Sedikitnya rasa malu

Sejatinya Allah SWT telah memberikan salah satu fasilitas yang bisa dinikmati manusia dalam rangkan menjaga kehormatan manusia itu sendiri. Yakni yang disebut sebagai rasa malu.

Bahkan jika kita berbicara tentang apa yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad SAW, rasa malu ini menjadi perhatian tersendiri dalam fase awal dakwah beliau. Dimana beliau bersabda:

idza-malu
Jika kamu tidak lagi memiliki rasa malu, maka berbuatlah sekehendakmu

Hal ini yang sayang mungkin tidak lagi dimiliki oleh kebanyakan dari kita. Rasa malu tidak lagi dimiliki oleh kita, ketika kita melakukan kemaksiatan dan hal buruk lainnya, sejatinya Allah SWT telah menutupinya, tapi alih-alih kita merasa “beruntung” bahwa Allah SWT telah menutupinya, justru malah kita sendiri yang mengumbarnya.

Disampaikan lah ke publik tentang kebejatan yang baru saja dilakukan oleh dia, merasa bangga ketika dapat mengumumkan kebejatan dia di depan khalayak ramai, dan akan semakin merasa gembira ketika ternyata kebejatan yang dia lakukan ditanggapi “positif” oleh khalayak ramai tadi.

Ketika rasa malu sudah tidak lagi dimiliki, maka apa pun bisa dikerjakan, termasuk pada akhirnya menghalalkan segala macam cara dalam mencapai tujuannya. Tidak ada lagi rasa rikuh, “ewuh pakewuh”, langsung dihantam saja, tanpa peduli benar dan tidaknya. Pun begitu jua, tiada rasa malu kepada orang lain (apalagi kepada Yang Maha Melihat) justru malah “mendakwahkan” kemaksiatan yang dilakukan kemana-mana untuk mencari pendukung dan bala bantuan.

Ke mana rasa malu yang telah dianugrahkan Allah SWT kepada manusia? Entahlah ….

  1. Artikel yang bagus !

    Barangkali artikel “rasa malu” berikut juga berguna bagi rekan rekan lainnya > Rasa Malu ?

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site