Sekilas perjalanan ke Negri Gajah

DSC_2039Alhamdulillah, akhirnya kemarin hari sabtu sampai selasa ini, saya dengan istri berkesempatan untuk berkunjung ke negri Gajah, alias Thailand. Nggak banyak tempat sih yang dikunjungi, cuma satu kota saja, di Bangkok. Pinginnya sih bisa jalan ke banyak tempat lagi, tapi karena waktu yang dipunyai cuma hari-hari ini saja, jadi tidak bisa berlama-lama di sana, selain alasan paling kuat adalah “Guide” gratis kita nggak bisa libur lama-lama, karena “Guide” saya ini nggak “libur”, masih sibuk ngeLab di kampus AIT (Asian Institute of Technology) sana.

Kemarin sempat sedikit “khawatir” juga sih, soalnya kan Thailand hari Ahad kemarin menyelenggarakan Pemilu. Tapi ternyata, pemilu di sana “uadem ayem tentrem”, sama sekali tidak terlihat suasana hingar bingar pemilu. Hanya saat sore hari saja kita sempat melihat sejenak proses penghitungan suara. Bahkan ternyata kita diuntungkan, karena adanya pemilu, jalur transportasi subway (MRT) Bangkok digratiskan mulai pagi sampai sore. Mantabh !!!
😉

DSC_2294Beruntung kita punya kawan yang tinggal di Thailand dan bisa sedikit bahasa Thai, kalau tidak, terus terang susah sekali ngomong pakai Bahasa Inggris dengan orang Thai, yang ketika ditanya malah “lari”. Jadi pas waktu naik Tuk-Tuk, paling tidak bisa tawar menawar lah.

Berbicara Thailand, memang unik. Penghormatan yang luar biasa kepada sang Raja sehingga sebagian besar orang menggunakan kalung berlambang kerajaan, foto sang Raja di seantero kota bangkok, bahkan sampai ada yang sepertiga gedung pencakar langit, yang jendelanya dicover dengan billboard sang raja. Kemudian beberapa kali kita bertemu dengan “COWEK” (setengah cowok + setengah cewek) yang kata temen saya, banyak “cowek” karena operasi ganti kelamin yang murah dan mudah ditemui di banyak tempat.

DSC_1985 Belanja oleh-oleh? Tentu saja lah, karena itu pasti yang ditanya sama kawan dan handai taulan. Alhamdulillah kita pergi di akhir pekan, sehingga sempat mengunjungi pasar Chatuchak (Jatujak) yang hanya buka di hari Sabtu dan Ahad. Banyak sekali variasi barang yang dijual, dan yang jelas dibanding dengan Singapura, jelas selisih banyak. Harganya kira-kira tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

Yang membuat tenang, di tengah pasar dekat Menara jam, ada yang jualan makanan halal. Dan menu andalannya adalah bakso seharga 70 Baht (sekitar 21 ribu rupiah) dengan rasa yang cukup lezat (jauh ketimbang Singapura yang rasa makanannya banyak yang kurang “sedap”), meski tidak terlalu jauh berbeda sih dengan rasa Bakso Indonesia.

Oh ya, meski tidak semudah di Singapura untuk mencara makanan halal, karena di mana-mana ketemunya Bab Satu .. (BABI gitu loh .. ), tapi di beberapa tempat kita masih bisa menemukan tempat jualan makanan yang menyediakan makanan halal, bahkan di mal-mal besar pun ada. DSC_2018Meski komunitas muslim tidak terlalu banyak, tapi di peta wisata Bangkok, masjid-masjid masih dicantumkan di dalam peta, sehingga kita juga “relatif” mudah menemukannya. Bahkan di bandara Thailand, disediakan sebuah mushola yang sangat representatif, bahkan menurut saya jauh lebik baik ketimbang bandara Sukarno Hatta.

