Archive for February 2008

Sang Penyelamat Blog

Jujur saja, saya kemarin sempat stress, arrrggghhh … Blog yang sudah dibangun dengan susah payah, nyaris saja hilang dari peredaran. Kekhawatiran yang sempat menyeruak, ketika ternyata, database dari sistem mengalami error. Dan errornya nggak main-main, databasenya semaput, nggak ada lagi data-datanya.

Asal muasalnya sih gara-gara iseng, mainin server yang menampung blog ini, ubah setting sana-sini, maksudnya sih biar servernya lebih advanced lagi, tak dinyana, tak disangka, ketika saya mengupdate sistem panel (LXadmin) yang menggawangi si server, ternyata terjadi error. Habis itu, setiap kali si server di restart, memorinya selalu habis terpakai, yang entah oleh apa. Saya coba telusuri kembali, tetep gagal dan tidak membuahkan hasil. Karena selalu out of memory, saya jadi nggak bisa ngapa-ngapain, sekedar ganti direktori di consolenya linux tetap saja gagal.

Panik?? Biasanya sih tidak, karena saya merasa aman dengan backup database yang saya miliki, insya Allah untuk masalah ini rajin sih. Akan tetapi, cobaan tidak berhenti sampai di sini, backup database yang diharapkan menjadi sang juru selamat, ternyata gagal merestore data-data yang saya miliki. Awwwww …. ternyata si backup database ini juga sudah mulai membackup data-data yang invalid nampaknya. Ketika saya ujicoba di localhost alias di komputer saya sediri, saya install wordpress dan pakai database hasil backup tadi, yang ada setiap kali blog dipanggil, layar menjadi blank, putih .. tih, tidak ada tulisan barang sedikit pun yang muncul.

Hu…hu…. tulisan yang susah payah dibuat pun (paling tidak tulisan di bulan februari) teracam hilang. Sebenarnya tidak terlalu sedih juga, yang sedih adalah, hasil interaksi selama ini (yakni komentar dari kawan-kawan pembaca blog ini) jadi hilang. Ini yang paling membuat kesel. Bisa direstore? bisa sih, tapi harus ambil kembali dari email saya yang dikirimi notifikasi setiap kali ada yang kasih komentar. Masak memasukkan manual? Padahal lumayan banyak je.

Nah pada akhirnya, saya hanya bisa merestore tulisan yang sudah dibackup sekitar sampai degan awal februari, selepasnya saya tidak bisa merestore. Akan tetapi ternyata setelah pikiran jernih dan tenang, saya rasakan ada banyak jalan menuju Roma. Masih ada cara lain menyelamatkan tulisan yang sempat hilang. Yakni

  1. Windows Live Writer, hampir setiap posting blog yang saya buat selalu menggunakan software ini. Nah, secara default biasanya otomatis jari tangan saya bergerak menekan Ctrl-S, telusuri satu per satu, Alhamdulillah dapet juga. Hanya saja, tetap tidak semua tulisan itu dapat direstore, karena selain menggunakan Live Writer, saya kadang juga pakai AddOn ScribeFire untuk nulis blog, nah yang ini tentu nggak bisa merestore
  2. Untungnya, ada teman baik blog ini, yakni Aggregator. Saya teringat kalau blog ini juga diaggregasi oleh beberapa blog aggregator, salah satunya adalah kampung-ugm. Eng..ing..eng… Tulisan saya masih tersimpan rapi di sana, uhuy. Terima kasih buat bank al yang sudah membuatkan kampung-ugm.

Pokoknya bersyukur lah, pada akhirnya semua tulisan saya bisa kembali lagi. Hanya saja memang tetap sayang, karena komentar-komentarnya nggak ada yang bisa dikembalikan. Semoga perjalanan blog ini yang sempat terseok-seok bisa kembali normal.

