Ada "Udang" dibalik "Bawang"

1): Harap dibaca di footnote yah !

Jika anda pernah berkunjung ke Singapura, dan mungkin menyempatkan diri untuk datang di Mustafa Center (toko segala aya di Singapura, 24 jam non stop), dan kebetulan anda datang di akhir pekan, sore hari, niscaya anda akan mendapati "jutaan" orang India yang ada di sana, sampai-sampai anda mungkin lupa dan bertanya, "Apakah saya masih di Singapura? Kok semuanya jadi India ?"

Sudah beberapa kali saya ke Mustafa, entah belanja sendiri, atau mengantar teman/saudara untuk belanja ke sana. Tapi yang jelas, saya memang nggak suka datang di akhir pekan, karena Mustafa bakal dipenuhi oleh orang India. Saya tidak bermasalah dengan banyaknya orang India yang ada di sana. Tapi biasanya saya sampai ke sana bakalan pusing dan mual. Kenapa? 😀 Jika anda pernah bertemu atau akrab dengan orang India, anda akan bisa merasakan adanya "fragrant"2) yang khas (dan aneh) dari mereka.

Dari dulu mencoba mencari tahu, kenapa orang India (yang asli India, bukan India Singaporean) selalu memiliki bau yang khas, yang bisa membikin saya mual-mual kadang sampai pening. Dulu difikirnya sih cuma aku sendirian yang merasakan ini, tapi ternyata tidak, banyak sekali teman-teman di sini yang merasa weird dan nggak suka dengan bau ini. Tidak hanya dari Indonesia, yang Singaporean pun merasa begitu. Baru setelah membaca tulisan mas Fatih di sini, dan kemudian aku bertanya tentang keadaan orang India ini, baru nyadar penyebab kenapa mereka memiliki fragrant yang spesial.

Ternyata pokok permasalahannya adalah bawang. Yap, mereka sangat suka sekali makan bawang mentah, dan dijadikan salad, alias dijadikan makanan mereka sehari-hari. No wonder, ada something special yang keluar dan mengalir ke udara di sekitar mereka. Bawang ternyata menjadi penyebab utama munculnya aroma khas yang membuatku pusing dan mual.

Itulah mengapa dalam Islam, bawang mendapat perlakuan tersendiri. Kalau kita lihat hadits dari Rasulullah SAW,

bawang 
Barangsiapa yang makan bawang merah, bawang putih atau bawang bakung (jengkol, dan sebagainya), maka sungguh janganlah dia mendekat masjid kami, karena malaikat terganggu dengan apa manusia terganggu dengannya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Apakah dengan demikian tidak boleh makan bawang? Tentu saja masih boleh. Bawang ketika sudah dimasak dan kemudian kita makan membawa efek yang berbeda dengan bawang mentah yang kita makan. Lain dengan bawang mentah yang dipakai sebagai salad, yang memang akan mengeluarkan aroma yang kurang sedap dihirup oleh tetangga sekitar kita. Apakah kemudian juga dilarang makan bawang mentah (biasanya sih saya makan bawang abis makan sate) ? Ya tentu masih boleh, tapi kata orang Jawa, eMpan Papan. Jangan lah makan bawang sesaat sebelum waktu sholat gitu.

Karena itu Rasulullah melarang orang yang barusan makan bawang untuk dekat-dekat (mendatangi) masjid sebelum mereka membersihkan bau mulut (dan boleh jadi bau badan sebagaimana orang India tadi) mereka, agar tidak mengganggu manusia di sekitarnya. Dan pada intinya, kita diminta membersihkan badan kita, dan sedapat mungkin mengurangi bau badan (BB) kita, agar tidak menganggu sekitar. Allah cinta kebersihan, dan kebersihan adalah sebagian dari iman kan ?

________________:::_______________________:::______________::::
1): Tidak ada maksud sama sekali untuk menulis hal yang bersifat Rasis, hanya sebagai contoh sahaja
2):
Dalam bahasa Inggris, fragrant umumnya dipergunakan untuk menyebut bau harum dan wangi, bukan bau yang tidak sedap

  1. bank al says:

    oh, pantesan ada yg namanya bawang bombay ya ? Ini mungkin bawang impor dari India ya?

  2. miftahx says:

    wehhh gw paling seneng bawang gorengg……

  3. mr.bambang says:

    Sayang sekali belum pernah ke Singapura…kapan-kapan diundang ya kan? 😀

  4. babat gongso says:

    Marhaban ya ramadhan.. tapi hari gini masih aja ada yg jelek-jelekin agama islam mbak :(
    http://bincangprofesi.com/forum/komputer-dan-internet/grup-online-lecehkan-agama-menuai-protes/0/

  5. Raffaell says:

    Tapi bawang bikin jadi ngga masuk angin kan ?

  6. violetroses says:

    Syukurlah saya memang tidak suka bawang 😀

  7. teduh says:

    Ttg hadits yg dikutip.

    Aku pikir bau adalah suatu produk budaya. Bau ‘parfum’ India yang bikin orang Indonesia mual-mual mungkin tidak mengganggu orang India sekelilingnya. Bau tsb mungkin dianggap suatu bau yang wajar (atau malah disukai?). Jika demikian, mereka tidak merasa terganggu satu sama lain. Apakah hadits tersebut berlaku untuk kasus-kasus seperti itu?

    Bau yang didefinisikan sebagai ‘harum’ telah disusupkan ke otak sebagian dari kita lewat media (iklan dan sejenisnya) untuk mengalahkan bau lain yang dinyatakan sebagai ‘bau tak sedap’. Bau tak sedap pun disusupkan ke otak lewat berbagai media (termasuk hadits di atas). Harum parfum Arab mungkin terasa tak sedap bagi hidung orang Eropa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site