"Jumpa Fans" dengan Pak Budi Rahardjo
Seperti yang telah saya ceritakan di posting sebelumnya, blogger Indonesia yang tinggal di Singapura kedatangan “tamu istimewa” salah seorang “seleb” blog, yakni pak Budi Rahardjo.
Cukup rame juga acara yang terselenggara atas inisiatif Fajri dan kebaikan pak IndraPr yang menyediakan tempat BBQ di tempat tinggal beliau.
Seharusnya sih acara dimulai jam 5 sore, dan ternyata saya yang datang pertama kali, he..he… rajin juga ternyata, karena rata-rata yang lain baru pada datang jam 6 lebih. Acara utama ya jelas bakar-bakar sate. Walaupun malam tahun baru, ternyata yang punya acara BBQ di kondominium tempat pak IndraPr tinggal banyak, sehingga semua pit BBQ yang tersedia terpakai semua, alhamdulillah kita masih kebagian tempat.![]()
Acara BBQ terbilang sukses, apalagi dengan satenya mbak Hani yang terkenal lezat, sampai-sampai kita semua pada ngambil berulangkali sate yang telah selesai dibakar, satenya pun ada dua jenis, ada sate ayam, ada juga sate kambing, ada juga soto betawi.
Yang jelas, satenya dimasak dengan mantap, dan bumbunya terasa meresap ke dalam. Yang jelas bagi yang pernah makan Sate (satay) Singapura, rasanya lewat deh. Nggak bisa dibandingin. Mana kalau Sate singapura dagingnya tipis-tipis, beda sama sate yang diBBQ tadi sore, dagingnya tebal dan digigit kerasa mak nyuss kata om Bondan.
Banyak cerita yang mengalir di acarfa kopdar dan “jumpa fans” sore sampai dengan malam ini. Mulai dari “persaingan” saya yang Nikonian dengan pak Judhi Prasetyo yang Canonian, kemudian cerita pak Budi tentang ITB, ada juga microblogging twitter dan kronologger, cerita tentang bisnis musik digital, dan banyak lagi lainnya. Ibu-ibu tentu saja juga “ngrumpi” sendirian, sayangnya saya tidak tahu topiknya. Nggak kerasa lah, waktu berjalan dengan cepat. Sharing pengalaman di antara kita, dan lain sebagainya.
Tapi karena acara intinya adalah makan-makan dan BBQ, tentu saja sate 400 tusuk yang telah disediakan juga tidak henti-hentinya dibakar oleh pembakar sate kita. Termasuk sate kolesterol, alias sate kulit ayam pun ikutan dibakar. Saya sendiri cuma nyicipi satu tusuk saja… he..he.. takut kolesterol juga soalnya. Tapi yang jelas temen-temen yang lain, tetep “nyikat” juga sate kolesterol tadi.![]()
Sayang, om Rane yang kita tunggu tidak bisa hadir, karena sibuk siaran. Kalau ada, pasti om Rane bakal jadi peliput utama acara ini dengan Kron-nya.
Sekali lagi, terima kasih untuk Pak IndraPr yang sudah menyediakan tempat buat BBQ, kemudian juga buat yang menyediakan dan menyiapkan makanan yang lezat, dan juga pak Budi Rahardjo yang sudah menyempatkan hadir di acara kopdar kali ini.
UPDATE: Foto bisa diakses di alamat ini http://picasaweb.google.com/teladan98/BBQBloggerSingapuraBudiRahardjo
Tahun Baru 2008, adakah yang istimewa?
Bagi saya, tidak ada sesuatu yang istimewa. Meski demikian, tidak ada salahnya melakukan refleksi sejenak, memutar kembali memori, dan menatap impian.
Wahai orang-orang yang bertaqwa, dan hendaklah kalian melihat diri kalian sendiri, apa-apa yang telah berlalu (telah diperbuat), untuk masa yang akan datang
QS. Al Hasyr 18
Tentu setiap orang berharap segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan dia, begitu pula dengan saya. Tapi terkadang, apa yang menjadi impian dan cita-cita tidak mesti selalu sama. Boleh jadi terkabulkan, boleh jadi tertunda, atau mungkin menemui kegagalan.
