Bumi yang diam (tidak berotasi) dan tidak bergerak …

Terus terang karena sejak 2006 berada di LN, baru tahu kalau ada buku yang konon katanya menggemparkan dunia Islam di Indonesia, yakni buku Matahari Mengelilingi Bumi, karya Ahmad Sabiq (katanya dari Al Irsyad, Surabaya).

Di beberapa blog, banyak rekan salafi yang mendukung beliau habis-habisan :). Saya tidak hendak mengkritisi tulisan itu, karena sudah banyak website blog yang membahasnya. Bagi saya Matahari yang berjalan sesuai garis edarnya, dalam pemahaman saya memang benar adanya, Allah berkata haq dan tidak mungkin salah. Bahwa Matahari memang betul-betul beredar, hanya dia beredar mengikuti pusat tata-surya dia, yakni tata-surya yang lebih tinggi, boleh jadi dalam kasus ini adalah galaksi bima sakti (milky way).

Saya hanya tertarik lebih jauh mengenai hujjah lain yang juga dipakai oleh rekan salafi yang mendukung tentang teori ini, bahwa bumi adalah diam dan tidak bergerak, dia tidak berotasi.

“Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam …” (QS. An Naml : 61).

Mereka mengatakan bahwa dengan diamnya bumi ini, maka inilah yang membuat bumi menjadi tenang, tidak berguncang, dan tidak bergerak.

“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (QS. An Nahl : 15)

Dalil di atas juga memperkuat pendapat mereka.

Tapi, saya memiliki pendapat yang berbeda dengan yang kemudian dijadikan pengambilan kesimpulan oleh rekan salafi tersebut. Kalau kita masih ingat pelajaran tentang bumi, di bawah bumi itu ada magma cair panas (ingat setiap turun 100 meter ada kenaikan suhu 1 derajad Celcius), dan sesuai sunatullah, magma karena benda cair, dia akan mudah sekali bergerak, yang berbeda dengan benda padat, yang relatif diam di tempat. Magma yang bergerak ini memiliki jumlah volume yang sangat besar sekali, pergerakan mereka ini tentu sangat mungkin sekali mempengaruhi segala sesuatu yang berada di atasnya.

Kalau masih ingat lagi pelajaran tentang bumi, kerak bumi yang kita tempati ini, dibandingkan dengan diameter bumi, sangatlah jauh perbandingannya. Sehingga kita bisa mengibaratkan kerak bumi laksana kulit telur yang sangat tipis dibandingkan dengan isinya. Kembali ke gerakan magma, gerakan magma ini karena tertutup oleh kerak bumi, akan menimbulkan tekanan-tekanan yang kuat di dalamnya. Tekanan ini jika tidak disalurkan, akan mengguncang stabilitas bumi. Tekanan ini bisa kita lihat secara jelas di laut, penyelam ketika dia menyelam, dan secara tiba-tiba naik ke atas, dia akan terkompensasi tekanan di sekitarnya, akibatnya bisa semaput dia. Makanya, kapal selam itu dibuat untuk mampu menahan tekanan bumi sampai pada kondisi tertentu, kalau dia menyelam lebih dalam, dia bisa hancur. Sehingga bisa kita bayangkan, seberapa besar tekanan di dalam bumi ini.

Karena itulah Allah SWT, menciptakan gunung-gunung, sebagaimana An Nahl 15, adalah dalam rangka melepaskan tekanan-tekanan yang terjadi di dalam bumi. Gunung api ketika meletus, maka dia akan melepaskan tekanan-tekanan di dalam bumi secara bertahap, mirip ketika kita melepas sumbat balon, maka balon akan mengempis dengan smooth, bandingkan ketika balon kita tusuk dengan jarum, maka tekanan di dalam balon akan terlepas dengan hebatnya yang menjadikan balon meletus. Bisa diibaratkan ketika tekanan dalam bumi dilepas begitu saja, tidak disalurkan secara smooth dan bertahap, maka bumi ini suatu ketika akan hancur berkeping-keping laksana balon yang meledak.

Dengan inilah, maka Allah SWT, menjaga bumi tetap diam dan tidak bergerak, karena tekanan yang ada di dalam bumi disalurkan oleh sekian ribu gunung berapi yang muncul di permukaan untuk melepaskan tekanan-tekanan yang ada di dalam bumi. Tapi tidak bergerak di sini bukan berarti bumi tidak berotasi. Justru Allah SWT menunjukkan kepada kita, walaupun bumi ini senantiasa bergerak, tapi dia diam bagi manusia. Sebagaimana ayat lain, tentang bagaimana bumi ini dihamparkan (laksana datar bagi manusia, padahal dia adalah bulat). Jadi ingat waktu kajian salafi jaman dulu yang ngotot bahwa bumi ini datar, karena menurut Alquran bumi itu dihamparkan, but kelihatannya fatwanya sudah berubah deh :).