Bicara kemacetan, alhamdulillah perkiraan saya tidak terjadi, karena hari Ahad ada pemilu, maka hari Seninnya Thailand diliburkan, sehingga meski ada kemacetan, tapi tidak “sengeri” yang saya bayangkan. Bicara keamanan, Jakarta jelas kalah. Rasa aman saya kira ada di setiap turis, bayangkan saja kalau di Jakarta di mana di banyak tempat, preman, kapak merah, copet, dan lain sebagainya ada di mana-mana. Pakai taksi pun tidak perlu tawar menawar, karena semua taksi menggunakan argo. Dan yang jelas, karena saya di Singapura bayar taksi naudzubillah mahalnya, ketika nyampe Thailand, langsung kerasa sekali murahnya .. he .. he..

Meski jalan-jalan tidak terlalu lama, tapi perjalanan kali ini cukup mengesankan, apalagi bagi kita yang travel dengan budget “sangat rendah”, sangat bersyukur dapat tumpangan gratis dari kawan saya dari Jogja, Riyanto, yang sayang justru pas diminta pulang ke Indonesia oleh perusahaannya, malah saya ditinggali kunci apartemennya yang menurut ukuran saya sangat wah, dan juga tour guide saya yang sangat membantu selama perjalanan ke Bangkok.

  1. mr.bambang says:

    Ahh.;jangankan ke thailand,ke singapura yg jaraknya lebih deket dari jakarta saja aku belum pernah. Oya,oleh olehnya jangan lupa segera dikirim ya om,hehehe

  2. imcw says:

    Senangnya dapat jalan jalan :)

  3. Donny Reza says:

    Om, pengen tahu aja, itu berdua selama 4 hari ngabisin berapa? soalnya pengen juga nih jalan-jalan kalau punya rezeki…:D dihitung juga plus passport dan visa ya? hehe

  4. ika says:

    Wah ternyata kayaknya masih enak di thailand ketimbang spore ya,,mau dong kesana,,palagi katanya lebih murah juga yah,, 😀

  5. harry says:

    mana nih oleh-olehnya?? di aplot ke kron aja pak :)

  6. rudy says:

    Donny, kamu nggak butuh visa kalo ingin mengunjungi negara2 ASEAN, asalkan nggak kerja/cuman turis aja. Di Thailand, orang Indonesia boleh tinggal maksimum 1 bulan. Di Brunei, 14 hari. Di Malaysia, 1 bulan. Filipina, 21 hari.
    Kalo belum punya paspor, buat aja, nggak begitu mahal kok.

  7. Donny Reza says:

    @rudy: Hmm, barangkali bukan visa yang saya maksud…fiskal? Adakah? Btw, thanks atas infonya :)

  8. Toto Sugiarto says:

    Salam kenal,

    Menarik juga tuh kelihatannya main ke Bangkok, saya baru bisa nyampe Malaysia Via Batam dan Singapura. Bagaimana caranya bisa ke Bangkok tetapi dengan harga yang relatif murah? Apakah punya resepnya? Berapa rupiah kalau menginap di hotel di Bangkok? Apakah ada hotel yang direkomendasikan?

    Terima kasih atas informasinya.
    Salam Toto Sugiarto dari Yogyakarta

  9. SB says:

    bos… salam kenal sebelumnya….
    gw dah baca2 ttg perjalanan ente ke Thai… seru juga tuh…
    insya Allah next month saya mau ke Bangkok n Pataya, mohon bantuan infonya donk lokasi2 masjid yg ada di Bangkok…

    thx a lot
    SB

  10. Fajrin says:

    Hay semua minta tolong Info tips perjalanan murah via batam langsung ke Thailand, tapi gaya bepergian backpacker gt??? entar klo udh nyebrang naek ferry ke singapore kira2 dimana stasiun or terminal menuju thailand. lebih murah naek BUS or Kereta… dan berapa ongkosnya???? Thanks ya My Email : fajrin_football@yahoo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site