Investasi

DSC_5882-sized Ya, investasi kini menjadi satu pemikiran tersendiri bagi saya. Setelah hanya menjadi pembaca pasif di milis kampung-ugm mengenai bab investasi, lama kelamaan saya juga menjadi tertarik, meski belum 100 persen tertarik, maklum namanya saja orang awam terhadap segala jenis investasi.

Dulu pernah investasi di tempat kawan, tapi ternyata hingga hari ini belum pernah sekalipun saya mendapatkan hasil nyata dari investasi yang saya lakukan. Boro-boro bagi hasil, uang investasinya pun katanya telah diinvestasikan lagi. Memang tidak banyak jumlah uangnya, namun telah cukup untuk membuat saya sedikit “trauma” ketika berbicara investasi.

Saya memang belum banyak membaca entah itu di buku, atau di internet, atau sumber-sumber yang lain mengenai investasi ini, tapi melihat begitu semangat dan hangatnya pembicaraan di milis mengenai investasi, lama kelamaan saya juga jadi tertarik.

Hanya saja saya memang belum bisa memilih produk investasi apa yang paling tepat untuk dipilih, apalagi di jaman serba fluktuatif seperti sekarang ini. Kemudian yang kedua, tentu saja saya akan memilih produk investasi yang “halal”, ya minimal saya mencoba meminimalisir unsur yang tidak dibenarkan seperti riba/bunga dan kawan-kawannya dalam investasi yang hendak dijalankan. Saya pun pernah mendengar tentang obligasi syariah, reksadana syariah, tapi karena dari dulu tidak terlalu berminat, ya tidak pernah saya baca.

Nah kebetulan tadi malam saya diberikan kado dari adik-adik kelas saya di SMA 1 Jogja (sekarang sih semuanya juga dah pada lulus kuliah) yang dibawakan sama Rafi, buku “The Intelligent Investor” karya Benjamin Graham, katanya sih buat kado ulang tahun saya ..he..he.. Terima kasih sekali, lha kok ya pas dengan minat saya sekarang untuk belajar tentang investasi. Jadi agenda selanjutnya, baca-baca buku yang satu ini, semoga saya “kuat” membacanya, lha tebalnya sendiri mencapai hampir 750 halaman.

  1. kokolato says:

    sebelumnya..selamat ulang tahun dulu kali ya..wish all the best for u bro..boleh tuh bukunya..belum punya euy..he..he
    jadi tertarik bicara ttg investasi..
    ngutip kalimat dari sumber yang sudah lupa 😀
    “perbedaan orang kaya dan orang miskin adalah orang kaya meng-investasikan dulu kekayaannya baru membelanjakan sisa nya,sedang orang miskin membelanjakkan dulu kekayaannya baru meng-investasikan sisanya”
    makanya, orang kaya makin kaya dan orang miskin makin miskin…
    Investasi adalah soal Financial Management, bagaimana cara mengelola kekayaan, dan bahkan beberapa tahun belakangan sudah menjamur apa yang disebut sebagai Wealth management, karena memang kekayaan perlu di manage…
    wah bisa panjang kalo diskusi ttg ini, kebetulan bidang ini yang sedang aku coba untuk dalami..he..he..
    Pd dasarnya, salah satu kunci investasi adalah diversifikasi investasi itu sendiri,orang barat bilang dont put your eggs in one basket..banyak pilihan produk investasi..ada reksadana,saham,deposito,tabungan,asuransi,atau yang baru dijual pemerintah yakni ORI (obligasi ritel indonesia)…dan semuanya ada versi syariahnya kecuali saham dan ORI..he..he…kalo masih belum yakin dengan kualitas kehalalannya, mungkin bisa milih ber investasi di logam mulia or property..
    pemilihan produk investasi itu sendiri juga tergantung tipe investor apakah kita, risk taker,risk averter, or yang laen..dan juga berapa pertumbuhan investasi yang kita inginkan tiap tahunnya..
    misal jika uang kita sekarang 50 juta dan ingin berubah menjadi 200 juta lima tahun mendatang,tentu saja deposito,tabungan, ataupun ori, bukan pilihan investasi yang tepat..Reksadana saham ataupun saham itu sendiri yang mungkin bisa jadi pilihan…
    Panjang dech..kalo diskusi tentang investasi..he..he..

    More Consultation..just send me an email ok!!
    I’ll Give it for free..since it’s your birthday,otherwise i’ll charge hourly..he..he

    best regards,
    Kokolato
    wealth Manager 😀

  2. olangbiaca says:

    Aslkm….mas andri, salam kenal

    mo nanya neh; gimana jadi kontributor di Komunitas bLOGGER Muslim ? sy udah registrasi.

    oiya tentang investasi, amalan dan dakwah yg kita lakukan adalah investasi terbaik. termasuk juga anak sholeh.

