaha… yah, namanya juga ‘salesman’, bagus2in barang sendiri, padahal dianya sendiri nggak ngerti apa yang dijual? :))

  3. firmawan says:

    Baris terakhirnya keren mas…
    tambahin ya
    Mereka berbicara tentang perbedaan tapi makna beda tidak boleh berbeda dengan mereka

  4. YoHang says:

    Orang-orang Islam Liberal termasuk didalamnya!

  5. rayyan says:

    Sungguh benar apa yang engkau bilang…

  6. low says:

    Beropini boleh, namun jangan sampai “ngomentari orang”, apalagi jika tanpa dasar, tanpa rujukan/referensi yang jelas, hanya baca sana baca sini tanpa mengetahui duduk perkara yang sebenarnya dan tanpa basis pengetahuan yang benar-benar telah dipelajari seriously, berposisi sebagai “penonton” atau cuma terbawa arah angin, bukan begitu?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site