Maintenance besar-besaran

Berhubung ada database yang terkorupsi, terpaksa blog ini mengalami maintenance besar-besaran :(

Ada beberapa tulisan yang jelas hilang, semoga Allah menggantinya dengan yang lebih baik. Ada hikmahnya juga di bulan Februari saya malas ngeblog, sehingga tidak banyak tulisan yang terbuang percuma.

Semoga restorasinya bisa berhasil dengan baik, dan meminimalisir kerusakan yang terjadi. Amin.

Apakah anda kena tipu?

Apakah anda merasa tertipu oleh saya selama ini?
Apakah anda merasa dikibuli mentah-mentah oleh banyak tulisan saya?

Qoute dari om Roy Suryo “tercintah”

Anggap saja blog seperti orang membuang sampah. Saya capek melayani orang kayak gitu. Itulah yang tidak saya sukai dari blog. Blog tidak bertanggung jawab, bahkan blogger itu tukang tipu

Ya sudahlah, barangkali yang disebut tukang tipu tuh ini

  1. http://roysuryo.wordpress.com
  2. http://roysuryo.blogspot.com
  3. http://roysuryo.blogdetik.com
  4. http://roysuryo.dagdigdug.com
  5. http://roysuryo ?????

Atau karena tidak ada artis ya kena kasus pornomatika, atau artis mati ketangkap CCTV, atau berita supersemar yang ternyata gak laris, atau berita lain lagi, terus cari sensasi lagi?

Yah namanya saja om Roy, kalau gak bikin sensasi, tentu bukan Roy Suryo namanya … toh sensasi yang dia munculkan selama ini 68 persen adalah tren sesa(a)t

he..he..

Lighttpd vs Apache

Beberapa waktu terakhir ini saya “iseng-iseng” install Lighttpd di server untuk menggantikan Apache Web Server. Katanya sih lebih hemat memori ketimbang menggunakan Apache.

Nah setelah melakukan instalasi, ternyata memang benar, Lighttpd jauh lebih hemat dalam menggunakan memori ketimbang menggunakan Apache. Apalagi jika server yang dimiliki memiliki kapasitas memori yang terbatas, sebagai contoh misal jika server yang dipakai menggunakan VPS (Virtual Private Server).

Hanya saja, ada beberapa catatan yang kemudian saya temukan ketika menggunakan Lighttpd:

  1. .htaccess yang ternyata tidak kompatibel, alhasil semua setting website saya yang berbasis pada .htaccess seperti redireksi 301, mod_rewrite, dan lain sebagainya jadi tidak berfungsi
  2. Fungsi internal php untuk mailer tidak jalan, akibatnya, blog yang ketika diisi dengan komentar seharusnya kirim email ke kita, jadi tidak mampu mengirimkan email

AKhirnya, karena beberapa fungsi tadi tidak jalan, dan lagi tidak punya waktu search di Google, lighttpd terpaksa dimatikan, dan kembali lagi ke Apache. Sebenarnya sih lihat sekilas di setting httpd ada modul mod_rewrite, dan modul-modul yang lain. Semestinya sih bisa. Tapi biar lah, pake Apache lagi aja.

Sema’ut

Hari ini tadi, saya hampir membuat seorang mahasiswa semaput alias pingsan … he…he.. Ceritanya ada ujian skripsi alias pendadaran, nampaknya dia tidak siap ketika ternyata tiba-tiba saya yang jadi penguji pendadaran. Karena status saya adalah menggantikan dosen penguji lain yang hari ini tidak dapat hadir karena ada keperluan lain.

Boleh jadi pernah punya pegalaman buruk kali dengan saya, he..he.., jadi raut mukanya sepanjang pendadaran nampak tegang sekali. Dan akhirnya kejadian juga, ketika saya tanyakan tentang konsep dasar dari tugas akhir yang dibuat, karena sangat gorgie kali, lidahnya nampak kelu, kata-kata yang terlontar pun menjadi tak terstruktur. Dan tentu saja pada akhirnya, semua pertanyaan saya jadi tidak bisa dijawab dengan baik untuk tidak mengatakan nggak bisa njawab.

