Membunuh kecoak pakai Martil :: Gondok Mode ::

Barangkali ungkapan seperti yang kutulis sebagai judul di atas adalah ungkapan yang pas buat salah satu perusahaan mobil yang saat ini departemen ITnya sedang “kubantu” perbaiki. Tapi sebenarnya bukan itu sih critanya, cuma bikin bombastis judul aja.

Sebagai seorang IT consultant (hwaduh…padahal cuma dimintai tolong aja, gak juga deng, iseng-iseng berhadiah dolar :-D), pertama kali menginventarisir perangkat-perangkat yang dimiliki perusahaan yang cukup besar ini kaget juga, alatnya keren-keren dan mahal-mahal. Tapi sebenarnya yang bikin surprise, sampai bikin “stress” adalah ACnya yang gak ketulungan duinginnya. Mungkin suhu di ruang server itu berkisar 10 derajad Celcius, bahkan keliatannya lebih dingin lagi, karena aku yang duduk di luar aja merasa kedinginan sekali, sampai kalau ngerjain report di sana pasti harus selalu pakai jaket.

Kembali ke cerita tadi, perangkat-perangkat yang mereka miliki sebenarnya tergolong wah, tapi ada satu problem besar, tenaga IT yang dimiliki perusahaan ini tidak punya tenaga yang trampil karena sudah ditinggal pergi oleh orang IT sebelumnya yang pindah cari tempat kerja yang mungkin lebih menjanjikan. Ketika kemaren nanya, seberapa jauh proses inventarisasi misal : network rate harian, seberapa jauh utilitas bandwidth, seberapa sering network bermasalah, bagaimana software yang dipakai, sudah ok atau belum, dan banyak hal lagi lainnya, ternyata mereka belum pernah melakukan studi tentang itu. Wajar aja kalau alatnya hebat-hebat, tapi ibarat orang jawa bilang muspro. Karena kebutuhannya memang tidak “sedahsyat” alatnya.

Nah, ceritanya saat ini mereka sedang sewa dua buah alat IPS (Intrusion Prevention System) yang namanya NetKeeper. Untuk sewa alat ini, per bulan perusahaan ini harus menyewa sebesar 800 SGD. Bukan nominal yang kecil, karena sewa setahun saja akan menghabiskan hampir $ 10K. Perusahaan tentunya tidak mau spent uang sebesar $ 0.8 K per bulan, karena ini buat kepentingan jangka panjang.

Nah untuk keperluan itu, akhirnya aku email ke perusahaan yang bikin alat ini. Kukirimlah pagi ini email ke USA, ke salesnya perusahaan yang bikin alat ini. Dari kemaren aku sudah enquiry ke mereka, tapi belum ada jawabannya. Nah, berhubung kemaren pake email gratisan, kali ini aku kirim pake alamat email perusahaan mobil yang sedang “menggunakan” jasa ku sebagai konsultan IT (secaranya konsultan, aku juga minta dibikinkan account perusahaannya dan boleh kok 😉 …)

Deng..deng… jam 11 siang datanglah email balasan. Tapi kok aneh, ada dua email yang masuk dalam jangka waktu tidak terlalu jauh, dan dua-duanya dari orang yang tidak kukenal.

Email pertama kucek, ternyata dari sales yang dari USA:

As for you request, I will redirect it to our business partner in
Signapore. I believe they will contact with you soon. Please kindly let
me know if you have anything unclear and please feel free to contact
with me. Have a nice day.

Oh OK dah, enquiry ku dialihkan ke partnernya yang ada di Singapura. Soalnya bolak-balik nyari di websitenya, gak tercantum cabangnya di sini. Kubuka email yang kedua yang aku asumsikan pasti ini partnernya. Kubuka emailnya, dan isinya:

We are pleased to give you the quotation you requested.
We are the sole distributor for Singapore. In future, please approach us directly. At the moment, you are having two loan Netkeepers. We are please to convert them to sales at very attractive prices.

Gubraks….ternyata…oh…ternyata. Nasi sudah jadi bubur, maksud hati kita pingin melepaskan diri dari jeratan rentenir vendor yang menyewakan alat ini, dan langsung beli yang murah dari distributornya, eh ternyata distributornya adalah yang nyewain alat itu… hu…hu….

gondok beraaaat !!!!

nb:

Perusahaan mobil yang sedang aku garap ITnya sekarang ini adalah perusahaan yang mengusahakan kedatangan F1 Singapore 2008. Berdoa saja, siapa tahu besok tahun depan dapet tiket gratisan buat F1 pertama di Singapore dan F1 Malam Hari yang pertama dalam sejarah F1, dan dapet tempat duduk yang nyaman, paling nggak kelas Diamond lah 😀 😉

  1. Luthfi says:

    wah, mbantuin jd IT
    Makan2™

  2. mau makan di mana Fi? 😛

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site