Merapatkan shaf dengan kasih sayang

Perkara meluruskan dan merapatkan shaf dalam sholat adalah salah satu perkara penting, karena ia merupakan bagian dari kesempurnaan shalat berjama’ah. Untuk yang satu ini saya kadang merindukan suasana masjid di Singapura yang rata-rata sudah otomatis merapatkan shaf, sangat berbeda jauh dengan kebanyakan masjid di Indonesia yang sangat susah untuk urusan merapatkan shaf. Jarak antar orang lebih dari 20 cm bahkan, adalah suatu hal yang sangat lazim, satu orang pakai satu sajadah, ukuran lebar lagi, juga merupakan pemandangan umum.

Meski demikian, di beberapa masjid di Yogyakarta ini, terutama di masjid-masjid yang berada di sekitar kampus biasanya suasananya sudah sedikit berbeda. Merapatkan shaf sudah merupakan hal yang lazim. Sangat jarang biasanya yang shafnya tidak rapat dan lebar-lebar seperti masjid-masjid yang lain. Akan tetapi, ternyata kadang belum jaminan, shafnya rapat, tapi esensi yang diharapkan dari rapatnya shaf, yakni persatuan, muncul.

Alih alih merasakan khusyu’nya shalat dengan shaf yang rapat, yang ada malah rasa jengkel seperti yang pernah kejadian dengan salah seorang kawan saya. Merapatkan shaf memang baik, tapi kalau merapatkan shaf dengan harus menginjak kaki tetangga sebelahnya, sungguh perbuatan tersebut telah menyakiti orang lain. Merapatkan shaf cukup yang wajar saja, tanpa harus memaksakan diri dengan menginjak kaki orang lain, hanya sekedar meyakinkan bahwa shafnya telah rapat. Saya sendiri kadang juga merasa terganggu dengan rekan-rekan yang memaksakan diri ketika merapatkan shaf dengan harus menginjak kaki saya.

Sungguh indah, jika saat shalat berjamaah, shafnya rapat, dan hati-hati saling terkait, karena cara merapatkan shafnya ahsan, tidak menyakiti tetangganya, dan nilai persatuan yang diharapkan dengan adanya shalat berjama’ah ini dapat muncul.

  1. Gafur says:

    Weks!! sampe nginjek kaki?
    Kok semangat bener tuh orang ya..
    Untung saya belum pernah sebelahan sama org kyk gtu…
    (Gak diinjek aja jauh dari khusyuk, apa lg klo diinjek..)

  2. bamz says:

    wah pernah kejadin juga pak..sAya juga gag tau maksdunya apa..abis takkbir mulai solat jamah..temen saya ampe nginjek kaki saya..
    saya geser dia ikut2an geser ampe nginjek lagi..gag tau maksudnya mau gojekan(bercanda po gimana) jadinya menggangu khusunya saya sholat..aya-aya wae

  3. YoHang says:

    Jadi ingat sebuah SMA Negeri di Yogyakarta…

  4. suwiryo says:

    Iya nih indonesia tempat shaf sholat di-kapling2 sendiri kaya tanah….badan sekurus itu…sajadah…selebar itu.

    Coba bayangkan saya pernah menemukan jarak antar orang samping kiri-kanan bisa sampai satu meter!

    Coba bayangkan shaf pertama masih banyak yang kosong sudah bikin shaf baru!

    HANYA DI INDONESIA (Insya Allah)

  5. sugani says:

    Dalam meluruskan dan merapatkan shaf, dimulai dari bahu menempel dengan bahu saudara sebelahnya, setelah menempelkan kaki dengan kaki dengan kaki saudara sebelahnya, Insya Allah shaf akan rapat.

  6. irsyad al fauzan says:

    saya ada 2 gambar cara menyusun shof sholat berjamaah yang sesuai Sunnah Nabi SAW..
    bisa di lihat di :

    1. http://www.friendster.com/photos/84262494/1/932493711
    2. http://www.friendster.com/photos/84262494/1/300979820

    semoga bermanfaat, jazakallah khoir…

    atau email ke : shof_sholat@yahoo.com

  7. supriyanto says:

    Mas Wiryo, benar sekali! saya sangat prihatin dengan keadaan saudara2 kita di masjid. Waktu saya masih kecil, sholat disuruh rapat-rapatin sampai melipat tangan di perut susah. Tapi itu adalah demi kesempurnaan sholat, sampai imam pun mau nungguin sampai barisan rapi baru menghadap kiblat.
    Sekarang imam mengucapkan: Rapatkan ……dst. hanya bahasa basi sambil segera berpaling ke arah kiblat (bahkan ada yang ngga keluar kata-kata itu!). Imam lebih repot (mementingkan) bacaan usholli ….dst. sambil difasih-fasihkan, dan (maaf, kesannya mengejek) kayaknya biar kelihatan alim banget. masya Allah! Ashtaghfirullah!

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site