Sang Penyelamat Blog

February 28, 2008 · Posted in Uncategorized · 9 Comments 

Jujur saja, saya kemarin sempat stress, arrrggghhh … Blog yang sudah dibangun dengan susah payah, nyaris saja hilang dari peredaran. Kekhawatiran yang sempat menyeruak, ketika ternyata, database dari sistem mengalami error. Dan errornya nggak main-main, databasenya semaput, nggak ada lagi data-datanya.

Asal muasalnya sih gara-gara iseng, mainin server yang menampung blog ini, ubah setting sana-sini, maksudnya sih biar servernya lebih advanced lagi, tak dinyana, tak disangka, ketika saya mengupdate sistem panel (LXadmin) yang menggawangi si server, ternyata terjadi error. Habis itu, setiap kali si server di restart, memorinya selalu habis terpakai, yang entah oleh apa. Saya coba telusuri kembali, tetep gagal dan tidak membuahkan hasil. Karena selalu out of memory, saya jadi nggak bisa ngapa-ngapain, sekedar ganti direktori di consolenya linux tetap saja gagal.

Panik?? Biasanya sih tidak, karena saya merasa aman dengan backup database yang saya miliki, insya Allah untuk masalah ini rajin sih. Akan tetapi, cobaan tidak berhenti sampai di sini, backup database yang diharapkan menjadi sang juru selamat, ternyata gagal merestore data-data yang saya miliki. Awwwww …. ternyata si backup database ini juga sudah mulai membackup data-data yang invalid nampaknya. Ketika saya ujicoba di localhost alias di komputer saya sediri, saya install wordpress dan pakai database hasil backup tadi, yang ada setiap kali blog dipanggil, layar menjadi blank, putih .. tih, tidak ada tulisan barang sedikit pun yang muncul.

Hu…hu…. tulisan yang susah payah dibuat pun (paling tidak tulisan di bulan februari) teracam hilang. Sebenarnya tidak terlalu sedih juga, yang sedih adalah, hasil interaksi selama ini (yakni komentar dari kawan-kawan pembaca blog ini) jadi hilang. Ini yang paling membuat kesel. Bisa direstore? bisa sih, tapi harus ambil kembali dari email saya yang dikirimi notifikasi setiap kali ada yang kasih komentar. Masak memasukkan manual? Padahal lumayan banyak je.

Nah pada akhirnya, saya hanya bisa merestore tulisan yang sudah dibackup sekitar sampai degan awal februari, selepasnya saya tidak bisa merestore. Akan tetapi ternyata setelah pikiran jernih dan tenang, saya rasakan ada banyak jalan menuju Roma. Masih ada cara lain menyelamatkan tulisan yang sempat hilang. Yakni

  1. Windows Live Writer, hampir setiap posting blog yang saya buat selalu menggunakan software ini. Nah, secara default biasanya otomatis jari tangan saya bergerak menekan Ctrl-S, telusuri satu per satu, Alhamdulillah dapet juga. Hanya saja, tetap tidak semua tulisan itu dapat direstore, karena selain menggunakan Live Writer, saya kadang juga pakai AddOn ScribeFire untuk nulis blog, nah yang ini tentu nggak bisa merestore
  2. Untungnya, ada teman baik blog ini, yakni Aggregator. Saya teringat kalau blog ini juga diaggregasi oleh beberapa blog aggregator, salah satunya adalah kampung-ugm. Eng..ing..eng… Tulisan saya masih tersimpan rapi di sana, uhuy. Terima kasih buat bank al yang sudah membuatkan kampung-ugm.

Pokoknya bersyukur lah, pada akhirnya semua tulisan saya bisa kembali lagi. Hanya saja memang tetap sayang, karena komentar-komentarnya nggak ada yang bisa dikembalikan. Semoga perjalanan blog ini yang sempat terseok-seok bisa kembali normal.

Maintenance besar-besaran

February 28, 2008 · Posted in Uncategorized · 3 Comments 

Berhubung ada database yang terkorupsi, terpaksa blog ini mengalami maintenance besar-besaran :(

Ada beberapa tulisan yang jelas hilang, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Ada hikmahnya juga di bulan Februari saya malas ngeblog, sehingga tidak banyak tulisan yang terbuang percuma.

