Thoughts Dalam sebuah perjalanan, selalu ada kisah, catatan, dan pikiran

Disclaimer Komentar

Segala komentar, pingback, dan trackback yang bukan dilakukan oleh saya (Andri Setiawan) adalah tanggung jawab masing-masing penulis aslinya.

Where Am I?

Berlangganan

Isikan email anda:

 Langganan di sini

Add to Google Reader or Homepage

Subscribe in Bloglines

Google Friend

Afiliasi








Tentang Saya

Mukhammad Andri Setiawan, just an ordinary man, trying to get better on everyday of his life

Disclaimer

Jika berminat KOPAS (copy paste) dari apa yang saya tulis di sini, dipersilakan. Yang penting sebutin sumbernya. Biar tidak disebut sebagai pembajak, at least hargai penulis awalnya.

Page Rank

Page Rank Tool

Pembaca



Arsip

My Tweet

    • Anda bingung karena dibid’ahkan?

      Tulisan ini bermula karena ramainya perkelahian tulisan-tulisan seperti di sini, kemudian di sini, dan juga di sini. Juga karena di forum e-learningnya mahasiswa UII yang ada di sini, juga lagi ribut-ribut masalah bid’ah, siapa yang pantas disebut sebagai ulama, dan lain sebagainya.

      Sebagai orang yang pernah berinteraksi dengan jama’ah salafi ini, ada banyak cerita yang muncul, semuanya berasal dari pengalaman sendiri, melihat, dan menyimpulkannya mencermatinya.

      Dulu sekali, kira-kira 12 tahun yang lalu, pertama kali aku mengenal jama’ah salafi ini. Masih ingat saat itu ketika SMA, kita semua yang mengaji di kelompok tarbiyah yang kemudian bertransformasi jadi PK sebelum jadi PKS, dikumpulkan semua oleh kakak-kakak kelas untuk diberikan “pencerahan” wejangan. Intinya, kita semua diminta keluar dari kelompok pengajian “tarbiyah”, karena dianggap sebagai golongan yang sesat dan tempatnya di neraka.

      Well, terus terang saat itu sempat juga merasakan shock, bingung, dll. Apanya yang sesat ? Pikir kita saat itu, perasaan yang disampaikan oleh murabbi pembina isinya baik-baik semua. Tapi karena faktor kedekatan dengan kakak kelas yang berinteraksi jauh lebih banyak dengan kita ketimbang pembina yang hanya seminggu sekali, tak pelak, aku pun sempat mengikuti kajian-kajian yang diberikan oleh jama’ah salafi ini.

      Terus terang saat itu, sama sekali tidak ada perasaan memusuhi, membenci dan lain sebagainya, yang ada hanya yang penting ngaji. Karena pingin nambah pemahaman tentang Islam. So, saat itu aku ngaji di dua tempat, yang satu di kelompok tarbiyah, yang satu lagi di pengajiannya salafi. Walhasil, sempat pula aku menjadi seorang dengan dalil PokoknyaTM seperti yang disebut di sini sama di sini, sama orang tua kalau berdebat bisa sedikit kasar panas, misal rame masalah tahlilan, masalah kuburan, dll.

      Tapi seiring perjalanan masa, lama-kelamaan ada juga perasaan ganjil yang muncul, kok sepertinya aku menjadi orang yang sangat keras sekali kalau ada perbedaan, perjalanan kembali menghantarkan ketika akhirnya bertemu dengan salah seorang ustadz lulusan dari LIPIA Jakarta, yang saat itu mengatakan, “Setelah saya membaca semua kitab fiqh madzhab yang ada, saya semakin memahami bagaimana harus bersikap terhadap perbedaan.”

      Puncak ketidakpercayaan kegelisahan terhadap jama’ah ini sebenarnya muncul setelah saat muncul kajian berjudul “Pedang Terhunus Kepada Ja’far Umar Thalib” (hii … judul kajiannya aja mengerikan sekali), yang kemudian dibalas dengan kajian oleh kelompok Ustadz Ja’far yang menyerang jama’af salafi yang lain. Sehingga saat itu di jogja terkenal dua kelompok salafi, yakni Salafi Utara Lor (degolan a.k.a Ust. Ja’far) dan Salafi Selatan Kidul (jamilurrahman a.k.a Ust. Abu Nida’).

      Fitnah inilah yang semakin menguatkan ketidakpercayaan tadi, bagaimana mungkin, dua-duanya mengaku mengikuti manhaj salaf, dua-duanya mengaku paling benar dalam mengikuti salafush shalih, yang terjadi justru klaim-mengklaim. Dua-duanya merasa dirinyalah yang berada di jalan paling benar. Inilah yang terjadi, jika klaim kebenaran hanya berlaku bagi kelompoknya sendiri, barangkali mereka lupa perkataan Imam Malik rahimahullah yang mengatakan bahwa semua perkataan dapat diambil dan ditolak kecuali pemilik kubur ini (sambil menunjuk makam Nabi SAW). Klaim kebenaran dengan semena-mena dinisbatkan kepada satu kelompok saja. Belakangan kelompok Salafi ini pun pecah lagi menjadi tiga, Salafi Ja’fariyyun, Salafi Sururiyin (Abu Nida’ dkk), dan Salafi Garis Keras. Makin rumit kan? semuanya ngaku sebagai thoifah al manshuroh (yang diselamatkan di hari kiamat). Satu hal lagi yang membuatku enggan dan keluar dari kajiannya salafi adalah hobi mereka yang suka menganjing-anjingkan dan “membantai” dengan kata-kata buruk kepada orang lain yang tidak sama pendapatnya dengan mereka.

      Meskipun demikian, semuanya masih membawa atribut yang sama, yakni terlalu mudah membid’ahkan orang lain. Dikit-dikit bid’ah, dikit-dikit bid’ah. Meski kadang dalam membid’ahkan sesuatu banyak sekali inkonsistensi yang muncul. Yang pada akhirnya, ditertawakan tidak dipercayai oleh orang lain. Ada satu nasihat yang pernah diberikan kepada saya tentang bid’ah-bid’ah ini, “Akhi, antum catat saja semua perkara bid’ah yang mereka sebutkan. Tulis baik-baik, taruh dalam dompet, buka 10 tahun lagi.” Eh belum ada 10 tahun, boro-boro, baru satu tahun aja kadang fatwanya sudah berubah lagi.

      Berikut daftar-daftar bid’ah dan kesesatan yang dulu pernah dibuat oleh mereka yang kemudian dimentahkan sendiri, terus terang saya tidak ada bukti otentik dan ilmiah sehingga pasti saya mudah diserang arena dianggap menebar fitnah, tapi yang ada adalah ingatan saya selama cukup banyak berinteraksi dengan mereka. Semoga ingatan saya tidaklah salah.

      1. Organisasi. Pertama kali salafi muncul, mereka enggan berorganisasi, karena bagi mereka Nabi Muhammad SAW tidak pernah berdakwah dengan cara organisasi. Nggak ada yang namanya ketua, bendahara, ketua bidang ini, ketua bidang itu, dll. Namun sekarang kita lihat, dimana-mana yayasan salafi bergerak pada bidang pendidikan, kesehatan, dll. Kemudian mereka juga terlibat sebagai pengurus takmir masjid. Apa itu namanya bukan organisasi? Masih ingat jelas, dulu mereka paling anti masuk ROHIS (Kerohanian ISLAM), alasannya, Rohis adalah organisasi …
      2. Kuliah/Sekolah di Universitas/Sekolah Negri. Jangan harap jika anda adalah salafi generasi awal, anda bisa merampungkan kuliah. Karena kuliah dulu adalah tempat ikhtilath alias tempat campur baur wanita dan laki-laki. Tidak layak untuk diikuti. So, saat itu populer disebut sebagai gerakan Ingkar Kampus. Secaranya pada DO dengan sadar diri. Tapi sekarang? Mana ada kampus negri (at least di Jogja yang saya tahu) yang tidak ada Salafi. Lihat aja di UGM, banyak sekali temen-temen salafi yang masih tekun menyelesaikan pendidikannya di kampus negri, padahal jelas-jelas dia adalah tempat ikhtilath.
      3. Foto/Video. Kalau yang satu ini, kelompok Salafi cukup terpecah belah, kalau macam Salafinya ustadz Abu Nida’ kukira sudah cukup kompromistis dengan foto dan video. Karena sudah sering kulihat di friendster, rekan-rekan salafi kidul yang pada narsis majang foto-foto mereka :-D . Tapi, masih ada yang konsisten kok, Salafi garis kerasnya masih ada yang sampai sekarang gak sudi difoto maupun divideo. Dulu sih sempat pendapatnya gini yang gak boleh adalah foto, sementara video boleh. Gubraks, saat itu sama seorang kawan aku tertawa, gimana gak tertawa, apa mereka gak tahu, bahwa video itu adalah kumpulan Foto (still picture) yang diganti-ganti dalam frame (pelajari tuh MPEG theory). Aneh bin ajaib aneh banget deh …
      4. masih ada, tapi gak usah ditulis, kepanjangan nanti …

      Pernah suatu ketika saya tanya, “Ahlul bid’ah itu adalah sebutan bagi pelaku bid’ah kan?“, “Iya …“, “terus qunut shubuh itu bid’ah bukan?“, jawabnya “Iya ..“, “Terus apa anda berani mengatakan bahwa Imam Syafi’i yang menganjurkan Qunut Shubuh sebagai Ahlul Bid’ah …???? “, “….diam seribu bahasa …“. * aku terus kabur sambil tersenyum meninggalkan dia yang kebingungan *

      Published on April 4, 2007 · Filed under: Uncategorized;
      89 Comments

    89 Responses to “Anda bingung karena dibid’ahkan?”

    1. Assalamu’alaikum. Apa kabarnya Mas? Kenapa saya dibawa-bawa di artikelnya? Anu Mas, mau ngomentari paragraf sing paling akhir.

      Masalah qunut subuh itu (dan masalah-masalah ibadah lainnya dalam agama ini) seharusnya kita kembalikan kepada dalil yang menjelaskanya (Alquran dan Hadits shahih dengan pemahaman salafush shaleh). Ada tiga pendapat dalam qunut ini:
      1. pendapat yang menyunahkan qunut subuh secara terus-menerus (ini pendapatnya imam malik, imam syafi’i, dan imam ibnu abi laila.
      2. pendapat tidak disyariatkan qunut subuh krn sudah mansukh (

    2. @mas anto:
      maaf ya kalau tadi komentar ndak tampil, gak tahu kenapa kok sama Spam Karma dianggap SPAM, ini barusan saya de-SPAM, jadinya bisa tampil sekarang

      apa mas anto ngasih link banyak-banyak? jadinya dianggap SPAM

      tentang dibawa-bawa, ya biar nambah sodara aja :)
      innamal mu’minuuna ikhwah :D

    3. Sebenernya kalao kita ingin mengkompromikan Ayat/Hadits Shohih dengan Hawa Nafsu ya Ndak akan ketemu. Ayat/Hadits udah Jelas, Bahwa Agama ini udah sempurna, dan Setiap perbuatan mengada-ada dalam agama (amalan tanpa dalil/bid’ah)adalah sesat/Jelek. Jadi, ini merupakan pedang pamungkas yang tak akan terkalahkan oleh dalih2/alasan2 yang dikemukankan orang untuk merubah bid’ah jadi sunnah/boleh. Mudah toh ?
      Jangan terlalu di dramatisir.

    4. Bukan bermaksud mendramatisir, tapi kadang yang saya lihat, amaliyah yang hukum dasarnya adalah ibahah (boleh) kadang di”sikat” sebagai bid’ah ..

      ini yang kadang menimbulkan kerancuan, saya sepakat bahwa bid’ah harus dihilangkan … tapi tidak mesti segala sesuatu yang baru adalah bid’ah, yang seharusnya ini lebih ditekankan kepada ibadah, bukan pada muamalah…kalau bicara muamalah, niscaya kita akan menemukan muamalah yang baru setiap harinya, dan tidak bisa semena-mena kita cap sebagai bid’ah kan?

      contohnya: ada yang membid’ahkan dakwah lewat video, lalu apa bedanya dengan dakwah lewat internet, toh semuanya cuma alat ….? bagaimana mungkin jika dakwah lewat video terus dianggap bid’ah sementara lewat internet tidak?

      contoh lain kadang ada rekan yang ngotot banget tentang penyerupaan makhluk hidup, misal saya nggambar orang kaya’ waktu TK dulu, cuma bulatan, kemudian garis lurus untuk gambar tangan, kaki, dan badan. Apa itu disebut manusia?

      Karena kadang upaya yang dipakai rekan2 salafi supaya tidak menandingi ciptaan Allah adalah dengan cara yang aneh, motong kepala, mem-blur muka, dll. Bukannya asosiasi orang ketika melihat gambar yang wajahnya diblur, tetep saja akan mengatakan bahwa gambar tersebut adalah orang? Bandingkan dengan gambar TK tadi, mana yang lebih mengasosiasikan sebagai manusia?

      Tidak ada upaya dramatisir, cuma mengingatkan aja, beberapa hal dari salafi yang dulu difatwakan bid’ah kok sekarang dah berubah … jadi biar banyak-banyak berkaca …

    5. Kalau saya melihat disana tidak ada fiqih dakwahnya.

    6. assalamu’alaikum.
      Wah, iya ya kenapa bisa hilang komentar saya, keputus tuh, padahal yang penting di lanjutannya lho, bisa ditampilin lagi nggak Mas?

      Oh, maaf kalau berbicara bid’ah berarti yang dimaksud adalah bid’ah dalam agama (syariat). Kalau masalah dunia ya bukan dalam pembahasan ini. Antum sudah paham tentunya.

      Kalau dakwah lewat video ya…bahaya juga ya. Bahayanya karena video kan nampilin gambar si pendakwah/orangnya/hadirinnya. Syaikh Muqbil rahimahullah berfatwa tentang keharamannya. Artikelnya silakan dibaca di blog saya, judulnya Singkirkan televisi dari rumah kalian! Pada asalnya dakwah itu tauqifiyah (udah paten bentuk dan caranya dari Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam). Penggunaan teknologi boleh-boleh saja, seperti mikropon, kaset, CD (sound only), dan alat perekam.

