Sial!
Bukan saya bermaksud mengumpat .. he..he.. Tapi saya cuma mau bercerita saja, bahwa sore ini tadi setelah saya mengajar mata kuliah Etika Profesi, ada mahasiswa saya yang ketiban sial.
Sudah menjadi pengetahuan umum bagi mahasiswa yang mengambil kuliah dari saya, bahwa ada larangan untuk titip tanda tangan (bukan titip absen loh ya ..), kalau ketahuan saya cuma bilang “Resiko ditanggung penumpang”. Seperti nilai di-E-kan (kalau pas kejamnya kumat), atau seluruh presensi di-nol-kan (alias dianggap tidak masuk), atau disuruh nyapu lantai (nek iki guyon).
Nah sore ini, entah ada feeling apa gitu, saya kok merasa pingin mengecek presensi yang sudah ditandatangani oleh para mahasiswa, padahal saya hanya manggil nama saat awal perkuliahan saja, biar kenal maksudnya. Satu per satu saya panggil, untuk mengingat-ingat kembali, siapa saja sih nama mahasiswa saya.
Giliran tak lama kemudian, ternyata ada mangsa yang tertangkap basah, si fulan ini nampaknya titip tanda tangan, kalau melihat bentuk tanda tangannya, keliatannya sudah beberapa kali dia nitip, lha dua tanda tangan bentuknya sama persis, atau mungkin si peniru memang benar-benar bisa niru sama persis dalam satu tarikan nafas. Yang jelas, ada yang ketahuan titip tanda tangan, konsekuensinya presensi dia saya coret dari awal sampai akhir (masih baik hati ternyata), saya anggap dia tidak pernah masuk saja.
Ketika kejujuran menjadi panglima, bagi saya kalau memang berniat tidak masuk, tidak usah titip tanda tangan. Kalau mau bolos, ya bolos saja, tidak usah titip ke teman untuk berpura-pura masuk. Saya sudah sampaikan ke kelas, bahwa presensi tidak akan terlalu berpengaruh ke nilai, toh juga tidak ada aturan minimal 75 persen harus masuk kelas untuk bisa ikut ujian. Hanya saja, kalau rajin datang, kalau pas nilai jelek, bisa membantu mendongkrak nilai. Entah kenapa, mental berbohong masih menjadi bagian kehidupan dari sebagian mahasiswa. Kalau diberi tugas, paling senang copy-paste dari Internet tanpa tahu isi dari yang dicopy tadi.
Yah, kali ini mungkin dia memang baru bernasib sial, better luck with me next time ya mas !
Hardy Heron
Sebenarnya ada problem yang cukup mengganggu kemarin hari Ahad, yakni down-nya DNS server dari blog ini. Sehingga hampir seharian, mulai pagi sampai sore, blog tidak dapat diakses. Meski kalau diakses secara langsung dari IP addressnya masih dapat terbaca dengan baik, akan tetapi, karena DNS Servernya ‘wafat’, ya tetap sama saja di mata pengguna lainnya, blognya tetap saja down. Biasanya kalau ada hal seperti ini, saya tidak segan-segan memindahkan DNS (dan kalau perlu blognya sekalian), ke server backup. Meski membutuhkan waktu, saya biasanya tetap rajin (he..he..), meski harus sampai berpeluh demi teraksesnya kembali blog ini.
Akan tetapi, karena hari Ahad kemarin saya memang sudah punya niatan untuk instalasi Hard Heron alias Ubuntu 8.04 yang sudah terdownload pada tanggal 24 malam (s/d 25 dini hari), maka mau ndak mau, DNS server yang down sedikit saya ‘cuekin’ (lagi pula biasanya hari Ahad adalah hari trafik terendah …).
Bicara Hardy Heron adalah bicara ‘geleng-geleng kepala’, meski sebenarnya upgrade ke 8.04 ini tidak jauh berbeda dengan 7.10 (secara tampilan), tapi yang jelas, tak rasain, kecepatan akses Ubuntu kali ini relatif jauh lebih cepat ketimbang pendahulunya. Kemudian yang pasti, semua partisi NTFS, termasuk USB Hard disk eksternal dapat dibaca dan ditulisi (saya kurang tahu apa saya kurang gaul, yang jelas dulu-dulu USB hard disk eksternal saya cuma hanya bisa baca, ndak bisa tulis). Jadinya sekarang kalau mau edit-edit dokumen, terasa sangat nyaman sekali.