Semoga restorasinya bisa berhasil dengan baik, dan meminimalisir kerusakan yang terjadi. Amin.

Apakah anda kena tipu?

February 26, 2008 · Posted in Uncategorized · 4 Comments 

Apakah anda merasa tertipu oleh saya selama ini?
Apakah anda merasa dikibuli mentah-mentah oleh banyak tulisan saya?

Qoute dari om Roy Suryo “tercintah”

Anggap saja blog seperti orang membuang sampah. Saya capek melayani orang kayak gitu. Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu

Ya sudahlah, barangkali yang disebut tukang tipu tuh ini

  1. http://roysuryo.wordpress.com
  2. http://roysuryo.blogspot.com
  3. http://roysuryo.blogdetik.com
  4. http://roysuryo.dagdigdug.com
  5. http://roysuryo ?????

Atau karena tidak ada artis ya kena kasus pornomatika, atau artis mati ketangkap CCTV, atau berita supersemar yang ternyata gak laris, atau berita lain lagi, terus cari sensasi lagi?

Yah namanya saja om Roy, kalau gak bikin sensasi, tentu bukan Roy Suryo namanya … toh sensasi yang dia munculkan selama ini 68 persen adalah tren sesa(a)t

he..he..

Lighttpd vs Apache

February 25, 2008 · Posted in Uncategorized · 1 Comment 

Beberapa waktu terakhir ini saya “iseng-iseng” install Lighttpd di server untuk menggantikan Apache Web Server. Katanya sih lebih hemat memori ketimbang menggunakan Apache.

Nah setelah melakukan instalasi, ternyata memang benar, Lighttpd jauh lebih hemat dalam menggunakan memori ketimbang menggunakan Apache. Apalagi jika server yang dimiliki memiliki kapasitas memori yang terbatas, sebagai contoh misal jika server yang dipakai menggunakan VPS (Virtual Private Server).

Hanya saja, ada beberapa catatan yang kemudian saya temukan ketika menggunakan Lighttpd:

  1. .htaccess yang ternyata tidak kompatibel, alhasil semua setting website saya yang berbasis pada .htaccess seperti redireksi 301, mod_rewrite, dan lain sebagainya jadi tidak berfungsi
  2. Fungsi internal php untuk mailer tidak jalan, akibatnya, blog yang ketika diisi dengan komentar seharusnya kirim email ke kita, jadi tidak mampu mengirimkan email

AKhirnya, karena beberapa fungsi tadi tidak jalan, dan lagi tidak punya waktu search di Google, lighttpd terpaksa dimatikan, dan kembali lagi ke Apache. Sebenarnya sih lihat sekilas di setting httpd ada modul mod_rewrite, dan modul-modul yang lain. Semestinya sih bisa. Tapi biar lah, pake Apache lagi aja.

Sema’ut

February 25, 2008 · Posted in Uncategorized · 2 Comments 

Hari ini tadi, saya hampir membuat seorang mahasiswa semaput alias pingsan … he…he.. Ceritanya ada ujian skripsi alias pendadaran, nampaknya dia tidak siap ketika ternyata tiba-tiba saya yang jadi penguji pendadaran. Karena status saya adalah menggantikan dosen penguji lain yang hari ini tidak dapat hadir karena ada keperluan lain.

Boleh jadi pernah punya pegalaman buruk kali dengan saya, he..he.., jadi raut mukanya sepanjang pendadaran nampak tegang sekali. Dan akhirnya kejadian juga, ketika saya tanyakan tentang konsep dasar dari tugas akhir yang dibuat, karena sangat gorgie kali, lidahnya nampak kelu, kata-kata yang terlontar pun menjadi tak terstruktur. Dan tentu saja pada akhirnya, semua pertanyaan saya jadi tidak bisa dijawab dengan baik untuk tidak mengatakan nggak bisa njawab.

Emangnya saya nggigit pa? :)

Makanya biasanya saya selalu menyarankan kepada mahasiswa yang mau pendadaran, untuk mengambil nafas dalam-dalam, agar jantung bisa lebih tenang denyutnya, kemudian asupan oksigen masuk lebih banyak ke otak, sehingga pikiran bisa lebih jernih. Biasanya, karena saking tegangnya malah bikin nafas tersengal-sengal,asupan oksigen yang minim membuat pikiran jadi bruwet gak karuan.