      Kalau gambar bernyawa, semisal orang atau binatang itu dipenggal kepalanya atau cukup dihapus/dicoret wajahnya itu memang ada haditsnya kok. Dan Syaik Bin Baz rahimahullah juga fatwanya seperti itu. Allahu a’lam.

    7. @antosalafy: wah maaf mas, saya gak bisa nampilin lagi, lha di wordpress pas ke-flag sebagai SPAM cuma sampe disitu je, terus udah kepotong, gak ada lanjutannya …

      afwan

    8. kalo kita bisa sampai pada satu “titik keseimbangan” bahwa kita bukan apa2 n bukan siapa2, hanya hamba Allah, Allah akan menuntun kita untuk hidup sesuai al-quran dan sunnah.

      jadi hidup islami itu gak sulit n gak njelimet, yang bikin njelimet itu adalah “kaca mata kuda”

    9. Bagus ini tulisannya.

      Ulasan mengenai Salafi Lor dan Salafi Kidul, juga bagus.
      Tahun 2000 saya sempat ‘ngobrol’ dengan salah seorang pentolan salafi, ustadz J*’**R. Sebelum beliau berangkat ke Maluku untuk “berjihad”.

      Kaget juga saya dengan beberapa ucapan sang ustadz yang membuat miris di telinga. Pertama adalah halalnya darah kafir. Kedua, adalah pengkafiran sesama muslim.

      Waktu itu, ada anggota BRIMOB yang akan diberangkatkan pula ke Maluku. Situasi sampai sebegitu tegangnya. Sebab antara pendukung sang ustad, yang astaga banyak dan sungguh aneh-aneh kelakuannya bersitegang dengan anggota BRIMOB. Akibat mereka menganjing-anjingkan BRIMOB.

      Waktu di Maluku, BRIMOB mempunyai beberapa nama yang tercoreng di media. Akibat keberpihakan mereka. Saya menyedihkan hal tersebut. Namun sayangnya, beberapa pihak lupa, bahwa ada diantara mereka yang marah gara-gara dianjingkan oleh sesama muslim.

      Di Maluku, Salafi sempat kontak senjata dengan BRIMOB. Masalahnya sepele…, penganjingan.

      Akibatnya fatal… jiwa manusia melayang sia-sia.

      *halah, jadi curhat gini. Hehehe. Salam kenal lah, Mas.

    10. duuh iyaa yaa…
      kenapa hidup dibuat susah
      tapi memang hidup itu sasah
      yang tidak susah kalau jiwa tlah diasah
      benar salah salah benar kata siapa
      kata saya, kata kamu kata mereka
      kata Tuhan ????

      disamping Allah Maha Adil, Ia memiliki Rakhmat
      ????? ???? ?? ???

      (rakhmatKu melingkupi segala sesuatu)
      salam

    11. [...] Tulisan ini masih merupakan sambungan (walau nggak nyambung secara langsung alias loosely coupled) dengan tulisanku yang disini. [...]

    12. Sebenernya kalao kita ingin mengkompromikan Ayat/Hadits Shohih dengan Hawa Nafsu ya Ndak akan ketemu. Ayat/Hadits udah Jelas, Bahwa Agama ini udah sempurna, dan Setiap perbuatan mengada-ada dalam agama (amalan tanpa dalil/bid’ah)adalah sesat/Jelek. Jadi, ini merupakan pedang pamungkas yang tak akan terkalahkan oleh dalih2/alasan2 yang dikemukankan orang untuk merubah bid’ah jadi sunnah/boleh. Mudah toh ?
      Jangan terlalu di dramatisir.

      Pak, agama sudah sempurna. Tidak perlu ditambah larangan-larangan tambahan soal video, foto, dst.

      Kalau begitu, gimana? :P

    13. Wah, kequote semuanya :(

      Sebenernya kalao kita ingin mengkompromikan Ayat/Hadits Shohih dengan Hawa Nafsu ya Ndak akan ketemu. Ayat/Hadits udah Jelas, Bahwa Agama ini udah sempurna, dan Setiap perbuatan mengada-ada dalam agama (amalan tanpa dalil/bid’ah)adalah sesat/Jelek. Jadi, ini merupakan pedang pamungkas yang tak akan terkalahkan oleh dalih2/alasan2 yang dikemukankan orang untuk merubah bid’ah jadi sunnah/boleh. Mudah toh ?
      Jangan terlalu di dramatisir.

      Pak, agama sudah sempurna. Tidak perlu ditambah larangan-larangan tambahan soal video, foto, dst.

      Kalau begitu, gimana?

    14. @Zulkarnaen Arsi : kita memang harus banyak membuka cakrawala, tentu dengan panduan yang jelas

      @bangaiptop : itulah pentingnya tabayyun, cuma dengar konon katanya, sudah langsung main serang aja, salam kenal juga mas

      @santribuntet : namanya hidup mas, penuh perjuangan, sudah sunatullah manusia itu suka berkeluh kesah :)

      @Mr. Geddoe : semangat sekali :P sampe blockquotenya “katut kabeh”. Prinsipnya semua adalah boleh (dalam muamalah) sampe ada dalil yang melarangnya :)

    15. Wah, pada di sini rupanya? Salam kenal neh ama penghuni blog yang multi maniezzz ini semanis orangnya kali…hehehe

    16. http://salafyindonesia.wordpress.com/

    17. ada yang ngaku2 sastro…

    18. #3 ,

      Sebenernya kalao kita ingin mengkompromikan Ayat/Hadits Shohih dengan Hawa Nafsu ya Ndak akan ketemu. ”

      bukannya salafy juga gitu ?.langsung men-cap “kafir bla bla” kalau ada orang yang tida sepaham dengannya?.
      hihihi

    19. @Sastro: salam kenal juga mas, emang siapa yang pada disini? :)

      @salafy yang bukan salafy: daripada nulis URLnya, mending pingback aja mas… :) kan sekalian mas-nya nulis

      @yudhiprs: keliatannya salafy ndak ngecap kafir deh, cuman bakal dicap ahlul bid’ah kalau ndak sepaham dengan dia … :)

    20. kayaknya ada tambahan 1 golongan salafi lagi deh…tapi gak bakalan ana sebutin, ntar tambah pusing. tapi ana ikutin semuanya kajiannya, gak peduli salafi lain bilang plin-plan atau manhajnya belum mantap, atau apalah….
      ana hanya inget perkataan seorang ustadz : Kenalilah kebenaran, maka kau akan mengenali ahlinya. (afwan, itu dari ulama siapa ya ?).
      pokoknya sekarang nyari ilmy dulu, nanti bakalan kelihatan mana yang benar, sesuai sunnah.

    21. @najwa: tafadhol, memang seharusnya kita memperbanyak ilmu. Al Ilmu qobla amal (ilmu sebelum amal), sehingga pada akhirnya dia akan betul-betul menjadi pengikut Muhammad SAW yang berlemah-lembut terhadap saudaranya yang seiman (adzillatin ‘alal mu’minin) dan tegas dan memiliki izzah (kemuliaan) terhadap orang kafir (‘aizzatin ‘alal kaafiriin) sebagaimana yang dikatakan oleh Alquran.

    22. Ketahuilah Saudaraku, salafy itu adalah penisbatan atau penyandaran kepada salaf (kaum terdahulu) yang shaleh (tiga generasi terbaik-dari semua sisi kehidupan). Jadi, tidak ada istilah salafi lor, kidul, wetan, dan kulon. Juga tidak ada istilah salafi yamani atau haraki. Istilah-istilah tersebut muncul dari seseorang yang tidak mengerti hakikat salaf dan hakikat dakwah salafiyah. Maka, jika kita mendapati seseorang yang mengaku salafy, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan salaf atau tidak nyunnah atau bahkan menyelisihi sunnah, maka orang tersebut bukan salafy dan tidak boleh menyebut dirinya salafy. Adapun salaf tetap baik adanya, tidak berubah sedikit pun karena ulah orang-orang yang ngaku-ngaku salafy.

    23. Ketahuilah Saudaraku, salafy itu adalah penisbatan atau penyandaran kepada salaf (kaum terdahulu) yang shaleh (tiga generasi terbaik-dari semua sisi kehidupan). Jadi, tidak ada istilah salafi lor, kidul, wetan, dan kulon. Juga tidak ada istilah salafi yamani atau haraki. Istilah-istilah tersebut muncul dari seseorang yang tidak mengerti hakikat salaf dan hakikat dakwah salafiyah. Maka, jika kita mendapati seseorang yang mengaku salafy, tetapi perbuatannya tidak mencerminkan salaf atau tidak nyunnah atau bahkan menyelisihi sunnah, maka orang tersebut bukan salafy dan tidak boleh menyebut dirinya salafy. Adapun salaf tetap baik adanya, tidak berubah sedikit pun karena ulah orang-orang yang ngaku-ngaku salafy. Wallahu a’lam

    24. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada mereka yang terus berusaha memperbaiki dirinya.

    25. Mas nanya aja, adakah orang yg ngaku salafy ini matinya senyum ??? ato mengucap kalimat??? Jenazahnya wangi ???

    26. [...] saya sudah menjadi sebuah Penipuan/Penyesatan seperti yang terjadi di sini, di sini dan di sini. Bid’ah ditebarkan, darah dihalalkan, pembunuhan terjadi. Sampai sampai ciri khas dan karakter picik dan [...]

    27. @anto: Wah saya ndak tahu kalau gitu-gituan, mending liat aja di sinetron Hidayah :D , setahu saya yang bukan salafy bahkan yang kontra sekali dengan salafi seperti nahdliyin pun banyak yang meninggal dalam keadaan tersenyum, atau yang dibid’ah-bid’ahkan oleh salafy seperti temen2 PKS pun ada yang meninggalnya tersenyum. Tapi menurut saya, itu tidak bisa dijadikan patokan sebuah kebenaran.

    28. risanuri said on

      Salam kenal..

      Baru tahu kenapa dulu (waktu itu) ada mahasiswa yang tiba-tiba (ng)ilang. Padahal dia (mereka) tampak alim.

      Ada juga pernah mergoki, seorang bapak yang datang ke kampus.. menangis, menghibakan. Anaknya yang dulu rajin, tapi kemudian tidak pernah kuliah.. sejak masuk ke suatu pondok pesantren. Padahal putranya itu diharapkan menjadi tumpuan keluarga.

      Mungkin ada kaitan dengan no 2 di atas. Tapi semoga saja bukan.

    29. Muhammad J. Fauzi said on

      Islam adalah Rahmatan lil Alamin, Lakukan terbaik
      untuk kebaikan umat. berguna bagi sesama, mengenai bid’ah jangan berkecil hati kalau ada yang mengatakan. Nggak usah kita sempit dadanya karena hal spt. itu.
      Thanks

    30. [...] memutilasi ayat/hadis dan sumber sumber lain demi kepentingan komersil hingga kepentingan nafsu, bid’ah membid’ahkan, kafir mengkafirkan sampai sampai kepentingan halal menghalalkan pertumpahan darah. Tuhan saja [...]

    31. Toni Tegar Sahidi said on

      nggak nyangka pak antosalafy juga aktif di BLOG ini. ya akhi, ana kayaknya tahu siapa antum,
      kenapa ketika ana mengomentari di BLOG antum kemarin postingan tersebut pada awalnya termuat.. tapi lama kelamaan kok malah antum hapus? justru malah ada yang antum CUT.. padahal ana hanya minta klarifikasi…??

      buat akh andri, syukron atas BLOG ini menambah wawasan ana tentang bagaimana salafy, ana kemarin melihat dan mengomentari BLOG salafy yang mungkin bagian keras ya.. disitu ana coba bertanya2, eh pertanyaan2 tersebut kok malah di CUT. ana tanya tentang sebuah artikel yang mungkin memang memojokkan salafy, tapi kenapa justru di potong dan tidak dikomentari dengan alasan, “penulis artikel tersebut jahil terhadap manhaj salaf”. seolah akh antosalafy ini paling berilmu/tahu tentang salaf. padahal dalil&argumen yang disampaikan dalam artikel yang memojokkan disana bagi ana lumayan kuat. tapi kok ya begitu???

      ana khawatir kayaknya yang disampaikan dalam artikel diatas.. antum salah satunya.. Moga bukan termasuk orang yang suka memfitnah, bukan termasuk orang yang mensesat2kan, membid’ah2kan, sementara dirinya sendiri berbuat seperti itu. Ingat Ash Shaff 2-3 akhi!!

    32. @ Toni Tegar S
      Saya melakukan perubahan yang cukup banyak di blog ana http://www.antosalafy.wordpress.com. Jadi, maaf kalau diskusi dengan antum terputus. Barakallahu fiik

    33. komentar2 di atas tidak obyektif. jangan dilihat dari bagian kecil2 sj : foto, kuliah & perpecahan.
      Yang ngaku salafy juga banyak…. salafy itu pada dasarnya baik dan ilmiah. Lihat firqoh/ kelompok; HT, IM, JIL, NII dll. JAUH BEDA!!!
      lebih lengkap baca di http://www.salafy.or.id atau http://www.asysyariah.com

    34. Abu Ibrohim said on

      Manhaj SALAF dilihat dari manhajnya adalah al haq atau bisa dikatakan yang PALING BENAR. lihat defenisi salaf! HANYA saja klo kita kembalikan ke individu, maka tidak akan menjadikan seorang itu paling benar dalam semua perkataan dan perbuatan (kecuali Rosululloh). Renungilah ayat qur’an, “inna kholaqo al insana dho’iifa”. Manusia itu lemah dalam ilmu dan kekuatan. Ada juga hadits “semua manusia pasti melakukan kesalahan,..(Hadits hasan)”. Dan lihatlah bagaimana sikap sahabat dan ulama salaf dalam menerapkan hal ini, mereka BERSUNGGUH-SUNGGUH dalam mengILMUi kebenaran, mengAMALkan, menDAKWAHkannya dan berSABAR di atas semuanya. Mereka tidak mendakwahkan diri bahwa mereka ma’shum (bebas) dari dosa. Kebenaran (tentunya berdasarkan Al-Qur’an dan As Sunnas As Shohihah bukan hawa nafsu)adalah madzhab mereka.
      Oleh karena itu, merekalah contoh kita dalam menempuh agama ini. Intishab (penyandaran diri kita) kepada mereka dengan istilah salafy (pengikut manhaj salaf)tidak ada masalah. Siapa pun dia bisa menisbatkan dirinya pada salaf. Ana salafy, atau semakna.. karena pada hakikatnya kita menyandarkan diri kita kepada kebenaran. Dan seseorang yang TIDAK mengeTAHUi istilah salaf, akan tetapi dalam pengamalan agamanya masya Alloh sungguh luar biasanya dia berpegang teguh pada kebenaran dan setiap kali dia mendapati kebenaran yang sampai kepadanya dia ambil. Maka, yang demikian juga telah menjadikan dirinya salafy walaupun tidak sedikit pun keluar dari lisannya penyebutan dirinya sebagai salafy. Sebagaimana kata sahabat Ibnu Mas’ud, “Jama’ah itu segala sesuatu yang bersesuaian dengan kebenaran walaupun engkau seorang diri”. Almuhim, nisbat salafy harus menjadikan seseorang bersungguh2 memiliki aqidah, manhaj, dan akhlak salaf. Dan nilailah seseorang berdasarkan sifat mayoritas yang dimiliki oleh orang tersebut (karena tadi semua orang pasti pernah melakukan kesalahan). Jangan sampai alergi mendengar istilah salafy apalagi menggunakannya. Karena manhaj salaf adalah kebenaran. Dan sudah selayaknya bagi seorang muslim untuk mengikuti kebenaran.