Waktu satu tahun memang bukan waktu yang sedikit bagi ukuran umur manusia, tapi ternyata waktu itu menjadi sangat pendek ketimbang dimensi waktu yang lain. 1 tahun perjalanan bumi berevolusi ternyata mungkin hanya sekian hari perjalanan planet jupiter, atau mungkin sekian menit waktu perjalanan planet neptunus, atau mungkin sekian detik waktu perjalanan tata surya yang lain, atau mungkin satu mikron detik waktu perjalanan galaksi dan seterusnya.
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya (lamanya) adalah seribu tahun menurut perhitunganmu.
QS. As Sajdah 5
Dalam waktu yang relatif pendek ini, masih banyak hal yang saya rasakan kurang. Saya hanya bercita-cita menjadi orang yang bermanfaat bagi sekitarnya, akan tetapi kalau difikir-fikir kembali, sejauh mana kemanfaatan itu bisa diwujudkan, masih menjadi tanda tanya besar. Saya pun bercita-cita menjadi lebih baik setiap harinya. Kembali, ketika difikir mendalam, mungkin kemajuan menjadi lebih baik belum tercapai. Tapi satu hal yang saya yakini, bahwa seseorang tidaklah mesti diukur dari hasil yang dia capai, tapi proses yang menuju hasil juga tidak kalah penting. Harapan saya tentu saja proses yang telah saya lewati adalah proses menuju perbaikan tadi. Gusti Allah mboten sare.
Semoga kawan sekalian mendapatkan kemanfaatan dengan hadirnya tahun yang baru. Tidak sekedar menghabiskan tahun yang berakhir ini dengan kesia-siaan. Menghambur-hamburkan uang, sementara sejatinya uang tadi dapat kita pergunakan sebagai kontribusi kita untuk kebaikan masyarakat kita.
Paling tidak akhir tahun ini ada acara istimewa, “Jumpa Fans” dengan pak Budi Raharjo di rumahnya Pak Indra …. he..he.. jarang-jarang ketemu dengan seleb blog …
Saya tidak akan mengucapkan selamat Tahun Baru kepada anda, saya hanya hendak mengucapkan, selamat berjuang kawanku sekalian ! perjalanan untuk kebaikan masih panjang ….
Hati-hati dengan gmail anda
Peringatan ini saya tujukan untuk saya pribadi, dan bagi anda sekalian. Karena saat ini gmail boleh dibilang menjadi “setengah nyawa” saya di Internet. Karena hampir semua akun email yang saya miliki, saya tarik ke sana dalam rangka memudahkan saya mengecek email yang masuk di banyak akun tadi.
Cerita dari david airey di sini, cukup membuat kita harus waspada. Meski Google telah mengklaim melakukan perbaikan terhadap celah yang dia buat sekitar September 2007 lalu, tapi kenyataannya email David dihack kurang dari satu bulan yang lalu.
Sementara cara ngeHacknya bisa didapat dari sini.
WASPADALAH !! WASPADALAH !!
makasih buat arson yang sudah kasih info
Dibalik kunjungan blog ini
Jelas ini merupakan posting iseng. Tapi saya pingin cuma sekedar sharing saja dengan pembaca blog ini, hal-hal apa yang menyebabkan orang datang berkunjung ke blog ini. Meski Page Rank blog ini tidak pernah naik, di posisi tigaaaa teruss !!! Tapi Google masih berbaik hati untuk menempatkan blog ini di banyak keyword di halaman pertama dia (tentu saja Google Indonesia, bukan Google Internasional). Karena lebih dari separuh pembaca blog ini adalah tinggal di Indonesia, makanya pencarian dilakukan dengan engine Google Indonesia.
Jadi apa saja yang membuat orang datang kemari akhir-akhir ini? Kita lihat saja sejenak (Semua adalah tangkapan Google Indonesia di halaman pertama)
Berdasar pengalaman sih, “keyword abadi”nya adalah seperti pepaya, hub, rapidshare, mac address dan lain sebagainya. Sementara “keyword musiman” tentu tergantung isu/gosip/berita yang sedang panas, seperti saat Ramadhan tentu saja keywordnya adalah seputar itu, seperti “maaf sebelum Ramadhan”, kemudian jelang Idul Adha, ya keywordnya “Idul Adha”, atau topik kontroversial seperti situs pariwisata kita, tentu saja keywordnya juga seputaran itu. Paling tidak, sedikit sesuai lah dengan harapan saya, yang datang ada orang IT, ada pula yang mencari religi, atau sekedar datang melihat catatan angin-anginan yang saya harap sih dapat bermanfaat bagi orang lain.
Barangkali anda juga termasuk salah satu yang tersesat nyasar ke blog ini karena keyword itu?
