Kenapa masih pakai produk bajakan?

Alasan, harganya mahal. Fakta, produk bajakan yang dipergunakan adalah produk bajakan untuk kepentingan produksi dan komersial. Artinya penggunanya memanfaatkan produk bajakan tadi untuk mendapatkan penghasilan.

Alasan, sekali lagi, harganya masih terlalu mahal. Fakta, Adobe Photoshop CS2 saat ini sudah berharga kurang dari 4 juta rupiah, dan CorelDraw X3 kurang lebih 1,8 juta rupiah, sementara sekali cetak buku, apalagi nampaknya usahanya cukup berhasil, konon sekali cetak buku, royalti buat penulis saja dalam waktu 4-6 bulan bisa mencapai 20 juta. Jika penulisnya saja bisa dapat 20 juta, katakan dalam waktu 6 bulan, lalu bagaimana dengan penerbitnya?

Fakta ini yang kadang membuat saya sering merasa tidak bisa respek terhadap cukup banyaknya penerbit/percetakan yang mempergunakan produk bajakan untuk kepentingan bisnis mereka. Tidak cukup penerbit biasa saja, malah yang saya ketahui, beberapa penerbit buku-buku Islam, yang produksinya untuk kepentingan dakwah, juga masih lenggang kangkung dan nyaman-nyaman saja dengan produk bajakan di kantor mereka. Padahal dari obrolan mereka yang saya tangkap, sering sekali ada rikues dari penerbit tadi kepada para penulis untuk makin rajin menulis buku, apalagi kalau penulisnya sudah dari kalangan terkenal.

Jadi? Masih kah mereka bertahan dengan menggunakan produk bajakan? Alasan klisenya, produk yang dibajak adalah produk kaum kuffar, jadi sah-sah saja dibajak. * Sigh * … Semoga pada sadar, bahwa mereka pun tidak ingin buku-buku terbitan mereka dibajak oleh orang lain. Harusnya ada aturan resiprokal yang mereka terapkan pada mereka sendiri. Kalau pingin dihormati, hormati orang lain. Kalau ingin produknya dihargai, hargai juga produk orang lain. Bayar gitu loh …

  1. veta says:

    gimana yah, mosok penerbit pake bajakan mas? Kasus yang saya pernah tahu adalah ketika salah satu film animasi bikinan anak jogja, Homeland kalo gak salah judulnya. ditarik karena menggunakan software bajakan

  2. ardee says:

    Hm… iya juga sih… setuju deh… dengan beberapa catatan.

  3. […] Sedikit tanggapan dari tulisan Mas Suprie dan Mas Andrie: […]

  4. dimasshogun says:

    setuju pak..kemarin pas saya KKn juga gitu..ada ustad yang dia udah cukup terkenal dijogja sampe indonesia(bs di bilang tokoh), dia ahli zakat,badan LAZIS UII aja sering minta bantuan beliau kalau2 ada masalah yang komplek.
    zakat itu mencegah kita agar tidak memakan jatah orang lain kan? secara tidak langsung zakat mencegah kita makan yg haram,
    nah beliau ahli dlm hal itu..
    tapi bisa anda bayangkan apa respon beliau waktu saya bilang “bajakan itu haram pak” memang saya sendiri masi ada pke yang bajakan,tp saya merasa punya tanggung jawab, saya juga gak tega ngeliat beliau yang jadi tokoh tapi malah menghancurkan diri sendiri. memang dilema,mau ngasi tau orang tapi saya juga masi pke, gak ngasi tau saya bisa kena tuntut double pas di hari akhir,salah pke bajakan gak ngasi tau orang..

