Mulut baru berhenti makan ketika sudah diisi tanah

Membaca berita di detik, tentang om Widjanarko Puspoyo yang semaput di tengah ruang sidang (konon gara-gara kolesterol gitu) membuat saya jadi teringat berita sebelumnya tentang koper berisi uang yang ditemukan di kamar mandi mantan bos bulog ini (baca di sini).

Kalau bahasa adik saya yang satu ini seperti yang ditulisnya di sini, berapa banyak krupuk yang bisa didapat dengan koper uang segitu (plus uang dalam ember). Apa iya om Widjan benar-benar menghabiskan uangnya segitu banyak. Trus apa yang dia harapkan dengan uang yang segitu banyaknya?

Rumah mewah? Mungkin, Mobil berlimpah? Mungkin, Kolam Uang paman gober? Mungkin. Tapi apa yang pada akhirnya didapat oleh om Widjan? Tidak lain tidak bukan, KOLESTEROL saudara-saudara sekalian, seperti yang kita baca di detik (itu juga kalau tim pengacaranya Jujur).

Kalau mbah Dipo bilang di sini, seenak-enaknya makanan yang kita makan kalau indera mulut kita rusak, misal kena sariawan, ya kenikmatannya jadi ilang. Begitu juga dengan om Widjan ini, kalau dah kena kolesterol tingkat tinggi, opo hiyo dia akan menikmati rumah mewah dan megahnya? Apa iya dia akan menikmati mobilnya yang mewah yang mungkin berisi teknologi terbaru? Apa yang dia nikmati??? Barangkali hanya selang infus, baju rumah sakit yang tidak selembut sutra, yang seenak-enaknya tidur di ruang VVVVVIIIIP Rumah Sakit pun tidak akan lebih nyaman ketimbang tinggal di rumah sendiri.

Tentu saja tidak ada kaitan antara kolesterol dengan korupsi, tapi mungkin korupsi akan berkaitan erat dengan kolesterol 😉

Memang manusia tidak akan berhenti nguntal (apa saja yang dia bisa makan, entah itu emas, minyak, berlian, tanah, rumah, dll) sampai mulutnya kelak diisi dengan tanah.

Powered by ScribeFire.

  1. arul says:

    mmm…. sekali2 mereka digaji pake batu sekalian.. hehehe

  2. gedex says:

    ..tentang koper berisi uang yang ditemukan di kamar mandi mantan bos bulog ini

    he.. ane kira ente salah ngetik, bos blog.. eh taunya emang bos bulog

  3. Irfan says:

    judulnya mengerikan, ndri… duh. iya ya, aku harus lebih sering mengingat mati… :-(

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site