Kemudian alasan yang lain, kalau kita masih ingat hukum Newton, tentang hukum kelembaman, sesuatu yang bergerak cepat kemudian tiba-tiba berhenti, maka dia akan memberikan reaksi berupa “mentalnya benda tersebut”. Jika tanda-tanda kiamat adalah matahari terbit dari barat, maka matahari harus berhenti bergerak mengitari bumi untuk kemudian berbalik arah, dan akibatnya segala sesuatu yang berada di atas matahari akan terlempar dan boleh jadi matahari hancur duluan.

Tapi kalau menurut saya, sebagaimana dalam surat Al Qariah, ketika kiamat terjadi, manusia laksana anai-anai, gunung-gunung seperti bulu yang dihamburkan, justru ini memperkuat pendapat, bahwa bumi itu berotasi. Manusia dapat bertahan di atas muka bumi ini karena ada gaya tarik bumi (gravitasi), ketika bumi tiba-tiba berbalik arah (mengakibatkan matahari terbit dari barat), maka berlakulah ketetapan Allah SWT (yang dimanifestasikan melalui hukum kelembaman newton), segala sesuatu yang tadinya bergerak sangat cepat  dan tiba-tiba berhenti, (kita tidak merasakan gerakan, mirip ketika naik motor, apakah kita merasakan bahwa kita bergerak ??? kita tetap diam duduk di atas jok sepeda motor, tapi motornya lah yang bergerak, ketika tiba-tiba ngerem, biasanya badan kita atau kalau kita mbonceng, pasti akan terdorong) maka benda-benda yang ada di atas bumi, akan kemudian terlontar dari atas permukaan bumi, karena bumi berjalan sangat cepat, dan ketika tiba-tiba harus berbalik arah rotasi, maka segala sesuatu yang tadinya berada di atasnya akan segera terlontar ke atas laksana anai-anai, sesuai ketetapan Allah dalam hukum fisika tadi.

So, kalau bumi diam saja, bagaimana mungkin manusia dan gunung bisa terlempar ke atas?

Wallahu a’lam …

  1. QZoners says:

    Kalo dilihat sih memang matahari berputar mengelilingi matahari, sama juga kalo kita naik bis, yang terlihat adalah pohon-pohon berlarian ke belakang kita

  2. acha says:

    no koment ah

    *no koment kok koment* :))

  3. ya mustinya dia (Ahmad Sabiq) menulis, bahwa Matahari Mengelilingi Bumi, Tinjauan lain dari Alquran dan Hadits, jangan memaksakan diri dengan Sebuah Kepastian … namanya maksain pendapat kalau gitu

  4. ibrahim says:

    maaf pak andri…
    anda mengkritik syaikh al `utsaimin karena beliau anda katakan msuk ke wilayah yang ia tidak ahli dibidangnya. namun disaat yang sama anda juga melakukan hal yang sama (lihat alinea ke 8)dimana anda mencoba menafsirkan ayat Al`qur`an dengan ra`yu anda, sehingga mengesankan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah segala-galanya…
    saran saya kalau anda mau membantah penjelasan ulama tentang dalil-dalil kontroversi seputar masalah ini maka seharusnya anda menyajikan pembahasan-pembahasan yang isinya dalil juga. karena kalau tidak, berarti anda mendidik mahasiswa anda yang membaca tulisn anda ini untuk menjadi orang yang `bingung ` ketika dalil berbenturan dengan akal,
    maaf, karena anda sedang berbicara masalah agama, maka yang saya butuhkan adalah dalilnya bukan teori ini dan itu. kecuali kalau kita sedang membahas perkara selain agama, maka wellcome saja…

  5. anakNTUTahunKe4EEE says:

    Question: The following letter reached the program (broadcast
    > program) from
    > > Kenya, sent by our brother, the student, Ibraheem Muhammad Al-Awwal.
    > The
    > > brother says, "I heard the program Nurun 'alad-Darb (A Light upon
    > the Path) and
    > > I benefited greatly from it. Therefore, I wanted to send these
    > questions to you
    > > all because their topics are very perplexing to me. The first is: Is
    > the earth
    > > round or flat?"
    > >
    > > Response: According to the people knowledge (scholars of Islaam) the
    > earth is
    > > round, for indeed Ibn Hazm and a group of other scholars mentioned
    > that there
    > > is a consensus (unanimous agreement, Ijmaa') among the people of
    > knowledge that
    > > it is round. This means that all of it is connected together thus
    > making the
    > > form of the entire planet like a ball. However, Allaah has spread
    > out surface
    > > for us and He has placed firm mountains upon it and placed the
    > animals and the
    > > seas upon it as a mercy for us. For this reason, Allaah said:
    > >
    > > {And (do they not look) at the Earth, how it was made FLAT
    > (Sutihat)}, [Soorah
    > > al-Ghaashiyyah, Aayah 20]
    > >
    > > Therefore, it (the Earth) has been made flat for us in regards to
    > its surface,
    > > so that people can live on it and so that people can be comfortable
    > upon it.
    > > The fact that it is round does not prevent that its surface has been
    > made flat.
    > > This is because something that is round and very large, if it is
    > made flat (its
    > > surface), then its surface will become very vast or broad (i.e.
    > having a flat
    > > appearance). Yes."
    > >
    > > Shaykh Ibn Baaz

