Archive for September 2007

Tips & Trik: Cara aman membajak tulisan

Barangkali anda pernah melihat sebuah blog/website yang penulisnya dicaci maki karena mereka menulis di website/blog mereka dengan tulisan bajakan, atau yang lebih dikenal sebagai KOPAS (Copy Paste gitu). Sungguh kasihan betul mereka. Sudah dicaci maki, dituntut meminta maaf, dan berbagai macam atribut disematkan kepada mereka.

Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena satu hal, dalam membajak tulisan, mereka terlalu lugu, asal Select All, kemudian Ctrl-C, dan kemudian Ctrl-V, abis itu klik submit. Eng..ing..eng.. tinggal tunggu saja waktunya sebelum si empunya tulisan tadi atau fans si empunya tulisan tadi menemukan tulisan bajakan anda. Dan mereka pun akan merasa dibully oleh banyak orang ketika pada akhirnya dihujani dengan sejuta caci maki karena telah melakukan copycat tulisan original. Mereka itu adalah kelompok pembajak amatiran yang belum banyak bergelut dengan dunia underground blogosphere.

Nah, jika anda pemula blogger ingin melakukan pembajakan dengan cara aman, atau anda penggemar racun adsense, yang bingung blog/websitenya mau diisi apa, sehingga cuman asal copy dari website orang lain, ada beberapa tips dan trik yang perlu anda ikuti supaya anda aman dalam membajak tulisan orang lain.

Pertama, namanya saja copy paste, apanya yang dicopy? apanya yang dipaste? Ya anda harus rajin-rajin blogwalking ke banyak orang. Bisa menggunakan mesin pencari, atau datangi planet-planet yang banyak bertebaran di dunia blogosphere, atau datangi pemeringkat blog-blog layaknya pemeringkat rating AC Nielsen yang banyak dipakai sebagai patokan Stupid Sinetron Indonesia (*halah* gak nyambung blaszzz).

Kunjunginlah sebanyak mungkin website/blog yang kira-kira akan menjadi sumber inspirasi anda nantinya. Nah, blogwalkingnya jangan sembarangan. Jangan sekali-kali melakukan pembajakan di blog selebritis dan orang terkenal lainnya, seperti punya Priyadi, Ndoro Kakung, mas Fatih Syuhud, atau punyanya Sandy Nakamura. Resikonya terlalu besar. Blog mereka dikunjungi ratusan bahkan ribuan orang setiap harinya. Setiap kali ada posting yang masuk, ribuan pasang mata akan segera menyantapnya. Nah, ketika anda berniat membajak, bajaklah blog-blog tidak terkenal, yang ratingnya cukup rendah, semakin rendah semakin baik, contohnya blog yang satu ini. Kenapa? Tentu jelas, lha wong ada yang berkunjung ke blog mereka saja, mereka ini sudah bersyukur. Dibajak atau tidak tulisan mereka, toh sedikit orang yang bakal tahu.

Kedua, ketika melakukan copy paste, pastikan apa yang dicopy paste adalah bebas dari unsur kata-kata yang mengarah atau memberikan petunjuk si penulis. Seperti blog yang satu ini, pasti akan selalu ada kata-kata Originally written by Adil Makmur. Kata-kata ini sengaja disamarkan oleh si penulis dengan memberi warna sama dengan latar belakang, hal ini bermaksud menjebak para pembajak yang dengan begitu mudahnya melakukan instruksi Ctrl-A (Select All) – Ctrl-C (Copy) – Ctrl-V (Paste). Pastikan tulisan yang anda bajak bebas dari unsur pengarah tadi.

