Sang Penyelamat Blog

Jujur saja, saya kemarin sempat stress, arrrggghhh … Blog yang sudah dibangun dengan susah payah, nyaris saja hilang dari peredaran. Kekhawatiran yang sempat menyeruak, ketika ternyata, database dari sistem mengalami error. Dan errornya nggak main-main, databasenya semaput, nggak ada lagi data-datanya.

Asal muasalnya sih gara-gara iseng, mainin server yang menampung blog ini, ubah setting sana-sini, maksudnya sih biar servernya lebih advanced lagi, tak dinyana, tak disangka, ketika saya mengupdate sistem panel (LXadmin) yang menggawangi si server, ternyata terjadi error. Habis itu, setiap kali si server di restart, memorinya selalu habis terpakai, yang entah oleh apa. Saya coba telusuri kembali, tetep gagal dan tidak membuahkan hasil. Karena selalu out of memory, saya jadi nggak bisa ngapa-ngapain, sekedar ganti direktori di consolenya linux tetap saja gagal.

Panik?? Biasanya sih tidak, karena saya merasa aman dengan backup database yang saya miliki, insya Allah untuk masalah ini rajin sih. Akan tetapi, cobaan tidak berhenti sampai di sini, backup database yang diharapkan menjadi sang juru selamat, ternyata gagal merestore data-data yang saya miliki. Awwwww …. ternyata si backup database ini juga sudah mulai membackup data-data yang invalid nampaknya. Ketika saya ujicoba di localhost alias di komputer saya sediri, saya install wordpress dan pakai database hasil backup tadi, yang ada setiap kali blog dipanggil, layar menjadi blank, putih .. tih, tidak ada tulisan barang sedikit pun yang muncul.

Hu…hu…. tulisan yang susah payah dibuat pun (paling tidak tulisan di bulan februari) teracam hilang. Sebenarnya tidak terlalu sedih juga, yang sedih adalah, hasil interaksi selama ini (yakni komentar dari kawan-kawan pembaca blog ini) jadi hilang. Ini yang paling membuat kesel. Bisa direstore? bisa sih, tapi harus ambil kembali dari email saya yang dikirimi notifikasi setiap kali ada yang kasih komentar. Masak memasukkan manual? Padahal lumayan banyak je.

Nah pada akhirnya, saya hanya bisa merestore tulisan yang sudah dibackup sekitar sampai degan awal februari, selepasnya saya tidak bisa merestore. Akan tetapi ternyata setelah pikiran jernih dan tenang, saya rasakan ada banyak jalan menuju Roma. Masih ada cara lain menyelamatkan tulisan yang sempat hilang. Yakni

  1. Windows Live Writer, hampir setiap posting blog yang saya buat selalu menggunakan software ini. Nah, secara default biasanya otomatis jari tangan saya bergerak menekan Ctrl-S, telusuri satu per satu, Alhamdulillah dapet juga. Hanya saja, tetap tidak semua tulisan itu dapat direstore, karena selain menggunakan Live Writer, saya kadang juga pakai AddOn ScribeFire untuk nulis blog, nah yang ini tentu nggak bisa merestore
  2. Untungnya, ada teman baik blog ini, yakni Aggregator. Saya teringat kalau blog ini juga diaggregasi oleh beberapa blog aggregator, salah satunya adalah kampung-ugm. Eng..ing..eng… Tulisan saya masih tersimpan rapi di sana, uhuy. Terima kasih buat bank al yang sudah membuatkan kampung-ugm.

Pokoknya bersyukur lah, pada akhirnya semua tulisan saya bisa kembali lagi. Hanya saja memang tetap sayang, karena komentar-komentarnya nggak ada yang bisa dikembalikan. Semoga perjalanan blog ini yang sempat terseok-seok bisa kembali normal.

  1. bank_al says:

    ah, kirain blog-mu kena crack Ndri.
    Rupanya di-crack sama yg punya sendiri, sampai bingung mau nge-lem-nya gimana. 😀

    Syukurlah bahwa tulisan2nya masih bisa dikumpulkan kembali.

    Lesson learned, don’t blindly trust our backup. We need to regularly test to confirm that it works.

  2. mr.bambang says:

    Kalo blogku sengaja kuistirahatkan 😀

  3. @bank_al: iya bank, memang backup itu harus dites di environment yang lain, jangan2 emang backupnya juga dah ikutan ngebackup data2 yang sudah kacau ..

    @mr.bambang: kenapa? kecapekan habis jalan-jalan jauh ya 😀

  4. wahyu says:

    loh pak brati comment ku ilang hooh pak?

    lain kali di back up dolo pak sebelum di utak atik! nanti ilang lagi lho pak

  5. makasih mengingatkan… ok deh. untung belom ngalamin yang kayak gini… ok deh, aku lebih rajin backup db…

  6. ika says:

    hihi terlalu kreatif ternyata ada buntut ga enaknya juga ya pak, eniwei, untung bisa balik lagi,,kalo ada apa2 sama blog saya malah saya ga tau musti gimana..la wong gak di aggregat gitu en ga en tiap ada notifikasi email selalu saya hapus,, ;p

  7. Donny Reza says:

    Wadaw! Kudu jaga2 nih…saya gk pernah backup soalnya ^_^

  8. alhakim says:

    kalo backupnya pakai fasilitas exportnya wordpress apa kurang cukup ya mas? soale aku cuma pake itu buat backup tulisan-tulisan.

  9. @alhakim: backup yang itu kan harus manual, sementara pake WP-DB-Backup kan otomatis terkirim ke email kita. lagipula, biasanya fasilitas export akan menghasilkan file yang cukup besar berbasis XML, dan impor nanti akan lebih lama, ketimbang SQL yang sudah diGZIP sama sistem.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site