    mohon di baca mas, jangan asal tuduh =D, menanggapi ada ulama yang berfatwa bumi datar..dan ini menjadi bahan senjata anda mencela syaikh Bin Baz, beginilah kalau fatwa orang di potong tak jelas terimakasih

  6. @atas: afwan, apa saya mencela syaikh bin baaz? tidak kan, saya dulu pernah ngaji salafi juga, saya tahu betul bahwa dulu salafi juga "ngotot" bahwa bumi itu datar …. :) boleh jadi anda berpendapat demikian karena anda tidak pernah mengalami fase salafi saat awal-awal di Indonesia :)

    Wallahi, sekali-kali saya tidak mencela baik syaikh bin baaz maupun syaikh utsaimin, bisa ditunjukkan mana kalimat saya yang mencela syaikh bin baaz?

    bahkan banyak pendapat saya yang merefer ke mereka, tapi tetap dengan pemahaman yang rajih dan sahih, bukan sekedar taqlid atas segala fatwa mereka, karena tentu tidak ubahnya seperti para muqaliddin yang hanya bisa bertaqlid kepada syaikhnya ..

  7. […] Apr 28, 2007 in Islamic, Astronomy, Opinion Masih ada kaitannya dengan tulisan sebelumnya, habis googling, tergelitik dengan kutipan berikut: Justru Allah SWT menunjukkan kepada kita, walaupun bumi ini senantiasa bergerak, tapi dia diam bagi manusia. Sebagaimana ayat lain, tentang bagaimana bumi ini dihamparkan (laksana datar bagi manusia, padahal dia adalah bulat). Jadi ingat waktu kajian salafi jaman dulu yang ngotot bahwa bumi ini datar, karena menurut Alquran bumi itu dihamparkan, but kelihatannya fatwanya sudah berubah deh (http://andri.cisco.or.id/blogs/index.php/2007/03/10/bumi-yang-diam-tidak-berotasi-dan-tidak-bergerak…) […]

  8. @yanu: maaf, saya sudah lupa tentang referensi-referensi segala, itu sudah bertahun-tahun silam, saya cuma mengingat hal yang disampaikan saja, bukan siapa yang mengatakan.

    Bahkan sebelumnya saya tidak tahu kalau orang ada yang mengatakan bahwa syaikh bin baaz pernah berkata bumi itu datar. Waktu itu saya masih “junior”, gak kenal siapa itu syaikh bin baaz, syaikh ustaimin, ibnu taimiyah, dll walau mereka disebut-sebut di pengajian 😉

  9. yanu says:

    salam kenal pak,

    Andri: "Jadi ingat waktu kajian salafi jaman dulu yang ngotot bahwa bumi ini datar, karena menurut Alquran bumi itu dihamparkan"

    apakah ustadz/temen sampean tadi ada menyebutkan referensinya. misalnya fatwa atau tafsir siapa ?! atau hanya sekedar pendapat / asumsi pribadi ?


    yanu

  10. riza says:

    good. saya jg pernah mendapat cerita dari teman ttg matahari yg mengelilingi bumi. waktu itu saya jg teringat dengan hukum kelembaman dan berusaha menjelaskan hubungannya dengan fenomena yang dia ceritakan. Allahualam mana yang benar, karena banyak nash yg dalam pemaknaannya belum bisa dijangkau akal manusia. yang bisa terindra hanya yang sudah terbukti secara ilmiah.

  11. anonim says:

    Bismillah..
    Mengutip perkataan pak andri di coment yaitu…

    "Bahkan sebelumnya saya tidak tahu kalau orang ada yang mengatakan bahwa syaikh bin baaz pernah berkata bumi itu datar. Waktu itu saya masih “junior”, gak kenal siapa itu syaikh bin baaz, syaikh ustaimin, ibnu taimiyah, dll walau mereka disebut-sebut di pengajian"

    dan….