Ya, moga-moga dia besok saat ujian susulan bisa menghadapi lebih baik lagi.

Belajar (kembali) menjadi dewasa

February 23, 2008 · Posted in Uncategorized · 4 Comments 

Sekian hari tidak blogwalking karena kesibukan nan tiada henti, ternyata ada “peristiwa besar” to ? ;-)

OMG, saya kaget juga ketika ada “perang dingin” yang telah terjadi. Kenapa harus rame pak Budi Rahardjo? Kenapa juga harus sampai ada ungkapan kata,

You are not welcome here. Go away. Anda on top of that, I don’t want to deal with you guys anymore. Bye.

Cheers up pak, kita semua juga sudah dewasa. Kadang memang ada perselisihan, jujur saja, saya pun pernah “secara halus” mengkritik pak BR di dalam salah satu tulisan saya, betul-betul muncul dari hati terdalam, untuk kebaikan, tidak ada niat barang sedikitpun meremehkan blog beliau.

Ketika saya bertemu langsung dan berdiskusi dengan pak BR, luar biasa, salut sekali saya dengan hal-hal yang pak BR miliki, dan perjuangkan. Bahkan, saya pun merasa siap di belakang pak BR untuk membantu ide-ide beliau bisa terapresiasi di Indonesia tercinta ini. Karena itulah, terkadang orang memiliki ekspektasi terhadap tulisan beliau, untuk bisa lebih memajukan Indonesia, terutama di bidang IT.

Masih ada hal yang saya ingat dalam salah satu posting pak BR, berkaitan dengan ibu kosnya di Kanada yang tanya beliau tentang, “kenapa kamu (pak BR) masih mau mengurusi orang yang tidak mau diurusi?”. Jujur saja, saya lebih menikmati posting beliau yang seperti ini ketimbang sekedar one-liner (cerita satu baris) yang isinya cuma cerita habis futsal, yang kemudian puluhan orang dengan segera “melahap” lahan komentar yang masih kosong tadi. Tapi sekali lagi, seperti yang sudah saya tulis, di tulisan saya sebelumnya, adalah hak sepenuhnya penulis blog untuk menulis apa yang dia suka tanpa harus merasa terintimidasi oleh para pembacanya.

Cuma kadang bagi sebagian orang yang mengenal beliau dengan benar-benar dan tahu segala potensi yang beliau miliki, apa tidak sayang, kesempatan untuk “didengarkan” ribuan orang setiap harinya itu hanya jadi ajang ngejunk? he..he… bukankah dengan kekuatan positif ngurusi orang yang sudah nggak mau lagi diurus tadi boleh jadi akan membawa perubahan yang lebih “dramatis” bagi Indonesia untuk arah yang lebih baik?? Of course, this is just my two cents.

Toh resiko blog tanpa moderasi adalah adanya komentar yang tidak sepakat dengan kita, bahkan hujatan pun akan diterima, dan semestinya kita harus siap menghadapinya, kapan pun. Sebagai seorang yang sudah dewasa, semestinya kita pun punya tuntutan untuk lebih memahami persoalan ini dengan lebih bijak.

Apakah kita perlu belajar kembali menjadi seorang dewasa? Ya, iklan A Mild memang betul, menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu adalah pilihan …

;)

Si Helly

February 22, 2008 · Posted in Uncategorized · 1 Comment 

Aku punya tetangga
kuberi nama Helly …

Helly … kuk kuk kuk …
Menjauh … kuk … kuk … kuk …
Aku takut kamu ….

Helly … kuk …kuk …kuk
Jangan cegat aku !

Ketika saya di singapura, rumah yang saya tinggali daripada kosong dikontrakkan ke teman. Setelah masa kontrakan selesai, kembali rumah itu saya tempati. Tapi ada yang sedikit mengganjal saya selepas saya kembali menempati rumah. Yakni, tetangga yang di pintu keluar gang rumah saya, ternyata sekarang punya anjing besar, suka menggonggong sama orang lewat, dan kadang “ngejar“.

