Thoughts Dalam sebuah perjalanan, selalu ada kisah, catatan, dan pikiran

Disclaimer Komentar

Segala komentar, pingback, dan trackback yang bukan dilakukan oleh saya (Andri Setiawan) adalah tanggung jawab masing-masing penulis aslinya.

Where Am I?

Berlangganan

Isikan email anda:

 Langganan di sini

Add to Google Reader or Homepage

Subscribe in Bloglines

Google Friend

Afiliasi








Tentang Saya

Mukhammad Andri Setiawan, just an ordinary man, trying to get better on everyday of his life

Disclaimer

Jika berminat KOPAS (copy paste) dari apa yang saya tulis di sini, dipersilakan. Yang penting sebutin sumbernya. Biar tidak disebut sebagai pembajak, at least hargai penulis awalnya.

Page Rank

Page Rank Tool

Pembaca



Arsip

My Tweet

    • Membela yang benar, "membantai" yang bayar

      Bukan karena ikut ontran-ontran PKB yang jargonnya Maju Tak Gentar, Membela yang Benar. Tapi terkait dengan status baru saya yang konon katanya disematkan beberapa mahasiswa Informatika, UII, terutama yang mau maju sidang pendadaran. He..he..

      Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, barangkali peristiwa itu yang menyebabkan saya disemati dengan status “dosen killer” …he…he… Ada beberapa mahasiswa yang langsung panik begitu tahu kalau saya yang jadi dosen penguji, ada yang kemudian tanya-tanya ke yang pernah saya uji pendadaran tahun-tahun yang lampau, dan tentu saja dibarengi dengan isu-isu yang aneh-aneh.

      Seperti, konon katanya saya di ujian sidang pendadaran akan meminta mahasiswa melakukan sequence perintah Ctrl-A – Delete, habis itu coding lagi dari awal, padahal kejadian yang sebenarnya, saya meminta mahasiswa untuk memberikan comment di beberapa baris coding, dan kemudian dia saya minta mengganti pada bagian tersebut, tapi dianya malah menekan Ctrl-A dan nyaris mendelete kode yang dibuatnya, nah info ini ternyata berubah dratis begitu sampai meja pergosipan antar mahasiswa. Bak kuis komunikata, di mana penyampai pertama bilang A, sampai ke ujung jadi Z.

      Pada prinsipnya ketika Tugas Akhir yang dikerjakan adalah pekerjaan sendiri, atau kalau semisal banyak mengambil modul yang sudah jadi di Internet, ekspektasi saya tentunya si Mahasiswa memahami apa yang dia buat atau yang dia integrasikan (dengan modul-modul yang sudah jadi), nah kalau ternyata dia malah blank, jelas kecurigaan kalau Tugas Akhirnya dibuat dengan cara membayar orang lain untuk membuatkan akan semakin tinggi, dampaknya semakin jelas, biasanya akan muncul kebohongan demi kebohongan, demi menutupi kebohongan yang lain, dan sialnya berbohongnya nggak canggih, dan jelas “terbantai“.

      Lain halnya kalau tugas akhir dibuat sendiri, kemungkinan si Mahasiswa mampu menjelaskan akan lebih tinggi probabilitasnya, meski kadang faktor Gorgie beberapa kali membuat dia stunned, berdiri mematung, dan lidah menjadi kelu. Tapi biasanya trus lancar-lancar saja setelah dikasih trigger oleh penguji. Tentu saja yang seperti ini akan saya “bela” dan bantu ketika mungkin sedikit kesulitan.

      Begichuu…

      Published on April 23, 2008 · Filed under: Uncategorized;
      19 Comments

    19 Responses to “Membela yang benar, "membantai" yang bayar”

    1. 2 minggu lagi saya pendadaran*deg2an, soale blm pernah:D*

    2. huheueueuhe…
      < moga yang menguji besok bukan mas andri..:d
      tapi gag pa2 juga seh..
      saya setuju tulisan mas andri..kalo mang kita ngerjain sendiri yakin mesti bisa lah menjawaab semua pertanyaan pas pendadarn.kalo masalah grogie..kayae itu udah pasti dirasakan semua mahasiswa kalo pendadaran…
      ada judul TA bagus gag mas?
      saya mau ngajuin judul kok gag pede yakz..huehuhuehue..
      sama bU NUR seh katanya bisa..Ketemu di pendadaran neh.jgn dIbantai ya mas,,,kalo ketemu hehehehe

    3. ohhh ternyata dosen UII tha?