    "afwan, apa saya mencela syaikh bin baaz? tidak kan, saya dulu pernah ngaji salafi juga, saya tahu betul bahwa dulu salafi juga “ngotot” bahwa bumi itu datar …,boleh jadi anda berpendapat demikian karena anda tidak pernah mengalami fase salafi saat awal-awal di Indonesia"

    Lalu…coment dari ana yaitu…:
    Wah ga bs dpercaya nh org kata2ny, byk perhiasanny!!!
    'katany' antum dulu…
    '"TAHU BETUL" bahwa salafi ngotot bhw bumi itu dtar'

    dan..'katany' antum…
    '"BAHKAN B4X SY TDK TAHU KLAU ADA ORG YG MKATAKN BHW SYAIKH BIN BAZ PERNAH BRKATA BUMI ITU DATAR. WAKTU ITU SY MSH JUNIOR, GAK KNAL SIAPA ITU SYAIKH BIN BAZ….DST"'

    maka…ksimpulan yg ana dpt saat ini bhw…
    tulisan tulisan antum tdk bs dpercaya!!! trlalu bmudah-mudahn, brgampang-gampangn dlm mslah AGAMA YG HAQ INI

    Note : afwan jiddan jk dlm coment ana bmudah-mudahn dlm mgunakn kata-kata yg tdk enak dihati sperti antum sangat bmudah2n dlm bercomentr bdsar ra'yu tho!,

    Mana perkataan Allaah 'azza wa jalla dalam mnguatkan alasan antum
    Mana perkataan Rasulullaah Shallallahu 'alaihi wa sallam
    Mana perkataan shohabat mana perkataan tabi'it tabi'in
    Mana perkataan 'ulama
    Mana buktinya????

    Kebenaran yg dtg dg tawadhu dg mudahny dlecekan oleh pr pnyembah akal

    Ketawadhuan itu dg mudahny mrk singkirkn
    Ketika mereka berbangga-bangga dg akalny
    Ketika mereka berbangga-bangga dg apa yg dmilikiny.

    Ketahuilah…
    aku belajar dg Islam yg terang malamnya sprti siangny
    aku belajar dg islam yg tdk akn trsesat org yg brpegang tguh dgnya
    adalah…
    aku mempelajarinya dg AL QUR'AN yang mulia dan sunnah Rasul-Nya yg mjd teladan hidup

    Harapanku bhw smg Allah mengumpulkanku dalam jannah firdausNya bersama fuqoro wal masakin bersama kalangan nabi, syuhada, ashshiddiqin washsholihin…

    Sehinnga ketahuilah…
    dengan Islam aku mempelajari teori-teori itu
    bukan dengan teori-teori itu aku mempelajari Islam.

    dari yang muda yang sedang mencari hakikat hidup didunia

    Wallaahu a3lam (Hanya Allaah-'azza wa jalla- Yang Maha Mengetahui)

    Makasih buat komentarnya 😉 semoga memberi manfaat bagi anda. Ya sekedar pengetahuan saja, bukan berarti saya pake ra'yu saja, saya juga berdasarkan dalil Alquran, bahkan dalilnya sama dengan anda, yakni matahari berjalan pada peredarannya.

    Hanya saja mungkin anda meyakini bahwa matahari jalannya mengelilingi bumi, sementara kalau saya sampai saat ini lebih meyakini bahwa matahari berjalan mengelilingi pusat edarnya, dan itu bukan bumi. Karena matahari pun berjalan di galaksi milky way ini.

    Silakan saja anda tidak percaya dengan saya, toh saya juga tidak memaksa orang lain percaya sama saya kok. Saya bukan tipe orang yang suka memaksakan pendapat saya kepada orang lain bahwa pendapat saya yang paling benar kok. santai saja mas/mbak 😉

    sayangnya anda anonim, kan saya jadi nggak bisa silaturahhim dengan antum. ada blog yang bisa saya kunjungi? 😀

    ps: hati-hati loh mas/mbak kalau lain kali komentar di tempat pake tanda "penthung" (!) banyak-banyak, dikira sedang teriak-teriak atau orang yang anda ajak ngomong itu "budi" (budeg dikit …).
    kalau saya sih udah biasa dipenthungi gitu, jadi gak papa

