Archive for April 2008

Sial!

Bukan saya bermaksud mengumpat .. he..he.. Tapi saya cuma mau bercerita saja, bahwa sore ini tadi setelah saya mengajar mata kuliah Etika Profesi, ada mahasiswa saya yang ketiban sial.

Sudah menjadi pengetahuan umum bagi mahasiswa yang mengambil kuliah dari saya, bahwa ada larangan untuk titip tanda tangan (bukan titip absen loh ya ..), kalau ketahuan saya cuma bilang “Resiko ditanggung penumpang”. Seperti nilai di-E-kan (kalau pas kejamnya kumat), atau seluruh presensi di-nol-kan (alias dianggap tidak masuk), atau disuruh nyapu lantai (nek iki guyon).

Nah sore ini, entah ada feeling apa gitu, saya kok merasa pingin mengecek presensi yang sudah ditandatangani oleh para mahasiswa, padahal saya hanya manggil nama saat awal perkuliahan saja, biar kenal maksudnya. Satu per satu saya panggil, untuk mengingat-ingat kembali, siapa saja sih nama mahasiswa saya.

Giliran tak lama kemudian, ternyata ada mangsa yang tertangkap basah, si fulan ini nampaknya titip tanda tangan, kalau melihat bentuk tanda tangannya, keliatannya sudah beberapa kali dia nitip, lha dua tanda tangan bentuknya sama persis, atau mungkin si peniru memang benar-benar bisa niru sama persis dalam satu tarikan nafas. Yang jelas, ada yang ketahuan titip tanda tangan, konsekuensinya presensi dia saya coret dari awal sampai akhir (masih baik hati ternyata), saya anggap dia tidak pernah masuk saja.

Ketika kejujuran menjadi panglima, bagi saya kalau memang berniat tidak masuk, tidak usah titip tanda tangan. Kalau mau bolos, ya bolos saja, tidak usah titip ke teman untuk berpura-pura masuk. Saya sudah sampaikan ke kelas, bahwa presensi tidak akan terlalu berpengaruh ke nilai, toh juga tidak ada aturan minimal 75 persen harus masuk kelas untuk bisa ikut ujian. Hanya saja, kalau rajin datang, kalau pas nilai jelek, bisa membantu mendongkrak nilai. Entah kenapa, mental berbohong masih menjadi bagian kehidupan dari sebagian mahasiswa. Kalau diberi tugas, paling senang copy-paste dari Internet tanpa tahu isi dari yang dicopy tadi.

Yah, kali ini mungkin dia memang baru bernasib sial, better luck with me next time ya mas !

Hardy Heron

Sebenarnya ada problem yang cukup mengganggu kemarin hari Ahad, yakni down-nya DNS server dari blog ini. Sehingga hampir seharian, mulai pagi sampai sore, blog tidak dapat diakses. Meski kalau diakses secara langsung dari IP addressnya masih dapat terbaca dengan baik, akan tetapi, karena DNS Servernya ‘wafat’, ya tetap sama saja di mata pengguna lainnya, blognya tetap saja down. Biasanya kalau ada hal seperti ini, saya tidak segan-segan memindahkan DNS (dan kalau perlu blognya sekalian), ke server backup. Meski membutuhkan waktu, saya biasanya tetap rajin (he..he..), meski harus sampai berpeluh demi teraksesnya kembali blog ini.

Hardy Heron (with Compiz)Akan tetapi, karena hari Ahad kemarin saya memang sudah punya niatan untuk instalasi Hard Heron alias Ubuntu 8.04 yang sudah terdownload pada tanggal 24 malam (s/d 25 dini hari), maka mau ndak mau, DNS server yang down sedikit saya ‘cuekin’ (lagi pula biasanya hari Ahad adalah hari trafik terendah …).

Bicara Hardy Heron adalah bicara ‘geleng-geleng kepala’, meski sebenarnya upgrade ke 8.04 ini tidak jauh berbeda dengan 7.10 (secara tampilan), tapi yang jelas, tak rasain, kecepatan akses Ubuntu kali ini relatif jauh lebih cepat ketimbang pendahulunya. Kemudian yang pasti, semua partisi NTFS, termasuk USB Hard disk eksternal dapat dibaca dan ditulisi (saya kurang tahu apa saya kurang gaul, yang jelas dulu-dulu USB hard disk eksternal saya cuma hanya bisa baca, ndak bisa tulis). Jadinya sekarang kalau mau edit-edit dokumen, terasa sangat nyaman sekali.

Compiz-nya juga masih mempesona, hanya saja saya belum sempat install AWN, sebenarnya sudah berusaha menginstallnya sih, akan tetapi tidak tahu kenapa, selalu saja ada error 403 (Forbidden) saat update aptitutude untuk install AWN dock manager.

