Iri … eh gak jadi "ding" :)

Namanya saja manusia, sifat iri pasti selalu ada. Begitu pula dengan saya. Iri terhadap apa?

Kadang saya iri dengan seleb blogger, kenapa mereka yang kadang isi blognya cuma satu kalimat, atau sepatah dua patah kata saja, dapat menghasilkan komentar puluhan. Ada seorang blogger yang termasuk seleb karena ribuan kunjungan per hari yang sampai ke blognya, yang pernah menasihatkan untuk menulis yang berkualitas di blog kita. Karena kalau isi blog kita ngawur, maka orang akan datang sekali saja dan cukup, dia tidak akan berkunjung kembali. Namun pada kenyataanya, karena mengejar something which always new everyday, menjadikan sang seleb ini yang menuliskan nasihat ini pun pada akhirnya menulis “ala kadarnya” saja.

Memang blog adalah hak bagi setiap penulisnya, orang lain selaku penonton cukup berkomentar saja. Tapi sungguh, ketika saya berkunjung ke blog yang senantiasa menyajikan sesuatu yang baru setiap harinya itu, saya berharap ada ilmu baru, kajian baru dan pengalaman baru yang bisa didapat. Tapi alih-alih mendapatkan itu semua, yang terjadi cuma mendapati blog yang tulisannya sendiri terkadang tak ada kualitas sama sekali. Memang tidak setiap hari sih nulis tulisan “sampah”, tapi akhir-akhir ini merasa kok tulisannya yang model sampah makin banyak, nggak ada greget, cuma karena wajib setor saja.

Memang bukan hak kita selaku pembaca mengatur si penulis blog, tapi sungguh sayang, dengan kesempatan yang dimilikinya karena dikunjungi ribuan orang per hari, tapi isi blognya cuma “sampah” saja. Andaikan tulisannya memuat sesuatu yang bisa “mencerahkan” para pembacanya, apalagi diarahkan untuk perbaikan diri (pembaca), perbaikan bangsa (sok patriotis dikit kan nggak papa … he..he..), dan lain sebagainya, tentu akan lebih baik lagi.

Tapi semua memang terpulang kembali ke penulis, mau nulis “sampah”, atau mungkin tulisan yang lebih bermakna, tentu suka-suka dia. Yang tentu saja tidak dapat didikte oleh para pembacanya.

Btw, lain halnya jika memang blognya didedikasikan khusus sebagai blog “nyampah” kaya punya Lutpi yang ada di sini , tentu setiap orang akan memakluminya, iya nggak Pi?

😀

  1. bayu says:

    asyiknya punya blog itu kan kita bisa nulis sesuka hati kita,..
    QC nya tergantung dengan mood ato ide kita pada waktu itu,..

    anyway, saya sering baca blog ini kok mas,..
    baru sekarang2 aja ngasih koment,..

  2. Luthfi says:

    hohohooho
    efek samping hadir ke PB2007, saya ikut2an ndorokakung untuk nulis current issues
    Harap maklum kalo current issue di sekitar saya seperti itu 😛
    eh, saya sudah bisa bikin web baru 😛
    [spam]http://menikah.luthfi.web.id[/spam]

  3. ika says:

    kalo buat saya, blog pak andri ini sudah tergolong blog seleb lo,,hehe…
    eniwei, ngeblog emang tergantung mood kali ya pak, kalo lagi gak mood nulis yang serius yah sang blogger bisa pasang tulisan kocak yang mungkin buat pembaca terasa weird secara beliau gak pernah tulis hal2 yang kocak. well mungkin mereka lagi bosen sama tulisan2 yang krn genrenya itu jadi bikin ngetop blog mereka,. en namanya orang mungkin ingin sedikit (atau banyak) perubahan,,tergantung mood mereka..yah jadilah tulisan2 yang ‘tergantung mood’ dan apa adanya tadi. tapi..somehow kalo selebblog yang nulis kok tetap terasa laen ya, ehehehe tetap terasa ‘harus dikomen’ gitu,,hehe 😀

    btw, buat saya, pak andri juga selebblog lo.. (eh udah aku tulis di atas belum ya?) 😀

  4. geblek says:

    eladala masih ada seleb blog

  5. Feri Gunawan says:

    Kadang saya iri dengan seleb blogger, kenapa mereka yang kadang isi blognya cuma satu kalimat, atau sepatah dua patah kata saja, dapat menghasilkan komentar puluhan

    wah kalo komentar banyak mungkin masalah orangnya saja, sedikit yg berhubungn dgn kualitas tulisan.

    Misal si A punya blogger, si A ini artis otomatis ya orang banyak tahu. Komentar pun ngikut dibelakangnya. Isi nomer dua, kan orang pgn liat karena faktor si A yg artis tadi :)

    http://www.weblogcartoons.com/2007/10/08/become-a-famous-blogger/

    Dan juga faktor pergaulan dan teman :)

    Jarang ya ada yg seimbang antara kualitas tulisan dan jumlah komentar :(

    Sukses yo mas, aku langganan blogmu lho hehehe

  6. Hedi says:

    kenapa dikotomi seleb dan bukan masih terus ada…
    blog itu barang aneh, kontroversial. Dia milih pribadi tapi berada di ranah publik, jadi…pinter2nya si empunya blog dan pengunjung untuk menyikapi.

  7. cahyo says:

    ada hubungan dengan komentar di salah satu blog dari mas andri ttg hal ini?

    hihihihi…aku ngerti blog yang dimaksud mana mas…;-)

  8. Donnyreza says:

    Iri juga dengan pak yusril? yang baru sekali posting komennya langsung bejibun? :))

    Ah, sudah lah…kita menulis saja dulu, yang penting kita menulis dengan ‘hati’. Barangkali memang kualitas tulisan kita-kita ini masih ‘sampah’ atau bahkan lebih ‘sampah’ daripada seleb blogger? 😀

  9. vetamandra says:

    setuju. kadang saya heran juga melihat komentar-komentar di blog seleb. cuma salam kenal, boleh tukar link, dan hal yang gak penting dan tidak berhubungan dengan isi tulisan :(

  10. imcw says:

    Cuek aja, Mas. Biar seleb biar nggak yang penting nulis.

  11. kalau seleb blogger itu kan artis,,,pantas saja banyak pengunjungnya,,,,banyak pengunjung karna dia artis,,,palagi artisnya cantik,,,hikhik

    kalau saya emang baru baca blog ini,,,jadi sekalian aja ungkapin isi hati saya….halah

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site