Support Linux untuk Hardware (vs Windows)

Banyak orang enggan bermigrasi dari Windows (bajakan) mereka, ke sistem operasi lain seperti Linux karena faktor “ketakutan” berlebihan, bahwa ketika mereka mempergunakan Linux, mereka tidak bisa lagi mencetak dokumen (karena printernya tidak bisa dideteksi oleh linux), tidak bisa melakukan scanning dokumen (karena scannernya juga tidak terdeteksi), atau aktivitas lain yang susah dilakukan karena tadi, Linuxnya nggak bisa dipergunakan.

Jika kita berbicara di masa kini, maka sebenarnya kekhawatiran dari sebagian orang tadi tidak terlalu beralasan. Kini, dengan kernel yang baru, dan tampilan desktop yang sangat mudah dipergunakan oleh banyak orang (selain keunggulan lain seperti “bebas” virus, relatif lebih cepat dalam akses, format dokumen yang lebih “universal”), dukungan terhadap hardware relatif tidak terlalu bermasalah.

Sebenarnya, kalau mau jujur, dukungan hardware dari Linux (dalam hal ini saya mempergunakan Ubuntu 8.04) sangat luar biasa. Kebetulan saya barusan ‘migrasi’ dari laptop yang lama ke laptop X61 IBM Lenovo seri A24 yang tentu saja masih relatif baru spesifikasinya. Saat saya install dengan Ubuntu 8.04 Hardy Heron, semua berjalan dengan lancar, sebagian besar hardware terdeteksi dengan baik, hanya satu device  saja yang perlu diinstal driver tambahan, yakni fingerprint reader, selebihnya Ubuntu telah mendeteksi secara otomatis. Kebetulan saya juga beberapa kali butuh koneksi 3G dengan laptop saat kondisi mobile, ketika tidak di kampus, ataupun ketika tidak di rumah, dan hebatnya modem 3G PCMCIA saya langsung terdeteksi dengan baik.

Hal ini tentu saja tidak terjadi di sistem operasi bawaan dari Laptopnya, yakni Microsoft Windows Vista Business, dimana modem saya (yang memang desain lama untuk XP), sama sekali tidak bisa terinstall, susahnya lagi di Internet tidak ada.

Jika kita berbicara secara fair, kenapa Windows lebih banyak hardware yang jalan dengan “sempurna”, hal ini lebih semata-mata karena Windows didukung oleh vendor dari hardware. Makanya, seakan-akan dukungan Windows lebih baik terhadap hardware dibanding Linux, padahal sebenarnya tidak. Justru sebaliknya, dukungan vendor-lah terhadap Windows yang menjadikan windows terlihat baik, pengalaman saya install ulang windows di laptop, begitu terinstall, supaya kerja jadi maksimal, harus instal driver ini itu (video, kontroler, sound, dll) yang dikeluarkan oleh vendor. Sementara itu, saat di Linux (terutama linux-linux generasi akhir), kesulitan seperti itu relatif jarang terjadi. Dan kalaupun toh terjadi hardware yang tidak dapat berjalan dengan baik, biasanya solusi dari komunitas cukup banyak tersedia.

Jadi, kata siapa Windows memiliki dukungan Hardware yang lebih baik? Karena pada kenyataannya, Windows baik karena didukung vendor. Sementara di Linux, bahkan tanpa dukungan vendor sekalipun, deteksi dia terhadap hardware dapat bekerja dengan lebih baik. Jadi, masih ragu untuk tidak menggunakan produk non bajakan? He..he..

  1. achedy says:

    Namun saya mempunyai pengalaman yang tidak bagus dengan Linux pada Laptop yang menggunakan Driver Via pak. Nggak ada drivernya.

    Hampir semua tutorial saya coba, hasilnya nggak sempurna semua.

    Saya install driver dari VIA nggak bisa sampai masuk ke form login. Kemudian saya install openchrome. Bisa masuk pak, tapi nggak nyamannya, entah karena apa, kadang-kadang masih timbul garis-garis. Akhirnya saya lebih memilih beli Windows starter aja, karena capek ngopreknya. Sedangkan aplikasi di dalamnya OSS.

  2. Alex says:

    ass.

    linux produk microsoft juga ya mas ?

  3. hartanta says:

    Salam Kenal…

    sebagai desainer saya masih ragu pake linux.

  4. @Alex: mas Alex nanya, apa “nanya” :)

    @hartanta: ya memang suka-suka sih mas, tapi pengalaman saya, install CorelDrawX3 (bajakan…he..he..) di Linux (Ubuntu dalam kasus ini), lancar2 saja je saya, pake Wine

  5. YoHang says:

    Yang saya takutkan adalah masalah ‘kompabilitas’ dengan orang lain pak. Hehehehe. Saya sudah pakai Linux, eh pas tukeran dokumen, gak kompatibel (kalau Office masih lumayan).