      Adapun pembagian salafy dalam berbagai kelompok maka yang demikian tidak menjadikan manhaj salaf ternodai secara hakikat, tidak menunjukkan sama sekali, wallohi, salahnya manhaj salaf. Tunduklah dan ikutilah kebenaran, dan lihatlah kebenaran dengan pandangan orang-orang yang berpikir jernih dan memang menginginkan kebenaran. jangan sekali-kali memperturutkan hawa nafsu ketika berbicara mengenai agama ini.

      Mohonlah kepada Alloh supaya ditunjukkan kepada jalan yang lurus (bukankah itu yang sering kita pinta dalam setiap sholat kita, resapilah ayat alfatihah) dan bersungguh-sungguh dalam mendapatkannya, mudah2an Alloh akan menunjukkan kepada kita jalan kepadanya dan kita diberikan keistiqomahan untuk menempuhnya.

      Dan fitnah yang ada dewasa ini, semakin banyaknya firqoh dengan pemikiran syubhat lagi menyesatkan dan sarana kemaksiatan yang penuh syahwat telah dikabarkan oleh Alloh dan Rosul-Nya. Maka ambilah jalan keselamatan, berlindunglah dari kedua bahaya tersebut dengan kembali kepada agama yang haq… Melaksanakan agama ini sesuai dengan pemahaman para sahabat, tabi’in dan tabi’ tabi’in.

      Wa aniibuu illalloh,…
      fa firruu ilalloh,…

      [Wa man jahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulana]

    35. kacamatabaca said on

      assalamu’alaikum wat smwnya, baik yang ngaku salafy, yang anti salafy, maupun yg g mo masalahin keberagaman dlm islam ni.
      yg hrs lbh qt pikirin adl gmna caranya indonesia bs lbh pny mutu dengan lbh kenal islam
      btw, “kenalilah kebenaran, bla..bla..bla…” klo g salah yg ngomong Ali bin Abi Thalib y?
      q suka ni tulisan, jd tau tanggapan org laen ttg mslh yg emang prnh q pikirin jg…..

    36. Abu Ibrohim said on

      Bismillah…
      Alhamdulillah, inna wa’dallohi haq. Alloh telah menjanjikan penjagaan kemurnian agama ini. Salah satu syariat yang ada dalam agama ini adalah adanya takfir (pengkafiran), tabdi’ (pembidahan), dan ta’shi (penjulukan ahli maksiat).
      Akan tetapi tidak sembarangan penerapan syariat ini. Perlu diperhatikan syarat-syarat dan penghalang dalam masalah ini. Misalkan syarat, tidak adanya syubhat (kesamaran) untuk menjatuhkan vonis kekafiran, kebid’ahan pada diri objek. Misalkan penghalang, adanya ketidaktahuan yang dimaafkan, keterpaksaan, terjatuh pada ta’wil dan lain2 yang telah dijelaskan para ulama.
      Berdasarkan hal ini maka jelas masalah ini sangat berat. Disamping konsekuensi buruk yang akan diterima ketika salah menempatkan hal ini. Bisa dikatakan, hanya Alloh dan Rosulnya yang memiliki hak ini, kemudian para ulama’ yang lurus.
      Oleh karena itu, barangsiapa yang gegabah menjatuhkan perkara ini pada diri seseorang muslim padahal bukan merupakan kapasitasnya, dia tidak memperhatikan syarat dan penghalang yang ada, maka jelas dia telah menodai kehormatan kaum muslimin. Dan yang demikian bukan termasuk akhlak salaf dan salah ketika menisbatkan hal ini kepada manhaj salaf.
      Oleh karena itu dijawab untuk kasus qunut shubuh.
      1.Yang demikian dikatakan oleh sebagian ulama, itu termasuk perkara ijtihadiyyah. maka yang benar tidak adak pengingkaran dalam perkara ijtihadiyyah.
      2.Namun yang benar, yang demikian (qunut subuh) tidak disyariatkan. Jika tidak disyariatkan tapi dilakukan sebagai ibadah = bid’ah. Akan tetapi tuduhan kepada seorang muslim hanya karena melakukan satu kebid’ahan sebagai ahlu bid’ah merupakan perkara yang berlebihan dan tidak dibenarkan (tentunya bukan perkara kebid’ahan yang mengkafirkan pelakunya ditambah lagi jika dia belum ditegakkan hujjah dan tidak menyebarkan kebid’ahannya). Terkait dengan masalah qunut shubuh, tidak akan menjadikan imam syafi’i ahlu bid’ah. Lha wong dia ulama besar, manfaatnya terhadap islam sangat jauh lebih besar dari kesalahn yang diperbuatnya dan ketika dia salah tidak mesti menjadikannya ahlu bid’ah. Mengapa? Kesalahan beliau rohimahulloh dalam masalah ini bisa dimasukkan kepada penghalang tabdi’ karena kesalahn ta’wil.

      Walhamdulillah…

    37. andri tobatlah.km telah meenyebbar subhat

      syubhat yang mana ya? tolong tunjukkan kalimat saya yang mengandung syubhat. lha itu semua pengalaman saya tuh … pengalaman saya pribadi dan benar-benar menimpa diri saya, apa yang saya tulis insya Allah benar adanya karena saya adalah pelaku sendiri yang pernah mengalaminya

      belajar lagi deh sejarah salafi di Indonesia :)
      biar juga tidak asal nuduh nyebar syubhat ….

      btw, email anda palsu, sebenarnya anda tidak layak dibalas komentarnya, sungguh sayang ketidakberanian anda dengan jati diri sendiri sudah cukup bagi saya kalau anda tidak ubahnya seperti para pengecut-pengecut yang suka mengghibah saudara yang lainnya :-D

    38. ohh ini ya postingannya ndri :D

      duhh makanya saya pusing kalo ada yg ngomong..tarekat..tarbiyah. salafi..naqsibandy dll

      bingung…

    39. Salah satu cara untuk naikkin hits ya, kayak gini ini. Mayan kang, rodo ilmiah. Tapi nek menurutku, dicari sampai besok akhir zaman pun tetep ada yang namanya firqoh dan perbedaan pendapat. Simpel aja, setuju ya ayo kerja bareng, kalo nggak setuju yo wis sante-sante wae (adem ayem aja gitu, nggak usah saling sebel sama yang lain). Setuju ya ayo bikin baksos dan ngidupin masjid bareng-bareng, kalo nggak setuju ya nonton manajemen qolbu aja di rumah. Toh di surga besok khan kita nggak bakalan ditanya apa nama firqohnya, “Antum salafy ? Antum PKS ? Kalo gitu, kalian masuk surga dengan tingkat yang berbeda !” hehehe…

      Cuman,debatnya (mujadalahnya) tuh ngasilin amal pa nggak ? Jangan-jangan kita malah jadi ahlul bid’ah wal mujadalah, bukan ahlus sunnah wal jama’ah. Ato jangan-jangan dengan berdebat dan adu dalil (sekalian sak ustadz-e dibawa juga) ini sudah menjadi manhaj amal ?
      hihihihihi…..

    40. Selagi orang2 di Indonesia sibuk berdebat masalah kayak gini, orang2 di sini pada sibuk membersihkan lingkungan, membersihkan sungai, membersihkan kota, mengatur kehidupan. Wahai orang2 di Indonesia, bersihkanlah sungaimu, janganlah kau bunuh binatang2 liar, janganlah kau tebang pohon2 nan hijau, janganlah kau kotori lingkunganmu, aturlah lingkunganmu, tatalah serapi mungkin supaya nikmat dipandang mata – supaya menyehatkan jiwa dan raga, kurangi polusi suara – udara – air . Janganlah mengaku diri mukmin sejati kalau toiletmu bau pesing. Jangan mengaku diri hamba ilahi kalau sungaimu bau telek. Jangan mengaku diri hamba Ilahi kalau kesehatan badanmu tak terurus, rawatlah apa2 yg Tuhan beri kamu…

    41. Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh !
      Pengalaman dengan ‘kelompok Salafi’ sama sekali tidak mengenakkan . Ketawadu’-an sikap para Salaf kok justru tidak tercermin pada mereka yang ngotot bernisbat Salaf . Kegagahan dan keberaniaan para Sahabat dalam jihad kok tidak nampak pada para Masyayikh dan Thulab kelompok ini . Dimana mereka sementara saudara-saudaranya berjihad melawan kafir Amerika dan sekutunya di bumi Islam ? Ibnu Khoththob , Abu Mus’ab Az Zarqowi , Ahmad Yasin , Rantisi dll justru sibuk dibongkar aib dan kekurangannya oleh ‘salafiyyun’ sementara mereka duduk menimba ilmu tapi sudah merasa mengamlkan ilmu keseluruhannya . Duhai , kasihanilah diri kita …

    42. andai saja yang mengaku salafi itu benar-benar salafi(contoh), tapi apakah tidak malu dengan mengaku sebagai pengikut yang dicontohkan, tapi contohnya tidak demekian.

    43. weleh2 puszzziingg bgt liat nya.
      klo mnurut gw selama ntu smua ga kluar dari rukun islam n rukun iman. gw rasa ga bida’ah deeh. katany cuma satu mazhab islam yg masuk surga diantara 72 mazhab.gw rasa bener, yg mazhabnya ngasih tau bagai mana menjadi islam yg baik tanpa harus membidahkan mazhab lain.

    44. Maz Joeyzt said on

      hahahahahahaa…. numpang lewat. seneng deh liat orang pinter dan juga yang bego-bego pada komentar…..

      jadi ketahuan mana yang benar, dan juga mana yang bego….

      Tapi masih mending siy daripada koment2 di blog2 sampah di luar sana.

      Salam buat pengikut rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya…

    45. fuck salafy

    46. semoga Allah memberikan petunjuk bagi umatnya…..

    47. mungkin saya dapat menanggapi statement ini:

      “Pernah suatu ketika saya tanya, “Ahlul bid’ah itu adalah sebutan bagi pelaku bid’ah kan?“, “Iya …“, “terus qunut shubuh itu bid’ah bukan?“, jawabnya “Iya ..“, “Terus apa anda berani mengatakan bahwa Imam Syafi’i yang menganjurkan Qunut Shubuh sebagai Ahlul Bid’ah …???? “, “….diam seribu bahasa …“. * aku terus kabur sambil tersenyum meninggalkan dia yang kebingungan *”

      Anda bisa lihat dalam kitab Imam Syafi’i yang inti isinya adalah bahwa kita DILARANG oleh beliau(Imam Syafi’i) untuk mengikutinya (imam Syafi’i), mengikuti Imam Maliki, Imam Hanbali, dll JIKA TIDAK SESUAI DENGAN AL-QUR’AN DAN HADITS.
      Dan pada pernytaan seperti itu terdapat pula pada kitab Imam2 yang lain..

      Kemudian, untuk mendapatkan kebenaran, kita tidak dapat hanya belajar dari 1 guru. kita harus belajar dari banyak guru. karena untuk mengetahui kesalahan guru yang 1, kita dapat mengetahui dari guru-guru yang lain.

      Imam Syafi’i pun belajar dari banyak guru, sekitar ribuan guru..

      Allahu’alam Bishshawab..

    48. Assalamu’alaikum.
      Kalo saya k0k sreg aja ya dgn dakwah salafiyyah. Pengalaman waktu ngaji dgn “yg bkn salafi” saya krg “mngena”, justru sering timbul ptanyaan dlm hati, kok bgini, kok bgitu, dan niat saya tuk blajar agama dgn benar gak terealisasi karna gak banyak ilmu yg saya dapet. Sejak ngaji di salafy saya jadi smangat blajar agama, jadi lebih ngerti agama, terutama mslh fiqh dan aqidah, em0si saya juga lebih tertata. Walaupun sekarang saya belum sepenuhnya “masuk” pada manhaj salaf, tapi saya berharap kdepannya saya akan lebih mantap. Saya lebih suka “cari aman” dalam masalah agama, yang gak perlu “aksesoris” tapi selamat. Semoga akh andri juga dapat merasakan lagi sejuknya manhaj salaf.
      Barakallahu fiik..

    49. wah paragraaf yang terakhir itu lho mas…

      kok kayaknya anda bangga bisa bikin bingung temen anda itu?
      padahal dari cerita tsb dilihat bahwa anda masih belum ngerti manhaj salaf dlm menyikapi hasil ijtihad ulama, walaupun menjurus ke arah bidah.
      Pembicaraan di atas adl pembicaraan tanpa ilmu. ngapain di posting? Bikin syubhat aja

    50. btw soal video, sejauh yang saya tau boleh. Memang itu dari gambar diam yang berganti-ganti frame. Tapi yang kita lihat kan sudah situasi realistisnya, sehingga hilang sifat dari gambar itu sendiri (kecuali kalo lagi nyetel video, trus macet :P )

      Fatwa dari Al Albani bahwa TV itu haramnya bukan dari segi tashwir terhadap makhluq bernyawa, tapi dari segi isinya yang suda 99% haram. Adapun hukum muasalnya mubah, kata beliau. Beliau menambahkan kalau TV diisi acara yang mengajarkan ilmu, apalagi ilmu syar’i, beliau tidak hanya berani mengatakan boleh, tapi malah wajib hukumnya.