Compiz-nya juga masih mempesona, hanya saja saya belum sempat install AWN, sebenarnya sudah berusaha menginstallnya sih, akan tetapi tidak tahu kenapa, selalu saja ada error 403 (Forbidden) saat update aptitutude untuk install AWN dock manager.
Overall, Hardy Heron memang benar-benar ciamik. I recommend you to upgrade your old OS to Hardy Heron!
UPDATE: AWN Berhasil diinstal euy
Jejak Petualang atau Jejak Wisatawan?
Melihat tampilan salah satu acara televisi yang “dahulu” pernah saya sukai, yakni Jejak Petualang, rasanya ada kehilangan ruh petualang yang muncul di sana. Acara yang dahulu menyajikan bagaimana keadaan dan rupa wilayah-wilayah tanah air Indonesia nan rupawan, bagaimana kehidupan budaya para penduduknya, bagaimana tantangan-tantangan yang senantiasa harus dihadapi oleh masyarkat, kini seakan berubah dan bertransformasi menjadi acara jalan-jalan ala wisatawan.
Karena saya tidak setiap waktu bisa melihat acara televisi ini, maka tentu saja penilaian yang saya lakukan juga terbatas pada beberapa kali episode-episode yang sekian kali tayang semenjak saya pulang ke Indonesia. Nah, yang terjadi adalah, acara-acara yang ditampilkan kini lebih seperti acara liputan wisatanya sang pembawa acara, Medina Kamil, jalan-jalan ke tempat-tempat wisata.
Beberapa waktu yang lalu, ada episode piknik di Bali, menikmati semacam Water Boom, terus kali lain, juga wisata di tempat lain, dan hari Jum’at kemarin wisata di Malaysia. Tidak salah sih kalau acaranya mau diisi seperti itu, lha semuanya memang terserah produser acaranya. Akan tetapi, nuansa petualang yang diharapkan sama sekali ndak ada, yang ada cuma senang-senang berwisata ke sana, sudah begitu, beberapa episode yang saya lihat, menunjukkan bahwa tempat wisata yang dituju pun tidak murah, sekali berkegiatan wisata barangkali bisa berjut-jut untuk dapat menikmatinya.
Lain sekali saat Riyani Djangkaru yang membawa acara ini sebelumnya, nuansa adventure-nya muncul, dan betul-betul bisa memunculkan nuansa rupa seluruh Indonesia yang beraneka warna. Barangkali format acara berubah setelah dulu mereka pernah terdampar di pulau Tiga, Papua selama tiga hari? Wallahu a’lam, tapi yang jelas, terus terang sekarang jadi sedikit malas nonton Jejak Petualang, karena lebih cocok jadi acara Jejak Wisatawan (setidaknya menurut opini saya).
WordPress 2.5.1; Upgrade lagi!
Barusan buka blog dashboard pagi ini, eh ternyata ada info kalau harus upgrade lagi engine WordPressnya. Sekarang jadi versi 2.5.1. Katanya sih dari wordpress, ada banyak bug, sampai 70 buah yang harus diperbaiki, selain itu untuk memperbaiki/upgrade fitur-fitur di antaranya:
- Performance improvements for the Dashboard, Write Post, and Edit Comments pages.
- Better performance for those who have many categories
- Media Uploader fixes
- An upgrade to TinyMCE 3.0.7
- Widget Administration fixes
- Various usability improvements
- Layout fixes for IE
Cukup banyak juga, dan disaranin segera upgrade, biar tidak “terbongkar” rahasia kelemahan engine blognya. Untungnya sudah pake WP Automatic Upgrade, kalau ndak ya bisa nangis bombay karena harus upload lagi.
Jadi tunggu apa lagi, upgrade segera jika blog anda masih pakai engine yang lama!