    Oh ya satu lagi, menurut saya, Linux – Ubuntu sekalipun, masih kurang manusiawi, terutama struktur file-systemnya itu lhoooo. Root, Home, Mount, dsb. Pantes kalau banyak yang takut.

  6. Alex says:

    maksudnya Linux perusahaannya beda ya?
    kayaknya di kota sy (pekanbaru) blom familiar dgn linux, masih andalkan Microsoft punya.

    berarti Microsoft dapet temen kompetisi…

  7. Alex says:

    indonesia kapan ya bisa bikin operating system sendiri dan hardware sendiri ????????

    ato memang nggak dapet dukungan dari pemerintah ???

    ah….entahlah…yg penting teruslah berkarya

  8. Alex says:

    nah..gitukan baru nampang..nggak jadi unggas lagi saya…….hehehe..(canda mas andri)..

  9. harry says:

    kalo install aplikasi windows menggunakan emulator di linux ya butuh memori yang lumayan wah dong, kalo memang masih membutuhkan aplikasi windows ngapain juga pake linux :)

  10. raf03 says:

    buat yang masih takut migrasi ke linux install aja ubuntunya di windows pake Wubi.. fitur bawaan mulai Hardy Heron (8.04)..
    Saya sendiri sampai saat ini masih setia berpoligami.. Windows XP, Ubuntu, Leopard x86 dalam 1 mesin Axioo ML712 saya
    hehehe..

  11. ahmadisa says:

    apa ngak possing tuh … kebanyakan OS.
    bwt aku yang penting bisa buat cari duit … hehehe

  12. Aldebaran says:

    @harry , kebetulan yg dimaksud Wine itu bukan emulator karena kepanjangannya itu adalah Wine Is Not Emulator…istilahnya namanya compatibility layer, kalo dipake ndak pake jendela emulator gitu jadi langsung kayak ng-install biasa aja dan jalan seperti di Windows aja, jadi hemat resource

  13. arda86™ says:

    ada yang bisa bantu jalanin tv tuner saya (PlayTV MPEG2) di hardy heron ngga ???
    dah berapa hari sejak make hardy heron, saya ngga nonton tipi, hiks hiks hiks……. :(
    oiya sekalian radionya juga :)
    thanks b4 :mrgreen:

  14. arda86™ says:

    oiya satu lagi, software alternative untuk adobe flash di linux apa ya ??? yang support action script.
    thanks lagi deh :mrgreen:

  15. @arda86: di linux, kita juga bisa pake Macromedia Flash, tinggal jalanin pakai wine, saya juga dah pernah install sebelumnya, dan it works fine 😉

    kalau TV Tuner, kebetulan saya belum pernah jalanin, lagi pula, jarang nonton TiVi sih saya, lebih banyak acara merusaknya ketimbang yang baik 😀

  16. arda86™ says:

    maksudnya software penggantinya pak…kalo saya tetep make flash sama aja pembajakan pak :mrgreen:
    tapi ntar kalo udah kepepet gapapa lah, daripada ngga ada yang buat belajar :mrgreen:
    kalo tv tuner sementara istirahat dulu, soalnya da beberapa hari nyari ngga dapet2, dah make tvtime, kdetv, tetep aja ngga bisa, ntah salah di konfigurasi ato ada yang kurang saya ngga tahu alias bingung.

    eniwei, thanks pak :)

  17. cholis says:

    mas tlong aku baru pemula pake linuk gimana caranya software windows bisa di jalanin di linuk contoh adobe

  18. Geos says:

    ok untuk sebagian hardware, tapi masih banyak software yang belum support, dan masih terkesan kaku, lama-lama linux bikin linu juga jadi pegel ..he..he..he..he..he..

  19. hary84 says:

    bagus tuch ,resepnya…..om,ane copast ke blog ane yach….
    hehehe..makasih

  20. massol says:

    Kalo masih ragu sebaiknya make dual OS
    kalo make Dual OS pusing, beli 2 komputer aja, 1 buat Windows 1 buat Linux.
    Kenapa Windowsdan aplikasi windows masih meraja karena bajakannya mudah didapat.
    Coba kalo setiap yg make BAJAKAN DISITA, mau tuh ngeluarin biaya melbihi harga komputer sekarang???
    mending lari ke linux…

    Windows masih idola khususnya di Indonesia karena bisa make bajakannya om…Saya aja make bajakan, haduh

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site