    51. kalo memang TV / video hukum asalnya haram karena gambar makhluk hidupnya, pastilah cermin juga mutlak haram.

    52. weleh..2, mbah 3 thn ini bertapa nggantung untuk menenangkan diri dan cari pangsit cucu2ku jaman dulu antosalafy beradu argumen dan adu urat leher dengan wak dul somad dan buanyak lagi…ternyata sekarang masih ada serialnya yaa ??? cucu2ku saayang hidup ini sederhana jangan dipersulit. kebiasaan dari jaman dulu nih setiap orang alim ahli ilmu biasanya arif tutur katanya lembut, rendah hati kalau yang suka adu argumen apalagi mempersiapkan Al-Quran dan Hadist ( kalao yg islam) untuk menekuk-nekuk lawan dengan niat “aku yang paling benar ” wah tidak ada garansi, ingat kata pak ustad orang berilmu itu tidak kebal dari setan. firman ALLAH ” Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak yang lebih besar dari itu, melainkan dalam kitab yang nyata ( surah Yunus ayat 61″ mari periksa niat kita sebelum nenulis membantah, ber-argumen.manhaj seharusnya menjadi kendaraan untuk ” bertemu dengan Allah” apabila person masih membanggakan manhaj ulamanya sama aja mendapatkan hadiah mobil BMW (maaf pinjam merek bro) tiap hari dilap sampai kinclong cliing & siar ke tetangga kanan kiri pulau, maka BMW tersebut tidak membawa manfaat apapun begitu pula dg manhaj, sikap bangga kita pada golongan sehingga menutup mata hati dari kebenaran yang datang dari luar walaupun sesama umat nabi Muhammad apalagi merendahkan golongan yg beda pendapat, apalagi dengan bekal dalil dari ulama kebanggaan yang maaf2 bisa salah karena siapapun umat Muhammad tahu hanya beliulah yang terjaga dari salah. dlm surah Yunus Allah berkata ” Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.”

    53. weleh..2, mbah 3 thn ini bertapa nggantung untuk menenangkan diri dan cari pangsit cucu2ku jaman dulu antosalafy beradu argumen dan adu urat leher dengan wak dul somad dan buanyak lagi…ternyata sekarang masih ada serialnya yaa ??? cucu2ku saayang hidup ini sederhana jangan dipersulit. kebiasaan dari jaman dulu nih setiap orang alim ahli ilmu biasanya arif tutur katanya lembut, rendah hati kalau yang suka adu argumen apalagi mempersiapkan Al-Quran dan Hadist ( kalao yg islam) untuk menekuk-nekuk lawan dengan niat “aku yang paling benar ” wah tidak ada garansi, ingat kata pak ustad orang berilmu itu tidak kebal dari setan. firman ALLAH ” Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari Al Qur’an dan kamu tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atasmu di waktu kamu melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar zarrah di bumi ataupun di langit. Tidak ada yang lebih kecil dan tidak yang lebih besar dari itu, melainkan dalam kitab yang nyata ( surah Yunus ayat 61″ mari periksa niat kita sebelum nenulis membantah, ber-argumen.manhaj seharusnya menjadi kendaraan untuk ” bertemu dengan Allah” apabila person masih membanggakan manhaj ulamanya sama aja mendapatkan hadiah mobil BMW (maaf pinjam merek bro) tiap hari dilap sampai kinclong cliing & siar ke tetangga kanan kiri pulau, maka BMW tersebut tidak membawa manfaat apapun begitu pula dg manhaj, sikap bangga kita pada golongan sehingga menutup mata hati dari kebenaran yang datang dari luar walaupun sesama umat nabi Muhammad apalagi merendahkan golongan yg beda pendapat, apalagi dengan bekal dalil dari ulama kebanggaan yang maaf2 bisa salah karena siapapun umat Muhammad tahu hanya beliulah yang terjaga dari salah.dengan firman Allah ” Sesungguhnya Allah tidak berbuat zalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi manusia itulah yang berbuat zalim kepada diri mereka sendiri.”

    54. Assalamu’alaykum….

      Saudaraku betapa kasihannya dirimu, Setan macam apa yang ada ditubuhmu. baru kali ini ada orang yang mengaku islam tapi tidak mau diislamkan, ketahuilah bahwa syirik dan bid’ah yang dikau banggakan itu yang akan membawa mu ke Al-Jahim. harusnya bersyukur masih ada orang yang mau membid’ahkan kebid’ahan mu…lain tidak terserah sampeyan Mas mau ngikut apa ora salafy sing penting aku dah nyampein yang Haq, ngga ada paksaan masuk salafyin bukan Sururi atau ja’fariyun itu bukan salaf bukan seperti yang sampeyan kira….liat dong bedanya iso moco qur’an lan ngerti sunnah ora sampeyan, perlu ditest memang wong iki. ora sembarang ngomong mas lagi pada diketawain nih ama orang ” Islam”. udah mendingan diselesaiin dulu iqronya kalau dah lancar ta’ muroja’ah yoo… “afwan krn antum yang perlu diketawain kami hanya menyampaikan yang haq jika engkau tertawa sama dengan kau mentertawakan Allohu ta’ala dan Rosul-Nya,semoga antum bisa baca tulisan ini.

      Wassalamu’alaykum….
      ABu Habil As-salafy

    55. wah wah..ada huru-hara
      semoga pendapat saya bisa membantu pemahaman yang shahih

      [quote]katany cuma satu mazhab islam yg masuk surga diantara 72 mazhab[/quote]
      bukan mahzab pakde, dalam Shahihul Bukhari yang dimaksud kelompok pecahan (firqah) itu mungkin semacam “sekte”, yang mana dalam sudut pandang ulama AhlusSunnah adalah kelompok yang sangat menyimpang secara aqidah dan metodologi istimbath (orang salafi menyebutnya “manhaj”)

      Penafsiran lanjutan dari hadist “Akan terpecah umatku (Muhammad Rasulullah) menjadi 73 golongan dan yang masuk surga hanya 1, yaitu Al-Jama’ah” adalah hadits lainnya yang berisikan pertanyaan salah satu sahabat (saya lupa namanya), “Apakah yang dimaksud Al-Jama’ah?”..dijawab Rasullullah: “Yaitu yang aku dan para sahabatku berada di atasnya”. Kira2 begitulah terjemah dalam bahasa Indonesia, mungkin agak beda dikit dari makna aslinya sih. Tapi intinya adalah Al-Jama’ah mengisyaratkan pada suatu “jalan hidup” atau metode atau manhaj (istilah orang salafi), jadi bukan jama’ah secara fisik kasat mata seperti PKS, IM, HTI, …. bahkan ada yang mengatakan bahwa seseorang yang “terdampar” sendirian di laut/hutan hingga ajalnya, ia tetap dapat masuk kepada AhlusSunnah (pemegang teguh Sunnah Nabi) wal Jama’ah (penerus jalan hidup Nabi) selama ia mampu menerapkan dalil-dalil yang dikuasainya, mampu beristimbath (berfatwa) sehingga memunculkan fikih “hutan” atau “laut” sesuai keperluan/kedaruratan dirinya. Bisa jadi tiap hari dia makan daging babi namun tidak di-vonis sebagai dosa :)

      Yang perlu dicermati adalah…

      1. Bid’ah itu secara syar’i memang punishment nya sekelas Ma’shiyat (baca: maksiat) tapi…

      2. Terkadang ada sedikit “overlap” antara niatan maslahah mursalah (misalnya ngaji rutin di TKA/TPA tiap Senin-Kamis jam 4 sore) yang bisa disalah artikan sebagai “bid’ah”, mirip pengajian Kamis malam di kampung-kampung. Sudah menjadi kewajiban da’i atau panitia acara bersangkutan yang menjelaskan posisi kegiatan tsb dalam syariat

      3. Kasus seperti pada poin (2) biasanya divonis tanpa babibu sebagai “bid’ah fil ibadah” oleh kelompok garis keras yang ushul fiqhnya -maaf- masih lemah, yang memang hukumnya fatal jika itu benar2 bid’ah. Contoh bid’ah fil ibadah yang sudah jelas2 bid’ah adalah: Puasa Ngebleng 3 hari 3 malam gak buka, Puasa Mutih hanya makan nasi dan air putih, atau malah bertapa di gunung :)
      Bid’ah fil ibadah diancam hukuman kurungan serta denda minimal 100 milyar dollar..hehehe ya gak lah yang jelas pasti disiksa di neraka

      4. Bid’ah fil aqidah. Nah ini yang paling berat, karena sangat dekat dengan kemusyrikan, contoh: tawasul (minta berkah) ke orang yang sudah mati, termasuk tawasul ke kubur Nabi pun sama saja

      5. Selain itu kondisi per individu bisa sangat bervariasi untuk mampu menjalankan syariat scr sempurna, oleh karena itu dengan tanpa bermaksud menyelisih Sunnah dan menyetujui bid’ah, perlu disadari tiap orang tidak bisa langsung serta merta meninggalkan bid’ah yang sudah ada bertahun2 di suatu negeri. Paling tidak di dalam hatinya telah tertanam kebenaran dan pemahaman yang haq sehingga hati mulai mengingkari meski fisik masih menjalankan

      “Dan bertaqwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu”

      Semoga bermanfaat, dan mohon dikoreksi jika ada salah-salah ketik/kata/kutip

    56. ABu Habil As-salafy,mengatakan : Setan macam apa yang ada ditubuhmu.(Goby menjawab :adakah islam mengajarkan untuk mengumpat, bukanlah perkataan itu hanya pantas dilakukan oleh pelaku dosa ( pemabuk,pelacur dll dan tidak pantas diucapkan oleh ahli ibadah !). abu Habil as-salafy mengatakan: ketahuilah bahwa syirik dan bid’ah yang dikau banggakan itu yang akan membawa mu ke Al-Jahim. harusnya bersyukur masih ada orang yang mau membid’ahkan kebid’ahan mu.(Goby menjawab:belum memahami kalimatnya udah komentar,padahal islam mengajarkan untuk teliti dan hati2.) abu Habil as-salafy mengatakan: liat dong bedanya iso moco qur’an lan ngerti sunnah ora sampeyan, perlu ditest memang wong iki. ora sembarang ngomong mas lagi pada diketawain nih ama orang ” Islam”. udah mendingan diselesaiin dulu iqronya kalau dah lancar ta’ muroja’ah yoo… (Goby menjawab: mencomooh, merendahkan orang lain serta menganggap diri paling pintar, membanggakan diri bukan ajaran Islam, Islam mengajarkan memperbaiki ahklak sebagaimana hadist nabi ” AKU DIUTUS UNTUK MENYEMPURNAKAN AKHLAK. perawi : Baihaqi & Hakim, silahkan teliti kekuatan hukum hadist ini).abu Habil as-salafy mengatakan:afwan krn antum yang perlu diketawain kami hanya menyampaikan yang haq jika engkau tertawa sama dengan kau mentertawakan Allohu ta’ala dan Rosul-Nya,semoga antum bisa baca tulisan ini. (Goby menjawab:adakah Rosulullah Muhammad SAW mengajarkan ucapan diatas yaitu menghina orang lain ? haq menurut siapa ? kalau hak menurut Al-Quran & Hadist maka saya ikuti dan menyampaikan yang Haq haruslah dengan cara yang Haq pula sebagaimana digariskan didalam Al-Quran Dan Sunnah) saudara ABu Habil As-salafy boleh jadi anda sudah pinter moco Al- Quran.abu Habil as salafy mengatakan : semoga antum bisa baca tulisan ini.(goby menjawab”: saya sudah baca dan mengerti ternyata akhlak anda dalam berbicara jauh dari akhlak yang diharapkan oleh Nabi & ALLAH, Allah mengajarkan untuk berdakwah secara bijasana dan mengajarkan untuk bicara yang lembut. Hadist Riwayat Ahmad & Abu Dawud “ Sesungguhnya seorang Mukmin dengan Akhlak yang baik dapat menggungguli kedudukan orang yang selalu ibadah dimalam hari dan puasa disiang hari.( silahkan teliti kekuatan hukum hadistnya).dan Allah Ta;ala berfirman
      وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
      سورة الأحزاب ٥٨

      ‘Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mu’min dan mu’minat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata.
      ( Al-Ahzab :58 )dan… وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ (سورة الحج٨٨)
      Silahkan artikan sendiri bukankah anda mengatakan kepada saya. liat dong bedanya iso moco qur’an lan ngerti sunnah ora sampeyan, perlu ditest memang wong iki. ora sembarang ngomong mas lagi pada diketawain nih ama orang ” Islam”. udah mendingan diselesaiin dulu iqronya kalau dah lancar ta’ muroja’ah yoo ( dari ucapan ini anda menggambarkan diri anda sendiri sebagai orang yang ahli Al-Quran & Sunnah ) sekali lagi silahkan artikan sendiri ayat diatas.
      Didalam berdebat terkandung berbagai bencana: dosanya lebih besar daripada manfaatnya, sumber dari segala perilaku tercela seperti riya, hasad, sombong, dendam ( hiqd), permusuhan, BERMULUT BESAR dll.
      Semoga kita terhindar dari semua sifat tersebut.
      saudara2 saya tulis Habil dengan H huruf besar pada nama abu Habil as-salafy adalah sebagai penghormatan saya kepada putra nabi Adam

      Wassalam
      Goby

    57. @antosalafy:Mas nanya aja, adakah orang yg ngaku salafy ini matinya senyum ??? ato mengucap kalimat??? Jenazahnya wangi ???
      Pernyataan dan pertanyaan yang mencerminkan kesombongan dan watak serta wawasan yang sempit. Apakah sampeyan pernah mengikuti proses pemakaman seorang Kyai besar misal di Jawa Timur?
      Saya punya kakek yang ketika dia dikafani wajahnya bercahaya dan senyum tipis mengembang di bibirnya.
      Saya juga punya kakek buyut yang ketika makamnya hendak dipindahkan kain kafannya masih utuh dan tidak rusak sama sekali.
      Kedua kakek saya itu bertradisi NU tapi Allah SWT memuliakan keduanya.
      Sekarang pertanyaan balik untuk para Wahabi akan seperti apakah jenazah orang yang suka menghujat, mencela, menghina dan menuduh bid’ah orang Islam lainnya.
      Wallahu ‘alam bisshawab.
      Untuk anto salafy kayanya aktif banget nih nyebar2 komentar di blog2 anti Wahabi.

