-
Jejak Petualang atau Jejak Wisatawan?
14 CommentsMelihat tampilan salah satu acara televisi yang “dahulu” pernah saya sukai, yakni Jejak Petualang, rasanya ada kehilangan ruh petualang yang muncul di sana. Acara yang dahulu menyajikan bagaimana keadaan dan rupa wilayah-wilayah tanah air Indonesia nan rupawan, bagaimana kehidupan budaya para penduduknya, bagaimana tantangan-tantangan yang senantiasa harus dihadapi oleh masyarkat, kini seakan berubah dan bertransformasi menjadi acara jalan-jalan ala wisatawan.
Karena saya tidak setiap waktu bisa melihat acara televisi ini, maka tentu saja penilaian yang saya lakukan juga terbatas pada beberapa kali episode-episode yang sekian kali tayang semenjak saya pulang ke Indonesia. Nah, yang terjadi adalah, acara-acara yang ditampilkan kini lebih seperti acara liputan wisatanya sang pembawa acara, Medina Kamil, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata.
Beberapa waktu yang lalu, ada episode piknik di Bali, menikmati semacam Water Boom, terus kali lain, juga wisata di tempat lain, dan hari Jum’at kemarin wisata di Malaysia. Tidak salah sih kalau acaranya mau diisi seperti itu, lha semuanya memang terserah produser acaranya. Akan tetapi, nuansa petualang yang diharapkan sama sekali ndak ada, yang ada cuma senang-senang berwisata ke sana, sudah begitu, beberapa episode yang saya lihat, menunjukkan bahwa tempat wisata yang dituju pun tidak murah, sekali berkegiatan wisata barangkali bisa berjut-jut untuk dapat menikmatinya.
Lain sekali saat Riyani Djangkaru yang membawa acara ini sebelumnya, nuansa adventure-nya muncul, dan betul-betul bisa memunculkan nuansa rupa seluruh Indonesia yang beraneka warna. Barangkali format acara berubah setelah dulu mereka pernah terdampar di pulau Tiga, Papua selama tiga hari? Wallahu a’lam, tapi yang jelas, terus terang sekarang jadi sedikit malas nonton Jejak Petualang, karena lebih cocok jadi acara Jejak Wisatawan (setidaknya menurut opini saya).
Published on April 26, 2008 · Filed under: Uncategorized;
14 Responses to “Jejak Petualang atau Jejak Wisatawan?”
-
veta said on April 26th, 2008 at 3:24 pm
mungkin buat penyegaran mas, sekarang riyanni juga sering bawa acara jalan-jalan loh. medina kamil kalo gak salah pernah naik ke jayawijaya kan?
-
candra said on April 26th, 2008 at 4:50 pm
Wisatawan sama petualang itu beda-beda tipis kok. Contohnya, kalo cuma duit 100 ribu tapi berani jalan-jalan seminggu ke Bali, bisa dihitung petualang kan. Hehehe….
-
@iping said on April 26th, 2008 at 5:22 pm
Kan VISIT INDONESIA 2008. NATION AWAKENING, Wake Up !!!
-
ngafandi said on April 26th, 2008 at 6:17 pm
kalo enggak salah, JP sekarang formatnya beda pak sama dulu..kalo yang sekarang tergantung harinya..kalo enggak salah juga yg masih murip dulu hari sabtu apa minggu..
sebagai gantnya nonton ‘Si Bolang’ aja pak..hihi -
YoHang said on April 27th, 2008 at 12:29 am
Agak nyambung nih.
Tapi, katanya, Pak Bondan, tidak akan mengisi Wisata Kuliner lagi lhooo… Gak ada lagi mak nyus. Hehehehe.
-
Riyani kan lagi ngurusin anaknya yang kecil sekarang
Memang beda sih kemasannya, seruan waktu Riyani bawain
-
tOfaNi sApUtRi (Op) said on May 6th, 2008 at 12:55 pm
Op harap JP bisa bener2 jelajah semua belahan dunia…jd bwt mereka yg belum ada kesempatan liat tempat2 takjub dipenjuru dunia ini bisa ngeliat walau dr TV…hiks
semangat….salam rimba…!!! -
Adit said on June 8th, 2008 at 5:53 pm
Bener tuh,sekarang saya juga agak males klo yg ditampilin cuma tempat2 wisata aja. Jadi ga seru kayak dulu lagi….
Mau tau fakta…tu Medina Kamil ga sampe ke Puncak Cartenz cuma sampe lapisan es bawah yg ada di JayaWijaya. -
rury said on July 31st, 2008 at 8:28 pm
iyeeee.. nech masa acar yg tadnya petualngan jdnya acra jalan jalan klo bsa ksh masukkan dunkz maksudnya kasih tips untuk perjalanan wisata yg murah!!!?? riyaninya kpan tampil bawa acara JP????????
-
Fara said on September 15th, 2008 at 3:10 pm
mau nanya nih,,lokasinya acara jejak petualang waktu naik ATV di bali, itu dimana ya??soalnya mau ke sana nih
makasih -
kalo sekarang JP gak seAPIK yang dulu, sekarang kesannya seperti acara2 wisata yang di stations TV swasta yang lain, gak ada dan gak banyak tantangannya palagi pembawa acaranya kebanyakan masih kaku terkesan seperti membaca naskah tidak luwes menghayati alam. saya sangat setuju kalo yang jadi pembawa acaranya itu seperti Riyani or cari pengganti yang seperti Riyani jangan asal comot.
-
didi said on December 19th, 2008 at 8:57 pm
medina juga karang pemberani lo eh medina kapan atuh ngeliput bareng butet di sakola rimba nya
-
muhamad alfian said on December 29th, 2008 at 4:16 pm
emang gw akuin jp yang sekarang beda sm yang dulu,mungkin produsernya mau bwt suasana baru,biar fresh…….,dan ada sesuatu yang hilang di jp yang sekarang,kira-kira apa yaah?cuma produsernya yang tau…….
-
Farid_Fitriadi said on March 9th, 2009 at 12:38 pm
nggee pak emang c Riyanni djangkaru ga da gantinya, tp riyanto djangkuru bisa kok di coba,itu lho anak kampung saya dia sukalho berpetualangan di bukit belakang rumah, nyari rumput buat makan si bagus kambingnya.. gimana cocokkan buat gantiin riyanni or si gundul









Komentar Terbaru