Sekilas perjalanan ke Negri Gajah
Alhamdulillah, akhirnya kemarin hari sabtu sampai selasa ini, saya dengan istri berkesempatan untuk berkunjung ke negri Gajah, alias Thailand. Nggak banyak tempat sih yang dikunjungi, cuma satu kota saja, di Bangkok. Pinginnya sih bisa jalan ke banyak tempat lagi, tapi karena waktu yang dipunyai cuma hari-hari ini saja, jadi tidak bisa berlama-lama di sana, selain alasan paling kuat adalah “Guide” gratis kita nggak bisa libur lama-lama, karena “Guide” saya ini nggak “libur”, masih sibuk ngeLab di kampus AIT (Asian Institute of Technology) sana.
Kemarin sempat sedikit “khawatir” juga sih, soalnya kan Thailand hari Ahad kemarin menyelenggarakan Pemilu. Tapi ternyata, pemilu di sana “uadem ayem tentrem”, sama sekali tidak terlihat suasana hingar bingar pemilu. Hanya saat sore hari saja kita sempat melihat sejenak proses penghitungan suara. Bahkan ternyata kita diuntungkan, karena adanya pemilu, jalur transportasi subway (MRT) Bangkok digratiskan mulai pagi sampai sore. Mantabh !!!
Beruntung kita punya kawan yang tinggal di Thailand dan bisa sedikit bahasa Thai, kalau tidak, terus terang susah sekali ngomong pakai Bahasa Inggris dengan orang Thai, yang ketika ditanya malah “lari”. Jadi pas waktu naik Tuk-Tuk, paling tidak bisa tawar menawar lah.
Berbicara Thailand, memang unik. Penghormatan yang luar biasa kepada sang Raja sehingga sebagian besar orang menggunakan kalung berlambang kerajaan, foto sang Raja di seantero kota bangkok, bahkan sampai ada yang sepertiga gedung pencakar langit, yang jendelanya dicover dengan billboard sang raja. Kemudian beberapa kali kita bertemu dengan “COWEK” (setengah cowok + setengah cewek) yang kata temen saya, banyak “cowek” karena operasi ganti kelamin yang murah dan mudah ditemui di banyak tempat.
Belanja oleh-oleh? Tentu saja lah, karena itu pasti yang ditanya sama kawan dan handai taulan. Alhamdulillah kita pergi di akhir pekan, sehingga sempat mengunjungi pasar Chatuchak (Jatujak) yang hanya buka di hari Sabtu dan Ahad. Banyak sekali variasi barang yang dijual, dan yang jelas dibanding dengan Singapura, jelas selisih banyak. Harganya kira-kira tidak jauh berbeda dengan di Indonesia.
Yang membuat tenang, di tengah pasar dekat Menara jam, ada yang jualan makanan halal. Dan menu andalannya adalah bakso seharga 70 Baht (sekitar 21 ribu rupiah) dengan rasa yang cukup lezat (jauh ketimbang Singapura yang rasa makanannya banyak yang kurang “sedap”), meski tidak terlalu jauh berbeda sih dengan rasa Bakso Indonesia.
Oh ya, meski tidak semudah di Singapura untuk mencara makanan halal, karena di mana-mana ketemunya Bab Satu .. (BABI gitu loh .. ), tapi di beberapa tempat kita masih bisa menemukan tempat jualan makanan yang menyediakan makanan halal, bahkan di mal-mal besar pun ada.
Meski komunitas muslim tidak terlalu banyak, tapi di peta wisata Bangkok, masjid-masjid masih dicantumkan di dalam peta, sehingga kita juga “relatif” mudah menemukannya. Bahkan di bandara Thailand, disediakan sebuah mushola yang sangat representatif, bahkan menurut saya jauh lebik baik ketimbang bandara Sukarno Hatta.
Bicara kemacetan, alhamdulillah perkiraan saya tidak terjadi, karena hari Ahad ada pemilu, maka hari Seninnya Thailand diliburkan, sehingga meski ada kemacetan, tapi tidak “sengeri” yang saya bayangkan. Bicara keamanan, Jakarta jelas kalah. Rasa aman saya kira ada di setiap turis, bayangkan saja kalau di Jakarta di mana di banyak tempat, preman, kapak merah, copet, dan lain sebagainya ada di mana-mana. Pakai taksi pun tidak perlu tawar menawar, karena semua taksi menggunakan argo. Dan yang jelas, karena saya di Singapura bayar taksi naudzubillah mahalnya, ketika nyampe Thailand, langsung kerasa sekali murahnya .. he .. he..