  12. jimmy says:

    allahualam

  13. Abu Ibrohim says:

    Alhamdulillah, Alloh memberikan hidayah kepada kita semua kepada agama yang haq ini, ISLAM. Dan Alloh melalui kitabulloh dan lisan Rosul-Nya (hadits) tlah menjelaskan semua perkara yang berkaitan dengan kehidupan manusia yang membawa maslahat dan yang menghantarkan kepada bahaya secara tafshil (terperinci) maupun mujmal (umum).
    Tidak akan pernah sama sekali… ditemukan pertentangan antara dalil al-Qur'an dan as Sunnah as Shohihah (dalil naqli) dengan akal sehat manusia (dalil aqli). Kebenaran yang dinilai dengan dalil naqli adalah absolut, sedangkan dalil aqli adalah nisbi. Dengan demikian, ketika terjadi pertentangan antara dalil dan akal, dalil naqli didahulukan daripada dalil aqli. itulah sikap yang benar bagi seorang muslim.
    [ittabi'uu maa unzila ilaikum min robbikum..]
    Tidak semua dalil al-Qur'an dapat dipahami dengan jelas dan benar oleh semua muslim. Itulah makna ayat mutasyabihat dalam al-Qur'an. Oleh karena itu, diperlukan rosikhuuna fil 'ilmi untuk menjelaskan makna tersebut. Siapakah mereka? Hum al-ulama'u alladzii ursyiduu alal kitabi wa sunnah alal fahmi salaful ummah. Mengingat diperlukan pengetahuan yang mendalam terkait bahasa arob, fiqh,aqidah,manhaj,dan ilmu2 lain yang terkait ketika akan menafsirkan al-Qur'an.
    Telah sampai kepada kita penafsiran ayat Qur'an maupun hadits yang menjelaskan perputaran matahari mengelilingi bumi. Dan mereka telah tafsirkan sesuai dengan ilmu dan fiqh yang diperlukan. Tidak hanya ulama yang belakangan ini akan tetapi hal serupa telah dilakukan oleh ulama permulaan. Tidak semestinya hanya karena berbeda dengan 'realitas' (menurut sebagian kita) kita mementahkan pandangan para ulama yang lurus yang datang dengan sekian banyak dalil naqli.
    Coba pahami dan resapi dulu penjelasan para ulama kita. Jangan langsung skeptis hanya karena berbeda dengan sekali lagi 'realitas' (menurut sebagian kita). Bukankah apa yang kita peroleh selama ini tentang revolusi bumi mengelilingi matahari bersumber dari ilmuwan kafir. Dan bukankah ilmu pengetahuan bukan absolut dzatnya, bisa saja berubah setiap saat.
    Bukanlah kebanggaan bagi seorang muslim ketika dia membenarkan ilmu pengetahuan yang ada sembari menolak apa yang telah dijelaskan dengan dalil. Bukanlah kebanggaan sama sekali..

    Secara jujur, ana merasa materi-materi yang dipersoalkan tidak lain terkait dengan manhaj salaf. Berusaha dimunculkan, ini lho kesalahan yang cukup fatal dari ulama2 dan ustad2 yang bermanhaj salaf.

    Ya akhii,… apa yang antum cari? Kebenaran? Hidayah?
    Klo memang demikian, mintalah kepada Alloh. Kemudian telesurilah Al-Qur'an dan Al Hadits dengan pemahaman yang benar, niscaya engkau akan sampai..

    NB: Afwan, ana ingin tanya. Antum mendapatkan ada ulama yang memfatwakan bumi itu datar di kitab mana? Mudah2an bisa dirujuk penjelasannya.

  14. reekoheek says:

    mas andri kan cuma coba berpendapat, lha kok jawabannya banyak dengan nada keras. malah seakan2 disuruh tobat. sebenernya wajar dong nulis dari ilmu dunia orang mas andri praktisi teknolog. klu ulama ya lewat ilmu akhirat. jadi rindu zaman2 ulama yang teknolog juga. yang tidak anti terhadap teknologi.

  15. prabu says:

    Ummat islam gak maju-maju,kalau mikirin yang kayak gini terus, mending rembukan gimana caranya mempersatukan ummat…. kayaknya lebih oke tuh…

  16. Ahmad Fauzi says:

    referensi lengkap tentang pembahasan bentuk bumi yang datar:
    http://theflatearthsociety.org/forum/index.php?to
    http://www.sacred-texts.com/earth/za/index.htm

  17. suharyanto says:

    Saya kurang setuju kalo di bilang bahwa bumi itu pejal karena didalamnya ada magmanya…dst..dst… Teori lain mengatakn bahwa bumi itu berongga dan justru di dalamnya ada "dunia/alam lain" sebagaimana yang kita tempati ini. Dan kini, hal tsb (teori bumi berongga) sudah bisa di buktikan secara ilmiah..Mau tahu kelanjutannya..googling aja dengan keyword "hollow earth"..Pasti surprisse deh!!

  18. Einstein says:

    Sabda Rosulullah

    Tuntutlah ilmu walau ke negri China
    Utubul ilma walau bi Tsiin

    Allah maha adil, tidak peduli islam maupun kafir, ilmu akan diberikan kepada yang menuntut ilmu.

    Einstein :
    Agama tanpa ilmu adalah buta, ilmu tanpa agama adalah tuli.

