Archive for December 2007

"Jumpa Fans" dengan Pak Budi Rahardjo

DSC_2886-cropped Seperti yang telah saya ceritakan di posting sebelumnya, blogger Indonesia yang tinggal di Singapura kedatangan “tamu istimewa” salah seorang “seleb” blog, yakni pak Budi Rahardjo.

Cukup rame juga acara yang terselenggara atas inisiatif Fajri dan kebaikan pak IndraPr yang menyediakan tempat BBQ di tempat tinggal beliau.

Seharusnya sih acara dimulai jam 5 sore, dan ternyata saya yang datang pertama kali, he..he… rajin juga ternyata, karena rata-rata yang lain baru pada datang jam 6 lebih. Acara utama ya jelas bakar-bakar sate. Walaupun malam tahun baru, ternyata yang punya acara BBQ di kondominium tempat pak IndraPr tinggal banyak, sehingga semua pit BBQ yang tersedia terpakai semua, alhamdulillah kita masih kebagian tempat.DSC_2887 - corrected

Acara BBQ terbilang sukses, apalagi dengan satenya mbak Hani yang terkenal lezat, sampai-sampai kita semua pada ngambil berulangkali sate yang telah selesai dibakar, satenya pun ada dua jenis, ada sate ayam, ada juga sate kambing, ada juga soto betawi.

Yang jelas, satenya dimasak dengan mantap, dan bumbunya terasa meresap ke dalam. Yang jelas bagi yang pernah makan Sate (satay) Singapura, rasanya lewat deh. Nggak bisa dibandingin. Mana kalau Sate singapura dagingnya tipis-tipis, beda sama sate yang diBBQ tadi sore, dagingnya tebal dan digigit kerasa mak nyuss kata om Bondan.

DSC_2953 Banyak cerita yang mengalir di acarfa kopdar dan “jumpa fans” sore sampai dengan malam ini. Mulai dari “persaingan” saya yang Nikonian dengan pak Judhi Prasetyo yang Canonian, kemudian cerita pak Budi tentang ITB, ada juga microblogging twitter dan kronologger, cerita tentang bisnis musik digital, dan banyak lagi lainnya. Ibu-ibu tentu saja juga “ngrumpi” sendirian, sayangnya saya tidak tahu topiknya. Nggak kerasa lah, waktu berjalan dengan cepat. Sharing pengalaman di antara kita, dan lain sebagainya.

DSC_2902Tapi karena acara intinya adalah makan-makan dan BBQ, tentu saja sate 400 tusuk yang telah disediakan juga tidak henti-hentinya dibakar oleh pembakar sate kita. Termasuk sate kolesterol, alias sate kulit ayam pun ikutan dibakar. Saya sendiri cuma nyicipi satu tusuk saja… he..he.. takut kolesterol juga soalnya. Tapi yang jelas temen-temen yang lain, tetep “nyikat” juga sate kolesterol tadi.DSC_2867

Sayang, om Rane yang kita tunggu tidak bisa hadir, karena sibuk siaran. Kalau ada, pasti om Rane bakal jadi peliput utama acara ini dengan Kron-nya.

Sekali lagi, terima kasih untuk Pak IndraPr yang sudah menyediakan tempat buat BBQ, kemudian juga buat yang menyediakan dan menyiapkan makanan yang lezat, dan juga pak Budi Rahardjo yang sudah menyempatkan hadir di acara kopdar kali ini.

UPDATE: Foto bisa diakses di alamat ini http://picasaweb.google.com/teladan98/BBQBloggerSingapuraBudiRahardjo

Tahun Baru 2008, adakah yang istimewa?

Bagi saya, tidak ada sesuatu yang istimewa. Meski demikian, tidak ada salahnya melakukan refleksi sejenak, memutar kembali memori, dan menatap impian.