Emangnya saya nggigit pa? :)

Makanya biasanya saya selalu menyarankan kepada mahasiswa yang mau pendadaran, untuk mengambil nafas dalam-dalam, agar jantung bisa lebih tenang denyutnya, kemudian asupan oksigen masuk lebih banyak ke otak, sehingga pikiran bisa lebih jernih. Biasanya, karena saking tegangnya malah bikin nafas tersengal-sengal,asupan oksigen yang minim membuat pikiran jadi bruwet gak karuan.

Ya, moga-moga dia besok saat ujian susulan bisa menghadapi lebih baik lagi.

Belajar (kembali) menjadi dewasa

Sekian hari tidak blogwalking karena kesibukan nan tiada henti, ternyata ada “peristiwa besar” to ? 😉

OMG, saya kaget juga ketika ada “perang dingin” yang telah terjadi. Kenapa harus rame pak Budi Rahardjo? Kenapa juga harus sampai ada ungkapan kata,

You are not welcome here. Go away. Anda on top of that, I don’t want to deal with you guys anymore. Bye.

Cheers up pak, kita semua juga sudah dewasa. Kadang memang ada perselisihan, jujur saja, saya pun pernah “secara halus” mengkritik pak BR di dalam salah satu tulisan saya, betul-betul muncul dari hati terdalam, untuk kebaikan, tidak ada niat barang sedikitpun meremehkan blog beliau.

Ketika saya bertemu langsung dan berdiskusi dengan pak BR, luar biasa, salut sekali saya dengan hal-hal yang pak BR miliki, dan perjuangkan. Bahkan, saya pun merasa siap di belakang pak BR untuk membantu ide-ide beliau bisa terapresiasi di Indonesia tercinta ini. Karena itulah, terkadang orang memiliki ekspektasi terhadap tulisan beliau, untuk bisa lebih memajukan Indonesia, terutama di bidang IT.

Masih ada hal yang saya ingat dalam salah satu posting pak BR, berkaitan dengan ibu kosnya di Kanada yang tanya beliau tentang, “kenapa kamu (pak BR) masih mau mengurusi orang yang tidak mau diurusi?”. Jujur saja, saya lebih menikmati posting beliau yang seperti ini ketimbang sekedar one-liner (cerita satu baris) yang isinya cuma cerita habis futsal, yang kemudian puluhan orang dengan segera “melahap” lahan komentar yang masih kosong tadi. Tapi sekali lagi, seperti yang sudah saya tulis, di tulisan saya sebelumnya, adalah hak sepenuhnya penulis blog untuk menulis apa yang dia suka tanpa harus merasa terintimidasi oleh para pembacanya.

Cuma kadang bagi sebagian orang yang mengenal beliau dengan benar-benar dan tahu segala potensi yang beliau miliki, apa tidak sayang, kesempatan untuk “didengarkan” ribuan orang setiap harinya itu hanya jadi ajang ngejunk? he..he… bukankah dengan kekuatan positif ngurusi orang yang sudah nggak mau lagi diurus tadi boleh jadi akan membawa perubahan yang lebih “dramatis” bagi Indonesia untuk arah yang lebih baik?? Of course, this is just my two cents.

Toh resiko blog tanpa moderasi adalah adanya komentar yang tidak sepakat dengan kita, bahkan hujatan pun akan diterima, dan semestinya kita harus siap menghadapinya, kapan pun. Sebagai seorang yang sudah dewasa, semestinya kita pun punya tuntutan untuk lebih memahami persoalan ini dengan lebih bijak.

Apakah kita perlu belajar kembali menjadi seorang dewasa? Ya, iklan A Mild memang betul, menjadi tua itu pasti, menjadi dewasa itu adalah pilihan …

😉

Switch to our mobile site