  19. Indrayanti Lubis IC says:

    Seseorang yg menguasai ilmu fiqih & ilmu syari’at,niscaya dia akan mempunyai nilai yg lebih baik daripada orang yg mahir dlm memperbaiki kabel yg rusak atau lainnya.Hal ini karena masing2 dari keduanya sama2 menguasai sebuah bidang tertentu,hanya saja ada bedanya antara yg pandai dlm ilmu agama dg yg pandai dlm ilmu dunia.Nilai setiap orang tergantung dari apa yg dia kuasai.
    “Barangsiapa yg dikehendaki oleh Allah mendapatkan kebaikan,maka Allah akan memahamkan dia dlm urusan agama” Bukhari(71),Muslim(1037)

  20. Adam says:

    'Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri Cina'
    Haditsnya maudlu'.Dikeluarkan di kitab Syu'abul Iman,Al Madkhal,Jaami'u Bayanil Ilmi wa Fadhllihi,Tarikh Baghdad,Al Maudlu'aat dan lainnya.
    Semua dari jalan Abu 'Atikah Al Bashri dari Anas bin Malik..tentang Abu Atikah,berkata Bukhari:MUNKARUL HADITS.Berkata Ibnu Hibban:Hadits ini BATIL TIDAK ADA ASALNYA. Tuntutlah ilmu saudaraku..karena Allah Maha Adil..

  21. Firman Al Firdausy says:

    Assalamu'laikum wr wb

    Menanggapi hal ini bahwa alam semesta ini Allah yang menciptakan dan Allah pula yang membuat al Qur'an, jadi tidak ada keraguan dan pertentangan antara sains dan Dien.
    Yang ada yang mungkin terjadi adalah:
    1. Teori sains yang salah
    2. Penafsiran nash al Qur'an yang keliru

    Itu saja tinggal di telusuri kesalahannya ada dimana…
    Wassalam

  22. Akbar says:

    Andri,

    apa kabar? iya aku baru denger kalo bumi itu datar… ternyata guru geografo kita salah ya dulu… atau, pangeran sulton dari saudi yang dulu jadi astronot juga salah lihat kalo bumi itu bulet hehehe….

    btw kalo soal sholat subuh yang kecepeten itu gimana? katanyha sholat subuh itu harusnya jam 5 di jogja bukan jam 4 30 seperti sekarang? pernah denger?

  23. Abu Zaky Al Jawi says:

    Jadwal Waktu Shubuh Terlalu Cepat?
    WAKTU SHUBUH DITINJAU DARI DALIL SYAR’I DAN ASTRONOMI
    Oleh: T. Djamaludin
    Anggota Badan Hisab Ru’yat, Departemen Agama RI/
    Peneliti Utama Astronomi-Astrofisika, LAPAN