Wahai orang-orang yang bertaqwa, dan hendaklah kalian melihat diri kalian sendiri, apa-apa yang telah berlalu (telah diperbuat), untuk masa yang akan datang

QS. Al Hasyr 18

Tentu setiap orang berharap segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan dia, begitu pula dengan saya. Tapi terkadang, apa yang menjadi impian dan cita-cita tidak mesti selalu sama. Boleh jadi terkabulkan, boleh jadi tertunda, atau mungkin menemui kegagalan.

Waktu satu tahun memang bukan waktu yang sedikit bagi ukuran umur manusia, tapi ternyata waktu itu menjadi sangat pendek ketimbang dimensi waktu yang lain. 1 tahun perjalanan bumi berevolusi ternyata mungkin hanya sekian hari perjalanan planet jupiter, atau mungkin sekian menit waktu perjalanan planet neptunus, atau mungkin sekian detik waktu perjalanan tata surya yang lain, atau mungkin satu mikron detik waktu perjalanan galaksi dan seterusnya.

Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.

QS. As Sajdah 5

Dalam waktu yang relatif pendek ini, masih banyak hal yang saya rasakan kurang. Saya hanya bercita-cita menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya, akan tetapi kalau difikir-fikir kembali, sejauh mana kemanfaatan itu bisa diwujudkan, masih menjadi tanda tanya besar. Saya pun bercita-cita menjadi lebih baik setiap harinya. Kembali, ketika difikir mendalam, mungkin kemajuan menjadi lebih baik belum tercapai. Tapi satu hal yang saya yakini, bahwa seseorang tidaklah mesti diukur dari hasil yang dia capai, tapi proses yang menuju hasil juga tidak kalah penting. Harapan saya tentu saja proses yang telah saya lewati adalah proses menuju perbaikan tadi. Gusti Allah mboten sare.

Semoga kawan sekalian mendapatkan kemanfaatan dengan hadirnya tahun yang baru. Tidak sekedar menghabiskan tahun yang berakhir ini dengan kesia-siaan. Menghambur-hamburkan uang, sementara sejatinya uang tadi dapat kita pergunakan sebagai kontribusi kita untuk kebaikan masyarakat kita.

Paling tidak akhir tahun ini ada acara istimewa, “Jumpa Fans” dengan pak Budi Raharjo  di rumahnya Pak Indra …. he..he.. jarang-jarang ketemu dengan seleb blog …

Saya tidak akan mengucapkan selamat Tahun Baru kepada anda, saya hanya hendak mengucapkan, selamat berjuang kawanku sekalian ! perjalanan untuk kebaikan masih panjang ….

Hati-hati dengan gmail anda

Peringatan ini saya tujukan untuk saya pribadi, dan bagi anda sekalian. Karena saat ini gmail boleh dibilang menjadi “setengah nyawa” saya di Internet. Karena hampir semua akun email yang saya miliki, saya tarik ke sana dalam rangka memudahkan saya mengecek email yang masuk di banyak akun tadi.

Cerita dari david airey di sini, cukup membuat kita harus waspada. Meski Google telah mengklaim melakukan perbaikan terhadap celah yang dia buat sekitar September 2007 lalu, tapi kenyataannya email David dihack kurang dari satu bulan yang lalu.

Sementara cara ngeHacknya bisa didapat dari sini.

 

WASPADALAH !! WASPADALAH !!

makasih buat arson yang sudah kasih info

Dibalik kunjungan blog ini

Jelas ini merupakan posting iseng. Tapi saya pingin cuma sekedar sharing saja dengan pembaca blog ini, hal-hal apa yang menyebabkan orang datang berkunjung ke blog ini. Meski Page Rank blog ini tidak pernah naik, di posisi tigaaaa teruss !!! Tapi Google masih berbaik hati untuk menempatkan blog ini di banyak keyword di halaman pertama dia (tentu saja Google Indonesia, bukan Google Internasional). Karena lebih dari separuh pembaca blog ini adalah tinggal di Indonesia, makanya pencarian dilakukan dengan engine Google Indonesia.