Ketiga, setelah melakukan pembajakan tulisan, lakukan manipulasi timestamp pada tulisan yang anda bajak tadi. Semisal, tulisan asli diterbitkan pada tanggal 31 Juli 2007. Tentu kalau kita memposting tulisan bajakan pada taggal 30 September 2007, ketika ada yang menemukan tulisan bajakan kita ini, mereka akan mudah menuduh kita sebagai pembajak tulisan. Karena tulisan bajakan kita baru muncul jauh setelah tulisan yang asli muncul. Ada dua cara untuk mengubah timestamp ini. Pertama, ubah tanggal di sistem operasi anda, pastikan tanggal di komputer anda telah dimajukan dari tanggal tulisan yang anda bajak. Cara kedua, tetap saja anda melakukan prosedur normal pembajakan. Setelah itu, masuklah ke mesin blog/website anda, lakukan pengeditan timestamp pada setiap artikel bajakan yang anda buat.

Dengan demikian, ketika si empunya blog atau fansnya menuntut, anda akan dengan lantang bisa mengatakan, “Coba lihat dulu tanggal postingnya bung, jangan asal tuduh. Sekarang siapa yang membajak siapa yang dibajak? Posting saya jelas-jelas sebelum posting dia.” Alibi ini bisa anda pakai ketika anda nanti disomasi oleh penulis yang asli.

Keempat, jika langkah ketiga tetap membuahkan somasi atau caci maki dari blogger sekitar, segera layangkan surat ancaman kepada penulis asli. Layangkan kepada mereka email dengan tulisan semisal seperti ini:

kalau anda terus-terusan mengirim spam peringatan dan email kepada kami,
kami  peringatkan hal ini tidak baik untuk kesehatan website joomla anda,
sekali lagi hal ini tidak baik untuk kesehatan website joomla anda

Sekian

Buat penulis asli menjadi keder dengan ancaman anda, kalau perlu bawa nama tentara atau polisi yang menjadi bekingi anda. Siapkan data-data mereka (catat namanya, alamat emailnya, YMnya, blognya, friendsternya, facebooknya, myspacenya, yahoo mash-nya, multiplynya, fupeinya, Hi5nya, dan nya-nya yang lain), seret ke kantor polisi. Berikan bukti timestamp tulisan anda di langkah yang ketiga tadi untuk bukti di kepolisian dan pengadilan kelak. Biar mereka pada kapok semua dan gak akan lagi memberikan email peringatan kepada anda.

Kelima, jika anda menjalankan bisnis racun adsense dari Google, sebelum anda kena email peringatan yang dikirimkan oleh orang yang mencaci maki anda, kirim email terlebih dahulu ke Google, dan laporkan blog/website yang asli sebagai pembajak tulisan anda. Sepertinya Google juga menganut prinsip FIFS, First In First Serve. Pastikan sesaat setelah membajak, segera laporkan penulis asli karena telah membajak tulisan bajakan anda.

Selamat melakukan pembajakan dengan aman, semoga sukses !

Secure yourself while you are in the Internet

For those who quite often surf on the Internet, security and anonymity should be one of your concern. This especially applies when you surf on net cafe, public areas (free hotspots, etc), libraries, or in public terminal (usually located in campuses, airports).

But, usually such tool need to be installed on your PC/Laptops. So, when you are away, and don’t have the privilege of changing/installing something on those PCs, what should we do?

portable-TOR

Luckily we have PortableTor (Portable The Onion Router), which will protect you while you are surfing the Net. You can download it here. Being anonymoused and secured of course will protect you more. Because sometimes when people provide you the Net connection for free, they put a packet filter or packet sniffer which will capture all of your Internet activities, which also might capture your sensitive credential. Using PortableTor means, just bring your thumbdrive with you and equip it with the software (the size is only 6535 KB). Run it, and that’s it, you are (more) secure than before.