    Catatan:
    Beberapa waktu lalu di Majalah Qiblati (yang dikutip juga oleh beberapa blog) ada serangkaian tulisan bertema “Salah Kaprah Waktu Shubuh”. Dalam pertemuan Badan Hisab Rukyat (BHR) Depag RI di Jakarta, 3-4 Agustus 2009 lalu, masalah tersebut sempat dibahas dan saya diminta untuk menuliskan tanggapannya untuk menjadi pencerahan bagi masyarakat. Catatan di bawah ini adalah hasil kajian lengkapnya sebagai tindak lanjut diskusi di BHR tersebut.
    Penentuan waktu shubuh diperlukan untuk penentuan awal shaum (puasa) dan shalat. Tentang waktu awal shaum disebutkan dalam Al-Quran, “… makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” (QS 2:187). Sedangkan tentang awal waktu shubuh disebutkan di dalam hadits dari Abdullah bin Umar, “… dan waktu shalat shubuh sejak terbit fajar selama sebelum terbit matahari” (HR Muslim). Fajar yang bagaimana yang dimaksudkan tersebut? Hadits dari Jabir merincinya, “Fajar ada dua macam, pertama yang melarang makan, tetapi membolehkan shalat, yaitu yang terbit melintang di ufuk. Lainnya, fajar yang melarang shalat (shubuh), tetapi membolehkan makan, yaitu fajar seperti ekor srigala” (HR Hakim). Dalam fikih kita mengenalnya sebagai fajar shadiq (benar) dan fajar kidzib (palsu).
    Lalu fajar shadiq seperti apakah yang dimaksud Rasulullah SAW? Dalam hadits dari Abu Mas’ud Al-Anshari disebutkan, “Rasulullah SAW shalat shubuh saat kelam pada akhir malam, kemudian pada kesempatan lain ketika hari mulai terang. Setelah itu shalat tetap dilakukan pada waktu gelap sampai beliau wafat, tidak pernah lagi pada waktu mulai terang.” (HR Abu Dawud dan Baihaqi dengan sanad yang shahih). Lebih lanjut hadits dari Aisyah, “Perempuan-perempuan mukmin ikut melakukan shalat fajar (shubuh) bersama Nabi SAW dengan menyelubungi badan mereka dengan kain. Setelah shalat mereka kembali ke rumah tanpa dikenal siapapun karena masih gelap.” (HR Jamaah).
    Karena saat ini waktu-waktu shalat lebih banyak ditentukan berdasarkan jam, perlu diketahui kriteria astronomisnya yang menjelaskan fenomena fajar dalam dalil syar’i tersebut. Perlu penjelasan fenomena sesungguhnya fajar kidzib dan fajar shadiq. Kemudian perlu batasan kuantitatif yang dapat digunakan dalam formulasi perhitungan untuk diterjemahkan dalam rumus atau algoritma program komputer.
    Fajar kidzib memang bukan fajar dalam pemahaman umum, yang secara astronomi disebut cahaya zodiak. Cahaya zodiak disebabkan oleh hamburan cahaya matahari oleh debu-debu antarplanet yang tersebar di bidang ekliptika yang tampak di langit melintasi rangkaian zodiak (rangkaian rasi bintang yang tampaknya dilalui matahari). Oleh karenanya fajar kidzib tampak menjulur ke atas seperti ekor srigala, yang arahnya sesuai dengan arah ekliptika. Fajar kidzib muncul sebelum fajar shadiq ketika malam masih gelap.
    Fajar shadiq adalah hamburan cahaya matahari oleh partikel-partikel di udara yang melingkupi bumi. Dalam bahasa Al-Quran fenomena itu diibaratkan dengan ungkapan “terang bagimu benang putih dari benang hitam”, yaitu peralihan dari gelap malam (hitam) menuju munculnya cahaya (putih). Dalam bahasa fisika hitam bermakna tidak ada cahaya yang dipancarkan, dan putih bermakna ada cahaya yang dipancarkan. Karena sumber cahaya itu dari matahari dan penghamburnya adalah udara, maka cahaya fajar melintang di sepanjang ufuk (horizon, kaki langit). Itu pertanda akhir malam, menjelang matahari terbit. Semakin matahari mendekati ufuk, semakin terang fajar shadiq. Jadi, batasan yang bisa digunakan adalah jarak matahari di bawah ufuk.
    Secara astronomi, fajar (morning twilight) dibagi menjadi tiga: fajar astronomi, fajar nautika, dan fajar sipil. Fajar astronomi didefinisikan sebagai akhir malam, ketika cahaya bintang mulai meredup karena mulai munculnya hamburan cahaya matahari. Biasanya didefinisikan berdasarkan kurva cahaya. Fajar astronomi terjadi ketika matahari berada sekitar 18 derajat di bawah ufuk. Fajar nautika adalah fajar yang menampakkan ufuk bagi para pelaut, pada saat matahari berada sekitar 12 derajat di bawah ufuk. Fajar sipil adalah fajar yang mulai menampakkan benda-benda di sekitar kita, pada saat matahari berada sekitar 6 derajat.
    Fajar apakah sebagai pembatas awal shaum dan shalat shubuh? Dari hadits Aisyah disebutkan bahwa saat para perempuan mukmin pulang dari shalat shubuh berjamaah bersama Nabi SAW, mereka tidak dikenali karena masih gelap. Jadi, fajar shadiq bukanlah fajar sipil karena saat fajar sipil sudah cukup terang. Juga bukan fajar nautika karena seusai shalat pun masih gelap. Kalau demikian, fajar shadiq adalah fajar astronomi, saat akhir malam.
    Apakah posisi matahari 18 derajat mutlak untuk fajar astronomi? Definisi posisi matahari ditentukan berdasarkan kurva cahaya langit yang tentunya berdasarkan kondisi rata-rata atmosfer. Dalam kondisi tertentu sangat mungkin fajar sudah muncul sebelum posisi matahari 18 di bawah ufuk, misalnya saat tebal atmosfer bertambah ketika aktivitas matahari meningkat atau saat kondisi komposisi udara tertentu – antara lain kandungan debu yang tinggi – sehingga cahaya matahari mampu dihamburkan oleh lapisan atmosfer yang lebih tinggi. Akibatnya, walau posisi matahari masih kurang dari 18 derajat di bawah ufuk, cahaya fajar sudah tampak.
    Para ulama ahli hisab dahulu sudah merumuskan definisi fajar shadiq dengan kriteria beragam, berdasarkan pengamatan dahulu, berkisar sekitar 17 – 20 derajat. Karena penentuan kriteria fajar tersebut merupakan produk ijtihadiyah, perbedaan seperti itu dianggap wajar saja. Di Indonesia, ijtihad yang digunakan adalah posisi matahari 20 derajat di bawah ufuk, dengan landasan dalil syar’i dan astronomis yang dianggap kuat. Kriteria tersebut yang kini digunakan Departemen Agama RI untuk jadwal shalat yang beredar di masyarakat.
    Kalau saat ini ada yang berpendapat bahwa waktu shubuh yang tercantum di dalam jadwal shalat dianggap terlalu cepat, hal itu disebabkan oleh dua hal: Pertama, ada yang berpendapat fajar shadiq ditentukan dengan kriteria fajar astronomis pada posisi matahari 18 derajat di bawah ufuk (karena beberapa program jadwal shalat di internet menggunakan kriteria tersebut, terdapat perbedaan sekitar 8 menit). Kedua, ada yang berpendapat fajar shadiq bukanlah fajar astronomis, karena seharusnya fajarnya lebih terang, dengan perbedaan sekitar 24 menit. Pendapat seperti itu wajar saja dalam interpretasi ijtihadiyah.