Kaget dan shock ! Ketika suatu ketika malam-malam, karena saya datang ke rumah, untuk bersih-bersih rumah yang barusan selesai masa kontraknya. Karena nggak punya makanan apa-apa, padahal habis beberes tentu saja lapar, saya mendengar suara tukang sate lewat. Ya udah, bulatkan tekad, dengan langkah tegap, pergi ke luar rumah dengan mantab.

Mak jegagig, ketika saya berusaha mengejar tukang sate yang lewat tadi, tiba-tiba persis di mulut gang ada uuanjing yang menggonggong, dan parahnya kemudian berusaha mengejar saya. Emang tampang saya mirip tampang makanan anjing pa?
:P , otomatis balik langkah seribu, nasib, melewatkan malam dengan kelaparan.

Wah, yang punya anjing ni gimana to, udah anjingnya galak, gak di”simpan” baik-baik, dan menganggu ketertiban umum lagi.

ps: yang saya masih heran, kenapa anjing di film-film kaya Disney itu kok keliatannya lucu-lucu, mirip sama lucunya dengan kucing. Tapi anjing-anjing yang tak temui di sekitar saya, kok semuanya serba “mengenaskan” dan “mengerikan” ..

Pengalaman dengan Internet Banking Mandiri

February 18, 2008 · Posted in Uncategorized · 4 Comments 

Akhirnya setelah sekian lama, kesampaian juga buka rekening di Mandiri dan membuka fasilitas Internet Banking di sana. Satu-satunya alasan untuk membuka rekening di Bank Mandiri adalah kemampuan yang dapat diberikan oleh Internet Banking yang bisa melakukan banyak hal, baik berupa pembayaran, pembelian, dan lain sebagainya. Saya sudah ada internet Banking yang lain, akan tetapi memang layanan yang diberikan tidak sebanyak yang diberikan oleh Bank Mandiri.

Meski demikian, ada catatan juga mengenai layanan internet Bankingnya. Yang jelas adalah masalah token pin. Dalam “akad”nya, kita sebagai nasabah diharuskan untuk “membeli” token pin sebagai alat pengamanan transaksi. Ya meski sedikit berbeda ketimbang di Singapura yang alat token diberikan secara gratis, tidak mengapa, asal transaksi jadi semakin aman tentu saja tidak masalah. Akan tetapi, setelah membaca-baca peraturan yang ada di buku panduan token PIN mandiri, ternyata, walaupun kita sudah beli alat tadi, alat token PIN mandiri tetap merupakan milik bank. Artinya tidak bisa dijadikan “souvenir” oleh kita, he..he… Jadi akad “pembelian” yang sudah dilakukan, ternyata menyalahi keadaan sebenarnya yang ternyata kepemilikan tetap milik Bank.

Barangkali kejelasan masalah ini memang perlu diperhatikan. Selaku konsumen tentu kita tidak berharap “ditipu” dalam segala proses transaksi. Seandainya transaksinya jelas, uang sebanyak Rp 20.000 bukan untuk pembelian token, tapi untuk biaya sewa token pin mandiri, tentu akad “penipuan” tentu tidak akan terjadi.

Itu saja sedikit catatan. Entah jadi penjual, ataupun jadi pembeli, kita perlu membiasakan untuk jujur dalam segala transaksi yang dilakukan.

Jalan ke Ketep Pass

February 7, 2008 · Posted in Uncategorized · 4 Comments 

DSC_5366-colored Akhirnya kesampaian juga cita-cita untuk travelling. Di hari Chinese New Year alias Imlek kali ini, bareng dengan istri, ibu, dan adik, kita menyempatkan untuk jalan-jalan ke Ketep Pass di daerah kabupaten Magelang untuk melihat Gunung Merapi dan Gunung Merbabu.

Tadinya di pagi harinya, sempat khawatir, apakah gunungnya bakal kelihatan, mengingat kota Jogja di pagi hari lumayan mendung, sisa-sisa hujan sehari sebelumnya yang cukup deras. Ketika kutawarkan alternatif selain ketep pass, yakni pantai, ternyata kalah voting, satu rumah masih tetep pingin ke ketep pass. Alhamdulillah, sampai di sana cuaca cukup cerah, sehingga gunungnya bisa kelihatan “lumayan” jelas.

