Wartawan, muka dari mana?

“Mas, mas, aku difoto mas …”
“Kowe mau wis difoto rung karo mase mau?” (Kamu tadi sudah difoto belum sama masnya tadi)
“Koran-koran…eh mas-e wartawan yo”

Hanya karena modal bawa kamera DSLR Nikon, trus waktu jalan ke pasar gedhe Klaten tadi pagi nganter ibu mertua, dikira sama orang-orang sebagai wartawan.

DSC_6018 Saya memang sedang berusaha hunting orang-orang yang berjualan di pasar. Mau pergi ke pasar Bringharjo kok nggak pernah kesampaian. Tapi sedikit susah memang, karena kalau orang-orang pasar ngliat ada yang mau memfoto mereka, langsung deh pada pasang aksi.

Padahal saya maunya kan cari momen, yang original, menggambarkan transaksi jual beli di pasar tradisional, menggambarkan situasi yang sebenarnya dari mbok-mbok bakul pasar, kemudian para kuli panggul, tawar-menawar, dan lain sebagainya. Masih harus belajar tekniknya, agar bisa lebih alami lagi. Pake model candid, sayang lensa belum terlalu mendukung, maksimal baru di 300mm, dan belum VR.

  1. grandika says:

    bagus juga fotonya

    http://aoofle.com/forum
    tempat sharing dan diskusi semua hal yang berhubungan dengan spiritual, magic, love, pelet, herbal dan internet

  2. galih says:

    waah… 300mm masih kurang? saya malah cuma 200mm mas… 😀

  3. BolaNaga says:

    Kalo arep jepret yaa kamerane kudu di sembunyiin… biar gak pada pasang aksiii 😉

    BolaNaga
    http://www.crypton97.us

  4. alhakim says:

    Ya begitulah orang Indo kalau ada kamera pasti selalu pasang aksi. Padahal foto yang natural lebih bagus dari pada pake gaya-gaya an 😀

  5. Cah Jogja says:

    Semoga kelak bnr2 bsa jadi wartawan mas…Amii..iin. Salam kenal dari jogja, kapan ke Beringharjo nya?? Ditunggu kunjungan baliknya yaa??…

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site