Umar bin Khattab vs ?????

Cerita ini diambil dari website ini

Malam itu pun, bersama Aslam, Khalifah Umar berada di suatu kampung terpencil. Kampung itu berada di tengah-tengah gurun yang sepi. Saat itu Khalifah terperanjat. Dari sebuah kemah yang sudah rombeng, terdengar seorang gadis kecil sedang menangis berkepanjangan. Umar bin khattab dan Aslam bergegas mendekati kemah itu, siapa tahu penghuninya membutuhkan pertolongan mendesak.

Setelah dekat, Umar melihat seorang perempuan tua tengah menjerangkan panci di atas tungku api. Asap mengepul-ngepul dari panci itu, sementara si ibu terus saja mengaduk-aduk isi panci dengan sebuah sendok kayu yang panjang.

“Assalamu’alaikum,” Umar memberi salam.

Mendengar salam Umar, ibu itu mendongakan kepala seraya menjawab salam Umar. Tapi setelah itu, ia kembali pada pekerjaannya mengaduk-aduk isi panci.

“Siapakah gerangan yang menangis di dalam itu?” tanya Umar.

Dengan sedikit tak peduli, ibu itu menjawab, “Anakku….”

“Apakah ia sakit?”

“Tidak,” jawab si ibu lagi. “Ia kelaparan.”

Umar dan Aslam tertegun. Mereka masih tetap duduk di depan kemah sampai lebih dari satu jam. Gadis kecil itu masih terus menangis. Sedangkan ibunya terus mengaduk-aduk isi pancinya.

Umar tidak habis pikir, apa yang sedang dimasak oleh ibu tua itu? Sudah begitu lama tapi belum juga matang. Karena tak tahan, akhirnya Umar berkata, “Apa yang sedang kau masak, hai Ibu? Kenapa tidak matang-matang juga masakanmu itu?”

Ibu itu menoleh dan menjawab, “Hmmm, kau lihatlah sendiri!”

Umar dan Aslam segera menjenguk ke dalam panci tersebut. Alangkah kagetnya ketika mereka melihat apa yang ada di dalam panci tersebut. Sambil masih terbelalak tak percaya, Umar berteriak, “Apakah kau memasak batu?”

Perempuan itu menjawab dengan menganggukkan kepala.

“Buat apa?”

Dengan suara lirih, perempuan itu kembali bersuara menjawab pertanyaan Umar, “Aku memasak batu-btu ini untuk menghibur anakku. Inilah kejahatan Khalifah Umar bin Khattab. Ia tidak mau melihat ke bawah, apakah kebutuhan rakyatnya sudah terpenuhi belum. Lihatlah aku. Aku seorang janda. Sejak dari pagi tadi, aku dan anakku belum makan apa-apa. Jadi anakku pun kusuruh berpuasa, dengan harapan ketika waktu berbuka kami mendapat rejeki. Namun ternyata tidak. Sesudah magrib tiba, makanan belum ada juga. Anakku terpaksa tidur dengan perut yang kosong. Aku mengumpulkanbatu-batu kecil, memasukkannya ke dalam panci dan kuisi air. Lalu batu- batu itu kumasak untuk membohongi anakku, dengan harapan ia akan tertidur lelap sampai pagi. Ternyata tidak. Mungkin karena lapar, sebentar-sebentar ia bangun dan menangis minta makan.”

Ibu itu diam sejenak. Kemudian ia melanjutkan, “Namun apa dayaku? Sungguh Umar bin Khattab tidak pantas jadi pemimpin. Ia tidak mampu menjamin kebutuhan rakyatnya.”

Mendengar penuturan si Ibu seperti itu, Aslam akan menegur perempuan itu. Namun Umar sempat mencegah. Dengan air mata berlinang ia bangkit dan mengajak Aslam cepat-cepat pulang ke Madinah. Tanpa istirahat lagi, Umar segera memikul gandum di punggungnya, untuk diberikan kepada janda tua yang sengsara itu.

Karena Umar bin Khattab terlihat keletihan, Aslam berkata, “Wahai Amirul Mukminin, biarlah aku saya yang memikul karung itu….”

Dengan wajah merah padam, Umar menjawab sebat, “Aslam, jangan jerumuskan aku ke dalam neraka. Engkau akan menggantikan aku memikul beban ini, apakah kau kira engkau akan mau memikul beban di pundakku ini di hari pembalasan kelak?”