Jadi apa saja yang membuat orang datang kemari akhir-akhir ini? Kita lihat saja sejenak (Semua adalah tangkapan Google Indonesia di halaman pertama)

pos-1 pos-2

pos-3 pos-4

pos-5 pos-6

pos-9 pos-10

Berdasar pengalaman sih, “keyword abadi”nya adalah seperti pepaya, hub, rapidshare, mac address dan lain sebagainya. Sementara “keyword musiman” tentu tergantung isu/gosip/berita yang sedang panas, seperti saat Ramadhan tentu saja keywordnya adalah seputar itu, seperti “maaf sebelum Ramadhan”, kemudian jelang Idul Adha, ya keywordnya “Idul Adha”, atau topik kontroversial seperti situs pariwisata kita, tentu saja keywordnya juga seputaran itu. Paling tidak, sedikit sesuai lah dengan harapan saya, yang datang ada orang IT, ada pula yang mencari religi, atau sekedar datang melihat catatan angin-anginan yang saya harap sih dapat bermanfaat bagi orang lain.

Barangkali anda juga termasuk salah satu yang tersesat nyasar ke blog ini karena keyword itu?

😉

Sekilas perjalanan ke Negri Gajah

DSC_2039Alhamdulillah, akhirnya kemarin hari sabtu sampai selasa ini, saya dengan istri berkesempatan untuk berkunjung ke negri Gajah, alias Thailand. Nggak banyak tempat sih yang dikunjungi, cuma satu kota saja, di Bangkok. Pinginnya sih bisa jalan ke banyak tempat lagi, tapi karena waktu yang dipunyai cuma hari-hari ini saja, jadi tidak bisa berlama-lama di sana, selain alasan paling kuat adalah “Guide” gratis kita nggak bisa libur lama-lama, karena “Guide” saya ini nggak “libur”, masih sibuk ngeLab di kampus AIT (Asian Institute of Technology) sana.

Kemarin sempat sedikit “khawatir” juga sih, soalnya kan Thailand hari Ahad kemarin menyelenggarakan Pemilu. Tapi ternyata, pemilu di sana “uadem ayem tentrem”, sama sekali tidak terlihat suasana hingar bingar pemilu. Hanya saat sore hari saja kita sempat melihat sejenak proses penghitungan suara. Bahkan ternyata kita diuntungkan, karena adanya pemilu, jalur transportasi subway (MRT) Bangkok digratiskan mulai pagi sampai sore. Mantabh !!!
😉

DSC_2294Beruntung kita punya kawan yang tinggal di Thailand dan bisa sedikit bahasa Thai, kalau tidak, terus terang susah sekali ngomong pakai Bahasa Inggris dengan orang Thai, yang ketika ditanya malah “lari”. Jadi pas waktu naik Tuk-Tuk, paling tidak bisa tawar menawar lah.

Berbicara Thailand, memang unik. Penghormatan yang luar biasa kepada sang Raja sehingga sebagian besar orang menggunakan kalung berlambang kerajaan, foto sang Raja di seantero kota bangkok, bahkan sampai ada yang sepertiga gedung pencakar langit, yang jendelanya dicover dengan billboard sang raja. Kemudian beberapa kali kita bertemu dengan “COWEK” (setengah cowok + setengah cewek) yang kata temen saya, banyak “cowek” karena operasi ganti kelamin yang murah dan mudah ditemui di banyak tempat.

DSC_1985 Belanja oleh-oleh? Tentu saja lah, karena itu pasti yang ditanya sama kawan dan handai taulan. Alhamdulillah kita pergi di akhir pekan, sehingga sempat mengunjungi pasar Chatuchak (Jatujak) yang hanya buka di hari Sabtu dan Ahad. Banyak sekali variasi barang yang dijual, dan yang jelas dibanding dengan Singapura, jelas selisih banyak. Harganya kira-kira tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.

Yang membuat tenang, di tengah pasar dekat Menara jam, ada yang jualan makanan halal. Dan menu andalannya adalah bakso seharga 70 Baht (sekitar 21 ribu rupiah) dengan rasa yang cukup lezat (jauh ketimbang Singapura yang rasa makanannya banyak yang kurang “sedap”), meski tidak terlalu jauh berbeda sih dengan rasa Bakso Indonesia.