My Web Search trends

hourly

Kenapa jam 4 sore adalah waktu tertinggi? Karena biasanya garapan yang sudah dikerjakan pada umumnya sudah hampir selesai. Jadilah waktu-waktu sore saat yang tepat untuk mencari Informasi. Kenapa jam 1 pagi sedikit? Ya udah saatnya tidur gitu.

monthly-weekly

Kenapa hari rabu adalah hari Search Engine? aku sendiri juga tidak tahu. Kalau Jum’at sedikit main search engine, jelas karena Jum’at adalah hari beribadah. Ya jadi muslim yang taat gitu. Hari ahad adalah hari jalan-jalan. Hari senin adalah dimana load pekerjaan biasanya tertinggi. Makanya trend pencariannya pun tidak banyak.

last30days

Nampaknya aku cukup narsis di dunia internet ini. Yang dicari adalah rangking di technorati dan rangking di Google. Melihat sejauh mana keyword yang bisa dipakai untuk menempatkanku di rangking pertama Google. Harus segera bertaubat nih, he…he.. :-D. Meskipun demikian kerjaannya hanya melakukan pencarian, tapi tidak untuk ngeklik blog sendiri (menghindari click fraud gitu, dikira pengunjung blog ini banyak sekali, padahal hasil browsing sendiri).

Kemudian kenapa di satu bulan terakhir world clock senantiasa kulihat, tidak lain tidak bukan adalah dalam rangka melihat Jam berdasar GMT untuk mengetahui waktu buka puasa. Soalnya, tidak ada satu pun jam ku yang penunjuknya akurat, apalagi jam tangan ku yang kucepetin sekitar 13 menit, jam HP yang kecepeten 5 menit, dll. So, sembari menunggu buka, sambil membuka website jam dunia, biar bukanya gak salah jam.

Bagaimana dengan trend anda?

Sertifikasi baru dari CISCO

Untuk memenuhi kualifikasi pasar, yang demand-nya meningkat, dan mungkin CISCO melihat, orang-orang dengan CCNA sudah mulai minta salary yang lebih tinggi, maka CISCO meluncurkan CCNET (Cisco Certified Entry Network Technician) yang ditujukan bagi network engineer dengan kelas entry level.

CCNA CCNET

Karena sebelumnya CCNA diperkenalkan sebagai entry level, dan sekarang gradenya dinaikkan, maka beberapa bahasan examnya pun juga sedikit berubah. Dia akan lebih difokuskan ke masalah security, troubleshooting dan basic wireless, dan nampaknya penekanan masalah performance-based skills juga akan ditingkatkan.

Sementara CCNET sendiri merupakan sertifikasi yang ditujukan kepada pemula dalam masalah jaringan, yang belum siap atau berpengalaman degan CCNA. CCNET sendiri pada prinsipnya adalah pemahaman materi sebanyak satu setangah bagian (total ada 4 bagian) dari kurikulum CCNA.

Harapan dari CISCO sendiri adalah meningkatkan kemampuan dari para pemegang sertifikat CCNA, dan memperkenalkan entry level yang lebih baru di bawahnya.

Permasalahannya, berapa harga tesnya? 😀 itu yang aku belum tahu

Tampilan baru Gmailku

Looks so green? Yes, the way my Gmail looks is different now.

gmaillook

Jika kawan saya yang satu ini melihat, pasti dia akan langsung tanya, "Piye kuwi mas carane? Mbok aku diajari!". Soalnya dia penggemar berat PSS Sleman, dan dia termasuk Slemania sejati yang tidak pernah melewatkan pertandingannya, dan menyukai segala sesuatu yang berbau hijau. Sampai semua pilihan warna dalam banyak hal selalu sama, HIJAU. Mulai dari theme di laptopnya, email, sampai friendsternya pun hijau semua.

Strata pengguna jalan raya

Anda mungkin masih ingat atau pernah dengar ungkapan ini:

Pasal Pertama, Boss tidak pernah salah
Pasal Kedua, Jika boss bersalah, lihat kembali pasal pertama

Dalam percaturan dunia transportasi, peraturan-peraturan tersebut nampaknya juga cukup berlaku. Terlepas dari pengguna jalan raya dan transportasi di Indonesia yang memang harus diakui "tidak tertib", tapi masyarakat kita memang sudah terbiasa dengan perlakuan strata mereka ketika berada di Jalan Raya.