  5. dede says:

    Hihi, sofwer animasi saya semuanya donlodan dari torrent…. tapi saya cuman hobi/blajar aja nggak untuk bisnis. Temen saya yg aktivis pk di eropa di universitasnya katanya rekan2 ngajar di universitas sana ngopi windows xp tuh.. dia juga ngopi windows xp

  6. Levi says:

    Setuju sekali dengan tulisan di atas.
    Saya mantan pembajak kelas kakap dulu, hi3. Mungkin karena biasa jadi tidak merasa berdosa. Toh – I thought – semuanya juga pake bajakan.
    Tapi semenjak saya memikirkan masa depan saya – menjadi si pembuat software/penulis buku, saya jadi berpikir ulang..

  7. dimasshogun says:

    membajak=mencuri
    kenapa banyak yang gak merasa bersalah membajak software?
    mau itu di pakai untung bisnis menghasilkan uang, atau itu hanya di pakai untuk belajar..

    apa boleh saya mencuri mobil tp saya pakai buat sendiri?kan gak menghasilkan uang?!

    khamar tetap haram walau sedikit..mencuri tetap salah walau sedikit..

  8. Iman says:

    Soal bajak membajak di indonesia memang salah kaprah. tapi kita nggak perlu munafik deh. Coba tanyakan dengan JUJUR. Apa selama ini anda belajar komputer DULU pakai software asli? apakah sebagian besar mp3 yang tersimpan di Hardisk anda murni beli dari CD original? kalau BELUM, berarti anda sama dengan mereka.
    Tidak perlu mencari siapa yang salah, perbaikilah dari sendiri dulu sebelum “menasehati” orang lain. Maaf, kalau menyinggung. Buat mas Andri No Offense ya. IMO :)

  9. dimas says:

    waa…klo MP3 kita maennya streaming mas..hehehe
    broadband..

  10. So-Mat says:

    bozz..

    coba pikir dech… harga s/w MS di US dan di indo kenapa sama, sedangkan GNP kita dan US jauh, jadi kemampuan daya beli sudah pasti beda.

    dan coba pikir lagi.. s/w yang mass production lebih mahal di banding independent! secara prinsip ekonomi semakin massal semakin murah harga nya.. tapi kenapa tidak berlaku untuk software..??

    contoh MS banyak di bajak aja jadi orang no 1 terkaya di jagad raya.. bagaimana kalo ga ada bajakan..?? don’t be naive bung!

  11. dimas says:

    klo menurut ekonomi(karena emang dasarnya anak IPS,hehe)..
    1.kenapa harga software sama antara US dan INDO, karena klo di bedain..pemjual luar negeri bakalan beli dari indonesia trus dijual kesana..untung mereka
    2.software jelas beda dengan barang yg lain..kemudahan yang dirasakan setiap pengguna itu yang membuat mahal software,kemudahan itu mahal harganya..beda harga antivirus dengan Micros*** word..

    3. apa karena “kita tidak bajak MS,dia jadi orang lebih kaya lagi” kita harus melegalkan pembajakan?pembajakan tetap pembajakan..

    tips mudah:
    kalau masih sulit menghilangkan..coba kurangi dulu..

  12. Abdullah says:

    yang perlu disurve adalah seberapa pentingkah kebutuhan IT bagi masyarakat indonesia? dan sejauh mana masyarakat indonesia mampu untuk merasakanya?

    ini semua sangat berpengaruh dari krus rupiah dan kondisi ekonomi indonesia. pemerintah harus memikirkan matang-matang tentang masalah ini, kalau cuman bisa menyalahkan tanpa mengetahui latar belakang timbulnya permasalahan, sama saja bo…

    sekarang adakah tempat untuk memberikan solusi bagi setiap permasalahan yang dihadapi semua lapisan masyarakat, kenapa masih pakai produk bajakan?????????????????????????????????????????

    Comment For Andri Setiawan Blog

  13. Fernando says:

    …dan coba dipikir lagi…seberapa banyak konsumen yang dapat dijaring jika pembajak masih terus saja membajak. Hal seperti ini bisa menjadi iklan terselubung. Software semakin populer, terutama buat orang awam di negara-negara dengan GNP rendah..