Oh ya, meski tidak semudah di Singapura untuk mencara makanan halal, karena di mana-mana ketemunya Bab Satu .. (BABI gitu loh .. ), tapi di beberapa tempat kita masih bisa menemukan tempat jualan makanan yang menyediakan makanan halal, bahkan di mal-mal besar pun ada. DSC_2018Meski komunitas muslim tidak terlalu banyak, tapi di peta wisata Bangkok, masjid-masjid masih dicantumkan di dalam peta, sehingga kita juga “relatif” mudah menemukannya. Bahkan di bandara Thailand, disediakan sebuah mushola yang sangat representatif, bahkan menurut saya jauh lebik baik ketimbang bandara Sukarno Hatta.

Bicara kemacetan, alhamdulillah perkiraan saya tidak terjadi, karena hari Ahad ada pemilu, maka hari Seninnya Thailand diliburkan, sehingga meski ada kemacetan, tapi tidak “sengeri” yang saya bayangkan. Bicara keamanan, Jakarta jelas kalah. Rasa aman saya kira ada di setiap turis, bayangkan saja kalau di Jakarta di mana di banyak tempat, preman, kapak merah, copet, dan lain sebagainya ada di mana-mana. Pakai taksi pun tidak perlu tawar menawar, karena semua taksi menggunakan argo. Dan yang jelas, karena saya di Singapura bayar taksi naudzubillah mahalnya, ketika nyampe Thailand, langsung kerasa sekali murahnya .. he .. he..

Meski jalan-jalan tidak terlalu lama, tapi perjalanan kali ini cukup mengesankan, apalagi bagi kita yang travel dengan budget “sangat rendah”, sangat bersyukur dapat tumpangan gratis dari kawan saya dari Jogja, Riyanto, yang sayang justru pas diminta pulang ke Indonesia oleh perusahaannya, malah saya ditinggali kunci apartemennya yang menurut ukuran saya sangat wah, dan juga tour guide saya yang sangat membantu selama perjalanan ke Bangkok.

Perpanjang domain .id (kali ke sekian)

Shock dan kaget …
Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir …

Beberapa posting yang lalu saya biasa mengkritik PANDI karena lambannya proses mereka terhadap domain-domain yang coba saya perpanjang. Tapi hari ini saya cukup shock, karena saya perpanjang domain jam 3 sore ini, abis itu bayar, kebetulan saya nggak punya rekening BCA, adanya rekening bank lain, jadi asumsi saya musti pake kliring dulu lah, lagi pula ini hari Jum’at, yang tentu saja saya tidak berharap domain saya akan diproses segera.

Eh ternyata, nggak sampai 5 menit, saya sudah dibales email konfirmasi dari PANDI, bahwa domain yang baru saja saya perpanjang, telah diperpanjang kembali oleh PANDI. OK deh, untuk kali ini saya angkat dua jempol saya (kalau jempol ada sepuluh, pasti tak angkat semua).

Tapi masih ada satu permintaan sih dari saya untuk Pengelola Domain Indonesia (PANDI), kalau bisa disediain bayar membayar online dong! Jadi kita bisa bayar via Paypal, atau Moneybooker, atau via VISA/Master card. Jadi begitu selesai bayar, dink ! domain langsung aktif atau langsung diperpanjang. Jadi nggak harus kirim konfirmasi kesana kemari yang memperlambat proses.

Satu lagi kemajuan yang saya rasakan, sekarang propagasi DNSnya jadi lebih cepat, yang tadinya butuh sekian jam sebelum domain dikenali internet, sekarang kurang dari 20an menit lah. Sudah lumayan, jauh lebih baik, meski dibanding Top Level Domain seperti .com, .net, .org dan kawan-kawannya masih kalah cepet.

Kali ini, Salut dengan PANDI, semoga dipertahankan prestasinya, eh jangan dipertahankan ding, tapi ditingkatkan !!

Switch to our mobile site