Senangnya … bebas dari hutang

Semua juga tahu, bahwa yang namanya hutang tentu saja sama sekali tidak mengenakkan. Kalau boleh, semua orang juga berharap, agar mereka tidak berhutang dalam hidup mereka.

Sungguh tidak nikmat rasanya, hidup penuh dengan belitan hutang, setiap hari memikirkan bagaimana cara melunasinya, khawatir jika tidak dapat melunasi, barang-barang jaminan akan disita, dan seterusnya. Bahkan saking stresnya terkadang orang yang berhutang yang mengalami tekanan, kadang dapat terkena stroke atau pun tekanan mental. Dan beberapa orang yang saya kenal pun mengalami hal yang sama karena menumpuknya hutang mereka.

Kemarin sewaktu mengantar ibu saya berobat, saya tanya kepada ibu, apakah almarhum bapak masih ada hutang yang harus dilunasi, karena terkait dengan saya selaku anak laki-laki yang punya tanggung jawab penuh terhadap ibu dan adik-adik saya. Kata ibu,”Alhamdulillah ndak ada sama sekali, ibu sudah tanya kemana-mana, tidak ada yang merasa dihutangi oleh almarhum bapak.

Ketika almarhum bapak saya sakit, kondisinya tidak memungkinkan untuk nyopir mobil. Tapi kira-kira dua pekan sebelum meninggal (saat itu saya sudah di Singapura), almarhum bapak nyopir sendiri, dan ketika pulang ketika ditanya ibu dari mana, almarhum bapak menjawab,”Aku cuma latihan nyetir mobil lagi, sampai utara monjali (monumen jogja kembali) sana”. Ternyata tanpa sepengetahuan ibu, almarhum bapak saat itu pergi ke bank untuk mengambil uang tabungan, dan pada hari itu, almarhum bapak melunasi semua hutang-hutang ke koperasi di kampus di tempat almarhum bapak mengajar. Subhanallah.

Betapa dengan adanya hutang, ternyata yang terbebani bukan hanya si penghutang, tapi keluarganya pun ikutan terbebani, Alhamdulillah almarhum bapak saya ketika meninggal sama sekali tidak lagi meninggalkan hutang, suatu hal yang sangat saya syukuri.

Hingga hari ini pun, alhamdulillah (dan saya selalu berharap demikian sampai ke depan) saya tidak pernah berhutang (tentu kalau hutang uang kecil gara-gara nggak punya receh juga pernah) dalam jumlah yang besar, apalagi berhutang ke bank, dll. Saya tidak berharap dan bercita-cita untuk punya hutang. Ketika beberapa tahun yang lalu hendak berhutang untuk pembiayaan sesuatu yang saya inginkan, ternyata “tidak diperkenankan” karena saat itu saya hendak berhutang ke salah satu bank syariah, tapi mereka tidak mau memberi jika jumlah hutangnya kecil. Yang sangat saya syukuri, batalnya saya mengambil pembiayaan kredit tadi diikuti dengan informasi tentang “barang” yang hendak saya beli yang ternyata bermasalah. Alhamdulillah nggak jadi hutang.

Allahumma inni ‘audzubika min gholabatid dayni, wa qahrir rijaal

Ya Allah .. aku berlindung kepadaMu … dari belitan hutang dan kungkungan manusia

  1. Sebagai orang yang sering dihutangin *halah*, saya kadang mikir juga untuk membebaskan hutang-hutang yang minjem ke saya, tapi kok rasanya berat banget ya?! 😆 Padahal, jaminan dari Allah itu…subhanallah.

    Saya jga gak tertarik untuk berhutang dan minjem ka bank misalnya, soalnya emang menyebalkan sih punya hutang itu. Serba nggak enak.

  2. Bondan says:

    Lha pemakaian kartu kredit, Ndro? Itu kan utang? Mosok kamu ‘anti’ juga dgn kartu kredit?

    Jarene Safir Senduk, sebenarnya kalo dimenej dgn baik, utang bisa sangat bermanfaat, bukannya membikin stres (apalagi klo kita sdh cukup terproteksi dgn asuransi jiwa, misalnya). Tapi gimana ya, lha wong secara sepikologis kita mmg ndak bisa ndak tertekan klo lg berutang (jd ingat setahun lalu pas utang lmyn gede ke koperasi kntr buat mbayar kontrakan 2 thn…).

    Btw, alhmdllh skrg aku jg sdg tdk berutang dlm jmlh lbh dari 7 digit.

    *buru2 ke klikbca, ngecek transferan gaji buat mbayar tagihan kartu kredit :-( *

  3. berhutang itu lumrah, asal jangan pakai prinsip gali lubang lupa nutup, hihihih..
    :-)

  4. Didi says:

    saya juga abis ngelunasin kredit card saya nih…dan barusan ditutup, kartunya gu gunting2…hehe…
    akhirnya lunas juga hutang gw…kapok…

  5. tois says:

    gimana ya, setahun yang lalu aku dimintai bantuan orang rang baru ku kenal, tak tahunya aku yang haqrus menanggung resiko hutang. aku butuh solusinya nda!

  6. […] evi No Comments so far Leave a comment RSS feed for comments on this post. TrackBack URI Leave a comment Click here to cancel reply. Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong> […]

  7. canpin says:

    syukurlah ..aku saat ini lagi degdegan karena lg nunggak hutang yg buanyak bangeeet

  8. iwan says:

    bahagianya mas bisa terbebas dari hutang…..saya mempunyai hutang yang bagi saya sangat besar sekali, bahkan saya dan keluarga saya sampai terlibat rentenir. dan tragisnya lagi hutang-hutang tersebut yang memakai bukanlah saya, sebenarnya saya hanya sebagai korban. saya mohon bantuan dari siapa saja yang bisa memberikan saran berupa materi ataupun masukan yang berguna kepada saya, supaya saya bisa terbebas dari belenggu hutang. trimakasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site