Meski jalan-jalan tidak terlalu lama, tapi perjalanan kali ini cukup mengesankan, apalagi bagi kita yang travel dengan budget “sangat rendah”, sangat bersyukur dapat tumpangan gratis dari kawan saya dari Jogja, Riyanto, yang sayang justru pas diminta pulang ke Indonesia oleh perusahaannya, malah saya ditinggali kunci apartemennya yang menurut ukuran saya sangat wah, dan juga tour guide saya yang sangat membantu selama perjalanan ke Bangkok.
Perpanjang domain .id (kali ke sekian)
Shock dan kaget …
Semoga ini bukan yang pertama dan terakhir …
Beberapa posting yang lalu saya biasa mengkritik PANDI karena lambannya proses mereka terhadap domain-domain yang coba saya perpanjang. Tapi hari ini saya cukup shock, karena saya perpanjang domain jam 3 sore ini, abis itu bayar, kebetulan saya nggak punya rekening BCA, adanya rekening bank lain, jadi asumsi saya musti pake kliring dulu lah, lagi pula ini hari Jum’at, yang tentu saja saya tidak berharap domain saya akan diproses segera.
Eh ternyata, nggak sampai 5 menit, saya sudah dibales email konfirmasi dari PANDI, bahwa domain yang baru saja saya perpanjang, telah diperpanjang kembali oleh PANDI. OK deh, untuk kali ini saya angkat dua jempol saya (kalau jempol ada sepuluh, pasti tak angkat semua).
Tapi masih ada satu permintaan sih dari saya untuk Pengelola Domain Indonesia (PANDI), kalau bisa disediain bayar membayar online dong! Jadi kita bisa bayar via Paypal, atau Moneybooker, atau via VISA/Master card. Jadi begitu selesai bayar, dink ! domain langsung aktif atau langsung diperpanjang. Jadi nggak harus kirim konfirmasi kesana kemari yang memperlambat proses.
Satu lagi kemajuan yang saya rasakan, sekarang propagasi DNSnya jadi lebih cepat, yang tadinya butuh sekian jam sebelum domain dikenali internet, sekarang kurang dari 20an menit lah. Sudah lumayan, jauh lebih baik, meski dibanding Top Level Domain seperti .com, .net, .org dan kawan-kawannya masih kalah cepet.
Kali ini, Salut dengan PANDI, semoga dipertahankan prestasinya, eh jangan dipertahankan ding, tapi ditingkatkan !!
Rehat sejenak
Wah, lama sekali rasanya tidak mengisi catatan ini. Banyak hal yang harus dilakukan, kemudian pergi berlebaran Idul Adha di tempat om di Batam. Pergi rabu malam, kamis malam sudah harus pulang kembali ke Singapura.
Dan esok pun, insya Allah akan pergi lagi, travel terus nih
, rencana silaturahim mengunjungi kawan yang sedang menempuh studi di negri tetangga. Ya sekalian jalan-jalan gitu, sembari “hunting” yang bisa diburu. Rencananya cuma sebentar kok, cuma empat hari gitu (irit gitu loh, hari sabtu malem berangkat, selasa pagi dah pulang lagi), jadi real jalan-jalannya cuma ahad dan senin.
Blog ini pun mungkin akan rehat sejenak selama saya pergi mulai sabtu (malam) sampai selasa. Semoga segala sesuatunya berjalan dengan lancar. Amiin.
Barangkali masih tentang climate change pula
Biar semuanya serba hijau, ramah lingkungan, dan “barangkali” terinspirasi oleh OLPC karya Negroponte yang menggunakan “pedal” generator yang diputar pake tangan, untuk menghasilkan energi buat mengisi baterainya, beberapa mahasiswa MIT mencoba membuat sebuah rekor untuk menjalankan sebuah superkomputer (ingat, superkomputer tidak sama dengan PC biasa loh, ada sekian banyak prosesor tertanam di mesinnya) dengan menggunakan orang yang menaiki sepeda balap yang sudah dimodifikasi.
Dengan menggunakan sepeda ini, dihasilkan energi listrik sebesar 1.2 kilowatt yang mampu menjalankan si superkomputer tadi selama 20 menit. Reliable? Tentu tidak
mana ada orang mau njalanin komputer trus nyuruh orang lain nggenjot pedal sepeda buat muter generator listrik.