Aslam tertunduk. Ia masih berdiri mematung, ketika tersuruk-suruk Khalifah Umar bin Khattab berjuang memikul karung gandum itu. Angin berhembus. Membelai tanah Arab yang dilanda paceklik.

Saya tidak bisa membayangkan, kisah seorang ibu yang hamil di Makassar, dan kemudian kelaparan sampai dengan tiga hari, sampai pada akhirnya meninggal bersama anak yang dikandungnya dan anaknya yang lain yang masih kecil.

Sedemikian “paceklik” kah Indonesia akan makanan? Hingga saudara-saudara dekat kita sampai tidak mendapat makanan? Atau jangan-jangan kita lah yang “paceklik” kepedulian terhadap sesama? Atau mungkin penguasa yang tidak peduli terhadap rakyatnya, malah sibuk dengan bisnisnya (bukankah penguasa di Indonesia tak ubahnya bak atau malah beneran pengusaha?) ?

  1. Ngeri, ironis…’kita’ juga ternyata sering ya merasa tidak peduli dengan tetangga sekitar :(

  2. hanafi says:

    iya ironis, padahal pak presiden lulusan s2 pertanian (CMIIW) hasilnya Indonesia di masukkan kedalam negara yang krisis pangan, bayangkan kalo presiden kita lulusan fakultas ekonomi, bisa2 dijual semua aset negara dan menjadi budak kapitalisme.

  3. nn says:

    alangkah damainya indonesia
    klo pemimpin kayak umar
    allahuakbar

  4. fache says:

    apakah ini merupakan tanda-tanda awal mula kemunculan kiamat…

  5. D.Perwata says:

    mudah- mudahan Indonesia kita dipertemukan dengan pemimpin seperti kepemimpinannya Umar bin Khattab r.a disetiap tempat… di manapun adanya… Amin Ya Rabb.

  6. aizzz says:

    seharzx pmimpin Qt mmbca ksh Umar bin Khattab to Umar bin Abdul Aziz agar mrka sdar…
    saat ini bxk rakyatx yg k susahan key?!!!!!

  7. nunu says:

    baca, resapi, ambil ilmunya dan coba praktekan

  8. Panji TNT says:

    Umar……
    enggane ktemu

  9. favian muhammad says:

    andai saja para pemimpin2 di negara kita seperti Umar bin Khattab………!!!!

  10. giyek khan says:

    yaa………….. Allah jadikan pemimpin indonesia besok ini pemimpin yang kayak kholifah
    umar bin khattab. lebih- lebih lagi kayak junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW.
    yang selalu ingat akan umatnya besok………………..///////////

  11. Fahri says:

    Marilah qt berdoa utk mghrapkan semoga suatu saat kelak akn ada pemimpin sprti Umar…
    Amien…

  12. achmad says:

    subhanalloh…UMAR SUNGGUH LUAR BIASA…andai saja kita memiliki pemimpin spt beliau…makmurlah dunia..ALLOHU AKBAR @!!

  13. waly says:

    sungguh seorang pemimpin yang sangat bijaksana umar bin khatab tanpa mempedulikan jabatan Dia di masa itu Dia sampe rela memikul gandum untuk diberikan kepada janda miskin tersebut. cerita ini sebenarnya harus di contoh oleh pemimpin-pemimpin di dunia khususnya di Indonesia.

  14. mubarak says:

    akankah ada lagi pemimpin yang begitu mulia seperti ini(UMAR BIN KHATTAB) di Indonesia atau di negeri2 Muslim bahkan di dunia sekalipun???
    kita doakan saja.

  15. angga says:

    semoga kita dapat belajar…dari kisah ini

  16. satya says:

    sedihnya hati ini…. terkutuklah para pemimpin negeri ini yg hanya peduli akan perut dan dirinya sendiri…

  17. basirun says:

    Dengan Momentum akan Pencontrengan tanggal 8 Juli besuk Maka contrenglah pilihan yang anda mau dan mempunyai karakter seperti Umar Bin Khatthab . So Kepada Para Calon Pemimpin Bangsa yang kaya Raya ini ” Subhanallah ” Anda harus Ingat Bahwa Kehidupan tidak haya ada didunia melainkan ada hari pembalasan yang tidak akan pernah luput oleh siapapun orangnya 1111111111111111111

  18. Hanya bs menangis dan menunggu serta merenungi!!!

    dan kemudian bertanya “apakah sy bs seperti ituw?”