    Sumber : http://t-djamaluddin.spaces.live.com/blog/cns!D31797DEA6587FD7!597.entry. Diunggah: Agustus, 2009

    Walllahu a’lamu bish showaab.

    Semoga bermanfaat!

  24. fadel says:

    Bukti2 ilmiah secara tidak langsung telah membuktikan secara matematika bahwa bumi ini berputar.
    Ini bukan hanya pendapat saya, tapi umumnya ilmuwan dunia.

    Silahkan bagi yang mempercayainya, buktikanlah secara ilmiah….
    mari kita uji argumen kita masing-masing.

    Pertanyaan pentingnya:

    1. Apakah ada penjelasan gamblang dalam Qur’an/Hadith tentang diamnya bumi ini? Sejauh yang saya tahu, TIDAK.

    2. Saya mengimani Al Qur’an itu adalah kebenaran. Tapi apakah ulama yang menafsirkannya itu maksum dan bebas dari kesalahan? jawabnya jelas TIDAK.

  25. fadel says:

    Bukti2 ilmiah secara tidak langsung telah membuktikan secara matematika bahwa bumi ini berputar.
    Ini bukan hanya pendapat saya, tapi umumnya ilmuwan dunia.
    Silahkan bagi yang mempercayainya BUMI INI DIAM, buktikanlah secara ilmiah….
    mari kita uji argumen kita masing-masing.
    Pertanyaan pentingnya:
    1. Apakah ada penjelasan gamblang dalam Qur’an/Hadith tentang diamnya bumi ini? Sejauh yang saya tahu, TIDAK.
    2. Saya mengimani Al Qur’an itu adalah kebenaran. Tapi apakah ulama yang menafsirkannya itu maksum dan bebas dari kesalahan? jawabnya jelas TIDAK.

  26. ardianto says:

    Di akhir abad ke 9 masehi, seorang ahli astronomi Muslim, Jafar bin Muhammad Abu Mas’har al-Balkhi sudah membuat sebuah model planetarium yang menunjukkan bahwa bumi itu bulat, berotasi dan mengelilingi matahari.

    Jadi tidak benar jika teori yang mengatakan bahwa bumi itu bulat dan mengelilingi matahari adalah teori dari orang kafir.

  27. muslim kaffah says:

    Buku “Matahari Mengelilingi Bumi Sebuah Kepastian Al-Qur’an dan As-Sunnah” adalah fitnah keji yang dilancarkan oleh orang yang sok mengerti alquran dan hadits tapi mencoreng agamanya sendiri.
    Banyak kok ulama muslim yang mengakui teori BMM contohnya saja Harun yahya dan Zakir NAik, cuma orang taklid buta saja ke syaikhnya yang berani-beraninya mengatakan MMB berasal dari alquran dan hadits.

  28. Alphascorpiids says:

    Muslim kaffah aku setuju

    Aku bukan ulama ,Aku seorang muslim.yang ingin mendapatkan hidayahNya,Dengan mengetahui memahami Ciptaan-Nya,mengetahui Kebesaran Allah, KeAgungan-Nya, sehingga dapat bertambah iman dan bertambah keyaqinan.

    Menurut pemahamanku AlQuran dan hadis,Bumi Mengelilingi Matahari

  29. raihan says:

    udara yg menyelubungi bumi disebut

  30. zeze says:

    QS. An Naml : 61).

    ayat yg berbeda?
    suka ngadu domba
    QS. an-Naml (27) : 61

    Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya).

    berbeda dgn apa yg ia tampilkan
    “Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam …” (QS. An Naml : 61).

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Switch to our mobile site