    4. Pak Dosen, Semangka! :D

    5. Hahaha… lucu jg…
      Di daulat jadi dosen killer? Seenggak2nya nggak ada yang berani macem-macem kan dikampus. :peace:
      Btw, betul jg soal penguasaan script. Kalo banyak make script dari orang memang harus ngerti dulu alur prosesnya si script itu. Kerasa banget sama saya yang udah kecanduan hunting plugin yang sudah tinggal upload-activate, jadi males coding. Sekalinya coding malah nggak jalan karena main copy paste serampangan.
      Tapi bersyukur juga sih saya nggak kuliah di informatika, jadi nggak terpaksa ‘berpacaran’ dengan script karena tuntutan kuliah, dan bisa menjadikan utak-atik itu sekadar hobi ringan.

    6. minggu ini liat teman pendadaran sampe 2 kali. kesimpulannya semua tergantung pada penguji dan keberuntungan. Ada yang cuma kopas, tapi berhubung dosen pengujinya gak teliti dia bisa lolos dan jadi sarjana. Kualitas sarjana sekarang banyak berkurang. termasuk saya hehehe

    7. hohohoohoh
      abis sidang kmrn :D
      alhamdulillah ndak deg2an
      karena menjelang sidang, pontang panting nyariin dosen penguji yg blm dateng2 ke ruang ujian

    8. Rochmad NH said on

      kesimpulannya jika berdasarkan cerita seperti itu, mahasiswa jurusan “kita” nggak bisa ikut kuis komunikata dunkz mas andri :D
      oiya mas andri, ada tips buat nggak grogi pada saat pendadaran?boro boro pendadaran mas, waktu responsi praktikum aja walopun saya ikut ngerjain tugas programming project sempet grogi pada saat maju reponsi :D

    9. Masih lebih beruntung diberi label “dosen penguji” yang membantai. Kalau saya dapat label “dosen pembimbing” yang membantai. Padahal saya tidak bermaksud begitu. Tujuan saya adalah membantu mengarahkan agar bisa menjawab pertanyaan penguji. Dan arahannya dalam bentuk pertanyaan yang lain. Eee… malah dikira membantai. :d

    10. Dosen Killer ki termasuk menghapus comment ta? Ngeriii…

    11. “ada yang kemudian tanya-tanya ke yang pernah saya uji pendadaran tahun-tahun yang lampau”

      pada nanya ke syapa ya.. kekekeke

    12. KILL’EM ALL, NDRO, KILL’EM ALL!

      *cuek*

    13. Yah, emang bener sih, kalo ngerjain sendiri, saya mah lancar-lancar aja. Tahu letak kesalahan kalau ditanya. Sebenernnya sih masalah psikologi aja kalau waktu sidang itu. Yang katanya menyeramkan, sebetulnya nggak semenyeramkan yang diceritakan temen-temen. Orang saya malah ketawa-ketawa sama penguji saya. :D

    14. semoga saya juga bisa ketawa-ketawa kayak yg diatas..hue..hue..
      besuk banyak-banyak senyum ahh kalo ketemu pak andri di pendadaran..:D

    15. Ancungi 2 jempol buat pak Dosen :D

      baiknya sih semua dosen bersikap seperti anda, sehingga mahasiswa/mahasiswi yang lulus tidak hanya menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya :P

    16. acungi 2 jempol buat pak Dosen :D

      Baiknya sih sikap semua dosen seperti anda, agar mahasiswa/mahasiswi yang lulus ujian benar2 karena mereka tahu bukan menjadi tong kosong yang nyaring bunyinya :D …tul gak sih pak ?

    17. untung saya gak jadi mahasiswa mas^^

    18. ha.. ha.. ha.. ternyata dosen juga ngerasa ya, kalo di gosipin mahasiswanya.

    19. ayik hehe said on

      ato kalo pas pendadaran merem aja ya pak?..wehehe..trus pake helm…wagaga..saya belum pernah pendadaran..hehe

    Leave a Reply