Istikharah atau Hajat ?

Bagi yang masih bujang, ada beberapa “guyonan” yang sering dilontarkan oleh mereka, apalagi kalau bukan masalah perjodohan. Doa yang paling sering mereka lantunkan adalah

Ya Allah, berikanlah kepadaku petunjuk, jika “dia” memang menjadi jodohku, maka mudahkanlah segala urusanku. Dan jika “dia” bukanlah jodohku, maka ya Allah, jadikanlah “dia” sebagai jodohku ..

ha..ha… (kalau ada Donny Reza, pasti dia sudah “tersenyum kecut”)

Guyonan yang sebenarnya “dalam”, karena betapa banyak di antara kita, ketika dilanda kebimbangan akan sesuatu hal, biasanya kemudian kita akan melakukan sholat dan menghaturkan do’a istikharah, untuk diberikan kemantapan dalam kebimbangan tadi.

Tapi biasanya yang terjadi, bukannya kita melakukan do’a istikharah, yang ada malah sholat hajat. Bukannya kita meminta petunjuk untuk membantu kita memilih yang terbaik bagi kita, alih-alih, justru kita lebih sering berdo’a untuk dikabulkan apa yang menjadi “keinginan” kita.

Netral ! Seharusnya itu yang kita lakukan ketika kita meminta untuk ditunjukkan sesuatu dalam kebimbangan yang melanda kita, tidak malah berat sebelah. Meski ini bukanlah hal yang mudah, tapi sangat mungkin dilatih. Karena apa yang menjadi kecenderungan bagi kita, belum tentu yang “terbaik” bagi kita. Kalau memang sudah meniatkan untuk meminta Allah memilihkan yang terbaik buat kita, ya memohonnya dengan cara yang benar. Yang namanya istikharah tentu beda dengan hajat.

Seperti sekarang ini, saya pun sedang dilanda kebimbangan berkaitan dengan plan studi saya, mohon do’a dari rekan-rekan sekalian, agar saya mendapatkan pilihan yang terbaik. Amin.

  1. terkadang juga kita lupa, apakah kita hamba atau hamba yang mencoba mengatur Sang Khaliq, terkadang kita lupa mana yang pasrah dan mana yang berharap……. dan terkadang kita lupa untuk berdoa ‘berikanlah hambam-Mu apa yang terbaik bagi-Mu….. bukannya ya Allah berikanlah hamba-Mu yang terbaik. salam kenal

  2. Harry says:

    saya juga tersenyum kecut je :)

  3. Donny Reza says:

    Yeee, salah, saya ngakak bacanya :p

    ada yang kurang tuh om…
    jika dia memang bukan jodohku, jangan jodohkan dia dengan siapa-siapa…!!” :p

    Yah, itu sih dulu-dulu om, sekarang sih sadar diri, udah tahu ilmunya, meski kadang-kadang masih maksa-maksa juga kalo do’a

    Ya, Allah…yang ‘itu’ aja ya? ya?” hihi

  4. bank_al says:

    bimbang itu kalau ada lebih dari satu pilihan. Hajat itu kalau ndak ada pilihan.

    Berarti plan studi-mu lebih dari satu ya Ndri?

  5. hanafi says:

    plan studi ato plan untuk yang “lain” LAGI nih?
    *tersenyum kecut*

  6. dea says:

    iya, kadang kita suka “memaksakan” kehendak kita kepada Allah.
    Bukannya kita minta petunjuk, tapi malah kita dengan tidak sengaja malah “mendikte” Allah…..malu rasanya. :)

  7. anoenk says:

    usaha dooooooonk

  8. galih says:

    Sebetulnya shalat istikaharah itu dilakukan ketika kita sudah ada keinginan terhadap sesuatu hal dalam artian sudah ada pilihan, baru kemudian dimintakan pertimbangan kpd Sang Khaliq. (we would like to ask him to give us decision for something beyond our knowledge & capability)
    bukan ketika kita puyeng ga jelas mo ke mana. itu mah harusnya tahajjud dan shalat hajat plus diskusi sama ahlinya wae. Setelah ada keputusan, baru di-istikharah-kan, biar kalo memang hal itu baik ya dikasih jalan lancar, kalo ga baik semoga ditunjukin yang lebih baik.
    you may refer to this article, for more detail syariat of Istikharah http://www.almanhaj.or.id/content/2355/slash/0

  9. irfan says:

    ojo guyon rek… aku yo durung…

  10. onetea says:

    ya nich… yang lagi bingung, mana yang dilakukan sholat istikaharah or hajat. mana yang mantep.

  11. Peppy says:

    aku bingung jg tu hajat ma istikharoh

  12. eny says:

    Hahaha… lucu bangeeet…

  13. eni says:

    Punya fikiran lucu kan anugrah dari Allah juga…

  14. Pengalaman dulu sewaktu bujangku antara
    Istikharah atau Hajat.
    Memang sih urutannya ( hajat) berharap pilihan kita, lantas di lanjut istikoroh.
    Tapi kebanyakan Hajat Yang Seakan2 harus menurut sang pecinta.

    Konsultasi dengan orang yang Arif dan bijaksana, sangat penting mana jodoh suami ataupun istri yang akan kita pakai.

    Perpaduan kemauan dengan keluarga juga penting untuk di pertimbangkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site