Masih percayakah anda dengan perusahaan asuransi?

Setelah melihat film SiCKO karya Michael Moore (dia adalah seorang wartawan USA, yg terkenal kritis kepada pemerintah USA, walaupun sebelumnya dia sendiri adalah seorang Republican, salah satu Film-nya yang cukup terkenal adalah Fahrenheit 911, kritik pedas buat pemerintah USA dalam penanganan tragedi 911), sebuah pertanyaan besar muncul. Masihkah anda percaya dengan asuransi (dalam hal ini asuransi kesehatan) ?

SiCKO sendiri adalah sebuah film dokumenter tentang bagaimana industri asuransi kesehatan di USA yang cukup “bermasalah”. Di mana di dalam industri itu, terdapat sales yang sangat agresif menjual produk asuransinya dengan segala macam janji-janji manis, kemudian ada dokter yang bertugas sebagai penanggung jawab untuk menyatakan layak tidaknya seseorang mendapatkan asuransi (walaupun pekerjaan sehari-harinya adalah menandatangani surat penolakan klaim asuransi yang sudah disiapkan sebelumnya oleh perusaahaan, si dokter tinggal tanda tangan menolak), dan kemudian unit khusus yang jika pasien dinyatakan berhak mendapat asuransi, maka dia akan membongkar seluruh dokuumen dan data dari pasien tersebut sampai ditemukan pre-condition yang dapat “membatalkan” asuransi yang diklaim pasien.

Industri asuransi dalam film ini menjadi industri yang cukup besar dan menghasilkan jutaan dolar, setiap tahun profit selalu naik, tapi sungguh naif di saat yang sama, pasien sangat sulit sekali melakukan klaim terhadap asuransi mereka.

Hal yang mungkin membuat “industri asuransi” dan “industri kesehatan” di USA cukup tertohok adalah dengan ditampilkannya pengelolaan kesehatan yang “gratis” (masih bayar obat, tapi itu pun gak mahal) di Canada, UK, dan …. CUBA. Ya, cuba menjadi salah satu contoh, negara yang dianggap slilit Amerika Serikat, ternyata mampu memberikan pengobatan yang baik bagi warganya, bahkan kepada warga USA. Diceritakan di film ini, para relawan 911 yang “diabaikan” oleh pemerintah setelah jasa-jasa mereka membantu membersihkan puing-puing dan menyelamatkan orang di 911, akhirnya oleh Michael Moore, orang-orang ini dibawa ke Cuba, dan mereka diobati disana, gratis lagi. (Jadi ingat, gempa Jogja-Klaten, ketika relawan dari negara lain satu per satu sudah pulang ke negara asal, dokter-dokter dari Cuba “didemo” oleh masyarakat Klaten – pos kesehatan ada di timur Prambanan, dekat Sari Husada / Pabrik Susu SGM – supaya mereka tidak pulang cepat-cepat, karena masyarakat sangat senang dengan dokter-dokter dari Cuba)

Apakah memang perusahaan asuransi (kesehatan) memang sedemikian buruknya? Masih percayakah kita terhadap mereka? 😀

Kira-kira, bagaimana ya sebaiknya penanganan kesehatan di Indonesia sendiri? Perlukah kita belajar dari Cuba? Karena selama ini jargon yang sering kudengar, “Orang Miskin dilarang sakit ….

Posting ini dimirror di http://andrisetiawan.com/2007/06/27/masih-percayakah-anda-dengan-perusahaan-asuransi/

Technorati Tags: ,

  1. […] Efron Link to Article michael moore Masih percayakah anda dengan perusahaan asuransi? » Posted at .: […]

  2. saya langsung pada point ini ya pak :

    KIRA-KIRA, BAGAIMANA YA SEBAIKNYA PENANGANAN KESEHATAN DI INDONESIA SENDIRI? PERLUKAH KITA BELAJAR DARI CUBA? KARENA SELAMA INI JARGON YANG SERING KUDENGAR, “ORANG MISKIN DILARANG SAKIT ….“

    Di negara kita ini, tingkat pemahaman kesehatan di bilang paling buruk, masyarakat kita masih memiliki opini dahsyat tentang SAKIT ITU DI OBATI, SATU PENYAKIT SATU OBAT, LEBIH BAIK SAKIT DARI PADA MENCEGAH… DSB..

    sadar atau nggak sadar ada 6 komponen dasar yang saat ini sedang mengancam kesehatan kita (tanpa membedakan starata ekonomi) , komponen penting tersebut saya klasifikasikan sbb :

    1. UDARA (coba dech kita lihat jogja, bagaimana polusi udaranya)
    2. AIR (coba cek jarak Savitenk Perumahan antara satu rumah dengan rumah yang lain, rekomendasinya min 12 meter)
    3. MAKANAN dan MINUMAN (bilakah yang kita makan itu sehat ? Masih tradisikah kita makan sayuran dan buah atau 8 gelas air putih perhari ?)
    4. KESEIMBANGAN EMOSI (berapa banyak orang yang stress karena ekonomi, karir bahkan keluarga)
    5. OLAHRAGA (masih ada kah tradisi 2 kali seminggu kita olahraga ?)
    6. ISTIRAHAT (jam berapa kita istirakat ?, sempurnakah istirahat kita?

    kembali ke kata kata : ORANG MISKIN DILARANG SAKIT

    Pertanyaanya … Seberapa besar Orang miskin faham akan hal ini ?

    kalau dulu sakit STRUK dan Jantung banyak orang kaya, tapi serkarang malahan yang mendominasi orang Miskin.. Keanpa hal ini terjadi ?

    karena orang kaya cenderung SADAR KESEHATAN…

    ini data dari Dunia tentang prosentase penyakit,

    http://pengusaha.wordpress.com/konsultasi-kesehatan/

    hal ini bisa antisifasi dengan mudah jika kita mau memiliki sikap untuk LEBIH BAIK MENCEGAH DARI PADA MENGUBATI..

    solusinya bagaimana…. mari kita dan pemerintah menggalakan WAJIB sehat, kepada semua lapisan masyarakat….

    salam sehat

  3. bangkumahoni says:

    Kalo mo sehat sebenarnya juga mahal yah.. Air bersih, makanan organik, susu segar, apel dan jeruk mandarin. Ternyata harus banyak diakalin. APalagi di Jakarta. Sugesti jadi pegangan.
    Yg penting jgn sakit hati ajah!

  4. reza says:

    Asuransi di Indonesia menurut saya dilatar belakangi oleh dua hal yang sangat prinsip:
    1. Sudut pandang dari konsumen yakni ingin mendapatkan dana untuk mengcover biaya dari perusahaan asuransi dengan mengeluarkan uang yang sedikit
    2. Sudut pandang perusahaan asuransi yakni ingin memperoleh “Keuntungan” dari usaha asuransi.

    Keduanya punya kesamaan tetapi berbeda kepentingan.
    Sama-sama ingin memperoleh keuntungan tetapi kepentingan yang berbeda dan bertolak belakang.
    Oleh karena itu wajar saja jika selalu akan ada masalah dalam pengklaiman asuransi.
    Apakah ini salah?? Tentu tidak jika kedua belah pihak sudah mengetahui permasalahan tersebut dan menginginkan hal yang sama.

    kunjungi https://www.facebook.com/pages/Multi-Social-Project-888/337588307757?ref=hl konsep saling membantu, tanpa mencurangi satu sama lain, tanpa menipu satu sama lain, tanpa mengambil keuntungan dari satu sama lain. Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site