Membela yang benar, "membantai" yang bayar
Bukan karena ikut ontran-ontran PKB yang jargonnya Maju Tak Gentar, Membela yang Benar. Tapi terkait dengan status baru saya yang konon katanya disematkan beberapa mahasiswa Informatika, UII, terutama yang mau maju sidang pendadaran. He..he..
Seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, barangkali peristiwa itu yang menyebabkan saya disemati dengan status “dosen killer” …he…he… Ada beberapa mahasiswa yang langsung panik begitu tahu kalau saya yang jadi dosen penguji, ada yang kemudian tanya-tanya ke yang pernah saya uji pendadaran tahun-tahun yang lampau, dan tentu saja dibarengi dengan isu-isu yang aneh-aneh.
Seperti, konon katanya saya di ujian sidang pendadaran akan meminta mahasiswa melakukan sequence perintah Ctrl-A – Delete, habis itu coding lagi dari awal, padahal kejadian yang sebenarnya, saya meminta mahasiswa untuk memberikan comment di beberapa baris coding, dan kemudian dia saya minta mengganti pada bagian tersebut, tapi dianya malah menekan Ctrl-A dan nyaris mendelete kode yang dibuatnya, nah info ini ternyata berubah dratis begitu sampai meja pergosipan antar mahasiswa. Bak kuis komunikata, di mana penyampai pertama bilang A, sampai ke ujung jadi Z.
Pada prinsipnya ketika Tugas Akhir yang dikerjakan adalah pekerjaan sendiri, atau kalau semisal banyak mengambil modul yang sudah jadi di Internet, ekspektasi saya tentunya si Mahasiswa memahami apa yang dia buat atau yang dia integrasikan (dengan modul-modul yang sudah jadi), nah kalau ternyata dia malah blank, jelas kecurigaan kalau Tugas Akhirnya dibuat dengan cara membayar orang lain untuk membuatkan akan semakin tinggi, dampaknya semakin jelas, biasanya akan muncul kebohongan demi kebohongan, demi menutupi kebohongan yang lain, dan sialnya berbohongnya nggak canggih, dan jelas “terbantai“.
Lain halnya kalau tugas akhir dibuat sendiri, kemungkinan si Mahasiswa mampu menjelaskan akan lebih tinggi probabilitasnya, meski kadang faktor Gorgie beberapa kali membuat dia stunned, berdiri mematung, dan lidah menjadi kelu. Tapi biasanya trus lancar-lancar saja setelah dikasih trigger oleh penguji. Tentu saja yang seperti ini akan saya “bela” dan bantu ketika mungkin sedikit kesulitan.
Begichuu…
Cegah virus di flashdisk
Salah satu problem yang sering menghinggapi beberapa kawan berkaitan dengan masalah virus adalah virus yang bersarang di flash disk. Karena mereka tidak terlalu aware, atau mungkin sensenya kurang, sehingga terkena virus seakan-akan menjadi suatu hal yang lazim.
Saya pernah membaca sebuah artikel, bahwa ada seorang IT geek yang sudah selama 3 tahun, menjalankan komputernya (Windows XP) tanpa antivirus, tanpa anti spyware, dan lain sebagainya, dan setelah dicek, ternyata komputernya bebas virus dan spyware. Outstanding!
Permasalahan yang paling sering terjadi adalah karena kurang perhatian, dan perilaku yang tidak “sehat” ketika beraktivitas dengan dunia komputer (dan internet), akibatnya sering sekali banyak orang dapat dikibuli oleh virus, sense yang mampu merasakan bahwa sebuah ikon sebenarnya adalah virus atau bukan jarang sekali yang nongol, akibatnya, virus yang menyamar bentuk ikon-nya dengan ikon office, ikon winamp, ikon folder, dlsb, langsung disambar dengan dobel klik.
Salah satu cara yang cukup sering dipergunakan oleh virus (lokal kebanyakan) adalah dengan memanfaatkan auto run yang dimiliki oleh Windows. Dengan auto run, ketika kita menancapkan flashdisk kita di port USB PC/Laptop, langsung otomatis memunculkan pilihan menu untuk explore, atau run, atau pilihan yang lain. Terkadang virus menyamarkan bentuk ikon seakan-akan explorer padahal sebenarnya kalau diklik, dia akan mengaktivasi virus yang bersarang di flashdisk tersebut.