    58. Wah punten nih, tentang orang yang matinya senyum, ato mengucap kalimat syahadat, ato jenazahnya wangi, ato wajahnya bercahaya ketika di kafani, tersenyum tipis ketika di kafani, ato yg kain kafannya utuh setelah sekian lama dikubur, apa itu semua pertanda orang tsb dimuliakan oleh Allah dan sudah pasti jadi penghuni surga? Hadits shahih ttg itu ada ya?

      Soalnya beberapa kali saya melihat kakek saya, mertua saya, dll saat meninggal tidak punya seluruh pertanda itu tadi, padahal mereka orang2 yg taat beribadah… sedih deh…

    59. niat perbaiki niat, diri dan amal…siapa siap…..insyaallah

    60. abdurrahim said on

      korban diri, harta dan massa insyaallah

    61. Siip bang Amru & Abdurrahim,

    62. yang di bahas kok sisi jelek nya mlulu…..pake kacamata kuda ya…?

    63. numpang lewat mas..

    64. Assalamu’alaikum wr wb

      piye kabare pren, isih kelingan aku ra.. bagi-bagi job dong!
      omahmu ndi.. anak wes piro?
      saiki nyaleg ora.. dapil piro?

      komentar sithik sithik.. IM HTI NU Salafy Muhammadiyah dll itu sama saja kok, memang ada perbedaan pendapat tapi itu karena belum dewasa aja.. dulu Muhammadiyah dikritik habis2an sama HT yang menyebabkan saya keluar dari HT tapi sekarang ternyata HT mulai kompromi demikian juga Salafy dulu keras sekarang kompromis. Sama juga dengan yang lainnya. Yang saya amati sekarang adalah proses pendewasaan. Perbedaan pendapat biasa kok yang tidak biasa itu kalo trus digembor-gemborkan. Nah sing gembar-gembor ini ada beberapa kemungkinan, antara lain:
      1. Orang jahil/bodoh yang fanatik/تعصب
      2. Orang yang sengaja mengadu domba, biasanya penyusup(bisa intel, bisa juga Yahudi, bisa juga kelompok Syiah yang tidak suka Sunni dll tapi saya tidak tahu pasti). Nah mereka ini di dalam PKS/IM, HTI, Salafy, NU, Muhammadiyah dan organisasi2 dakwah lain, tapi sebenarnya mengintai dan kemudian mengacaukan

    65. hati hati wae lah ojo gelem diadu.. orang(nek domba ndak dipadakke wedhus)

    66. email YMmu ganti po kang kok ra tau online.. aku ittaqa@yahoo.com

    67. nice artikel! pancen kadang-kadang jengkel karo cah-cah sing dho nggaya nyok mbid’ah-mbid’ahke! koyo paling bener dhewe.

    68. komen to meta maulana:
      aneh..anda ngga biasa dialek ya mas…sekedar share ini adalah bagian dari pergolakan pemikiran kemanusiaan..khususnya dunia islam..jangan takut berbeda karena itu sebuah keniscayaan,selama masih napas berarti perbedaan itu akan terus ada…sangat utopis ketika kita bermimpi dunia ini hanya ada satu keyakinan,satu mazhab/manhaj..keyakinan ironi seperti itu kebanyakan lahir dari institusi yang jumud…anda tidak perlu mencari kambing hitam (seperti kebiasaan para pengecut), bukalah cakrawala kalo perlu keliling dunia jangan di arab wae…karena islam bukan arab, islam membawa kebenaran universal..bukan kebenaran yang dipaksakan..dan tak gamang oleh penyusup..yang kita khawatirkan adalah ketika hak Allah sudah dirampas oleh kaum yang menyebut dirinya paling benar, karena pada saat yang sama mereka akan membenarkan semua tindakannya bahkan membunuh orang tak bersalah pun menjadi sebuah kebenaran…maksud saya adalah ketika kekerasan dijadikan pembenaran atas setiap perbedaan. Saat merasa terancam oleh perbedaan penafsiran, kekerasan verbal biasanya mulai lahir..apakah Rasulullah datang untuk membawa ajaran seperti itu..ehm..ini menurut saya aja mas,”sangat picik” dan tanpa sengaja kita merendahkan martabat Rasulullah, Islam tidak serakah untuk ditaati..tanpa kita pun islam ini slalu akan mulia secara essensial..kita yang slalu menarik ajaran ini ke belakang dan ke bawah…ironi memang,tapi inilah kenyataan potret umat Islam saat ini..memang kalo yahudi kenapa mas..kalo syiah juga kenapa mas…takut..?? atau cuma khawatir…?? hehe…maaf kepanjangan ini sekedar menyampaikan uneg2 aja mas,udah ngalor ngidul ke mana2..buat mas yang punya blog, salam kenal..smoga slalu dalam lindungan Allah..Amin

    69. umu salma said on

      ketika saya datang ke as sofwa di lenteng agung ( biara salafy turotsi), ustadz2 as sofwa bilang haram hukumnya bermajelis dan bertalim dengan salafy yamani.

      ketika saya hadir di Jalan Haji Asmawi Jakarta selatan ( biara salafy wahdah islamiyyah), pendeta2 salafy wahdah bilang salafiyyin aliran turotsi itu hizbi antek PKS dan ikhwanul muslimin yang termasuk 72 golongan yang masuk neraka jahanam.

      ketika saya hadir ditaklim salafy yang ada di masjid hidyatusalihin poltangan pasarminggu ( gereja markas geng salafy sururi), ustad2nya bilang kalau salafy wahdah islamiyyah adalah khawarij anjing2 neraka yang menggunakan sistem marhala.

      ketika saya hadir di masjid fatahillah ( salah satu sinagog salafy yamani), rabi-rabi salafy yamaninya bilang kalau salafy sururi, salafy haroki, salafy turotsi, salafy ghuroba, salafy wahdah islamiyyah, salafy MTA, salafy persis, salafy ikhwani, salafy hadadi, salafy turoby bukanlah salafy tapi salaf-i (salafi imitasi) yang khawarij, bidah dan hizbi.

      Jafar Umar Thalib (salafy ghuroba) bilang kalau Abdul Hakim Abdat ( salafy turotsi)itu ustad otodidak yang pakar hadas ( najis) bukan pakar hadis

      Muhamad Umar As Seweed ( salafy yamani) bilang kalau Jafar Umar Thalib itu ahli bidah dan khawarij. bahkan komplotan as seweed bikin buku dengan judul ” pedang tertuju di leher Jafar Umar Thalib” yang artinya Jafar Umar Thalib halal dibunuh

      Abdul Hakim Abdat (salafy turotsi) bilang kalau salafy Wahdah Islamiyyah itu sesat menyesatkan dan melakukan dosa besar (hanya) dengan mendirikan yayasan/organisasi.oragnisasi adalah hizbi.

      salafy Wahdah Islamiyyah bilang kalau kalau salafy Yamani dan Abdul Hakim Abdat itu salafy2 primitif dan terbelakang yang hanya cocok hidup di jaman puba atau pra sejarah.

      pokoknya tak terhitung lagi perseteruan antar salafy. dan….ini baru kisah perseteruan antar sesama salafy, belum lagi perseteruan salafy dengan NU, Persis, Muhamadiyyah, Majelis Rasulullah, PKS, DDII, tarbiyyah, Nurul Musthofa, HTI dan banyak lagi.

      ironis sekali, salafy yang mengaku2 anti perpecahan, anti hizbi kok malah berperan sebagai aktor utama perpecahan umat islam.juga sebagai biang kerok kekisruhan dikalangan ahlu sunnah. salafy sendirilah penyebab dakwah salafusalihin menjadi hancur berantakan.

      ironis sekali, rabi-rabi salafy yang konon belajar jauh2 dan lama2 ke timur tengah, tapi ditataran basic yaitu akhlak, sangat bejat dan arogan.

      mereka tak ubahnya seperti orang dungu narsis yang tenggelam di lautan tumpukan buku2 tebal.

      yah…keledai ditengah tumpukan buku2 tebal tetap saja keledai.

      jangan halangi dakwah salaf, biarkan salafy sendiri yang menghalangi dakwah salaf.

      jangan memecah belah barisan salaf, karena barisan salaf akan berpecah belah dengan sendirinya dan secara alami.

      jangan hancurkan salafy, karena cukup salafy sendiri dengan kesadaran penuh dan suka cita menghancurkan dirinya sendiri.

      sudah terlalu lama firqoh salafy dari apapun alirannnya dan sektenya melukai umat islam, melukai ahlu sunnah, melukai ahlu atsar dengan gaya2nya yang egomaniak. mungkin sekarang tiba saatnya pembalasan dari Allah azawajalla.

      gara2 cara dan tabiat orang salafylah yang menyebabkan masyarakat awam menjadi benci terhadap sunnah

    70. Masrufin said on

      Prinsip dunia:”kerjakanlah selama tidak ada larangan” sedangkan untuk agama :”jangan beramal (ibadah)kecuali ada perintah” ok

    71. Masrufin said on

      Pada asalnya salafi bukan organisasi mas tapi sifat, ya kalo ngaku2 salafi banyak yg kalian gunjingkan itu kelemahan oknum saja mas2 dan mbak2 ya…so yg adil ya sama saudara salafi …

    72. ana tertarik untuk mengkaji salaf, kira2 dimanakah ana dapat mendaftar untuk menjadi anggota salafi ya? terus salafy mana yang sebaiknya ana ikuti? turotsi, yamani, assofwa, wahdah islamiyyah atau turobi?

    73. umar seweed said on

      wah, bagus sekali argumen2 diatas. salut deh buat akh salma, memang baik sekali semua kesesatan salafy itu diungkap agar umat islam tidak tertipu dengan salafy. saya punya teman salafy yang mengatakan dia tidak pernah memakai celana dalam, ketika ditanya kenapa? jawab si salafy itu: sebab celana dalam tidak ada prakteknya di zaman nabi. hahahahahahaha. mosok celana dalam saja hukumnya bidah?. begitulah, dibalik penampilan dan seragam yang selalu dikenakan salafy yaitu jalabiy, mereka ternyata tidak memakai celana dalam. hahaha. yang begini ini yang menyebabkan islam jatuh ke jaman kemunduran. listrik bidah ( lihat darul hadis dammaj yang anti listrik), organisasi bidah, kotak sedekah bidah, alunan adzan bidah, semmmmmmua bidah.ya Allah lindungilah umat islam dari fitnahnya salafy

    74. buat yunus, hamba asatidz salafy.salafy2 memang ngga mau dikritisi, ngga mau dinasihati. apabila ada pihak yang menasihati salafy sudah pasti maka orang tersebut pasti di labeli ‘ahlu ahwa’, ‘ahlu bidah’. salafy memang jagonya labelling. paling suka ngejek2 muslim lainnya. tapi sekalinya diingatkan mereka marah besar. begitulah aklahk kotornya salafy. padahal Rasulullah sudah menasihatkan , 2 golongan yang dikategorikan sombong dan arogan adalah orang yang meremehkan orang lain dan menolak al haq. salafy sudah memenuhi 2 kategori tersebut. siapa yang selamat dari pelecehan salafy? tidak ada bukan? . lalu apabila salafy dinasihati, mereka menolak mentah2. sungguh salafy merupakan firkoh sesat yang arogan.

      sekarang coba antum kunjungi situs2 salafy macem salafy indonesia.com dan milis2 salafy dan semua blog salafy. disitu pasti ada menu wajib yang mensesat2kan ormas muslim lainnya atau muslim lainnya. NU, Muhammadiyyah, PKS, HTI,Al Irsyad, PERSIS dan banyak lagi dicap dan divonis sesat oleh para asatidz dungu salafy. dicap khawarij oleh salafy, dicap anjing2 neraka oleh salafy, dicap hizbi sesat oleh salafy, dicap bagian 72 firkoh yang masuk neraka jahanam.dengan tulisan yang sarat dan fitnah.

      coba antum beli majalah2 salafy macam nashihah, assunah dll, antum baca disitu pasti disediakan satu kolom khusus yang isinya menghujat umat muslim lainnya, terlebih terhadap ikhwanul musliminin, DDII, dan MUI. antum jangan belagak ngga tau, jangan munafik lah. kalau antum ngga tau berarti antum kemungkinan besar anak baru di komunitas firqoh salafy. belum punya pengalaman apa2.

      coba antum datang ke masjid salafy, para penjual2 kaki limanya ( yang ada dihalaman masjid) hampir kompak menjual vcd2 yang isinya mencela umat islam selain dari hizbi salafi.

      soal berselancar diinternet? hahaha antum membuka aib golongan antum sendiri. salafy2 itu doyan thulabulilmynya justru di internet, macam diradio rodja, baca2 di blog salafy. nyari ilmunya lewat baca2 buku terjemahan doang.mereka adalah golongan otodidak (mushafi). makanya antum liat taklim2 salafy. banyaknya cuma awal2 doang. makin lama taklim salaf makin sepi. antum dan semua sudah tau.kalau dakawah salaf itu cuma eksis didunia internet.ustad2nya dan murid2nya pada males berdakwah dialam nyata. kenapa salafy agresif didunia internet? sebab selain males berdakwah didunia nyata, mereka bebas memfitnah muslim lainnya tanpa tanggung jawab. siapa jadinya yang pengecut?? siapa jadinya yang produsen fitnah yang paling hebat?? ya salafy itu.

      antum tau kan ketika ulama NU mengajak debat terbuka pada salafy di jawa timur setelah salafy memnggencarkan propaganda anti NU. eh ustad2 salafy ngga ada satupun yang dateng.

      antum taukan masjid2 NU, aswaja dan Muhamadiyyah banyak yang dibajak oleh salafy? padahal masjid2 itu didanai lewat uang para nahdliyyin, para muslim dimuhamadiyyah. begitu juga dengan pembangunannya, semua dengan tenaga Nadhdliyyin. salafy2 itu ngga nyumbang uang dan tenaga sedikitpun, tiba2 datang dan menguasai masjid dengan alasan semua masjid itu milik orang muslim. memang benar semua masjid milki orang muslim, tapi salafy mengabaikan tata krama dan etika. hantam kromo.

      coba yunus, sebelum antum ngejelek2 in umat muslim lainnya, antum nasihati dulu tuh temen2 salafy antum, plus sama ustad 2amoral antum.benar kata pepatah kuman diseberang lautan keliatan, gajah dipelupuk mata tidak keliahatan. kesalahan muslim non hizbi salafy sekecil apapun pasti keliatan oleh salafy, tetapi salafy tidak sadar aib besar yang ada di hadapannya.