  19. khodijah hanun says:

    Subhanallah Khalifah Umar yg sangat bertanggung jawab akan amanah yang emban. Mudah-mudahan Indonesia memiliki pemimpin yang bertanggung jawab akan amanahnya. Amin..

  20. tika says:

    tidakah aku ingat hari pembalasan, dan ingat kewajiban yg jg hrs ku pertanggungjwbkan di hadapanNya nti…?

  21. don verliano says:

    saya punya teman namanya Umar tapi kok senangnya mabok ama judi ya ????????????

  22. Begog Purnomo Sidik says:

    Umar ??????????????, apakah Umar yang diatas sama dengan Umar Maya adipati Liyang Liyung ?

  23. pri yanto says:

    Ilove you umar….engkau teladan kepimpinan…

  24. abu nazifa says:

    semoga Allah membalas setiap jengkal napas yang terlepas dari raga karena pemimpin yang dzalim,apakah anda pemimpin?atau hanya budak dunia?wawllohu’alam

  25. FurQan says:

    setelah membaca dan merenungi kisah beliau, mungkin sebaiknya kita harus dimulai dari dalam diri sendiri….menjadi diri yang lebih baik lagi

  26. okin_awa says:

    semoga kita bisa meneladani kepemimpinan beliau,…
    salam kenal yaaaaa….oia, sekalian mnta ijin copi paste buat isi blog q…
    thx

  27. Eyang_Centil says:

    Setiap manusia adlh p’mimpin, setidaknya p’mimpin atas diri sndr. Dr kisah ini qta bljr bagaimana p’mimpin hrs b’tanggung jwb atas ap yg d pimpinnya.

  28. Anonymous says:

    Setiap manusia adlh p’mimpin, setidaknya p’mimpin atas diri sndr. Dr kisah ini qta bljr bagaimana p’mimpin hrs b’tanggung jwb atas ap yg d pimpinnya. Klo qta semua bs m’nyadarinya mka pastilah hidup akan jauh lbh damai & indah.

  29. Kusmayudha says:

    Ya itu contoh seorang yang takut kepada Allah SWT….Semua mahluk termasuk Iblis laknatullah alaih pun takut kepada Umar Ibn Khatab dia seorang Pencetus (Bapaknya) Perserikatan Bangsa-Bangsa ( PBB/UNO )

    Lihat pemimpin kita sekarang Keluar rumah saja menuju Istana dijalan Tol Rakyat satu keluarga harus kehilangan nyawa …..bagaimana nanti di Yaumil Mahsyar hari penhisaban…?

  30. kharmank says:

    emang rakyat indonesia seperti ayam mati diatas padi.penguasa hanya memperhatikan kepentingannya,bukan rakyatnya demi kelangsungan tahtanya.inilah dampak dari sistem demokrasi yang dijunjung tinggi oleh kaum sekuler.untuk itu mari kita rapat kan barisan membuat indonesia lebih baik dengan cara mengubah pemerintahan kita……….ok me bro ??????

  31. agrobuah says:

    Aku bigung mau naruh di mana uneg -uneg ii utuk mas adri.
    asal taruh aja semoga tidak marah Mas Adri

    USUL….
    Aku baca sebagian untaian

    2. Berilah Lebih
    Ya, berilah lebih. Tentu tidak berarti harus berupa uang. Memberi lebih bisa berupa memberikan konten blog yang benar-benar bermanfaat. Sesuatu yang tidak bisa ditemukan di blog yang lain. Memberi lebih juga bisa berupa memiliki desain blog yang bagus dengan navigasi yang memudahkan dan link-link yang dibutuhkan pengunjung blog Anda. Memberi lebih bisa pula dengan sekedar mengubah kode no-follow blog Anda menjadi do-follow. Berilah “love link” kepada pengunjung blog Anda. Dan jika mungkin, berikanlah insentif gratis (misalnya berupa e-book) kepada pengunjung blog Anda.
    kata2 di atas ku ambil dari
    http://www.blogguebo.com/2008/03/traffic-juga-manusia-5-tips-memikat_12.html

    semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site