Overall, Hardy Heron memang benar-benar ciamik. I recommend you to upgrade your old OS to Hardy Heron!

UPDATE: AWN Berhasil diinstal euy :)

Jejak Petualang atau Jejak Wisatawan?

Melihat tampilan salah satu acara televisi yang “dahulu” pernah saya sukai, yakni Jejak Petualang, rasanya ada kehilangan ruh petualang yang muncul di sana. Acara yang dahulu menyajikan bagaimana keadaan dan rupa wilayah-wilayah tanah air Indonesia nan rupawan, bagaimana kehidupan budaya para penduduknya, bagaimana tantangan-tantangan yang senantiasa harus dihadapi oleh masyarkat, kini seakan berubah dan bertransformasi menjadi acara jalan-jalan ala wisatawan.

Karena saya tidak setiap waktu bisa melihat acara televisi ini, maka tentu saja penilaian yang saya lakukan juga terbatas pada beberapa kali episode-episode yang sekian kali tayang semenjak saya pulang ke Indonesia. Nah, yang terjadi adalah, acara-acara yang ditampilkan kini lebih seperti acara liputan wisatanya sang pembawa acara, Medina Kamil, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata.

Beberapa waktu yang lalu, ada episode piknik di Bali, menikmati semacam Water Boom, terus kali lain, juga wisata di tempat lain, dan hari Jum’at kemarin wisata di Malaysia. Tidak salah sih kalau acaranya mau diisi seperti itu, lha semuanya memang terserah produser acaranya. Akan tetapi, nuansa petualang yang diharapkan sama sekali ndak ada, yang ada cuma senang-senang berwisata ke sana, sudah begitu, beberapa episode yang saya lihat, menunjukkan bahwa tempat wisata yang dituju pun tidak murah, sekali berkegiatan wisata barangkali bisa berjut-jut untuk dapat menikmatinya.

Lain sekali saat Riyani Djangkaru yang membawa acara ini sebelumnya, nuansa adventure-nya muncul, dan betul-betul bisa memunculkan nuansa rupa seluruh Indonesia yang beraneka warna. Barangkali format acara berubah setelah dulu mereka pernah terdampar di pulau Tiga, Papua selama tiga hari? Wallahu a’lam, tapi yang jelas, terus terang sekarang jadi sedikit malas nonton Jejak Petualang, karena lebih cocok jadi acara Jejak Wisatawan (setidaknya menurut opini saya).

WordPress 2.5.1; Upgrade lagi!

Barusan buka blog dashboard pagi ini, eh ternyata ada info kalau harus upgrade lagi engine WordPressnya. Sekarang jadi versi 2.5.1. Katanya sih dari wordpress, ada banyak bug, sampai 70 buah yang harus diperbaiki, selain itu untuk memperbaiki/upgrade fitur-fitur di antaranya:

  • Performance improvements for the Dashboard, Write Post, and Edit Comments pages.
  • Better performance for those who have many categories
  • Media Uploader fixes
  • An upgrade to TinyMCE 3.0.7
  • Widget Administration fixes
  • Various usability improvements
  • Layout fixes for IE

Cukup banyak juga, dan disaranin segera upgrade, biar tidak “terbongkar” rahasia kelemahan engine blognya. Untungnya sudah pake WP Automatic Upgrade, kalau ndak ya bisa nangis bombay karena harus upload lagi.

Jadi tunggu apa lagi, upgrade segera jika blog anda masih pakai engine yang lama!

Membela yang benar, "membantai" yang bayar

Bukan karena ikut ontran-ontran PKB yang jargonnya Maju Tak Gentar, Membela yang Benar. Tapi terkait dengan status baru saya yang konon katanya disematkan beberapa mahasiswa Informatika, UII, terutama yang mau maju sidang pendadaran. He..he..

Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, barangkali peristiwa itu yang menyebabkan saya disemati dengan status “dosen killer” …he…he… Ada beberapa mahasiswa yang langsung panik begitu tahu kalau saya yang jadi dosen penguji, ada yang kemudian tanya-tanya ke yang pernah saya uji pendadaran tahun-tahun yang lampau, dan tentu saja dibarengi dengan isu-isu yang aneh-aneh.

Seperti, konon katanya saya di ujian sidang pendadaran akan meminta mahasiswa melakukan sequence perintah Ctrl-A – Delete, habis itu coding lagi dari awal, padahal kejadian yang sebenarnya, saya meminta mahasiswa untuk memberikan comment di beberapa baris coding, dan kemudian dia saya minta mengganti pada bagian tersebut, tapi dianya malah menekan Ctrl-A dan nyaris mendelete kode yang dibuatnya, nah info ini ternyata berubah dratis begitu sampai meja pergosipan antar mahasiswa. Bak kuis komunikata, di mana penyampai pertama bilang A, sampai ke ujung jadi Z.

