Kabar duka dari sahabatku

Telah Meninggal Dunia: Dimas Pratika Wijaya, Alumni Teknik Industri UGM Angkatan 2001, Alumni SMA Taruna Nusantara angk. 9, pada hari Kamis 18 Oktober 2007 di Jakarta.

Seorang sahabat, seorang kawan, seorang saudara dalam Iman dan Islam.
Innalillahi Wa Inna Ilayhi Raji’un.

Sesungguhnya kematian adalah hal yang tidak akan pernah kita tahu, dia tidak bisa dimundurkan barang sesaat dan dimajukan barang sesaat, walastaqdimuuna sa’ah walasta’khiruuna sa’ah.

Teruntuk saudaraku tersayang, semoga Allah SWT memberikan tempat terbaikNya untuk engkau. Dalam perjalanan kebersamaan kita, saya yang lebih tua barangkali lebih banyak melakukan kesalahan, semoga Dimas sudah memaafkan saya. Insya Allah segala kesalahan yang mungkin pernah Dimas lakukan sudah saya maafkan.

Meski tiada hubungan biologis antara kita, tapi persaudaraan dalam rangka Iman di antara kita jauh melebihi hubungan saudara dalam darah. Teringat kembali perjalanan kebersamaan kita, dimulai saat setelah Ospek Teknik UGM 2001 berakhir, dari perkenalan itulah, ukhuwwah terjalin. Dalam kebersamaan membangun rasa cinta kepada Allah SWT. Ada suka dan duka, ada senyum ada canda. Dan hingga hari ini, masih ada satu kenangan darimu yang masih senantiasa bersamaku, yakni Alquran Al Kariim yang diberikan olehmu sepulangmu dari Haji. Sungguh, kenangan yang betul-betul membekas, kenangan yang sangat indah, lantaran Alquran yang diberikan olehmu lah, pahala demi pahala kebaikan kucoba untuk diraih. Insya Allah, dia akan menjadi amal jariyahmu di akhirat kelak, dan aku berdo’a kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan istiqomah, senantiasa dalam kebaikan.

Tak lupa lantunan do’a teruntai bagimu,

Allahummaghfirlahu… warhamhu … wa’afihi … wa’fu ‘anhu

Sungguh, kematian adalah pemutus segala kenikmatan dunia. Tiada yang dapat menghalangnya.

Ana uhibbuka fillah.
Wa innani insya Allahu ma’aka ….

Selamat jalan adikku & saudaraku …. Dimas Pratika

– Singapura, 19 Oktober 2007, 12:11 AM waktu Singapura –

  1. leksa says:

    Innalillahi…
    Baru juga tadi tak Kron, rupanya ada ada temennya :)

    Saya temen SMU nya..
    Semoga amal ibadah beliau di terima oleh Yang Maha Kuasa :)

  2. Innalillahi wa ina illaihi rajiun…

    Semoga diampuni segala dosanya, dan diterima amal ibadahnya dan iman Islamnya.

  3. bangkumahoni says:

    Turut berduka cita.
    Semoga Allah memanggilnya pulang karena rindu bertemu.

  4. iwan says:

    kita semua sebenarnya antri menunggu datangnya kematian. Karena kita adalah orang dari akhirat yang hanya 70 tahun di dunia dan segera pulang kekampung kita yang sebenarnya. Jadi mengapa kita harus takut dengan kematian, sebab kematian adalah pintu untuk menuju sorga.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site