Jalan ke Ketep Pass

DSC_5366-colored Akhirnya kesampaian juga cita-cita untuk travelling. Di hari Chinese New Year alias Imlek kali ini, bareng dengan istri, ibu, dan adik, kita menyempatkan untuk jalan-jalan ke Ketep Pass di daerah kabupaten Magelang untuk melihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Tadinya di pagi harinya, sempat khawatir, apakah gunungnya bakal kelihatan, mengingat kota Jogja di pagi hari lumayan mendung, sisa-sisa hujan sehari sebelumnya yang cukup deras. Ketika kutawarkan alternatif selain ketep pass, yakni pantai, ternyata kalah voting, satu rumah masih tetep pingin ke ketep pass. Alhamdulillah, sampai di sana cuaca cukup cerah, sehingga gunungnya bisa kelihatan “lumayan” jelas.

Perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam dari rumah, lewat jalan Magelang ke utara, dan kemudian belok kanan di pertigaan dekat pabrik kertas Blabak, Magelang. Jalan menuju ke Ketep lumayan bagus. Satu hal yang disyukuri hasil Merapi meletus ke daerah selatan (ke arah Sleman, Yogya), membuat truk-truk pasir lebih banyak berburu pasir ke daerah selatan Merapi, sehingga jalan-jalan di utara Merapi relatif lebih baik ketimbang daerah selatan Merapi yang jalannya bisa ancur-ancuran karena trafik truk pengangkut pasir.

Cuaca yang cerah, tidak terlalu dingin, membuat suasana yang begitu nyaman. Tapi karena hari libur, tentu saja “resiko”nya adalah jumlah pengunjung yang relatif banyak. Berbeda dengan terakhir kali saya ke Ketep beberapa tahun yang lalu, sekarang semua tertata dengan lebih rapi. Semua pedagang diatur dengan tertib, sehingga semua pengunjung bisa merasakan kenyamanan ketika berwisata ke sana. Karena terus terang, kendala ketika berwisata adalah “gangguan” dari pedagang yang menawarkan barang dagangan yang kadang sampai mengganggu kenikmatan berwisata.

Lepas menikmati suasana alam yang indah, dan angin yang berhembus lumayan kencang, kita mencoba menikmati Volcano Theatre yang ada di sana. Film yang diputar sudah berbeda dengan ketika saya pertama kali ke sana. Kali ini sudah ada update berkaitan dengan letusan Merapi 2006. Cuma sayang seribu sayang, Ketep Pass ini tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal, tapi tidak sedikit wisatawan luar negri yang datang ke sana, dan karena Film yang diputar berbahasa Indonesia, tentu saja turis-turis jadi tidak faham, film yang diputar isinya apa. Paling tidak, seharusnya film tersebut diberikan caption dalam bahasa Inggris. Padahal sebenarnya konten dari film tersebut sangat menarik. Nampaknya pemerintah kita perlu lebih banyak menata banyak hal dalam rangka mengejar Visit Indonesia Year 2008.

Overall, cukup puas lah berwisata ke Ketep Pass, apalagi dengan jarak jangkau dari Kota Jogja yang tidak terlalu jauh, dan pemandangan yang bagus. Hanya saja, kalau ke sana memang sebaiknya pagi, karena menjelang siang lepas dzuhur, biasanya kabut/awan sudah menghiasi gunung merapi dan merbabu, keindahan gunungnya tentu tidak bisa dinikmati lagi.

  1. terakhir disana saya melihat, permintaan mas soal caption udah terpenuhi, sudah ada, coba kalau berkunjung kembali.

  2. poer says:

    cobain kl pergi k ketep, pagi setelah malam bulan purnama
    susah sih emang, tapi view-nya itu…..
    de best lah…mo ngliat apa aja jd jelas

  3. nyentink says:

    aku krep rono salam kanggo konco2ku nang magelang aku nyentink bozzzhehe..

  4. hai…
    wah baru denger cerita, lihat foto aja sudah tambah pengen kesana…..
    ada yang punya brosur enggak yha??? kalo ada yang punya brosur ketep pass, boleh dong saya dibagi kirim via email aja ke anniesricahyani@yahoo.com, saya ada rencana mau kesana….saya juga besar di magelang kota getuk dan suka banget dengan salah satu ciptaan Tuhan ini dan keindahan pegunungan…
    terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site