Menyadarkan domba (anthurium) yang tersesat

Bak domba yang tersesat, saya semakin heran dengan kelakuan orang gila yang terpikat begitu rupa dengan tanaman-tanaman berdaun saj seperti anthurium dan kawan-kawannya.

Saya kok punya feeling kuat, para pembeli itu sejatinya bukanlah penikmat tanaman, tapi cuma sekedar orang yang mencari peruntungan dengan melakukan investasi anthurium, dan berharap dalam waktu singkat akan dapat menjualnya dengan harga yang tinggi. Spekulan sejati !!!

Saya yang juga senang dengan tanam-menanam, dan saya tentu saja termasuk orang yang paling “sebel” dengan orang-orang gila macam ini. Tanaman hias yang sejatinya untuk dinikmati, menjadi klangenan, berubah fungsi menjadi tanaman investasi, yang berakibat, orang memeliharanya tidak dengan penuh cinta dan kasih sayang, tapi yang terjadi bak seorang putri yang dipaksa diberi make up dan didandani bak seorang permaisuri, semuanya ditutupi dengan kepalsuan kosmetika demi sebuah peruntungan investasi.

Perlakukan lah kembali tanaman-tanaman tadi sesuai dengan fungsi asalnya, yakni tanaman hias. Jangan sebarkan racun “investasi” yang singkat dan cepat demi keuntungan sesaat. Niscaya pelakunya akan merugi.

  1. kenken says:

    Yang saya heran latar belakang orang “berinvestasi” di anthurium itu apa ya? ceritanya gimana sih kok tiba-tiba anturium bisa jadi tanaman mewah.. yang harganya selangit. Mungkin mas Andri tahu sejarahnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site