Akhirnya, ke Singapore Zoo juga

Setelah sekian lama, dan tidak pernah terlaksana, akhirnya kami jadi juga pergi ke Singapore Zoo. Berawal dari perbincangan dengan teman satu flat saat naik taksi dalam perjalanan menuju KBRI Singapura, untuk mengisi hari Ahad atau hari kedua lebaran kali ini, tiba-tiba tercetus ide untuk pergi ke Zoo.

Alhamdulillah, rencana yang cuma satu hari malah akhirnya terlaksana. Siang hari ini sampai sore tadi, saya dengan istri dan keluarga teman saya pergi ke Zoo. Meski di awal keberangkatan kami sempat senewen, karena taksi yang ditelpon dan dijanjikan datang dalam waktu 7 menit, sampai lebih dari 15 menit lebih gak datang-datang.

Sampai di sana, beli tiket yang memang cukup mahal sih sebenarnya untuk ukuran saya (hiks …), sama istri berdua plus tiket naik Tram (macam kereta kecil gitu) kita keluar S$ 43. Suasana kebun binatang singapura memang secara sekilas langsung nampak berbeda dengan Indonesia, seperti yang bisa ditebak: lebih bersih, lebih rapi, dan lebih teratur. Tapi sebenarnya kalau berbicara masalah koleksi binatang, kebun binatang di Indonesia pun lebih banyak variasi dan jumlahnya, hanya memang dari sisi penataan kita nggak ada apa-apanya.

Singapore Zoo sendiri tidaklah sebesar yang saya bayangkan, dari peta yang kami punya, pertama kali kita membayangkan bahwa kebun binatang ini akan berukuran cukup besar, sehingga kita memutuskan untuk naik tram, eh ternyata setelah masuk, boleh dibilang cukup kecil, bahkan dibandingkan dengan kebun binatang Gembira Loka di Jogja, lebih besar di sana.

PA140278Masuk ke sana, kita langsung disambut dengan jembatan kayu untuk melintasinya, dan di atasnya ada siamang yang sedang bergelantungan. Jalan sebentar, akhirnya kita naik ke Tram.

Gini nih tampak sampingnya, sebuah kereta mini, dengan dua gerbong, dengan mesin penggerak berbasis listrik. Alhamdulillah kita naik tram, karena sesaat setelah kita jalan, hujan deras datang. Mirip kalau naik becak, saat hujan deras, plastik penutup pun diturunkan. Setelah berputar-putar sejenak, akhirnya satu putaran pun berakhir.

PA140295 Selepas istirahat sejenak, kita menonton gajah yang mau dijadikan tunggangan buat difoto, karena cukup mahal, kita cukup puas melihat gajahnya saja.

Yang menarik, semua pawangnya orang-orang India, dan mereka memerintahkan gajahnya juga dengan bahasa tamil (dari yang kudengar), mungkin gajahnya juga dari India kali ;-). 

 

PA140325 Perjalanan kita lanjutkan untuk melihat macan putih. Keren, badannya gedhe-gedhe banget, dan terlihat kelaparan he..he..

Dari ceritanya sih, tidak ada lagi macan putih yang saat ini hidup di habitat aslinya, alias semua macan putih yang ada di dunia ini, hanya ada di kebun binatang. Dan ternyata juga baru tahu, bahwa yang namanya macan hanya ada di benua Asia saja, di Afrika adanya Singa gak ada macan gitu.

Dari tempat macan kita jalan untuk ngliat kudanil yang baru berenang, di sini, kudanil ditempatin di tempat semacam akuarium raksasa, jadi semua pergerakannya bisa kita lihat dari samping. Kalau diliat dari atas, gak ada bedanya antara kudanil dengan batu hitam :) karena kita juga sempat kesulitan mencari mana kudanil dan mana batu hitam.

Capek, istirahat sebentar, dan kita menemukan paviliun di samping danau untuk mengerjakan sholat dzuhur. Alhamdulillah, paviliunnya sepi sekali, jadi kita bisa sholat dengan nyaman. Sebelumnya beberapa lembar koran kubawa dengan niat siapa tahu bisa cari tempat makan yang nyaman, tapi karena kita juga pada ngemil, korannya kita jadikan alas sajadah sholat. Habis sholat, berfoto bersama ! Hanya saja karena di dekat paviliun semuanya pohon-pohon besar, jadi danaunya sedikit terhalang. 

PA140371

Perjalanan masih berlanjut ke beruang kutub. Ya, beruang kutub yang terdampar di wilayah tropis. Sebenarnya kasihan juga, ada beruang kutub kok di wilayah tropis, tapi katanya sih beruangnya lahir di Singapura gitu. Untuk menjaga agar dia tetap sehat, air conditioner yang diset 16 derajad celcius senantiasa dihembuskan ke dalam kandang dia. Jalan-jalan masih berlanjut, ada badak, rusa, dll, ya setidaknya cukup puas lah. Biaya yang sedikit mahal yang kita keluarkan cukup worth it dengan apa yang kita dapatkan. Suasanya yang nyaman, pedagang yang tertib, toilet yang bersih, meskipun tetap saja panas, namanya saja Singapura, sebanyak apa pun pohon besar yang ditanam, tetap saja panas sekali. Saya yakin, jika kebun binatang kita di Indonesia lebih berbenah, daya tariknya akan jauh melampaui Singapore Zoo (iya kan?! )

PA140429 

Album selengkapnya (kalau mau lihat :-) ) ada di sini.

  1. wahyu says:

    bukan nya dari jurong dekat pak? kata nya kok “akhirnya ke zoo juga” !apa yg dekat itu juring park yah! ash mbuh wes lali!

    itu foto nya yg ama istri pamer nih yeeee!
    tele tubies berpelukan!

    kapan punya momongan pak?

    pak aku nga jadi maen!alasan nya bapak ku berat ninggalin jemani nya! nek mau lengkap crita nya baca di blog ku yah pak!

  2. irfan says:

    bunga pisang nya apik tenan…!

  3. @irfan: wah, aku masih fotografer amatiran fan, belum kaya irfan :)

    baru belajar fotografi nih

    @wahyu: gak jadi liburan ke singapura? :)

  4. *** says:

    aduh bunganya bagus banget, warnanya kalem

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site