    75. salafi_parah said on

      Yaah .. salafi gadungan mah jangan diikuti …

      kalo ada dua kelompok saling mengklaim, maka:

      1. mustahil keduanya benar …
      2. hanya satu yang benar (itu pun siapa?)
      3. keduanya sesat …

    76. mau sharing saja ini yang terjadi pada saya:
      sering sekali dalam hati berkata : ya Rasulullah SAW , saya mempercayai ajaran yang engkau bawakan. hanya saja realita sekarang saya bingung ya Rasulullah. Mau ikutan salafy ko ya banyak masalah2 cabang yang jika org berpendapat lain dibidahkan, mau ikutan ihwanul muslimin kok ya lihat IM Indonesia aka PKS sekarang agaknya beda dgn yang dulu..lihat iklan2-nya kok kayanya gakkonsisten antara IM dan iklan2 PKS yang ada lelaki bertindik menyerupai perempuan atopun wanita tanpa jilbab. kurang konsisten atau entah ini strategi dakwah tapi apa ya boleh kaya gini?

      Ya Alloh semoga ke depan semakin jelas Islam seperti apa yang engkau inginkan mengingat kami semakin samar melihat seiring jauhnya masa2 kami dari kekasihMu dan orang yang insyaAlloh kami cintai Rasulullah Muhamad SAW.

      jadi saya adalah org yang tidak terlihat melakukan apa2 karena bingung, kalo para aktivis menyebut saya sebagai futur.

      kayanya emang nuansa kapitalisme yang melingkupi dunia ini yg akan menghancurkan Islam. Ya Alloh lingungilah kami tunjukanlah kami jalan yang benar.bukan jalan yang sesat dan Engkau murkai

      -love IM way but not the politics and party

      salam taaruf,
      flyingaloneeagle@yahoo.com

    77. wahyono bin parmo said on

      kl melihat sesuatu dari luarnya memang tidak akan mendapatkan dalamnya..

      kl memang inginmenghukumi sesatu y harus tahu luar dalamnya….

      dari banyak tulisan, yg dibahas luarnya semua…. ini saya kira kurang arif….manusia tidak lepas dari salah, siapa tahu yang ditampakan sebenarnya bukanlah yg diajarkan..

      contoh gampangnya, anak SMA mencuri handpone temennya, apa perbuatan ini menunjukkan SMA mengajrkan mencuri, nggak tho…

      intinya….mending yg dilihat dalamnya…bener atw kagak, klpun lht luarnya, apakah luarnya ini merupakan ajaran dalamnya atw bukan…

      y begitulah, intinya ayo belajar, banyak lho yg blum qt pahami…..
      solat gmn, haki gmn, zakat gmn, aqidah gmn, syirik gmn.. dst…dst…..
      y tho..y tho..???

    78. reli tamba said on

      menurutku juga kurang fair masyarakat muslim indonesia dalam penilaiannya terhadap komunitas salafy, sebab menurutku memang tidak arif menyamaratakan salafy, karena yang aku saksikan salafy itu ada jenis “salafy baik” dan ada jenis dari “salafy jahat”. jadi penilannya kurang tepat kalau mengenerakisir kalau salafy itu jahat

    79. abu layyin said on

      Bismillah,
      Yah,…sudah muntah semua?
      baik sekarang saya jelaskan dengan dalil dan bukti nyata:

      1. Salafi adalah benar semata

      2. Jangan ikuti majelis `ilmu orang yang mengaku dirinya Salafy padahal dia antek2/mata2 ikhwanul muslimin yaitu seorang yang merasa dirinya ustadz padahal belumlah lagi dia hafal Al-Quran, namanya Luqman Ba`abduh, tapi selainnya, selama dia bermanhaj Salaf silahkan. Mengapa?

      a. karena Luqman sudah di tahdzir oleh Syaikh Yahya (penerus Syaikh Muqbil). Buktinya, minta saja copy-an CDnya sama Ikhwan Sendang Mulyo Semarang. Kalau sudah dengar CDnya masih ndak percaya juga, dipersilahkan menghubungi langsung Syaikh Yahya atau Syaikh Robi`melalui Telephone yang nomornya bisa Antum semua dapatkan melalui Ustadz Muhsin di ma`hadnya di Magetan atau Ustadz Dzul Akmal di Riau, tanyakan kepada para Syaikh siapa Luqman Ba`abduh itu, dan perhatikan apa kata Syaikh Robi` tentang Luqman Ba`abduh.

      b. Coba perhatikan dan simak baik-baik setiap perkataannya yang dia selipkan disetiap majelis ta`lim yang dia adakan, camkan dan ta`awudzlah, maka akan antum sekalian dapati bahwa dialah penyebab utama perpecahan dikalangan salafiyin di Indonesia. Bagaimana ana tau? karena beliau dulunya pernah duduk di majelis Syaikh Yahya, dan Syaikh Yahya dengan kedalaman `ilmunya beliau lebih tau siapa murid2nya dan memang dari Yaman, Luqman sudah sering membuat rusuh. Tapi ingat, Luqman ini licik bukan cerdik. Jadi banyak dari kalangan Ikhwan yang terbius dengan penampilannya dan gaya bicaranya yang sebagian berupa sihir.

      c. lanjut besok ya, sudah malam.

      Tapi yang jelas memang ini hal yang mengagetkan. Betapa tidak! sudah terlalu banyak Ikhwan yang berdiri dibelakang Luqman Ba`abduh, seperti Ikhwan Veteran, Jogja, Ikhwan Cirebon, hingga ke utara sumatera dan Batam.Mereka mengagumi Luqman Bak artis populer. Tapi kenyataannya sudah ana paparkan sebagian diatas.
      O ya, ada memang beberapa Ustadz yang tampaknya belum mengenal siapa Luqman ini, diantaranya:
      - Ustadz Qomar (temanggung)
      - Ustadz Abdul Mu`thi (Jogja)
      - Ustadz Abdul Jabbar (jogja)
      - Ustadz Abdul Haq (jogja)
      - Ustadz Idral (Solo)
      - Ustadz Mukthar (Solo)
      - dan mungkin sekarang malah hampir sebagian besar Ustadz sudah tertipu oleh Luqman ini.

      Tapi ketahuilah, bahwa adanya Salafy Makasar, Riau, Magetan, Solo jogja, dan Semarang, yang semua ini seolah2 terpecah-pecah adalah ulah dari Luqman Ba`abduh.
      Mau kenal Luqman Ba`abduh lebih jauh? tanyakan pada petinggi2 laskar jihad waktu di Ambon (terutama)-karena ana pun salau satu dari mereka- seperti apa pelanggaran2 syariat yang dilakukan oleh Luqman Ba`abduh, seperti apa kebengisan dan kebobrokan moral Luqman Ba`abduh saat makin sesatnya ia dalam masa-masa perang di Ambon. Ini bukti, bukan katanya. karena antum betul2 bisa lacak kebenaran yang ana sampaikan, karena ana beritahu petunjuknya bagaimana dan kepada siapa Antum untuk bertabayyun.
      Jadi sekali lagi, jangan tertipu! ingat, kita punya Ahlu Hadits bukhory dan Muslim yang beliau merupakan murid kesayangan Syaikh Muqbil, yang beliaulah satu2nya siswa yang dikecualikan untuk menjawab soal-soal dari Syaikh Muqbil disaat Syaikh memberikan pertanyaan dalam majelis `ilmunya, beliaulah satu2nya yang ditawarkan Syaikh muqbil untuk menikah dengan putrinya, beliaulah satu2nya yang saat ini dekat dengan Syaikh Robi`, Syaikh Yahya, Syaikh Sholih Fauzan dan Para aimah baik di Mekkah, Medinah maupun Yaman. Antum semua pasti kenal walau tak ana sebutkan namanya, tapi antum malu untuk mengakuinya, karena apa? karena ulah Luqman Ba`abduh! sadarilah wahai saudaraku. Tak kah terbesit untuk banyak bertanya tentang `ilmu kepada Sang Ahlu Hadits yang ana sebutkan ciri2nya barusan? dan jauhilah Luqman, Suruhlah atau paksalah dia untuk kembali duduk di majelis `ilmu bersama para tholibul `ilmi lainnya di majelis `ilmu Syaikh Yahya.
      Na`m, tampaknya sementara cukup ini dulu. Silahkan bertanya atau menanggapi, ana akan jawab dengan senang hati. O ya, afwan kalau ada yang tidak ana jawab, itu karena antum ana kelompokkan pada orang-orang yang belum boleh ikut2an bicara dalam hal ini. forum tanya jawab terbatas, tapi untuk membaca dan menyanggah silahkan saja sepuas2nya seperti yang antum muntahkan diatas. ini info hanya untuk Salafiyun yang mau memakai mata hatinya.
      BarokAllahufikum.

    80. rinjani rajab said on

      Dari: Wahyu
      Topik: Salafy dalam kacamata saya

      Rekan-rekan yang dirahmati Allah, jangankan Ust. Abu Sangkan yang berilmu, saya yang pernah jadi panitia Ramadanpun pernah dikasih dalil untuk dibunuh dan diperangi. Hanya karena membuat jadwal kultum Ramadhan, yang beberapa diantaranya diisi oleh Ibu-ibu yang tentu saja tidak di mimbar namun tetap di tempat Ibu-ibu. Dengan alasan suara wanita adalah aurat. Meskipun kita bertemu saat sholat, namun si ikhwan salafy ini tidak pernah menyampaikan secara langsung namun melalui sebuah surat. Dengan redaksi yang cukup jelas ‘membunuh’ dan diperangi, maka saya datangi ikhwan tersebut. Namun apa yang terjadi, dia hanya cengengas-cengenges tidak berkata-kata saat saya berkata: “Saudara mau bunuh saya. Ayo … silahkan jangan hanya berani lewat surat dan memprovokasi, ini orangnya disini”.

      Sayapun menggunakan
      dalil dari teman lulusan Gontor yang menyatakan bahwa banyak hadits yang disampaikan oleh sahabiyah terutama dari Aisyah RA. Kalau memang demikian maka banyak sekolah yang tidak boleh menjadikan wanita sebagai pengajar, wanita yang bekerja harus diam, wanita tidak boleh bicara langsung dengan lawan jenis meskipun dengan hijab dst. Setelah saya datangi, gonggongan itupun berhenti. Namun setelah kejadian itu, saya dan dia merasa tidak ada masalah ataupun dendam dan kami tetap bersalaman apabila bertemu.

      Pengalaman dengan ikhwan salafy yang lain. Suatu saat saya berbincang dan mengkritisi tentang sibuknya mereka yang mengkafirkan orang-orang yang bersyahadat. Kemudian saya beri teguran Allah dalam surat Al Hujurat:11. Saat saya membacakan surat tersebut, dia menyela dan tidak memberikan saya kesempatan menyelesaikan ayat Allah tersebut dan mengatakan, bahwa saya tidak berhak mengartikan ayat tersebut?!!. Saya terdiam cukup lama. What? Al Quran pun
      ternyata ditolak? Inikan terjemahan bukan tafsir?! Saya kaget dengan sanggahan tersebut, sekaligus menjawab apa yang sesungguhnya ada dalam benak mereka.

      Kesimpulan tentang kelompok ini :

      1. Tidak ada yang salah dengan ayat maupun sunnah yang digunakan oleh sauadara salafy ini, 100% semunya benar (meskipun ada web yang menceritakan inkonsistensi ulama mereka tentang derajat hadits saya tetap anggap 100 % benar), namun kebenaran itu disusun dan diolah sedemikian rupa untuk digunakan untuk memaksa orang mengikuti jalan pemikiran kelompok dan pendahulunya.

      2. Al Quran dan hadits dianggap sampah (tidak berguna), saat diucapkan oleh orang di luar kelompoknya, dengan alasan kapasitas keilmuan yang tidak mumpuni.(Disinilah terlihat akidah yang sesungguhnya, pendapat guru melebihi Al Quran dan sunnah, dan memuja jalur keilmuan terutama lulusan Univ. Madinah dan guru-guru pelopor aliran ini)

      3. Berdebat dalam rangka mencari kebenaran
      menjadi sia-sia dan bahasa yang mereka kenal hanya bahasa kekerasan seperti yang mereka gunakan dalam buku-buku mereka, sikap mereka dan di penjara-penjara Saudi terhadap kelompok yang menentang ulama mereka.

      4. Lucunya adalah kelompok saudara kita ini memiliki prinsip “PERANGI/KERAS” terhadap bid’ah (baca: orang Islam yang belum menjadi kelompok) dan muamalah (baca: lemah lembut) terhadap orang kafir. Kelompok ini banyak memiliki penganutyang bekerja di perusahaan-perusaha an minyak dan tambang Amerika dan Eropa. Negara Saudi telah mewakili keadaan tersebut.

