Lighttpd vs Apache

Beberapa waktu terakhir ini saya “iseng-iseng” install Lighttpd di server untuk menggantikan Apache Web Server. Katanya sih lebih hemat memori ketimbang menggunakan Apache.

Nah setelah melakukan instalasi, ternyata memang benar, Lighttpd jauh lebih hemat dalam menggunakan memori ketimbang menggunakan Apache. Apalagi jika server yang dimiliki memiliki kapasitas memori yang terbatas, sebagai contoh misal jika server yang dipakai menggunakan VPS (Virtual Private Server).

Hanya saja, ada beberapa catatan yang kemudian saya temukan ketika menggunakan Lighttpd:

  1. .htaccess yang ternyata tidak kompatibel, alhasil semua setting website saya yang berbasis pada .htaccess seperti redireksi 301, mod_rewrite, dan lain sebagainya jadi tidak berfungsi
  2. Fungsi internal php untuk mailer tidak jalan, akibatnya, blog yang ketika diisi dengan komentar seharusnya kirim email ke kita, jadi tidak mampu mengirimkan email

AKhirnya, karena beberapa fungsi tadi tidak jalan, dan lagi tidak punya waktu search di Google, lighttpd terpaksa dimatikan, dan kembali lagi ke Apache. Sebenarnya sih lihat sekilas di setting httpd ada modul mod_rewrite, dan modul-modul yang lain. Semestinya sih bisa. Tapi biar lah, pake Apache lagi aja.

  1. rio says:

    saya dulu iseng2 untuk install lighty di laptop saya, eh ternyata sangat cepat dan mudah dikonfigurasi ketimbang apache terutama virtual hostnya sangat flexibel. sebagai web developer fitur tersebut sangat sy perlukan untuk simulasi setiap project yang saya kerjakan

    jadi sekarang saya selalu menggunakan lighty di box linux saya menggantikan apache..

    :)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site