Thoughts Dalam sebuah perjalanan, selalu ada kisah, catatan, dan pikiran

Disclaimer Komentar

Segala komentar, pingback, dan trackback yang bukan dilakukan oleh saya (Andri Setiawan) adalah tanggung jawab masing-masing penulis aslinya.

Where Am I?

Berlangganan

Isikan email anda:

 Langganan di sini

Add to Google Reader or Homepage

Subscribe in Bloglines

Google Friend

Afiliasi








Tentang Saya

Mukhammad Andri Setiawan, just an ordinary man, trying to get better on everyday of his life

Disclaimer

Jika berminat KOPAS (copy paste) dari apa yang saya tulis di sini, dipersilakan. Yang penting sebutin sumbernya. Biar tidak disebut sebagai pembajak, at least hargai penulis awalnya.

Page Rank

Page Rank Tool

Pembaca



Arsip

My Tweet

    • Jejak Petualang atau Jejak Wisatawan?

      Melihat tampilan salah satu acara televisi yang “dahulu” pernah saya sukai, yakni Jejak Petualang, rasanya ada kehilangan ruh petualang yang muncul di sana. Acara yang dahulu menyajikan bagaimana keadaan dan rupa wilayah-wilayah tanah air Indonesia nan rupawan, bagaimana kehidupan budaya para penduduknya, bagaimana tantangan-tantangan yang senantiasa harus dihadapi oleh masyarkat, kini seakan berubah dan bertransformasi menjadi acara jalan-jalan ala wisatawan.

      Karena saya tidak setiap waktu bisa melihat acara televisi ini, maka tentu saja penilaian yang saya lakukan juga terbatas pada beberapa kali episode-episode yang sekian kali tayang semenjak saya pulang ke Indonesia. Nah, yang terjadi adalah, acara-acara yang ditampilkan kini lebih seperti acara liputan wisatanya sang pembawa acara, Medina Kamil, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata.

      Beberapa waktu yang lalu, ada episode piknik di Bali, menikmati semacam Water Boom, terus kali lain, juga wisata di tempat lain, dan hari Jum’at kemarin wisata di Malaysia. Tidak salah sih kalau acaranya mau diisi seperti itu, lha semuanya memang terserah produser acaranya. Akan tetapi, nuansa petualang yang diharapkan sama sekali ndak ada, yang ada cuma senang-senang berwisata ke sana, sudah begitu, beberapa episode yang saya lihat, menunjukkan bahwa tempat wisata yang dituju pun tidak murah, sekali berkegiatan wisata barangkali bisa berjut-jut untuk dapat menikmatinya.

      Lain sekali saat Riyani Djangkaru yang membawa acara ini sebelumnya, nuansa adventure-nya muncul, dan betul-betul bisa memunculkan nuansa rupa seluruh Indonesia yang beraneka warna. Barangkali format acara berubah setelah dulu mereka pernah terdampar di pulau Tiga, Papua selama tiga hari? Wallahu a’lam, tapi yang jelas, terus terang sekarang jadi sedikit malas nonton Jejak Petualang, karena lebih cocok jadi acara Jejak Wisatawan (setidaknya menurut opini saya).

      VN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/10 (0 votes cast)
      VN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
      Published on April 26, 2008 · Filed under: Uncategorized;
      14 Comments

    14 Responses to “Jejak Petualang atau Jejak Wisatawan?”

    1. mungkin buat penyegaran mas, sekarang riyanni juga sering bawa acara jalan-jalan loh. medina kamil kalo gak salah pernah naik ke jayawijaya kan?

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    2. Wisatawan sama petualang itu beda-beda tipis kok. Contohnya, kalo cuma duit 100 ribu tapi berani jalan-jalan seminggu ke Bali, bisa dihitung petualang kan. Hehehe….

      http://curious-traveler.blogspot.com/

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    3. Kan VISIT INDONESIA 2008. NATION AWAKENING, Wake Up !!!

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    4. kalo enggak salah, JP sekarang formatnya beda pak sama dulu..kalo yang sekarang tergantung harinya..kalo enggak salah juga yg masih murip dulu hari sabtu apa minggu..
      sebagai gantnya nonton ‘Si Bolang’ aja pak..hihi

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    5. Agak nyambung nih.
      Tapi, katanya, Pak Bondan, tidak akan mengisi Wisata Kuliner lagi lhooo… Gak ada lagi mak nyus. Hehehehe. :)

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    6. Riyani kan lagi ngurusin anaknya yang kecil sekarang :D Memang beda sih kemasannya, seruan waktu Riyani bawain :D

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    7. tOfaNi sApUtRi (Op) said on

      Op harap JP bisa bener2 jelajah semua belahan dunia…jd bwt mereka yg belum ada kesempatan liat tempat2 takjub dipenjuru dunia ini bisa ngeliat walau dr TV…hiks
      semangat….salam rimba…!!!

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    8. Bener tuh,sekarang saya juga agak males klo yg ditampilin cuma tempat2 wisata aja. Jadi ga seru kayak dulu lagi….
      Mau tau fakta…tu Medina Kamil ga sampe ke Puncak Cartenz cuma sampe lapisan es bawah yg ada di JayaWijaya.

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    9. iyeeee.. nech masa acar yg tadnya petualngan jdnya acra jalan jalan klo bsa ksh masukkan dunkz maksudnya kasih tips untuk perjalanan wisata yg murah!!!?? riyaninya kpan tampil bawa acara JP????????

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    10. mau nanya nih,,lokasinya acara jejak petualang waktu naik ATV di bali, itu dimana ya??soalnya mau ke sana nih
      makasih

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    11. kalo sekarang JP gak seAPIK yang dulu, sekarang kesannya seperti acara2 wisata yang di stations TV swasta yang lain, gak ada dan gak banyak tantangannya palagi pembawa acaranya kebanyakan masih kaku terkesan seperti membaca naskah tidak luwes menghayati alam. saya sangat setuju kalo yang jadi pembawa acaranya itu seperti Riyani or cari pengganti yang seperti Riyani jangan asal comot.

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    12. medina juga karang pemberani lo eh medina kapan atuh ngeliput bareng butet di sakola rimba nya

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    13. muhamad alfian said on

      emang gw akuin jp yang sekarang beda sm yang dulu,mungkin produsernya mau bwt suasana baru,biar fresh…….,dan ada sesuatu yang hilang di jp yang sekarang,kira-kira apa yaah?cuma produsernya yang tau…….

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)
    14. Farid_Fitriadi said on

      nggee pak emang c Riyanni djangkaru ga da gantinya, tp riyanto djangkuru bisa kok di coba,itu lho anak kampung saya dia sukalho berpetualangan di bukit belakang rumah, nyari rumput buat makan si bagus kambingnya.. gimana cocokkan buat gantiin riyanni or si gundul

      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0.0/5 (0 votes cast)
      UN:F [1.8.1_1037]
      Rating: 0 (from 0 votes)

    Leave a Reply

    Subscribe without commenting