Pada prinsipnya ketika Tugas Akhir yang dikerjakan adalah pekerjaan sendiri, atau kalau semisal banyak mengambil modul yang sudah jadi di Internet, ekspektasi saya tentunya si Mahasiswa memahami apa yang dia buat atau yang dia integrasikan (dengan modul-modul yang sudah jadi), nah kalau ternyata dia malah blank, jelas kecurigaan kalau Tugas Akhirnya dibuat dengan cara membayar orang lain untuk membuatkan akan semakin tinggi, dampaknya semakin jelas, biasanya akan muncul kebohongan demi kebohongan, demi menutupi kebohongan yang lain, dan sialnya berbohongnya nggak canggih, dan jelas “terbantai“.

Lain halnya kalau tugas akhir dibuat sendiri, kemungkinan si Mahasiswa mampu menjelaskan akan lebih tinggi probabilitasnya, meski kadang faktor Gorgie beberapa kali membuat dia stunned, berdiri mematung, dan lidah menjadi kelu. Tapi biasanya trus lancar-lancar saja setelah dikasih trigger oleh penguji. Tentu saja yang seperti ini akan saya “bela” dan bantu ketika mungkin sedikit kesulitan.

Begichuu…

Cegah virus di flashdisk

Salah satu problem yang sering menghinggapi beberapa kawan berkaitan dengan masalah virus adalah virus yang bersarang di flash disk. Karena mereka tidak terlalu aware, atau mungkin sensenya kurang, sehingga terkena virus seakan-akan menjadi suatu hal yang lazim.

Saya pernah membaca sebuah artikel, bahwa ada seorang IT geek yang sudah selama 3 tahun, menjalankan komputernya (Windows XP) tanpa antivirus, tanpa anti spyware, dan lain sebagainya, dan setelah dicek, ternyata komputernya bebas virus dan spyware. Outstanding!

Permasalahan yang paling sering terjadi adalah karena kurang perhatian, dan perilaku yang tidak “sehat” ketika beraktivitas dengan dunia komputer (dan internet), akibatnya sering sekali banyak orang dapat dikibuli oleh virus, sense yang mampu merasakan bahwa sebuah ikon sebenarnya adalah virus atau bukan jarang sekali yang nongol, akibatnya, virus yang menyamar bentuk ikon-nya dengan ikon office, ikon winamp, ikon folder, dlsb, langsung disambar dengan dobel klik.

Salah satu cara yang cukup sering dipergunakan oleh virus (lokal kebanyakan) adalah dengan memanfaatkan auto run yang dimiliki oleh Windows. Dengan auto run, ketika kita menancapkan flashdisk kita di port USB PC/Laptop, langsung otomatis memunculkan pilihan menu untuk explore, atau run, atau pilihan yang lain. Terkadang virus menyamarkan bentuk ikon seakan-akan explorer padahal sebenarnya kalau diklik, dia akan mengaktivasi virus yang bersarang di flashdisk tersebut.

Karena itulah, saya tidak pernah memanfaatkan alias “membunuh” fitur Auto Run yang ada di WindowsXP saya, demi menghindarkan diri dari berjalannya virus akibat fitur Auto Run tadi. Lantas bagaimana cara mematikannya? Cukup mudah, bahkan bagi pemula, tapi bagi para pemula yang masih level pemula sekaliiiii…mohon didampingi seseoarang yang sedikit mengerti tentang WindowsXP.

  1. Buka regedit (Start – Run – ketik regedit, Enter)
  2. Pilih HKCU (HKEY_CURRENT_USER)
  3. Pilih Software
  4. Pilih Microsoft
  5. Pilih Windows
  6. Pilih CurrentVersion
  7. Pilih Policies
  8. Pilih Explorer
  9. Set NoDriveTypeAutoRun menjadi 0
  10. Retstart Windows (ini yang paling nyebelin dari Windows, harus restart setiap kali implementasi setting)

Setelah direstart, maka semua removable disk (flashdisk, disket, zip), atau CDROM tidak akan lagi menggunakan Auto Run saat dia dipasangkan di port USB atau saat CD dimasukkan ke dalam CD Drive.

Ini bukan berarti terus komputer kita aman dari virus, tapi salah satu langkah preventif mencegah virus mengaktivasi secara otomatis ketika flash disk kita terpasang. Semoga bermanfaat!

Switch to our mobile site