Jika anda pernah main ke Jogja, dan kebetulan anda mengendarai mobil (atau mungkin juga motor), pasti tahu, kalau tiba-tiba pengemudi becak ngemplangke tanganne (apa ya bahasa Indonesianya ? adalah suatu keadaan ketika tiba-tiba tukang becak mengarahkan tangannya secara lurus, ke kanan atas atau ke kiri atas), apa pun yang terjadi, anda selaku sopir mobil harus mengalah. It is impossible you know, untuk bisa mengalahkan sang pengemudi becak tadi, apa pun yang terjadi, becak akan selalu menang.

Nah strata ini akan berlaku terutama ketika terjadi kecelakaan yang melibatkan terutama dua atau lebih pengguna jalan yang menggunakan tipe angkutan yang berbeda.

Strata pertama adalah pejalan kaki. Apa pun permasalahannya, entah yang bersalah pejalan kaki atau pun dia yang disalahi, maka sudah pasti yang salah adalah yang menabrak pejalan kaki. Mirip dengan kasus yang baru saja terjadi, seorang siswi SMP yang tertabrak bus transjakarta ketika dia menyebarang jalan secara ngawur tidak di jembatan penyebrangan tapi justru nyebrang di busway, akibatnya terseret lah dia oleh si bus transjakarta. Apa yang terjadi saudara-saudara? Bus Transjakarta langsung dilempari hingga kacanya pecah. Di mata hukum, tidak ada yang salah dengan Bus Transjakarta, karena busway adalah privileges dia yang tidak bisa diganggu gugat. Kalau ada orang atau kendaraaan nylonong, kemudian ketabrak, ya salah mereka sendiri. Tapi karena strata yang berlaku, jadilah dia diamuk massa.

Strata kedua adalah orang naik sepeda. Almarhum bapak saya pernah mengalami kejadian ini. Ketika itu, bapak saya sedang mengemudikan mobil, di tengah kepadatan Jalan Godean Jogja (yang saat ini terkenal padat sekali). Jalan Godean ini adalah jalan yang utama, sehingga jika ada kendaraan yang hendak menyebranginya, harus melihat kondisi Jalan Godean, apakah sepi atau tidak. Nah ketika mobil bapak saya berada di dekat sebuah perempatan di sana, tiba-tiba ada sepeda yang langsung nylonong masuk dari jalan yang kecil, untuk nyebrang jalan Godean. Kejadiannya bukan bapak saya yang nabrak sepeda yang nylonong nyebrang tadi, tapi sepeda orang tadi yang nyosor ke mobil bapak. Jatuh dan terlukalah dia, oleh bapak di bawa ke Rumah sakit, dan diobati. Eh besoknya dia datang ke rumah sambil bawa tentara (tipikal orang Indonesia gitu, cari beking … 😉 ) buat nuntut ganti rugi. Ditantanglah dia sama bapak saya ke kantor polisi buat dikasuskan, ternyata dia gak berani dan ngeper 😀 karena dia juga sebenarnya tahu bahwa dialah yang nylonong nabrak mobil bapak saya. Tentu ini hanya salah satu dari sekian banyak contoh, tapi tetap saja, apa pun yang terjadi, biasanya sepeda ketika menabrak atau ditabrak, maka pengguna motor atau mobil yang kena adalah tersangkanya.

Strata ketiga adalah motor. Sama seperti cerita di atas. Jika motor menabrak mobil, kemudian sampai pengendaranya terluka atau bahkan meninggal, bisa-bisa supir mobilnya bakal masuk penjara. Padahal yang nabrak adalah si pengendara motor.

Strata ke empat dan seterusnya anda bisa mengira-ira sendiri. Jadi proses hukum tidaklah ditentukan berdasar apa penyebabnya, bagaimana kejadiannya, dan seterusnya. Tapi penentuan siapa bersalah tidaknya (paling tidak judgement dari masyarakat kita) adalah berdasar strata mereka.

Kalau kata kawan saya….. Itulah Indonesia™ 😀

Switch to our mobile site