Seandainya … jika

Dalam konsepsi Islam, ada salah satu hal yang dinasehatkan untuk dijauhi, yakni berandai-andai, terutama untuk hal yang telah lalu. Semisal “seandainya aku anak orang kaya, aku pasti akan … bla..bla..bla…”

Tapi berandai yang belum terjadi, dan realistis, tentu saja diperkenankan. Dan saya pun sekarang sedang berandai-andai.

Dipicu oleh salah satu posting di milis kampung-ugm dari om Radit, tentang masalah kiswah (kain penutup ka’bah di Mekkah) seharga 50 milyar, saya pun kurang lebih sependapat dengan pendapat beliau. Kenapa uang sebanyak 50 milyar, yang “dibuang” setahun sekali, karena kain kiswah diganti setiap tahunnya, tidak kemudian disumbangkan ke negara islam lain yang sebagian besar berada dalam dunia ketiga, yang miskin secara ekonomi, miskin secara pendidikan, dan miskin dalam banyak hal (Indonesia mungkin termasuk ??)

Pemerintah saudi memang cukup royal nampaknya untuk bermegah-megah dalam masalah masjid, yang salah satunya kiswah ini. Saya sendiri belum pernah membaca dan menemukan tentang hadits dimana nabi Muhammad SAW memerintahkan kepada umatnya untuk menghiasi ka’bah dengan kiswah yang begitu mewah, dari sutra asli, berhiaskan emas 24 karat dan lain sebagainya, yang menurut saya sangat mewah sekali. Bahkan setahu saya, ada larangan bermegah-megahan dalam membangun masjid.

Guyonan saya menjawab pertanyaan om Radit adalah, uang itu akan disumbang ke negara miskin nunggu kerajaan Saud “kukut” alias gulung tikar. Banyak sekali sebenarnya kebijakan pemerintah saudi yang “menyakiti” kaum muslim sendiri, dan berulang kali salah dalam memutuskan perkara yang bahkan sangat fatal, seperti yang baru saja terjadi, mereka “salah” menetapkan penanggalan dzulhijjah gara-gara asal terima kesaksian orang yang sudah melihat bulan tanpa mempertimbangkan ilmu hisab yang jelas-jelas menyatakan sangat tidak mungkin melihat bulan baru dengan posisi masih -5 derajad, sehingga akhirnya dzulhijjahnya jadi 31 hari (opo tumon, kalender bulan kok sampe tanggal 31 ?).

Kembali ke masalah awal, seandainya pemerintah saudi diisi oleh orang-orang yang memahami Islam dengan benar, memiliki rasa mencintai saudara seislam mereka jauh lebih besar ketimbang dinar dan dolar yang mereka dapatkan dengan minyak dan jamaah haji yang datang ke sana, niscaya mereka akan mampu memberikan kemanfaatan yang jauh lebih banyak. Kapan? kembali ke seandainya tadi …

  1. Wow!! 50 milyar? hmm, perlu dikudeta ini sih namanya…:(

  2. Harry says:

    termasuk pemborosan itu, tetapi mungkin menurut orang arab duit segitu dikit kali :)

  3. kenken says:

    Mengapa orang-orang arab (pemerintar)sekarang suka bermewah-mewah. Tidak seperti jaman Nabi. Saya sering lihat berita banyak TKI dari Indonesia yang disiksa dengan kejam oleh orang arab. Apakah mereka telah banyak yang keluar dari “rel” Islam? CMIIW
    Btw, itu 50 milyar rupiah ato dollar mas Andri?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site