Perjalanan ditempuh kurang lebih satu jam dari rumah, lewat jalan Magelang ke utara, dan kemudian belok kanan di pertigaan dekat pabrik kertas Blabak, Magelang. Jalan menuju ke Ketep lumayan bagus. Satu hal yang disyukuri hasil Merapi meletus ke daerah selatan (ke arah Sleman, Yogya), membuat truk-truk pasir lebih banyak berburu pasir ke daerah selatan Merapi, sehingga jalan-jalan di utara Merapi relatif lebih baik ketimbang daerah selatan Merapi yang jalannya bisa ancur-ancuran karena trafik truk pengangkut pasir.

Cuaca yang cerah, tidak terlalu dingin, membuat suasana yang begitu nyaman. Tapi karena hari libur, tentu saja “resiko”nya adalah jumlah pengunjung yang relatif banyak. Berbeda dengan terakhir kali saya ke Ketep beberapa tahun yang lalu, sekarang semua tertata dengan lebih rapi. Semua pedagang diatur dengan tertib, sehingga semua pengunjung bisa merasakan kenyamanan ketika berwisata ke sana. Karena terus terang, kendala ketika berwisata adalah “gangguan” dari pedagang yang menawarkan barang dagangan yang kadang sampai mengganggu kenikmatan berwisata.

Lepas menikmati suasana alam yang indah, dan angin yang berhembus lumayan kencang, kita mencoba menikmati Volcano Theatre yang ada di sana. Film yang diputar sudah berbeda dengan ketika saya pertama kali ke sana. Kali ini sudah ada update berkaitan dengan letusan Merapi 2006. Cuma sayang seribu sayang, Ketep Pass ini tidak hanya dikunjungi oleh wisatawan lokal, tapi tidak sedikit wisatawan luar negri yang datang ke sana, dan karena Film yang diputar berbahasa Indonesia, tentu saja turis-turis jadi tidak faham, film yang diputar isinya apa. Paling tidak, seharusnya film tersebut diberikan caption dalam bahasa Inggris. Padahal sebenarnya konten dari film tersebut sangat menarik. Nampaknya pemerintah kita perlu lebih banyak menata banyak hal dalam rangka mengejar Visit Indonesia Year 2008.

Overall, cukup puas lah berwisata ke Ketep Pass, apalagi dengan jarak jangkau dari Kota Jogja yang tidak terlalu jauh, dan pemandangan yang bagus. Hanya saja, kalau ke sana memang sebaiknya pagi, karena menjelang siang lepas dzuhur, biasanya kabut/awan sudah menghiasi gunung merapi dan merbabu, keindahan gunungnya tentu tidak bisa dinikmati lagi.

Menyadarkan domba (anthurium) yang tersesat

February 7, 2008 · Posted in Uncategorized · 1 Comment 

Bak domba yang tersesat, saya semakin heran dengan kelakuan orang gila yang terpikat begitu rupa dengan tanaman-tanaman berdaun saj seperti anthurium dan kawan-kawannya.

Saya kok punya feeling kuat, para pembeli itu sejatinya bukanlah penikmat tanaman, tapi cuma sekedar orang yang mencari peruntungan dengan melakukan investasi anthurium, dan berharap dalam waktu singkat akan dapat menjualnya dengan harga yang tinggi. Spekulan sejati !!!

Saya yang juga senang dengan tanam-menanam, dan saya tentu saja termasuk orang yang paling “sebel” dengan orang-orang gila macam ini. Tanaman hias yang sejatinya untuk dinikmati, menjadi klangenan, berubah fungsi menjadi tanaman investasi, yang berakibat, orang memeliharanya tidak dengan penuh cinta dan kasih sayang, tapi yang terjadi bak seorang putri yang dipaksa diberi make up dan didandani bak seorang permaisuri, semuanya ditutupi dengan kepalsuan kosmetika demi sebuah peruntungan investasi.

Perlakukan lah kembali tanaman-tanaman tadi sesuai dengan fungsi asalnya, yakni tanaman hias. Jangan sebarkan racun “investasi” yang singkat dan cepat demi keuntungan sesaat. Niscaya pelakunya akan merugi.

Next Page »