Karena itulah, saya tidak pernah memanfaatkan alias “membunuh” fitur Auto Run yang ada di WindowsXP saya, demi menghindarkan diri dari berjalannya virus akibat fitur Auto Run tadi. Lantas bagaimana cara mematikannya? Cukup mudah, bahkan bagi pemula, tapi bagi para pemula yang masih level pemula sekaliiiii…mohon didampingi seseoarang yang sedikit mengerti tentang WindowsXP.
- Buka regedit (Start – Run – ketik regedit, Enter)
- Pilih HKCU (HKEY_CURRENT_USER)
- Pilih Software
- Pilih Microsoft
- Pilih Windows
- Pilih CurrentVersion
- Pilih Policies
- Pilih Explorer
- Set NoDriveTypeAutoRun menjadi 0
- Retstart Windows (ini yang paling nyebelin dari Windows, harus restart setiap kali implementasi setting)
Setelah direstart, maka semua removable disk (flashdisk, disket, zip), atau CDROM tidak akan lagi menggunakan Auto Run saat dia dipasangkan di port USB atau saat CD dimasukkan ke dalam CD Drive.
Ini bukan berarti terus komputer kita aman dari virus, tapi salah satu langkah preventif mencegah virus mengaktivasi secara otomatis ketika flash disk kita terpasang. Semoga bermanfaat!
Merapatkan shaf dengan kasih sayang
Perkara meluruskan dan merapatkan shaf dalam sholat adalah salah satu perkara penting, karena ia merupakan bagian dari kesempurnaan shalat berjama’ah. Untuk yang satu ini saya kadang merindukan suasana masjid di Singapura yang rata-rata sudah otomatis merapatkan shaf, sangat berbeda jauh dengan kebanyakan masjid di Indonesia yang sangat susah untuk urusan merapatkan shaf. Jarak antar orang lebih dari 20 cm bahkan, adalah suatu hal yang sangat lazim, satu orang pakai satu sajadah, ukuran lebar lagi, juga merupakan pemandangan umum.
Meski demikian, di beberapa masjid di Yogyakarta ini, terutama di masjid-masjid yang berada di sekitar kampus biasanya suasananya sudah sedikit berbeda. Merapatkan shaf sudah merupakan hal yang lazim. Sangat jarang biasanya yang shafnya tidak rapat dan lebar-lebar seperti masjid-masjid yang lain. Akan tetapi, ternyata kadang belum jaminan, shafnya rapat, tapi esensi yang diharapkan dari rapatnya shaf, yakni persatuan, muncul.
Alih alih merasakan khusyu’nya shalat dengan shaf yang rapat, yang ada malah rasa jengkel seperti yang pernah kejadian dengan salah seorang kawan saya. Merapatkan shaf memang baik, tapi kalau merapatkan shaf dengan harus menginjak kaki tetangga sebelahnya, sungguh perbuatan tersebut telah menyakiti orang lain. Merapatkan shaf cukup yang wajar saja, tanpa harus memaksakan diri dengan menginjak kaki orang lain, hanya sekedar meyakinkan bahwa shafnya telah rapat. Saya sendiri kadang juga merasa terganggu dengan rekan-rekan yang memaksakan diri ketika merapatkan shaf dengan harus menginjak kaki saya.
Sungguh indah, jika saat shalat berjamaah, shafnya rapat, dan hati-hati saling terkait, karena cara merapatkan shafnya ahsan, tidak menyakiti tetangganya, dan nilai persatuan yang diharapkan dengan adanya shalat berjama’ah ini dapat muncul.
Indosat mata-mata Israel? Aya-aya wae
Dikutip dari wikipedia Indonesia … he..he.. di situ ditulis Indosat adalah perusahaan penyelenggara jalur telekomunikasi mata-mata Intelijen Israel di Indonesia. Ada-ada saja. Ya walaupun saya juga tidak suka Indosat dikuasai asing, tapi artikel di Wikipedia itu nuansanya sangat tendensius, apa moderator Wikipedia Indonesia tidak perhatian? Atau tidak ada yang melaporkan?