      Menurut saya lagi, Allah sebetulnya telah memberi pelajaran tentang perbedaan ini pada masa pemerintahan Khalifah Ali RA, dimana 2 kelompok sahabat yang sama-sama memegang Al Quran, sama-sama memegang sunnah, sama-sama dicintai Allah dan dijamin masuk surga, saling bunuh membunuh. Siapun yang mendukung satu kelompok maka ke 2 2 nya adalah menghina sahabat Rasulullah. Siapa yang
      mengatakan Ali RA melindungi pembunuh Utsman RA maka dia menghina ahlul bait, siapa yang mengatakan Aisyah RA memberontak maka dia telah menghina istri Rasulullah.naudzubi llah. Siapa yang menggunakan hadits:

      “Apabila dua orang Muslim saling bertarung dengan menghunus pedang mereka, maka pembunuh dan yang terbunuh, keduanya masuk neraka.”

      maka sesungguhnya mereka telah menistakan, menghakimi dan menodai sahabat Radiyallahuanhum. ..naudzubillah

      Jadi pendapat saya adalah:

      1. “TIDAK ADA KEBENARAN MUTLAK SETELAH RASULULLAH WAFAT, dalam kasus PERSELISIHAN ANTARA 2 KELOMPOK KAUM MUSLIMIN TENTANG SUATU MASALAH DIMANA KEDUA-DUANYA MEMILIKI DALIL YANG BERSUMBER DARI QURAN DAN SUNNAH KEDUA-DUANYA ADALAH BENAR” Kemaslahatan yang paling penting, bukan siapa yang paling
      benar.

      2. BERSATU DALAM PERSAMAAN DAN SALING MENGHORMATI DALAM PERBEDAAN

      3. BILA ADA MASALAH DENGAN SALAFY CUKUP INGATKAN SUPAYA BERJALAN DI ATAS KEYAKINAN MASING-MASING, BAHWA KITA AKAN KERAS KALAU TERUS MENYEBARKAN FITNAH DAN KEBENCIAN.

      Wallahualam.

      “Ya Allah berilah kami cahaya, kebijaksanaan, kesabaran, petunjuk dalam menghadapi perselisihan dan fitnah diantara kaum muslimin. Bukannya kami saling membenci, ya Allah, tapi karena kedhoifan dan kebodohan kami, maka tunjukillah kami ya Allah Amin”

    81. Abu Said said on

      Mengapa Harus Bermanhaj Salaf?

      Penulis : Al Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi Al Atsari
      Orang-orang yang hidup pada zaman Nabi adalah generasi terbaik dari umat ini. Mereka telah mendapat pujian langsung dari Allah dan Rasul-Nya sebagai sebaik-baik manusia. Mereka adalah orang-orang yang paling paham agama dan paling baik amalannya sehingga kepada merekalah kita harus merujuk.
      Manhaj Salaf, bila ditinjau dari sisi kalimat merupakan gabungan dari dua kata; manhaj () dan salaf (). Manhaj () dalam bahasa Arab sama dengan minhaj (), yang bermakna: Sebuah jalan yang terang lagi mudah. (Tafsir Ibnu Katsir 2/63, Al Mu’jamul Wasith 2/957).
      Sedangkan salaf (), menurut etimologi bahasa Arab bermakna: Siapa saja yang telah mendahuluimu dari nenek moyang dan karib kerabat, yang mereka itu di atasmu dalam hal usia dan keutamaan. (Lisanul Arab, karya Ibnu Mandhur 7/234). Dan dalam terminologi syariat bermakna: Para imam terdahulu yang hidup pada tiga abad pertama Islam, dari para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in (murid-murid shahabat) dan tabi’ut tabi’in (murid-murid tabi’in). (Lihat Manhajul Imam As Syafi’i fii Itsbatil ‘Aqidah, karya Asy Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab Al ‘Aqil, 1/55).
      Berdasarkan definisi di atas, maka manhaj salaf () adalah: Suatu istilah untuk sebuah jalan yang terang lagi mudah, yang telah ditempuh oleh para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, tabi’in dan tabi’ut tabi’in di dalam memahami dienul Islam yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Seorang yang mengikuti manhaj salaf ini disebut dengan Salafi atau As Salafi, jamaknya Salafiyyun atau As Salafiyyun. Al Imam Adz Dzahabi berkata: “As Salafi adalah sebutan bagi siapa saja yang berada di atas manhaj salaf.” (Siyar A’lamin Nubala 6/21).
      Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf (Salafiyyun) biasa disebut dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah dikarenakan berpegang teguh dengan Al Quran dan As Sunnah dan bersatu di atasnya. Disebut pula dengan Ahlul Hadits wal Atsar dikarenakan berpegang teguh dengan hadits dan atsar di saat orang-orang banyak mengedepankan akal. Disebut juga Al Firqatun Najiyyah, yaitu golongan yang Allah selamatkan dari neraka (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash), disebut juga Ath Thaifah Al Manshurah, kelompok yang senantiasa ditolong dan dimenangkan oleh Allah (sebagaimana yang akan disebutkan dalam hadits Tsauban). (Untuk lebih rincinya lihat kitab Ahlul Hadits Humuth Thaifatul Manshurah An Najiyyah, karya Asy Syaikh Dr. Rabi’ bin Hadi Al Madkhali).
      Manhaj salaf dan Salafiyyun tidaklah dibatasi (terkungkung) oleh organisasi tertentu, daerah tertentu, pemimpin tertentu, partai tertentu, dan sebagainya. Bahkan manhaj salaf mengajarkan kepada kita bahwa ikatan persaudaraan itu dibangun di atas Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan pemahaman Salafush Shalih. Siapa pun yang berpegang teguh dengannya maka ia saudara kita, walaupun berada di belahan bumi yang lain. Suatu ikatan suci yang dihubungkan oleh ikatan manhaj salaf, manhaj yang ditempuh oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan para sahabatnya.
      Manhaj salaf merupakan manhaj yang harus diikuti dan dipegang erat-erat oleh setiap muslim di dalam memahami agamanya. Mengapa? Karena demikianlah yang dijelaskan oleh Allah di dalam Al Quran dan demikian pula yang dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di dalam Sunnahnya. Sedang kan Allah telah berwasiat kepada kita:
      “Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya.” (An Nisa’: 59)
      Adapun ayat-ayat Al Quran yang menjelaskan agar kita benar-benar mengikuti manhaj salaf adalah sebagai berikut:
      1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
      “Tunjukilah kami jalan yang lurus. Jalannya orang-orang yang telah Engkau beri nikmat.” (Al Fatihah: 6-7)
      Al Imam Ibnul Qayyim berkata: “Mereka adalah orang-orang yang mengetahui kebenaran dan berusaha untuk mengikutinya…, maka setiap orang yang lebih mengetahui kebenaran serta lebih konsisten dalam mengikutinya, tentu ia lebih berhak untuk berada di atas jalan yang lurus. Dan tidak diragukan lagi bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, mereka adalah orang-orang yang lebih berhak untuk menyandang sifat (gelar) ini daripada orang-orang Rafidhah.” (Madaarijus Saalikin, 1/72).
      Penjelasan Al Imam Ibnul Qayyim tentang ayat di atas menunjukkan bahwa para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang mereka itu adalah Salafush Shalih, merupakan orang-orang yang lebih berhak menyandang gelar “orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah” dan “orang-orang yang berada di atas jalan yang lurus”, dikarenakan betapa dalamnya pengetahuan mereka tentang kebenaran dan betapa konsistennya mereka dalam mengikutinya.
      Gelar ini menunjukkan bahwa manhaj yang mereka tempuh dalam memahami dienul Islam ini adalah manhaj yang benar dan di atas jalan yang lurus, sehingga orang-orang yang berusaha mengikuti manhaj dan jejak mereka, berarti telah menempuh manhaj yang benar, dan berada di atas jalan yang lurus pula.
      2. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
      “Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan kami masukkan ia ke dalam Jahannam,, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisa’: 115)
      Al Imam Ibnu Abi Jamrah Al Andalusi berkata: “Para ulama telah menjelaskan tentang makna firman Allah (di atas): ‘Sesungguhnya yang dimaksud dengan orang-orang mukmin di sini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan generasi pertama dari umat ini, karena mereka merupakan orang-orang yang menyambut syariat ini dengan jiwa yang bersih. Mereka telah menanyakan segala apa yang tidak dipahami (darinya) dengan sebaik-baik pertanyaan, dan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun telah menjawabnya dengan jawaban terbaik. Beliau terangkan dengan keterangan yang sempurna. Dan mereka pun mendengarkan (jawaban dan keterangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tersebut), memahaminya, mengamalkannya dengan sebaik-baiknya, menghafalkannya, dan menyampaikannya dengan penuh kejujuran. Mereka benar-benar mempunyai keutamaan yang agung atas kita. Yang mana melalui merekalah hubungan kita bisa tersambungkan dengan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, juga dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.’” (Al Marqat fii Nahjissalaf Sabilun Najah hal. 36-37)
      Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Dan sungguh keduanya (menentang Rasul dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin –red) adalah saling terkait, maka siapa saja yang menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran, pasti ia telah mengikuti selain jalan orang-orang mukmin. Dan siapa saja yang mengikuti selain jalan orang-orang mukmin maka ia telah menentang Rasul sesudah jelas baginya kebenaran.” (Majmu’ Fatawa, 7/38).
      Setelah kita mengetahui bahwa orang-orang mukmin dalam ayat ini adalah para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam (As Salaf), dan juga keterkaitan yang erat antara menentang Rasul dengan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, maka dapatlah disimpulkan bahwa mau tidak mau kita harus mengikuti “manhaj salaf”, jalannya para sahabat.
      Sebab bila kita menempuh selain jalan mereka di dalam memahami dienul Islam ini, berarti kita telah menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan akibatnya sungguh mengerikan… akan dibiarkan leluasa bergelimang dalam kesesatan… dan kesudahannya masuk ke dalam neraka Jahannam, seburuk-buruk tempat kembali… na’udzu billahi min dzaalik.
      3. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
      “Dan orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah, dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai, mereka kekal abadi di dalamnya. Itulah kesuksesan yang agung.” (At-Taubah: 100).
      Dalam ayat ini Allah Subhanahu Wa Ta’ala tidak mengkhususkan ridha dan jaminan jannah (surga)-Nya untuk para sahabat Muhajirin dan Anshar (As Salaf) semata, akan tetapi orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik pun mendapatkan ridha Allah dan jaminan surga seperti mereka.
      Al Hafidh Ibnu Katsir berkata: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkhabarkan tentang keridhaan-Nya kepada orang-orang yang terdahulu dari kalangan Muhajirin dan Anshar, serta orang-orang yang mengikuti jejak mereka dengan baik, dan ia juga mengkhabarkan tentang ketulusan ridha mereka kepada Allah, serta apa yang telah Ia sediakan untuk mereka dari jannah-jannah (surga-surga) yang penuh dengan kenikmatan, dan kenikmatan yang abadi.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/367).
      Ini menunjukkan bahwa mengikuti manhaj salaf akan mengantarkan kepada ridha Allah dan jannah Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
      Adapun hadits-hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah sebagai berikut:
      1. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
      “Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455).
      Dalam hadits ini dengan tegas dinyatakan bahwa kita akan menyaksikan perselisihan yang begitu banyak di dalam memahami dienul Islam, dan jalan satu-satunya yang mengantarkan kepada keselamatan ialah dengan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin (Salafush Shalih). Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memerintahkan agar kita senantiasa berpegang teguh dengannya.
      Al Imam Asy Syathibi berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam -sebagaimana yang engkau saksikan- telah mengiringkan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin dengan sunnah beliau, dan bahwasanya di antara konsekuensi mengikuti sunnah beliau adalah mengikuti sunnah mereka…, yang demikian itu dikarenakan apa yang mereka sunnahkan benar-benar mengikuti sunnah nabi mereka  atau mengikuti apa yang mereka pahami dari sunnah beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, baik secara global maupun secara rinci, yang tidak diketahui oleh selain mereka.”(Al I’tisham, 1/118).
      2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
      “Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari sahabat Tsauban, hadits no. 1920).
      Al Imam Ahmad bin Hanbal berkata (tentang tafsir hadits di atas): “Kalau bukan Ahlul Hadits, maka aku tidak tahu siapa mereka?!” (Syaraf Ashhabil Hadits, karya Al Khatib Al Baghdadi, hal. 36).
      Al Imam Ibnul Mubarak, Al Imam Al Bukhari, Al Imam Ahmad bin Sinan Al Muhaddits, semuanya berkata tentang tafsir hadits ini: “Mereka adalah Ahlul Hadits.” (Syaraf Ashhabil Hadits, hal. 26, 37).
      Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini merupakan tanda dari tanda-tanda kenabian (Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam), di dalamnya beliau telah menyebutkan tentang keutamaan sekelompok kecil yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan setiap masa dari jaman ini tidak akan lengang dari mereka. Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan mereka dan doa itupun terkabul. Maka Allah ‘Azza Wa Jalla menjadikan pada tiap masa dan jaman, sekelompok dari umat ini yang memperjuangkan kebenaran, tampil di atasnya dan menerangkannya kepada umat manusia dengan sebenar-benarnya keterangan. Sekelompok kecil ini secara yakin adalah Ahlul Hadits insya Allah, sebagaimana yang telah disaksikan oleh sejumlah ulama yang tangguh, baik terdahulu ataupun di masa kini.” (Tarikh Ahlil Hadits, hal 131).
      Ahlul Hadits adalah nama lain dari orang-orang yang mengikuti manhaj salaf. Atas dasar itulah, siapa saja yang ingin menjadi bagian dari “sekelompok kecil” yang disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam hadits di atas, maka ia harus mengikuti manhaj salaf.
      3. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
      “…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: (golongan) yang berada di atas apa yang aku dan para sahabatku berada.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash).
      Asy Syaikh Ahmad bin Muhammad Ad Dahlawi Al Madani berkata: “Hadits ini sebagai nash (dalil–red) bagi apa yang diperselisihkan, karena ia dengan tegas menjelaskan tentang tiga perkara:
      - Pertama, bahwa umat Islam sepeninggal beliau akan berselisih dan menjadi golongan-golongan yang berbeda pemahaman dan pendapat di dalam memahami agama. Semuanya masuk ke dalam neraka, dikarenakan mereka masih terus berselisih dalam masalah-masalah agama setelah datangnya penjelasan dari Rabb Semesta Alam.
      - Kedua, kecuali satu golongan yang Allah selamatkan, dikarenakan mereka berpegang teguh dengan Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dan mengamalkan keduanya tanpa adanya takwil dan penyimpangan.
      - Ketiga, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menentukan golongan yang selamat dari sekian banyak golongan itu. Ia hanya satu dan mempunyai sifat yang khusus, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sendiri (dalam hadits tersebut) yang tidak lagi membutuhkan takwil dan tafsir. (Tarikh Ahlil Hadits hal 78-79).
      Tentunya, golongan yang ditentukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu adalah yang mengikuti manhaj salaf, karena mereka di dalam memahami dienul Islam ini menempuh suatu jalan yang Rasulullah dan para sahabatnya berada di atasnya.
      Berdasarkan beberapa ayat dan hadits di atas, dapatlah diambil suatu kesimpulan, bahwa manhaj salaf merupakan satu-satunya manhaj yang harus diikuti di dalam memahami dienul Islam ini, karena:
      1. Manhaj salaf adalah manhaj yang benar dan berada di atas jalan yang lurus.
      2. Mengikuti selain manhaj salaf berarti menentang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang berakibat akan diberi keleluasaan untuk bergelimang di dalam kesesatan dan tempat kembalinya adalah Jahannam.
      3. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf dengan sebaik-baiknya, pasti mendapat ridha dari Allah dan tempat kembalinya adalah surga yang penuh dengan kenikmatan, kekal abadi di dalamnya.
      4. Manhaj salaf adalah manhaj yang harus dipegang erat-erat, tatkala bermunculan pemahaman-pemahaman dan pendapat-pendapat di dalam memahami dienul Islam, sebagaimana yang diwasiatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
      5. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah sekelompok dari umat ini yang senantiasa tampil di atas kebenaran, dan senantiasa mendapatkan pertolongan dan kemenangan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
      6. Orang-orang yang mengikuti manhaj salaf, mereka adalah golongan yang selamat dikarenakan mereka berada di atas jalan yang ditempuh oleh Rasulullah dan para sahabatnya.
      Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika:
      1. Al Imam Abdurrahman bin ‘Amr Al Auza’i berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti jejak salaf walaupun orang-orang menolakmu, dan hati-hatilah dari pemahaman/pendapat tokoh-tokoh itu walaupun mereka mengemasnya untukmu dengan kata-kata (yang indah).” (Asy Syari’ah, karya Al Imam Al Ajurri, hal. 63).
      2. Al Imam Abu Hanifah An Nu’man bin Tsabit berkata: “Wajib bagimu untuk mengikuti atsar dan jalan yang ditempuh oleh salaf, dan hati-hatilah dari segala yang diada-adakan dalam agama, karena ia adalah bid’ah.” (Shaunul Manthiq, karya As Suyuthi, hal. 322, saya nukil melalui kitab Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 54).
      3. Al Imam Abul Mudhaffar As Sam’ani berkata: “Syi’ar Ahlus Sunnah adalah mengikuti manhaj salafush shalih dan meninggalkan segala yang diada-adakan (dalam agama).” (Al Intishaar li Ahlil Hadits, karya Muhammad bin Umar Bazmul hal. 88).
      4. Al Imam Qawaamus Sunnah Al Ashbahani berkata: “Barangsiapa menyelisihi sahabat dan tabi’in (salaf) maka ia sesat, walaupun banyak ilmunya.” (Al Hujjah fii Bayaanil Mahajjah, 2/437-438, saya nukil melalui kitab Al Intishaar li Ahlil Hadits, hal. 88)
      5. Al-Imam As Syathibi berkata: “Segala apa yang menyelisihi manhaj salaf, maka ia adalah kesesatan.” (Al Muwafaqaat, 3/284), saya nukil melalui Al Marqat fii Nahjis Salaf Sabilun Najah, hal. 57).
      6. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata: “Tidak tercela bagi siapa saja yang menampakkan manhaj salaf, berintisab dan bersandar kepadanya, bahkan yang demikian itu disepakati wajib diterima, karena manhaj salaf pasti benar.” (Majmu’ Fatawa, 4/149).
      Beliau juga berkata: “Bahkan syi’ar Ahlul Bid’ah adalah meninggalkan manhaj salaf.” (Majmu’ Fatawa, 4/155).
      Semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa membimbing kita untuk mengikuti manhaj salaf di dalam memahami dienul Islam ini, mengamalkannya dan berteguh diri di atasnya, sehingga bertemu dengan-Nya dalam keadaan husnul khatimah. Amin yaa Rabbal ‘Alamin. Wallahu a’lamu bish shawaab.
      Sumber: http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=82