Mungkin juga mereka hendak menunjukkan ke publik, kalau Amerika masih memikirkan lingkungan yang hijau pula despite emisi karbon mereka yang menguasai lebih dari 50 persen emisi di seluruh dunia ini. (Penjajahan gaya baru nih, menjajah dengan emisi karbon, invasinya ke seluruh dunia lagi … !)
Dapet ceritanya dari sini nih.
Ternyata masih ada yang takut dengan Firefox
Barusan baca berita dari Internet, ada salah satu sekolah di Amerika sana, yang “menahan” murid SMA gara-gara dia menginstall Firefox di komputernya untuk mengerjakan tugas sekolah. Meski dia sudah ngeyel kalau yang dia install adalah browser juga, tapi sang Guru tetap kukuh pada pendiriannya dan kemudian memberikan hukuman serta surat peringatan kepada orang tuanya.
Jika berita tadi benar, geleng-geleng ……. Hari gini masih “buta” Firefox???
Agama dalam bisnis / politik
Meski secara statistik, jumlah pemeluk kristiani di Singapura tidak lebih dari 15 persen, akan tetapi, jauh-jauh hari sebelum natal (atau orang melayu cakap “Krismas”), berbagai kawasan bisnis mulai menyambut natal dengan berbagai pernak-perniknya. Semua karyawan toko diminta untuk berpakaian ala santa, suasana yang dibangun pun sama. Walaupun mereka bukan kristen, akan tetapi karena acara natal ini adalah acara yang mampu menghasilkan “duit luar biasa”, tentu bukan even yang bisa dilepaskan begitu saja. Dan saya kira, banyak juga orang yang tahu, bahwa pemaknaan natal bagi orang kristiani pun menjadi kurang karena “nyawa” bisnisnya lebih terasa.
Barangkali mirip dengan di Indonesia, menjelang Idul Fitri, “denyut bisnis” terkadang mengalahkan suasan “relijius” yang sebenarnya diharapkan dari bulan Ramadhan. Sehingga orang-orang yang diharapkan belajar lebih baik dengan bulan Ramadhan, malah disibukkan dengan”hingar-bingar” bisnis sampingan di bulan Ramadhan.
Saya masih ingat juga, mungkin sekitar 15 tahun yang lalu (saya lupa tepatnya), ketika itu pertama kalinya saya dan keluarga dan juga tetangga mulai berbeda lebaran dengan pemerintah cq. pak harto saat itu yang jadi penguasa. Saya masih ingat, saat itu hendak dibuat semacam kemeriahan dengan bedug raksasa, yanga acaranya sendiri menghabiskan satu milyar kalau tidak salah. Tentu akan menjadi kerugian yang luar biasa ketika ternyata lebaran maju satu hari, pawai yang sudah disiapkan tentu menjadi sia-sia.
Nah, berbicara masalah ini, ketika mbah Dipo bercerita masalah Idul Adha 1428H, saya pun jadi ikut tanda tanya? Sebenarnya Saudi itu punya ilmuwan yang mampu memberikan pencerahan kepada negaranya tidak sih? Bagaimana mungkin secara teori bulan masih 5 derajad di bawah ufuk, yang secara teori sangat tidak mungkin melihat bulan, kok ya percaya sama orang yang ngaku-ngaku sudah melihat bulan? Kalau secara teori sudah di atas 0 derajad, saya masih mungkin mempercayai ada yang melihatnya, tapi yang satu ini jelas-jelas di bawah 5 derajad, kok ya percaya begitu saja.
Jelas, ibadah haji adalah “bisnis” yang boleh dibilang luar biasa, 2 juta orang, datang pada saat yang sama, membawa riyal dan seterusnya. Saya masih belum bisa faham, apakah ada faktor bisnis atau politik di belakang keputusan kontroversial Saudi saat ini? Semestinya ulama di Saudi sana juga dibekali ilmu hisab agar rukyat-nya juga nggenah, sehingga tidak lagi memunculkan pendapat kontroversial semacam ini (mirip dengan kasus matahari mengelilingi bumi yang difatwakan ulama saudi, di mana orang tidak faham ilmu astronomi, tapi main fatwa tentang astronomi secara ngawur). Secara personal saya pun lebih “dekat” dengan “rukyat”, akan tetapi hisab juga harus dipakai dalam rangka mendapatkan hasil rukyat yang lebih akurat.


