Kalau dari catatan penyuntingan, perubahan itu sudah dilakukan cukup lama, yakni tanggal 23 Maret 2008, artinya sudah hampir satu bulan ada perubahan tentang konten terkait Indosat yang disangkutpautkan dengan intelijen Israel.
RALAT: saya salah lihat, yang benar revisinya tanggal 15 April, berarti baru dua hari yang lalu.

Number Portability
Masih bermimpi kalau untuk Indonesia, kalau di negara Eropa dan Amerika sudah lama, Singapura sekitar Juni mendatang sudah mengimplementasikan sistem ini. Mekanisme yang memungkinkan kita untuk tetap mempertahankan nomer ketika berganti operator. Kalau di Indonesia? wah urusan bisa panjang nampaknya, setiap operator tentu tidak ingin terlihat bobroknya di depan pelanggan. Karena semakin banyak yang meninggalkan dia, berarti memang semakin buruk kualitas di lapangan.
Saya sendiri merasakan sebagai “korban” perang antar tarif, karena merasa “iri”, kenapa pelanggan loyal yang lama, apalagi seperti saya yang menggunakan kartu pasca bayar, sama sekali nggak dapat bonus apa-apa, padahal harus kena abonemen setiap bulan.
Mau switch ke prabayar jelas impossible, karena harus memberitahu sekian banyak relasi dan kolega. Penurunan tarif yang telah ditentukan mungkin baik, tapi dengan number portability, rasanya akan semakin menjadikan dunia telekomunikasi kita tidak dibodohi ala monyet dan kambing.
Kapan ya? ![]()
Hiatus? Gunakan Timestamp

Salah satu kendala terbesar dalam ngeblog adalah kondisi Hiatus. Yakni kondisi terhentinya posting post baru di blog kita. Saya tentu saja sangat sering mengalami kondisi ini. Cita-cita sih selalu ada yang baru setiap hari di blog ini. Sehingga harapannya tidak mengecewakan yang sudah datang ke blog ini untuk melihat sesuatu yang baru, eh ternyata isinya masih sama terus. Bahkan pernah saya hiatus menulis blog selama satu bulan.
Saya sendiri tidak pernah sadar, meski sebenarnya sudah mengetahui salah satu fungsi yang dimiliki oleh WordPress, yakni timestamp. Jika anda menggunakan WordPress, bisa dilihat di menu sebelah kanan dari write post, yang memungkinkan kita mengatur “tanggal terbit” dari posting kita.
Akan sangat bermanfaat, seperti saat kita sedang pergi liburan, seperti saya pada pekan kemarin, pergi dari hari Kamis pulang baru hari Sabtu malam, Ahadnya tepar dan harus jagong manten, akibatnya bisa ditebak, tidak ada sesuatu yang baru di blog ini. Atau terkadang saya dalam satu hari ingin menulis lebih dari satu, cuma saya merasa eman-eman. Setting blog ini akan membuat posting terbaru dalam kondisi utuh dan posting yang lama akan dibuat dalam bentuk summary (excerpt). Khawatirnya kalau update lebih dari satu dalam sehari, membuat posting yang baru berumur sekian jam (atau malah mungkin sekian menit), jadi di posisi summary, sehingga mungkin kurang menarik perhatian yang membaca.
Ya, saya baru sadar setelah tadi lihat-lihat kembali, adanya fungsi timestamp yang memungkinkan kita memberikan tanggal posting kita sekian menit, sekian jam, sekian hari, sekian minggu ke depan. Jadi meski pada hari yang bersangkutan kita tidak posting, tapi masih terkejar lah targetnya untuk posting baru setiap harinya.
Insya Allah, setelah ini kalau pas lagi ada ide banyak, mending diposting sekalian, tapi timestampnya diset besok, atau keesokan harinya lagi, atau lusanya lagi, yang penting ada posting baru. Semoga bermanfaat!