    82. Ibnu Ahmad said on

      Barangkali tulisan yg di tempel abu said (Mengapa harus bermanhaj Salaf?) bisa jadi jawaban buat semua yg lagi pada berdebat. Khususnya mas andri yang lagi bingung he he…

    83. jangan bingung klo di bid’ahkan… makanya belajar

    84. Waduh kalau gontok2an terus kapan bisa bersatu. Ilmu Islam itu sangat luas masa dikalahin gara2 kunut2 atau cara2 Shalat. Gak mungkin islam bersatu jika didasari pemikiran yg sempit ataupun kepentingan golongan. Dimana Islam yg sempurna Rahmat seluruh Alam kalau ngurusin muslim aja gak bisa. Islam agama yg hak pemberantas kebodohan. Bila kita belum bisa menelusuri antara agama yg kita kenal (pandangan ataupun keyakinan) sampai menjadi penyebab kebodohan itu sendiri niscaya kita belum mengenal sempurnanya Islam.
      Belajar ilmu Alloh itu laksana orang menyelam kedalam lautan dimana semakin dalam semakin besar tekanan. Namun jika kita belum mengenal ganasanya ombak kehidupan, tidak mungkin kita bisa memahami. Sedangkan berenang saja belum bisa.
      Jangan berpikir tentang agama hanya urusan akhirat saja. Karena kita tidak mungkin bisa melihat akhirat dengan ainul yakin tanpa memahami pelajaran2 didunia. Dimana kita harus memahami keduanya dengan ilmu. lawannya kebodohan adalah ilmu.
      Jika kita menginginkan ilmu Alloh kenalilah ciptaaNYA.
      1. Mengenal diri sendiri sebagai mahluk Alloh >manusia>pemimpin dimuka bumi
      2. Mengenal sesama ; manusia sebagai mahluk sosial
      3. Mengenal Alam sebagai satu kesatuan antara kehendak dengan ketetapanNYA (takdir) ; sebab-akibat sebagai bukti bahwa Alloh mengharamkan kedholiman bagi diriNYA.
      4. Mengenal Alloh.
      Jadi untuk mengenalnya melewati 2 definsi 2 & 3.

    85. Ada 3 sumber kebenaran menurut Al-Qur’an ; Al-Kitab, Hikmah, Kenabian. Sebagaimana Rosululloh meninggalkan 2 perkara kepada kita salah satunya beliau sendiri sebagai nabi. Hikmah itu setiap nabi diberi hikmah. Begitu juga kita mengenal adanya hikmah yaitu perjalanan hidup kita terhadap kehendak-ketetapanNYA. Sudahkah kita menuju kehendakNYA? Itu yg harus dipetanyakan.
      Kebenaran itu tidak akan menempati golongan tertentu karena kebenaran yg hak itu Alloh. Manusialah pengukurnya.
      Jangan melihat gaibnya alam ini, tapi lihatlah gaibnya hati. niscaya kita bisa melihat segala persoalan dengan jelas. Sucikanlah hati agar kta tidak tertutup (tabir/selimut)

    86. 1.Sunah Rosul itu adalah perilaku dimana Rosululloh mencontohkan kepada kita dalam menjalankan agama. Atau singkatnya saat Rosul mengemban risalahnya.
      2.Sunatulloh itu Alam semesta ini, dimana kehendak dan ketetapanNYA berlaku

    87. salaf adalah para shahabat, sedangkan salafi berarti pengikut salaf.sebagaimana maliki-berarti pengikut imam malik- atau hambali-berarti pengikut imam imam ahmad bin hambal- dan lain-lain.

      salafi berarti seseorang mengikuti jalan yang ditempuh oleh rasululloh dan para shahabatnya.

      jika dikatakan kepada seseorang bahwa ia salafi berarti suatu pujian yang sangat besar kepadanya.

      salafi bukanlah suatu golongan yang dibatasi oleh tempat dan waktu…

      jika ingin menjadi anggota dari golongan ini tidak perlu untuk meregistrasi menjadi member secara tertulis..

      cukuplah ia beragama sebagaimana agama yang dianut oleh para shahabat..

      dalam Aqidahnya, Ibadah, dan akhlak..

      maka ia langsung terdaftar dalam golongan salafi, ahlussunnah, aljam’ah, al firqotun annajiya dimana didalamnya ada rasululloh-sebagai ketuanya- dan para shahabatnya-sebagai tangan kanannya”orang kepercayaan”-

      sekarang tinggal lihat diri kita apakah kita sudah beraqidah sebagaimana Aqidah mereka, beribadah sebagaimana ibadah mereka, dan berakhlak sebagaimana akhlak mereka..

      Tapi kebanyakan manusia tidak memahami pernyataan itu-dalam paragaraf sebelumnya-

      padahal konsekuensi dari itu semua tentunya dengan adanya dalil yang shahih-dari Qolalloh qolla rasul wa qola shahaba-

      dalam hal wudhu saja sudahkah kita tau dalilnya, tidakkah kita pernah berfikir samakah wudhu saya dengan wudhu rasululloh..-karena kebanyakan kaum muslimin mempelajari tata cara wudhu dari sumber yang tidak menyertakan dalilnya-

      tidakkah terlintas di benak ini.. apakah cara berdiri, sujud, dan takbir saya ketika sholat sudah sama dengan cara rasululloh dan para shahabatnya..-padahal kita tau bahwa sumber hukum islam itu adalh alqur’an dan sunnah, lantas kenapa kita masih mengikuti yang tidk ada sumbernya-

      jika seperti itu akankah ada ketenangan dan kekhusyu’an didalamnya…

      dan akankah kita masih mengaku sebagai salafi..atau ahlussunnah..

      dan beragama yang benar dengan dalil-alqur’an dan sunnah’ yang shahih pemahaman yang shahih-manhaj salaf- itu semua tidak mungkin-mustahil- kita dapatkan kecuali dengan MENUNTUT ILMU SYAR’I dan ini yang banyak orang lalai darinya…

      mengenai pemahaman, sebenarnya para ulama’ telah bersepakat tentang wajibnya mengikuti pemahaman para shahabat…

      bukti kongkritnya-yang banyak orang-orang tidak berfikir kesini- adalah….
      lihatlah bagaimana ulama2 kita menafsirkan Alqur’an, didalam kitab-kitab mereka…silahkan telaah kitab2 tersebut seperti ibnu katsir, alqurtubi, dan lain-lain..
      Apakah tafsiran-tafsiran itu kebanyakan memuat penafsiran dan pandangan mereka?jawabnya”tidak” mereka banyak memuat perkataan para shahabat dan murid-murid mereka(ibnu abbas, ibnu mas’ud, mujahid, qotadah dll) sebagai acuan utama dalam menafsirkan Alqur’an

      begitu juga jika kita menelaah kitab-kitab hadits,seperti bukhori, muslim, al muwatho’ dll, apakah yang dinukil hanya sabda rasululloh saja?al jawab:”tidak” tapi dimuat juga banyak perkataan para shahabat…
      maka pahamailah, akh…

      semoga kita dan seluruh kaum muslimin diberikan taufiq oleh Alloh untuk menjadi seorang salafi yang sejati.

      jadi langkah pertama adalah menuntut ilmu dari sumber-sumber yang memilki dalil yang shahih-baik dari firman Alloh, sabda rasul, dan ucapan shahabat-…

      cari dan bacalah..bacalah buku2 dan ingat siapa pengarangnya…..jika kalian rutin melakukannya niscaya kalian akan tau sendiri siapa-siapa penulis-ulama’-yang diatas sunnah dan siapa yang tidak…

      ketahuilah, jika kita tidak mengikuti jalan yang benar dalam mengambil islam….semkin anda mempelajarinya maka akan semakin bingung…kalau tidak sesat…kalau tidak gila…atau bisa saja murtad…

      lihatlah bagaimana kisah-kisah para Ulama’ dahulu yang mereka memahami islam menurut mereka sendiri atau gurunya atau teman-temannya yang tidak mengikuti pemahaman para shahabat kemudian mereka bertaubat dan mengakui adanya kebingungan dan rusaknya akal serta kesiasiaan yang dialaminya semasa tidak mengikuti manhaj salaf-pemahaman para shahabat- seperti abu hasan alasyari dan abu hamid alGhozali

      saya selama mengikuti tarbiyah selama 3 tahun, jika saudara-saudara kita yang berkecimpung didalamnya memahami bahwa majelis yang sering mereka gunakan untuk menuntut ilmu agama…ada masa-masa jenuhnya, karena ilmu yang dipelajari itu-itu saja dan tidak ada peningkatannya…

      memang awalnya saya banyak mendapatkan ilmu tapi lama-kelamaan tidak ada sama sekali peningkatannya…bahkan ilmu-ilmu yang disampaikan banyak yang tidak valid dan salah…saya tau akan salahnya karena disamping liqo saya juga membaca buku-buku yang alhamdulillah yang ditulis oleh ulama’ sunnah-dimana ciri mereka yang utama selalu menyertakan dalil yang shahih, sehingga saya bisa dengan pasti beragama, bukan dengan keragu-raguan-
      -semoga Alloh memberikan kebahagiaan sebagaimana yang diperoleh oleh rasululloh dan para shahabatnya bagi orang-orang yang mendapat petunjuk, dan semoga Alloh memberikan hidayah bagiorang-orang yang belum mendapatkannya-inni uhibbuka fillah ya ikhwahfillah

    88. someone said on

      astaga… bagaimana klo yg membaca postingan diatas beserta komen2nya adalah org mualaf ya.. jadi tambah bingung mempelajari Islam donk.. kug org2nya malah pada ribut sendiri… :|

    89. Memang benar, Saya pun merasakan hal yang sama dengan Antum, tapi niatkanlah diri jita sebagai THOLIB ( Pencari ‘Ilmu ) dah TITIK..

      Sampai saat ini pun Saya juga mengaji kepada para Asatidz Salafy Lor dan Salafy Kidul, Bagiku semua ialah BENAR jika sesuai dengan Al-Qur’an Wal Sunnah….

      “Idza Shohal Haditsi wa Huwa MADZHABI…”

      Wallohu a’alam

    Leave a Reply