    …dan coba pikir lagi…kenapa banyak software buatan M******** yang mudah dipakai??Tentu karena mereka punya dana besar -yang bermula dari iklan terselubung- untuk research, sedangkan produser lain tidak..dan juga karena banyak pembajak sehingga menjadi familier untuk berbagai kalangan…

  14. bozy says:

    untuk kasus ini…
    hanya ada 1 cerita “mencari kekurangan orang lain sangat gampang tapi untuk diri sendiri tidak akan pernah ditemukan”
    pembajakan untuk kalangan bisnis saya rasa sudah kelewatan bisa dibilang “si raja tega” tapi untuk kalangan yg tidak punya uang dengan keinginan belajar dan mempergunakannya siapa yang bisa bertanggung jawab. haruskah ilmu pengetahuan dimonopoli kaum berduit/kaya.
    teknologi IT di indonesia bisa dibilang masih berusia muda, tapi coba dilihat sekarang teknologi IT indonesia berkembang dengan cepat di banding bidang lain…dimana karena bermula menggunakan bajakan semakin mahir biarlah beralih ke produk open source. saya rasa masalah pembajakan tidak akan bisa diberantas selagi masyarakatnya masih ada yg miskin. mungkin bisa terjadi kalau 1 org indonesia berpenghasilan 6 jt/bln.

  15. pro_pembajakan says:

    Pembajakan harus diberdayakan karena mencerdaskan kehidupan bangsa…
    klo g ada barang bajakan orang indonesia g pinter2 mas, coz buat makan sehari-hari aja susah…
    buat pencipta, penulis, dan penemu mungkin dksih solusi lain yang lebih baik sehingga pebajakan itu bisa dilegalkan…(tpi masih g tau)
    …salam kenal yaa…

  16. hajime says:

    Bagaimanapun pembajakan itu haram, yang bilang budaya Indonesia itu membajak juga salah. Pembajak adalah ulah orang-orang pemalas dan tidak mau berkreasi. Mau menikmati hasil karya orang lain tanpa mau memberikan royalti. lo bayangin aja deh, klo emak lo dagang kue terus kuenya dimakan gratis gak gua bayar. gak dibayar malah dagangannya gua acak2. pasti lo gak mau kan? Apapun alasannya adalah HARAM membajak! Dan semua pembajakan itu buruk.

    Nah, Microsoft tuh seperti itu, dagangannya abis dibajak, hak nya diinjak-injak, lha sekarang dia lapor polisi trus lo mau dikandangin, lha wajar!

    Soal para pemakai windows bajakan itu, mereka tuh kalau tidak mau dibilang egois, mereka adalah SUPER EGOIS! Bagaimana tidak? Giliran disuruh pakai original, malah ngomong, ¨Lo Sok kaya, pake original!¨…Giliran disuruh pake Linux, eeh, ngomong lagi, ¨Lo sok pintar, pake Linux!¨….Nah, giliran dirazia sama Polisi, mencak-mencak lagi, ¨ Polisi suruh razia kantornya sendiri!¨ Aneh kan? Maling teriak maling! Apalagi kalangan pemilik warnet, mereka inilah lahan utama yang menjadi pintu orang banyak menggunakan piranti lunak bajakan. Kalo gak modal buat beli software, ya pake aja Linux atau yang lainnya yang opensource. Jangan make bajakan. Simple, gitu aja. Jangan entar giliran kena razia teriak, teriak, kasihani kami, …

    Kemarin pos polisi dekat rumah gitu. Ngadain razia software, dan 5 warnet kena segel. Empunya pada batu, teriak lagi, Pak Polisi aja pake bajakan. Gak tahunya si polisi penjaga pos malah marah, dan balas mendamprat si empu warnet tadi. Rupa-rupanya tuh pos polisi komputernya memakai sistem operasi PclinuxOs, Nah lho! Malu deeeeh!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site