  3. Bondan says:

    Weleh-weleh, selamat membaca aja, Ndro, itu buku berat bgt lho (bukan krn tebal lho ya, kekekeke).

    Aku pernah MENCOBA MEMBACA versi bhs Inggrisnya, ra dhong-dhong. Akhirnya cmn takbaca comentary2 per chapter aja oleh Jason Zweig, bahasanya lbh mudah dipahami dan lbh sesuai kondisi skrg.

    Mulailah sekarang dan mulailah dari diri sendiri.

    Err, wait a minute, wrong slogan…

  4. prinsip dasar investasi : high risk high return.

  5. Ardiansyah says:

    Mas, sebelum investasi atur dan kelola dulu dg benar keuangan keluarga/pribadi kita. Karena apa pun pekerjaan, bisnis, dan investasi kita. Toh akhirnya yang akan menikmati adalah kita dan keluarga bukan? Bukannya bisnis dan pekerjaan kita. Alhamdulilah saya dan rekan sudah menghasilkan produk MyFamily Accounting untuk dapat me-manage keuangan keluarga dengan profesional. Please check it out at http://www.metasoft.co.id and http://forum.metasoft.co.id.

  6. Sukma says:

    Mas andri investasi di indeks aja. Beda indeks dengan saham. bisa hibungi email saya. Indeks bisa minimalkan resiko rugi. keuntungan san modal dapat dicairkan saat kita perlukan, tapi tergantung jam kerja bank. Di indeks (di perusahaan saya) investor harus paham dulu cara bertransaksi dan diberikan simulasi dengan uang perusahaan sebelum investor melakukan transaksi dengan modalnya sendiri.
    kita di sini pakai sistem kepercayaan. Tapi ingat di indeks kita jangan rakus. Rakus, jangan lupa nanti kita rugi. Keuntungan setiap bertransaksi minimal $10.

  7. Sukma says:

    Hubungi email saya sukmavia@yahoo.co.id

  8. dfgs says:

    Terkadang sedih melihat begitu banyak orang yang setiap kali terjebak “investasi” (dalam tanda kutip) yang nggak bener karena belum mengerti investasi yang benar itu seperti apa. Investasi itu, menurut Benjamin Graham (gurunya Warren Buffet), adalah

    “an operation which, upon thorough analysis, promises safety of principal and an adequate return. Operations not meeting these requirements are speculative”.

    Dalam bahasa Indonesianya kira kira :

    “sebuah operasi, dimana melalui analisa yang mendalam, menjanjikan keamanan modal pokok dan tingkat keuntungan yang pantas/layak. Operasi yang tidak memenuhi persyaratan ini adalah spekulatif”

    ——-

    Dalam definisi di atas ada 3 elemen yang penting buat sebuah investasi:

    Kita harus melakukan analisa yang mendalam

    Apa nih artinya? Artinya kita mesti pelajarin data data tentang investasi kita. Tidak cuma dengerin kata orang doang. Pelajari apakah model investasi itu benar feasible.

    Misalnya ada yg nawarin invest warnet, coba tanya teman teman yg punya warnet. Kalau nggak ada, luangin waktu liat gimana operasi warnet pada umumnya. Cari insider info dari karyawan warnet kalau perlu, tanya mereka per hari ada berapa jam, tapi minta data beneran jgn cuma omong “rame terus pak”. Hitung estimasi pendapatan, hitung estimasi biaya (listrik mahal sekarang!), hitung biaya sewa, karyawan, penyusutan komputer dan lain lain.

    Repot? Tidak serepot kalau modal investasi kita hilang dan mesti ngumpulin modal lagi.

    Kita harus berusaha sebisa mungkin menjaga keamanan modal pokok kita

    Modal pokok kita adalah ibaratnya pohon di taman kita. Kalau cuma buah dicuri, tahun depan bisa berbuah lagi. Kalau misalnya dahan dipatahin orang, biarpun mengganggu, selama pohon masih hidup, masih bisa kita nikmatin buahnya tahun depan. Tapi kalau sampai pohon ini roboh?

    Harus diingat, SEMUA investasi itu ada resikonya. Bahkan anda beli Surat Utang Negara ataupun US Treasury Bonds pun masih ada resikonya, cuma resikonya sangat kecil saja.Jadi kalau ketemu orang nawarin investasi yang bilang NO RISK, langsung tinggalin saja, karena itu udah misleading, atau lebih parah lagi sedang mencoba buat scam kita.

  9. klo mo investasi kenali resiko Anda mas. Namun sebaiknya mas punya dana darurat dulu , paling tidak 3 sd 6 x pengeluaran bulanan. Baru deh melangkah ke investasi. Selamat berinvestasi.

  10. if there are 3 people for example that have the same rank, it is chosen by time in grade. Say for instance, one desires to choose the soldier with the lowest time in grade, just because they feel that soldier will do a better job – is this against an regulation? Does it say somewhere, you must go by time in grade unless…..etc. Thanks in advance.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site